Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
Ch. 42 – Infomasi Yu Hongli.


__ADS_3

– Di Barat daya Negara TakChi. –


Berdiri salah satu markas kelompok aliran hitam paling bengis sepanjang sejarah Benua Dataran Giok, kelompok Hujan Darah.


Sepanjang sejarah yang tercatat sampai saat ini, kelompok tersebut memiliki lebih dari dua puluh ribu anggota aktif yang tergabung dalam kurun waktu dua puluh tahun. Namun, yang paling aneh dengan anggota sebanyak itu, tidak pernah ada yang mengetahui letak pasti markas pusatnya.


Meskipun demikian terdengar sebuah isu yang mengatakan bahwa di barat daya Negara TakChi, sering kali para penduduknya melihat orang-orang berpakaian hitam dan membawa pedang yang tersarung di selonsongnya, berlari dengan kuda mereka ke sana kemari.


Beberapa dugaan menyebutkan bahwa kelompok itulah yang selama ini dikenal dengan nama Hujan Darah.


°°°


Seorang pria berusia 50-an tahun yang sedang duduk di kursi giok bertanya pada dua orang anak buahnya.


"Bagaimana kabar upeti dari Kota Jian Yi yang menurun Akhir-akhir ini, jumlahnya begitu sedikit bahkan terkesan tidak ada sama sekali!?" tanyanya.


Dengan sedikit gugup salah satu anak buahnya menjawab, "menurut salah satu Elang Darah... Saat ini Kota Jian Yi tidak lagi berada dalam kekuasaan kita, i-itu alasannya, ketua." mendengar penjelasan anak buahnya, pria itu murka dan memukul penyangga kursinya hingga hancur setelah ia memukulnya keras.


"Lalu bagaimana dengan Yu Hongli?" tanyanya, "berikan kabar dia secepatnya, jangan memberi informasi yang setengah-setengah!!" tegasnya kembali.


"K-ketua Yu Hongli tewas saat dieksekusi sekitar satu minggu yang lalu" jawab anak buahnya secara bersamaan.


Yu Hongli di sini adalah ketua kelompok Hujan Darah di Kota Jian Yi, sekitar satu minggu yang lalu setelah dikalahkan lewat pemberontakan yang dilakukan Xie Bing, tidak lama kemudian Yu Hongli dieksekusi di depan semua warga Kota Jian Yi.


Setelah kekalahan Yu Hongli, Kota Jian Yi kembali dijabat oleh Xie Bing yang dikenal merupakan walikota adil dan pro terhadap rakyatnya.


Dibantu dengan jumlah pasukan pemberontak berjumlah hampir seribu orang, satu orang manusia dan satu ekor naga jadi-jadian. Xie Bing berhasil merebut kepemimpinan Yu Hongli hanya dalam kurun waktu tiga jam, setelah diputuskan untuk melakukan penyerangan pada dini hari.


Cukup mendengar cerita tentang Yu Hongli, pria itu kembali memukul kursi gioknya hingga hancur di bagian penyangga.


"Siapa pelaku yang berhasil mengalahkan adik angkatku itu?" tanya pria itu.


"M-menurut informasi yang beredar di kalangan para pedagang Kota Jian Yi, seseorang yang berhasil mengalahkan ketua Yu Hongli adalah pemuda bernama Liu Chang dan temannya, ke... Ketua."


"Liu Chang? Siapa dia?"


"Asal-usulnya tidak jelas, yang pasti kemampuannya setara dengan Yu Jie saat bertarung."

__ADS_1


"Yu Jie." batin pria itu saat mendengar nama Yu Jie disebut.


Pria itu tersenyum tipis, ia kemudian bangun dari duduknya dan berjalan ke arah anak buahnya yang sedang berlutut, lalu mendekatkan mulutnya ke telinga dua anak buahnya.


"Dia membuatku penasaran... Berikan perintah ke kelompok Elang Merah untuk memburunya, dan bawakan aku kepalanya!!!" perintah pria itu dengan sedikit suara berat, rasa nafsu membunuh yang keluar saat menyuruh hal itu.


"Siap, kami akan langsung menyampaikan hal ini kepadanya."


°°°


"Apa perlu kupotong gaji kalian masing-masing!!"


Dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh yang sangat hebat, seorang pria turun diantara dua orang pemuda yang sedang bertarung. Ia berperilaku sedikit kasar saat membentak orang-orangnya.


"Para tetua sekte bodoh, apa kalian tidak memiliki etika sebagai aliran putih. Mengapa kalian membiarkan Fang Duan bertarung sampai terluka??" tanya pria itu, dalam bicaranya terdengar sedikit amarah yang ditunjukkan.


"Tidak mungkin aku mengatakannya karena kebencianku pada Fang Duan itu, dia kan yang akan dijodohkan dengan putrinya. bisa-bisa aku mati dibuatnya." batin semua orang, mereka memikirkan hal yang sama soal Fang Duan, sifat dan sikapnya yang begitu menjengkelkan bagi sebagian tetua membuatnya banyak dibenci.


Maka dari itu tidak ada yang berani menjawab pertanyaan pria tersebut, jika terdengar sesuatu yang tidak mengenakkan hatinya, bisa saja jabatan tetua sekte akan lenyap dalam sekejap.


Pemuda yang mendapatkan pertanyaan itu hanya tersenyum tipis, "niat? Tidak ada sama sekali... Aku sebenarnya tidak mengacau, aku menolong seorang gadis yang berniat dilecehkan oleh muridmu itu."


Pria itu terkekeh dengan jawaban sang pemuda, "haha... Menolong gadis? Sepertinya aku salah mendengar... Atau itu hanya hanya alasanmu saja untuk mengacau!!" selepas berucap begitu, pria tersebut maju dan menyerang pemuda dihadapannya. Ia mengeluarkan sebuah Trisula sepanjang 2 meter dari balik tangannya.


Dikeluarkannya Triasula oleh pria itu, semua orang langsung mengetahui bahwa tidak lama lagi tempat ini akan terjadi pertarungan yang dashyat.


Semua orang mulai panik dan berlarian dari wilayah tersebut, mereka sangat mengetahui betapa berbahayanya senjata yang dikeluarkan pria itu. Di sisi lain para tetua segera mengamankan pemuda bernama Fang Duan yang terkulai lemas di belakang pria itu.


"Trisula? pasti pusaka milik sekte ini." gumam sang pemuda saat menyadari senjata yang dikeluarkan oleh pria itu, ia menyadari tidak lama lagi akan merasakan efeknya.


Banyak orang yang berlarian dari wilayah tersebut. Namun, hanya ada dua orang yang tidak meninggalkan tempat itu. Salah satunya adalah seorang gadis dan satunya lagi pemuda yang merupakan rekan temannya yang sedang bertarung.


"Gang Wei, itu ayahku... Dia sepertinya salah paham. Aku harus bagaimana??" tanya gadis tersebut.


"Jangan malah memegang pipiku terlalu keras, yang harus kau lakukan adalah menghentikannya. Ayo, kubantu menahan amarahnya!"


Dengan trisula di tangannya, pria tersebut semakin gencar menusuk dan mengayunkannya ke daerah vital pemuda yang menjadi lawannya. Ia tidak ingin meminta penjelasan lebih lanjut, dan terus menerus melakukan serangan tanpa peduli lawannya hanyalah anak muda.

__ADS_1


"kekuatannya dan kemahirannya ini, sulit dipikir dengan nalar." batin pemuda yang menjadi lawannya.


Pemuda tersebut semakin terpojok, ia menyadari kekuatannya hanyalah sebatas ini. Jika dipaksakan pun hanya akan menemui kemenangan semu.


"Apakah aku akan mati... Tidak mungkin!!"


Seseorang menahan trisula yang digunakan pria itu. Ia berpikiri sampai saat ini tidak pernah ada yang bisa menahan trisulanya dengan sangat mudah.


Apalagi para tetua bawahannya sekali pun tidak ada yang mampu menghentikannya. Perlu beberapa orang untuk bisa menghentikan pria itu meganyunkan trisulanya.


Pria itu mengumpat dengan keras, saat ini sulit sekali hanya untuk menggeser posisi trisulanya, orang yang menahannya bagaikan seekor siluman ribuan tahun saja, pikirnya.


Sementara pemuda yang menjadi lawannya menghela napas pelan, dia menyadari bahwa ada orang yang tiba-tiba membantu pertarungannya adalah temannya sendiri.


"Gang Wei, Niu Xinxin!" teriak pemuda tersebut.


"Chang'er, serahkan urusan ini pada Niu Xinxin, untuk sementara kita mundur dulu!" ucap temannya.


"Baiklah Gang Wei, kita harus merawat beberapa luka tusukan ini." balas pemuda itu sembari menunjukkan luka akibat tusukan trisula yang cukup dalam.


Lain halnya dengan sang pemuda yang terkejut, pria tersebut hanya terdiam melihat seorang gadis yang saat ini menatapnya dengan tajam.


"Ayah, sebagai Patriark harusnya kau itu malu. Bukannya menghentikan pertarungan, tetapi malah memulainya kembali!!"


Pria tersebut kembali terdiam. Namun, tidak untuk waktu yang lama, ia mendongkakan wajahnya untuk menatap gadis yang baru saja memarahinya.


"Xin'er, ayah menyelamatkan harga diri sekte kita!!" ujar pria itu, ia seperti merasa tidak bersalah dengan semua perbuatan yang telah ia lakukan.


"Apanya yang harga diri sekte? Aku yang harusnya ayah bela, karena si bodoh Fang Duan itu ingin melecehkanku!!"


••••


**Sampai Jumpa di Chapter selanjutnya...


Chapter selanjutnya menyusul malam nanti..


° Ibnu R**.

__ADS_1


__ADS_2