
Liu Chang membuka matanya ketika matahari telah melewati sela-sela jendela kamarnya, waktunya seolah berjalan cepat ketika dirinya sedang berusaha memahami sesuatu.
Dalam beberapa jam ini, kedalaman ilmu pedang Liu Chang bertambah semakin dalam dan baik, tidak heran Kitab Ilmu Pedang Sutra dikatakan sebagai Kitab Ilmu Pedang yang paling baik kualitasnya sebagai Pusaka Langit.
Selain ilmu pedang dan gaya bertarung Liu Chang juga beberapa kali ingin mencoba untuk menembus tahap selanjutnya dari Pendekar Naga. Namum Liu Chang belum juga memiliki pencerahan terhadap tahap itu, sehingga dirinya hanya bisa menunggu sambil mempelajari keahlian lain.
Setelah mandi dan berganti pakaian, Liu Chang pergi ke lantai bawah untuk membeli beberapa masakan untuk dirinya dan diberikan pada Chiriyu serta yang lainnya nanti. Liu Chang cukup yakin uang yang kemarin dia berikan telah habis di tangan Aqua yang gemar belanja.
Saat tiba di lantai satu yang digunakan sebagai restoran, Liu Chang melihat beberapa orang yang tidak lain adalah teman-temannya sendiri.
“Mereka di sini rupanya. Sebuah kebetulan aku menyewa kamar di tempat yang sama ....” Liu Chang bergegas menghampiri Chiriyu dan yang lain. Kedatangan Liu Chang membuat ketiganya menghentikan makan karena terkejut mengetahui Liu Chang yang menghilang di hari kemarin tiba-tiba muncul di depan mereka.
Aqua memarahi Liu Chang selama beberapa saat dan mengatakan bahwa mereka telah berusaha mencarinya ke mana-mana namun tidak juga menemukan dirinya. Jika Salazar tidak menenangkan Aqua mungkin dia akan mencari Liu Chang hingga larut malam sekalipun.
Liu Chang hanya tersenyum canggung, dan menjelaskan bahwa kemarin dia benar-benar tidak ingat untuk kembali menemui mereka, sehingga dini hari baru bisa menyewa sebuah kamar untuk istirahat. Sebuah kebetulan Liu Chang menemukan dirinya menyewa di tempat yang sama dengan ketiganya.
Aqua mengungkapkan kekhawatirannya bahwa ada kabar yang menyatakan seorang pendekar dan seekor siluman menyerang kediaman Duke, Aqua menjadi semakin cemas ketika melihat sketsa wajah yang disebarkan begitu mirip dengan Liu Chang namun ketika dia menemukan Liu Chang ada di restoran ini, Aqua dan lainnya akhirnya bisa menghela napas lega.
Liu Chang hanya menanggapinya dengan santai, dia sudah mengetahui hasilnya akan seperti ini. Derryl pasti tidak akan melepaskan siapapun yang berhasil mengambil seluruh kekayaan dan kekuasaannya yang dibangun selama bertahun-tahun.
__ADS_1
“Oh, ya. Selesai kalian menyantap makanan kalian, aku ingin mengajak kalian ke suatu tempat ...” Liu Chang menarik satu kursi dan kemudian duduk di samping Salazar, dia langsung menyatakan keinginannya tanpa basa-basi.
Aqua, Chiriyu serta Salazar hanya mengangkat alisnya, rasa penasaran membuat waktu makan mereka kali ini terkesan singkat karena ingin mengetahui tentang tempat yang ingin Liu Chang tunjukkan.
••••
Liu Chang menjelaskan pada yang lainnya bahwa hari kemarin dia benar-benar tidak bisa bertemu dengan mereka karena melakukan penyerangan ke kediaman Duke, dan membebaskan semua tahanan yang ada di penjara.
Chiriyu dan yang lainnya hanya bisa terdiam sekaligus terkejut ketika mendengar penjelasan Liu Chang, apalagi ketika bagian kediaman Duke di jaga oleh begitu banyak pendekar tingkat tinggi, mereka yakin hanya Liu Chang yang berani untuk berbuat nekat seperti itu.
Meskipun beberapa tokoh besar aliran putih maupun Hitam beberapa ada yang menyamai kemampuan Liu Chang sebagai Pendekar Naga, tetapi menghadapi begitu banyak pendekar dalam waktu bersamaan tentu adalah hal lain.
“Itu tempat pertemuan kita dengan mereka, sebuah rumah yang hampir roboh. Saat pertama kali aku bertemu dengannya, nasibnya sungguh nahas karena saat itu dia akan di ekseskusi.” Liu Chang menggelengkan kepalanya pelan, “Andai aku terlambat beberapa detik saja, saat ini mungkin kita tidak akan menemui ras yang langka seperti mereka.”
Beberapa detik saat mereka sampai, Baron dan teman-temannya kemudian tiba dengan ilmu ilusi yang mereka gunakan sehingga seolah-olah mereka muncul dari ruang hampa. Salazar dan Aqua menahan napas mereka ketika melihat Baron dan teman-temannya, karena wujud dan perawakan mereka benar-benar sesuai dalam legenda.
Sementara itu Chiriyu, hanya bisa memandang takjub beberapa saat sebelumnya kembali terbiasa. Sikapnya ini karena dua hal, pertama dia tidak mengetahui apa yang membuat Salazar serta Aqua begitu terkejut saat melihat Baron.
Lalu kedua pandangan takjubnya itu karena selama ini dia belum pernah melihat ada seseorang yang memiliki telinga runcing, selama di Lembah Liko Liu Chang tidak banyak memberikan pelajaran tentang dunia luar kepadanya melainkan lebih sering mengajarkannya bela diri serta ilmu pedang.
__ADS_1
“Tuan, mereka adalah seluruh jumlah teman-temanmu?” Baron masih bisa bersikap biasa saja dan bertanya seperti tidak terjadi apa-apa, walaupun pandangan Aqua dan Salazar seolah menunjukkan ketertarikan.
“Ya, apa kalian akan kesulitan?” Liu Chang menghitung beberapa Elf yang dibawa Baron, dari jumlah mereka yang lebih dari empat paling tidak satu Elf akan bisa membawa satu orang dari kelompoknya.
“Tidak, tentu tidak. Kami hanya terkejut orang sekuat Anda ternyata juga memiliki orang-orang kuat yang mengikuti Anda.” Baron bisa melihat kekuatan Chiriyu berada di puncak Pendekar Awal sementara Salazar tingkat Pendekar Menengah. Sedangkan untuk Aqua karena pondasinya yang lemah, hanya mencapai Pendekar Awal 3 selama ini.
Chiriyu dan Aqua tersenyum malu-malu karena kekuatannya dipuji oleh seseorang, padahal selama ini mereka mengangagap kemampuannya hanya biasa saja dibandingkan Salazar apalagi Liu Chang. Salazar tidak menanggapi pujian itu melainkan bertanya lebih jauh lokasi tempat tinggal para Elf agar lebih mengetahui tujuannya.
“Tempat tinggal kami adalah wilayah yang dikenal sebagai Hutan Magis, hutan terlarang yang dihuni oleh banyak Siluman buas dan suku barbar.” Baron menunjukkan wajah bangga bersama teman-temannya ketika tempat tinggal mereka disebut.
Liu Chang tidak menunjukkan ekspresi apapun karena telah mengetahui hal ini sebelumnya, sementara Aqua dan Salazar cukup terkejut sekaligus menunjukkan ketertarikan yang besar.
“Bukankah Hutan Magis adalah Hutan Legenda yang disebutkan sangat ideal untuk berlatih? Tempat seperti itu sangat cocok untuk meningkatkan kekuatanku!”
Liu Chang dan Chiriyu mengangkat alisnya ketika Salazar tersenyum begitu lebar ketika membahas tentang Hutan Magis, tetapi menurut Aqua sebetulnya reaksi Salazar cukup normal karena sebagai bagian Pasukan Arkeolog Suku, Salazar jelas begitu senang ketika menemukan tempat yang ada di dalam legenda, apalagi ketika tempat itu juga menjadi surganya tempat berlatih.
“Ya, kau benar. Sepertinya kita terlalu banyak berbincang di sini. keberadaan kita pasti akan disadari oleh penduduk sekitar, jadi langsung saja kita pergi ke tempat kami!” Baron segera memberi perintah pada teman-temannya untuk membawa Liu Chang dan yang lainnya, dengan ilmu ilusi yang digunakan para Elf.
“Hutan Magis ya? Sepertinya menarik ...”
__ADS_1