
Setelah melakukan perjalanan panjang selama dua hari untuk menuju ke Negara Dorrego, Liu Chang dan Gang Wei akhirnya melihat sebuah kota dari kejauhan. Liu Chang merasa kota itulah yang menjadi pertanda bahwa saat ini, mereka berdua sedang ada di Negara Dorrego.
"Hm... Aura kota yang bagus." ucap Gang Wei tiba-tiba. Ucapan Gang Wei membuat Liu Chang mengangkat alis, "aura? Sebenarnya apa yang dimaksud oleh Gang Wei?" batin Liu Chang.
Beberapa menit berjalan mereka berdua akhirnya sampai di gerbang kota tersebut. Dari papan nama yang terlihat, Kota ini bernama Dorre, yang dikenal juga sebagai kota pandai besi.
Untuk masuk ke Kota Dorre, setiap orang wajib membayar satu keping perak, Liu Chang mengeluarkan dua keping perak untuk biaya dirinya dan Gang Wei. Tujuan Liu Chang dan Gang Wei untuk pertama kali adalah pergi mencari sebuah restoran.
Selama perjalanan panjang dua hari sebelumnya mereka berdua hanya menemui gunung terjal tanpa adanya tumbuhan atau buah yang bisa dikonsumsi. Jadi, hal pertama yang mereka berdua cari adalah makanan untuk mengisi perut.
Beberapa langkah memasuki kota, Liu Chang dan Gang Wei akhirnya menemukan restoran yang cukup besar dan mengeluarkan aroma masakan yang mengunggah selera dari dalam restorannya.
Saat memasuki restoran tersebut terlihat lantai pertama telah terisi penuh dan semua meja seluruhnya telah ditempati. Untuk memasuki lantai dua pengunjung harus membayar satu keping perak untuk dua orang.
Akhirnya Liu Chang membayar satu keping perak untuk memasuki lantai dua karena keadaannya yang kebetulan lebih sepi.
Liu Chang dan Gang Wei memilih meja yang berada didekat jendela, bermaksud menyantap makanan sambil menikmati pemandangan kota.
"Pelayan, aku ingin memesan." Liu Chang memanggil seorang pelayan, beberapa saat kemudian seorang gadis menghampiri meja Liu Chang.
"Ini menunya tuan..." gadis tersebut memberikan menu masakan pada Liu Chang, Liu Chang melihat nama masakan yang tertulis di menu itu sedikit aneh.
Meskipun cukup nama masakan yang ditawarkan cukup mencurigakan, akhirnya Liu Chang tetap memesan dua masakan.
Masakan pertama bernama daging racun yang ternyata hanya daging sapi dibumbui dengan pewarna ungu dan masakan kedua adalah jamur racun yang ternyata masakan jamur tiram berwarna sedikit kebiruan karena iklim Kota Dorre yang dingin.
"Ya, satu lagi... Aku hampir kelupaan satu hal, berikan arak terbaik di restoran ini." Gang Wei akhirnya memesan sesuatu yang diinginkannya, baginya semua masakan yang Liu Chang pesan tidak terlalu sedap dibandingkan dengan daging siluman.
__ADS_1
Sambil menunggu masakannya tiba Liu Chang mengisi waktu dengan melihat - lihat pemandangan kota, Kota yang sangat indah dengan gedung berlantai dua yang berjejer sangat rapi hingga ratusan meter. Kota yang sangat unik, Pikir Liu Chang.
Masakan yang Liu Chang pesan akhirnya tiba setelah menunggu sekitar 15 menit. Tidak salah jika restoran ini begitu sesak dilantai pertama, menurut Liu Chang masakan yang ditawarkan juga begitu nikmat dan menggugah selera siapapun yang mencium aroma masakannya jika melewati restoran ini.
Bahkan Gang Wei pun yang tadinya tidak berniat menyantap masakan tersebut, akhirnya ikut menyantapnya setelah menyaksikan Liu Chang begitu menikmati masakan itu.
Selepas mengisi perut mereka, Liu Chang membayar biaya masakan yang dia pesan. Seperti biasanya Liu Chang akan membayar dengan koin emas yang membuat orang-orang begitu terkejut dengan uang yang dikeluarkannya.
Selain menyantap masakan di restoran tersebut, Liu Chang juga tidak lupa menanyakan beberapa hal yang perlu dia ketahui tentang Kota Dorre ini. Dari informasi yang diberikan gadis pelayan itu, Liu Chang mengetahui bahwa Kota Dorre juga memiliki cabang Asosiasi Pedang Muda dan beberapa toko senjata semi pusaka yang cukup bagus dari sisi harga maupun kualitas.
"Terima kasih, kau sangat membantu." Liu Chang memberi hormat pada gadis tersebut, usianya memang jauh lebih tua dari Liu Chang jadi cukup wajar jika Liu Chang memberi sikap hormat padanya.
Gadis itu hanya menanggapinya dengan senyuman canggung. Dia menjelaskan bahwa para pendatang sering menanyakan hal yang sama seperti yang ditanyakan Liu Chang, jadi dia sudah sering menemui pertanyaan seperti ini.
••••
"Tidak bisakah Anda memberikan pedang itu untukku dengan bunga kredit?"
"Aku sudah sering ditawarkan bunga kredit seperti ini nona, tentunya kau tahu sendiri bahwa pandai besi seperti aku pun perlu uang setiap harinya, jika tidak keluargaku bisa kelaparan, maaf aku harus menolak permintaanmu." mendengar kalimat yang keluar dari pria pemilik toko tersebut, sang gadis hanya tersenyum kecut.
Dia sudah berusaha mengumpulkan uangnya selama lima tahun lamanya, jika biayanya tetap tidak mencukupi, sepertinya cara satu-satunya hanya menyerahkan pedang itu pada seseorang yang bisa membelinya dikemudian hari.
"Maaf tuan, aku mendengar kau membicarakan kekurangan biaya gadis ini, bisakah aku membantu?"
Seorang pemuda tiba-tiba memasuki toko senjata tersebut setelah pembicaraan sang gadis dan pria pemilik toko dalam keadaan hening cukup lama. Pemuda tersebut berpakaian layaknya seorang bangsawan Negara Dorrego namun bentuk wajah dan warna kulitnya sedikit berbeda dengan penduduk asli negara ini.
"Maaf anak muda, bisa aku mengetahui hubunganmu dengan nona ini, sehingga sampai-sampai kau perlu membantunya?" pria itu membalasnya dengan kembali bertanya pada si pemuda.
__ADS_1
"Tidak perlu hubungan untuk membantu seseorang, ini murni keinginanku. Bisa tolong sebutkan nominal biaya yang kurang dibayarkan gadis ini?" Pemuda itu membalasnya kembali dengan senyuman hangat, suasana yang dia tunjukkan sangat bersahabat membuat gadis yang ditolongnya begitu terpesona dengan sikap sang pemuda.
Selepas perbincangan menyoal transaksi senjata tersebut selesai, seorang teman pemuda itu kemudian masuk ke dalam toko, sambil menyebutkan nama si pemuda.
"Chang'er, mengapa kau ada disini. Seharusnya saat ini kita menuju ke Asosiasi Pedang Muda kan?" tanya temannya tersebut.
Pemuda tersebut mengganguk pelan, kemudian menjelaskan bahwa saat melewati toko ini, dia mendengar sesuatu yang cukup menarik. Dan secara tidak sengaja dirinya jadi berlama-lama di tempat ini.
"Mari kita pergi, kurasa kau sudah terlalu lama disini." seru teman si pemuda itu.
"Ya, kita harus mengisi kembali perbekalan kita untuk kedepannya." balas si pemuda sambil kembali tersenyum hangat.
Si pemuda dan temannya itu akhirnya keluar dari toko tersebut, namun sebelum sempat mereka melewati pintu toko, gadis yang ditolongnya kembali memanggil.
"Bi-bisakah aku mengetahui nama Anda tuan? Mungkin suatu saat kita akan bertemu lagi, ja-jadi aku bisa membalas kebaikan ini." tanya gadis tersebut dengan sedikit gugup, sebelumnya dia tidak pernah berurusan dengan seorang laki-laki selain kakaknya sendiri.
Mendengar dirinya kembali di panggil, si pemuda kemudian menoleh ke sumber suara tersebut, "oh ya, perkenalkan namaku Liu Chang." jawab si pemuda singkat, dia kembali melanjutkan langkahnya keluar dari toko tersebut.
Setelah mendengar nama si pemuda, Gadis yang ditolongnya hanya bisa melamun dan bergumam, "Liu Chang ya? Dia cukup menarik dan juga tampan." yang tak disangka oleh sang gadis ternyata ucapannya didengar sanh pemilik toko tersebut.
"Kau menyukai pemuda bernama Liu Chang itu nona? Kudengar murid dari sekte trisula kesucian tidak diperbolehkan untuk menikah dengan seorang pria dari luar sekte kan?" mendengar ucapan pemilik toko tersebut, gadis itu hanya tersipu malu. Dia tidak menyangka ucapannya yang hanya bergumam bisa didengar, gadis itu kemudian segera keluar dari toko tersebut untuk kembali ke sektenya.
•••
Untuk hari ini sepertinya hanya update satu Chapter, jika waktu luang saya banyak kemungkinan Chapter selanjutnya rilis malam hari, terima kasih...
Sampai jumpa di Chapter selanjutnya....
__ADS_1
Ibnu R