Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
CH. 11 – Manual Praktik Qi.


__ADS_3

”Jadi untuk menguasai sesuatu bernama qi haruslah memakai ini?” Liu Chang tidak menduga untuk menguasai ilmu bernama qi hanya bermodalkan sebuah buku. Bahkan buku di tangannya saat ini sudah usang dan beberapa bagian sampulnya terlihat robek.


“Kau salah, Liu Chang. Buku ini bukan sembarang buku, ini disebut kitab, kau pasti mengetahuinya. Dalam qi ... kita memerlukan manual praktik, dan di kitab ini beberapa tata cara ada untuk membimbingmu.” Gang Wei berkata dengan bangganya.


Liu Chang hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, jika memang mempelajari sesuatu sekuat itu hanya dari kitab seperti ini maka Liu Chang bertekad untuk mempelajarinya dengan tekun, apalagi sejauh ini selain berlatih ilmu pedang hobinya adalah membaca.


“Kemari, biar aku yang membacanya dan membimbingmu. Kitab ini ditulis dengan huruf kuno yang tidak kau mengerti.” Gang Wei mengambil kitab tersebut dari tangan Liu Chang. Liu Chang juga tidak menolaknya, menurutnya lebih mudah mempelajari sesuatu dengan guru apalagi jika Gang Wei mampu seperti Feng San yang ahli dalam mengajarkan sesuatu.


Gang Wei kemudian mulai menjelaskan beberapa hal dasar tentang qi sebelum beralih menggunakan manual praktik, seperti letak dantian dan elemen-elemen dasar yang bisa dikuasai tergantung dari terbukanya meridian serta beberapa hal lain yang berhubungan dengan hal itu.


Lalu dilanjutkan oleh Gang Wei mengenai manual praktik di tangannya, kitab di tangannya bernama Kitab Dewa Naga. Sesuai dengan namanya, kitab ini ditulis oleh dewa naga, yang membuatnya adalah Dewa Naga ke-4 sekitar seratus ribu tahun yang lalu.


Selepas beberapa jam mendengarkan penjelasan Gang Wei mengenai qi dan hal lain yang menunjang pendekar, Liu Chang memulai latihan pengendalian qi-nya sesuai manual praktik dalam pengawasan Gang Wei.


Gang Wei mengawasi Liu Chang sambil mengumpulkan juga qi yang dimilikinya. Gang Wei bisa melihat kepadatan qi di dimensi ini cukup tinggi, dia tentu mengingat Dewa yang membuatnya adalah Dewa Feng, yang bahkan kekuatannya di Alam Para Dewa pun sangat disegani.


“Potensi dimensi ini sangat besar, aku yakin Liu Chang akan lebih cepat naik ke tingkat selanjutnya dari pemula ....” Gang Wei tersenyum tipis, semakin lama sepertinya dia semakin tertarik sejauh mana Liu Chang bisa melangkah di jalan pendekar.


Tidak jauh dari tempat Gang Wei, Liu Chang duduk bersila dengan tenang, berusaha mengumpulkan qi sebanyak yang ia bisa dan menyerap ke dantian. Salah satu hal mengenai qi yang ada di manual praktik itu adalah ketenangan.

__ADS_1


Sejauh ini bisa dibilang tahap untuk menjadi tenang cukup Liu Chang kuasai, mengingat sebelumnya dia juga sering berlatih bermeditasi atas saran Feng San. Feng San mengatakan seorang pendekar perlu bersikap tenang agar mampu mengatasi sesuatu dengan kepala dingin.


Sering kali masalah-masalah sepele yang harusnya ditanggapi dengan tenang justru menjadi besar ketika penanganan masalahnya tidak benar, Liu Chang selama ini sering mempelajari hal itu jadi bisa dibilang sejauh ini energi alam bernama qi mulai dia kuasai cara mengumpulkannya.


°°°°


“Ini?!”


Liu Chang tidak bisa berkata-kata ketika kumpulan energi alam suatu waktu tiba-tiba masuk dalam jumlah besar. Dia merasakan rasa hangat mulai menyebar ke seluruh tubuhnya. Liu Chang juga merasakan dantiannya seolah membesarkan kapasitasnya dari waktu ke waktu.


Saat ini latihan Liu Chang telah mencapai waktu empat hari tanpa sekali pun berhenti, jika orang lain yang berada di posisi Liu Chang maka pada hari pertama pun dia akan tumbang tidak lama setelah hari menjadi gelap.


Dilihat dari usia Liu Chang saat ini yaitu 15 tahun seharusnya kemampuan fisiknya memang tidak akan menyamai pendekar dewasa namun selama ini kondisi Liu Chang sedikit berbeda karena berada dalam pengawasan Feng San, latihannya jadi sedikit lebih keras dari pendekar umumnya.


“Dia sungguh berbakat. Pantas saja Dewa Feng mengangkatnya jadi murid, sepertinya Dewa sendiri telah mengetahui potensi besar anak ini.” Gang Wei hanya bisa membuka mulutnya tanpa bisa berkata-kata, dia melihat semakin lama energi qi disekitar Liu Chang semakin besar dan kuat.


Dibandingkan dengan manual praktik yang digunakan orang lain pada umumnya, maka Liu Chang akan sedikit lebih baik karena manual praktik yang saat ini Liu Chang pelajari mampu menguasai pembukaan elemen hingga sepuluh jenis.


Di saat orang lain memiliki satu jenis hingga dua jenis elemen, maka Liu Chang memiliki potensi lebih baik lima hingga sepuluh kali lipat dari orang lain. Dengan hal itu, bisa dikatakan hanyalah seseorang yang belajar manual praktik sama dengan Liu Chang yang bisa menandinginya.

__ADS_1


“Cukup Liu Chang, kita sudahi latihan ini. Istirahat adalah hal penting lain yang tidak boleh diabaikan.” Gang Wei berjalan ke arah Liu Chang, sejak awal dia telah menemani Liu Chang untuk berlatih hingga sekarang. Stamina Gang Wei tentu memiliki kualitas berbeda karena naga sepertinya bisa tidak tidur selama satu minggu penuh.


Liu Chang menghentikan aliran napasnya sejenak agar energi qi tidak lagi memasuki tubuhnya. Baru Liu Chang sadari ternyata energi qi membuatnya mampu tidak memakan makanan apapun selama hampir satu minggu ini.


Liu Chang berpikir potensi lain setelah memiliki qi dalam tubuhnya. Dengan ini tubuhnya tidak akan mudah lapar dan bisa bertahan lebih lama.


“Lebih dari yang kuduga sebelumnya, kau memang hebat.” Gang Wei mengacungkan jempolnya pada Liu Chang, dia segera merangkul pundak Liu Chang untuk mengajaknya memasuki gubuk.


“Kau kenapa? tidak biasanya seperti ini?” Liu Chang mengingat sikap Gang Wei tidak seperti ini sebelumnya jadi Liu Chang merasa aneh Gang Wei berubah cukup jauh.


“Ayolah, selama beberapa hari ini aku tidak mengumpulkan qi, dan itu membuatku sangat lapar. Cepat buatkan aku makanan, aku mendengar isu bahwa harum masakanmu bahkan sampai ke Alam Para Dewa.” Gang Wei menyeka bibirnya dan menarik Liu Chang untuk lebih cepat sampai.


Liu Chang hampir tersedak napasnya sendiri mendengar perkataan Gang Wei, bagaimana mungkin harum masakannya bisa mencapai tempat sejauh itu bahkan lokasinya saja tidak diketahui oleh dirinya. Liu Chang merasa Gang Wei hanya ingin membujuknya agar mau memasak makanan untuknya.


Namun melihat ekspresi Gang Wei yang tulus itu Liu Chang hanya tersenyum tipis dan tidak menghiraukan alasan dibalik perkataan Gang Wei, jika seseorang memintanya memasak maka Liu Chang akan senang hati memasakkannya.


Malam itu Liu Chang memasak lebih banyak dari biasanya, dia berpikir Gang Wei yang seorang naga tidak akan puas dengan sedikit masakan.


“Nafsu makannya pasti besar ....” Liu Chang tersenyum tipis memandangi Gang Wei yang duduk dengan lemas sambil memegang garpu dan pisau.

__ADS_1


__ADS_2