
Dalam waktu beberapa menit, dua puluh anggota Hujan Darah tewas kembali di tangan Liu Chang dengan luka yang cukup fatal. Terlihat beberapa diantaranya tewas dengan luka satu tebasan yang tidak banyak memerlukan waktu.
Anggota Hujan Darah yang tersisa memandang Liu Chang dengan tatapan ngeri sekaligus dengan rasa takut. Mereka bahkan mulai mengganggap Liu Chang adalah siluman yang menyamar untuk menghancurkan kelompok Hujan Darah.
Jika bukan karena paras Liu Chang yang masih terlalu muda, mungkin para anggota Hujan Darah ini mulai berpikir Liu Chang adalah salah satu senior dunia persilatan yang memiliki ilmu sangat tinggi.
“Bos Yu Hongli, bagaimana ini?” seru salah satu anggota Hujan Darah pada pemimpin mereka yang berhadapan dengan Gang Wei saat ini.
Yu Hongli yang mendengar itu hanya bisa mengumpat keras dalam hatinya, sejak beberapa menit yang lalu mulai berhadapan dengan Gang Wei dia merasakan bahwa pemuda si depannya ini tidak sekalipun mengeluarkan kemampuan penuhnya.
Bahkan Gang Wei terlihat hanya bermain-main dengan Yu Hongli, Gang Wei sengaja menebas beberapa bagian yang tidak mengeluarkan banyak darah untuk membuatnya melemah dari waktu ke waktu.
Gang Wei bisa memperkirakan kemampuan Yu Hongli tidak jauh berbeda dengan dirinya, yaitu Pendekar Menengah yang hampir mencapai puncak. Jika dibiarkan berkembang beberapa waktu lagi, Gang Wei tidak mengetahui bencana apa yang akan dibawa orang ini nantinya.
“Sial, orang ini berbadan kecil tapi kekuatannya bahkan setara beruang. Dia ini manusia atau naga sih?” Sementara itu, Yu Hongli terus menerus mengumpat dalam hatinya ketika semua ayunan pedangnya terkesan remeh di hadapan pedang Gang Wei.
Sebenarnya perkataan Yu Hongli tidak salah namun sedikit kurang tepat karena wujud Gang Wei saat ini bahkan merupakan wujud terkuatnya dibandingkan dengan wujud naganya sendiri, jadi bisa dibilang jika Gang Wei menggunakan wujud naga kemungkinan Yu Hongli menang akan lebih besar.
Gang Wei terus bermain-main dengan Yu Hongli, dia melompat dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu kurang dari satu detik dan membuat Yu Hongli melihat beberapa bayangan yang merepotkan bagi matanya.
“Hah, sialan kau berhasil membuatku terpojok sampai seperti ini, kuakui kekuatanmu memang hebat!!” Yu Hongli melemparkan pedangnya ke sembarang arah dan membuka sebuah gulungan yang kelihatannya berisi sebuah senjata pusaka, “Lihatlah, Pedang Dewa Hujan Darah yang dibuat dari darah seribu bayi, pedang ini akan membunuhmu!!”
Anggota Hujan Darah yang sedang bertarung dengan Liu Chang cukup jauh dari areal pertarungan Yu Hongli terkejut bukan main mendengar nama pedang yang keluar tersebut, mereka sangat mengetahui kekuatan pedang pusaka itu karena merasakan sendiri bagaimana efek pertarungan yang ditimbulkan dari penggunaan pedang itu.
Sementara itu Gang Wei yang berada di dekat Yu Hongli secara langsung melihat penampakan yang sangat mengerikan di depannya. Yu Hongli terlihat begitu berubah, matanya saat ini didominasi oleh warna merah darah yang kental, dan dari tubuhnya mengeluarkan aura pembunuh yang sangat kuat.
Gang Wei mundur beberapa langkah karena merasakan perubahan yang drastis tersebut, dia kemudian mengencangkan kembali pegangan terhadap pedang di tangannya.
Gang Wei juga berkali-kali mengalirkan petir kecil ke seluruh tubuhnya karena sedikit mengetahui kelemahan hantu-hantu yang digunakan aliran hitam pada pedang pusaka mereka adalah elemen petir.
Gang Wei tidak menunggu Yu Hongli siap dengan peningkatan kekuatannya, dia langsung maju dan menyerang Yu Hongli dengan pedang yang telah diselimuti petir hitam saat ini.
Yu Hongli yang tidak siap dengan serangan Gang Wei berteriak kesakitan karena petir hitam milik Gang Wei secara efektif mengurangi efek yang ditimbulkannya oleh Pedang Dewa Hujan Darah di tangannya.
__ADS_1
Namun Yu Hongli tidak diam saja dengan serangan-serangan menyakitkan yang dilancarkan Gang Wei itu, dia membalas perbuatan Gang Wei dengan Pedang Dewa Hujan Darah di tangannya yang saat ini semakin berwarna merah.
Gang Wei yang mendapatkan serangan itu merasakan rasa sakit luar biasa di sekujur tubuhnya, dia merasakan setiap kali pedang itu berhasil membuat luka maka rasa sakitnya seolah tidak hilang melainkan semakin bertambah dari waktu ke waktu.
Yu Hongli tertawa keras menyaksikan ketidakberdayaan Gang Wei, dia semakin menambahkan tebasan terlepas dari tidak mengetahuinya Yu Hongli bahwa anak buahnya telah Liu Chang bunuh seluruhnya.
Gang Wei mundur beberapa kali dan berlutut karena serangan itu, Yu Hongli benar-benar membuatnya terpojok karena kekuatan pedang itu berhasil mengatasi petir hitam yang sebelumnya dilancarkan oleh Gang Wei.
Liu Chang yang melihat ketidakpercayaan Gang Wei segera melesat ke arah Yu Hongli segera setelah berhasil membereskan seluruh anak buah Yu Hongli yang tersisa. Liu Chang langsung melancarkan serangan berelemen petir yang kuat ke tubuh dan Pedang Dewa Hujan Darah yang ada di tangan Yu Hongli.
Yu Hongli yang tidak siap menerima serangan itu terpental mundur puluhan meter karena energi pedang yang Liu Chang keluarkan begitu besar, bahkan hingga menghabiskan separuh kapasitas qi miliknya untuk menahan serangan itu.
“Gang Wei, konsumsi pil ini! Sialan, pusaka seperti itu perlu kita hindari ke depannya ...” Liu Chang berlari ke arah Gang Wei setelah berhasil menjauhkan Yu Hongli serta memberikannya luka yang cukup fatal akibat jurus Ilmu Pedang Dewa Naga.
Gang Wei berdiri dengan susah payah ketika melihat kedatangan Liu Chang, “Ah, kau ... bagaimana anak buah dia yang lainnya?”
“Jangan memikirkan itu dahulu, cepat minum pil ini!” Liu Chang segera membuat sebuah enkripsi secara cepat dengan segel tangan untuk melindungi tubuh Gang Wei, “Kau bermeditasi untuk menyerapnya! Aku atasi Yu Hongli itu.”
Liu Chang kembali melihat bayangan tubuh Yu Hongli yang sedang berlari ke arahnya, dia akui saat seseorang berada dalam pengaruh sebuah jurus maka tubuhnya jauh lebih kuat berkali-kali lipat dari sebelumnya.
Liu Chang mengalirkan qi lebih banyak dan elemen petir yang menjadi penunjang serangannya kemudian, dalam beberapa menit sebuah pertarungan kembali terjadi dan membuat siang yang panas ini mengumpulkan debu juga asap pertarungan di langit Kota Jian Yi.
Yu Hongli kembali terpental setiap kali dirinya berniat menyerang qi elemen petir yang dilancarkan Liu Chang, dia akui dirinya geram bahkan kesal karena ada seseorang yang berhasil melumpuhkan jurus Pedang Dewa Hujan Darah sejauh ini.
Liu Chang tidak berhenti di sana, dia lebih banyak memberikan tebasan pedang kembali ke arah Yu Hongli yang terlihat hampir tidak berdaya. Yu Hongli yang menerima serangan itu terpental beberapa kali namun setiap dirinya terpental itu, maka tubuhnya seolah akan bangun dan berlari kembali ke arah Liu Chang.
Benar-benar sebuah kekuatan yang mengerikan Pedang Dewa Hujan Darah itu.
Menurut perkiraan Liu Chang kemampuan Yu Hongli termasuk seorang Pendekar Sakti saat ini, jika dibiarkan hidup lebih lama maka kehancuran kota-kota lain akan semakin besar seiring dengan pulihnya Yu Hongli.
Apalagi jika Yu Hongli memakai kembali jurus terlarang miliknya ini untuk menghancurkan kota-kota lain, maka bisa dipastikan dirinya akan menjadi momok menakutkan bagi kota-kota yang tidak siap.
Liu Chang memusatkan kembali qi berelemen petir di tangannya, setelah mengkonsumsi beberapa pil untuk memulihkan qi. Liu Chang saat ini berniat memberikan serangan terakhir berelemen petir pada Yu Hongli, meskipun nantinya dirinya akan mengalami kelumpuhan sementara karena efek jurusnya itu.
__ADS_1
“Jurus Ketujuh : Naga Menguasai Semesta!”
Sebuah aliran petir yang membentuk kepala naga meluncur dengan sangat cepat ke arah Yu Hongli, Liu Chang yang melancarkannya bahkan sampai harus menahan getaran besar yang ditimbulkan dari Pedang Dewa Petir akibat menggunakan jurus itu.
Yu Hongli yang baru saja bangun akibat serangan Liu Chang sebelumnya terkejut mendapati serangan lain saat ini sedang mengarah padanya, meskipun bisa dibilang kepala naga itu adalah qi dan bukannya petir asli tetapi jika sampai terkena langsung maka tubuhnya bisa dipastikan mengalami luka yang tidak ringan.
Yu Hongli rasanya ingin menghindari serangan itu, namun tubuhnya terlihat telah mencapai batas karena penggunaan jurus terlarang yang harusnya tidak dia gunakan. Yu Hongli akhirnya hanya bisa berteriak kencang saat kepala naga berelemen petir itu sampai di tubuhnya.
Beberapa detik tubuhnya terlihat memancarkan aura biru dan hitam khas tersambar petir, dalam beberapa detik wilayah di sekitar tubuhnya mengeras dan meleleh akibat terkena panasnya petir serangan Liu Chang itu.
“Kau menarik anak muda! Hah ... hah, hah.” Tepat setelah kata-kata terakhirnya itu, Yu Hongli akhirnya jatuh ke tanah karena jurus yang digunakan olehnya sudah terlalu membebani tubuh lebih jauh. Ditambah dengan luka dalam yang diberikan serangan Liu Chang ke tubuhnya beberapa saat yang lalu.
“Da-dashyatnya ... lain kali aku tidak akan menggunakannya jika tidak memiliki kekuatan yang setara dengan jurus itu ... hah ... hah.”
Liu Chang hampir terjatuh ke tanah jika saja Pedang Dewa Petir di tangannya tidak segera dia gunakan untuk menopang tubuhnya, walaupun pertarungan beberapa jam tadi begitu terasa cepat namun Liu Chang akui bahwa pertarungan pertamanya di dunia persilatan ini begitu melelahkan.
Gang Wei yang sejak tadi bermeditasi akhirnya membuka matanya, dia menyaksikan wilayah sekitarnya bertambah semakin kacau akibat pertarungan Liu Chang dan Yu Hongli. Sepertinya mereka berdua mengeluarkan begitu banyak qi beberapa menit terakhir, pikir Gang Wei menerka-nerka.
Setelah mengobati luka-luka Liu Chang seadanya, Gang Wei berjalan memapah Liu Chang kembali ke arah kota untuk fokus memulihkan diri. Pertarungan pertama Liu Chang dan dirinya di dunia persilatan ini cukup membuat kesan yang berharga jadi Gang Wei tidak ingin membuat kesalahan lagi ke depannya.
Gang Wei berencana untuk berpikir kesalahannya dan Liu Chang saat bertarung menghadapi musuh agar ke depannya ketika musuh lebih kuat mereka bisa melakukan suatu serangan kombinasi agar bisa melumpuhkan lebih cepat.
Saat masuk ke dalam kota, Gang Wei berpikir tidak akan ada sambutan yang meriah dari penduduk kota mengingat sedikit jumlah mereka, namun dugaannya sedikit salah karena penduduk kota terlihat telah berkumpul di sepanjang jalanan kota untuk berteriak suka cita saat Liu Chang dan Gang Wei masuk.
Mereka meneriakkan kata-kata penyemangat dan rasa terima kasih yang mendalam pada keduanya, di sisi kanan jalan terlihat Lin Gui bersama istri dan anaknya menyambut dan mengarahkan Liu Chang dan Gang Wei ke tempat yang telah disediakan oleh para penduduk.
••••
**Saat ini versi revisi baru memasuki Chapter 20, rencana saya akan sampai Chapter 40-an. Jika melihat adanya ketidaksesuaian di Chapter selanjutnya setelah ini, kalian bisa berhenti dahulu sampai revisi di sini selesai ...
Terima kasih
Maaf jika tidak nyaman,
__ADS_1
Ibnu R**