Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
Ch. 59 – Perubahan Energi.


__ADS_3

Waktu berlalu tiga hari, Liu Chang terus menjerit kesakitan setiap malam dalam tiga hari itu akibat beberapa buah sama yang diberikan Jing Quo padanya. Biarpun bentuk beberapa buah memiliki bentuk yang sama, Liu Chang merasakan beberapa efek berbeda pada buah yang dia makan.


Bahkan terkadang, ada buah yang mengeluarkan gas putih terus-menerus selama dua jam setelah rasa sakitnya Liu Chang netralisir. Setiap Liu Chang menanyakan alasan Jing Quo memberikan buah-buahan itu, maka jawaban pasti yang Liu Chang dapatkan hanya senyuman lembut.


Namun pada hari ini saat Liu Chang menanyakan apakah dia akan mendapatkan buah seperti itu lagi, jawaban yang Jing Quo lontarkan adalah gelengan kepala.


"Benarkah? Lalu apa alasannya, Senior Jing?" Liu Chang mengangkat alisnya.


"Kau mau lagi? Bukankah menurutmu rasa sakitnya seperti ditindih batu seberat puluhan ton?" Jing Quo terkekeh geli mendengar pertanyaan Liu Chang.


"Ya, yang kau bilang memang benar namun rasanya aneh saja." Liu Chang menjawab seadanya, dan berjalan ke dekat Jing Quo lalu duduk di dekatnya.


Jing Quo menyambut Liu Chang dengan baik, kemudian bercerita mengenai masa lalu dunia persilatan. Beberapa kali Jing Quo turut menyinggung kelompok Hujan Darah dalam ceritanya. Menurut penjelasannya, Hujan Darah sudah ada sejak 100 tahun yang lalu, dan ketuanya sampai saat ini masih sama. Yang berbeda hanya deputi jenderal mereka yang terus berganti seiring dengan kekalahannya.


Selain Hujan Darah, Jing Quo juga menceritakan kelompok lain yang tidak kalah berbahaya, dan yang membuat Liu Chang terkejut Hujan Darah hanya bagian kecil dari kelompok aliran hitam.


"Jadi totalnya ada lebih dari 100 sekte dan beberapa kelompok besar seperti Hujan Darah?" Liu Chang mengangkat alisnya, informasi baru yang begitu banyak ini sangat mengejutkan dirinya.


"Ya, kau benar. Berhati-hatilah saat berurusan dengan mereka, jika keadaan mendesak kaburlah, jangan mencoba memaksakan bertarung. Saat kau sudah lebih kuat, kembali lagi dan habisi mereka!!" Jing Quo terlihat serius saat membicarakan tentang ini.


"Dengan jumlahnya yang begitu mengerikan, bisa jadi tugasku selesai saat usiaku sudah ratusan tahun." Liu Chang tertunduk, jumlah sekte dan kelompok aliran hitam yang mencapai ratusan tidak akan mudah ia kalahkan.


Jing Quo mengelus kepala Liu Chang, menurutnya tidak perlu membantai semua penduduk aliran hitam. Karena kelompok seperti mereka akan terus tumbuh lebih banyak saat dibantai, hal itu disebabkan kebencian dan rasa balas dendam akan terus terbentuk di hati manusia.


Beberapa saat setelah cukup banyak berbincang-bincang, tiba-tiba Jing Quo menanyakan satu hal yang membuat Liu Chang mengangkat alisnya.


"Kau tidak ingin menguasai perubahan bentuk Qi menjadi energi alam?"


"Energi alam? Hal seperti itu bisa diciptakan dari Qi?" Liu Chang bertanya dengan wajah bersemangat.

__ADS_1


"Tentu saja ada, jumlahnya yang utama ada lima dan elemen tambahannya berjumlah lima lagi. Seperti yang kau ketahui, elemen pembentuk alam semesta ada terdiri dari lima unsur yaitu Api, Air, Tanah, Angin, Petir. Sementara lima sisanya yaitu Racun, Cahaya, Kegelapan, Kayu, dan Emas."


Liu Chang cukup terkejut dengan fakta ini, hal ini baru Liu Chang dengar karena saat itu para lawannya tidak pernah ada yang memakai perubahan bentuk.


Liu Chang baru mengetahui sebabnya setelah Jing Quo menjelaskan bahwa pendekar sekarang tidak menguasai cara mengumpulkan Qi, dan jika memakai tenaga dalam akan membuat tenaga dalam cepat terkuras saat melakukan Perubahan Bentuk Energi.


Kasus bola-bola energi yang dahulu dilepaskan oleh Dong Enlai adalah salah satu perubahan bentuk tenaga dalam menjadi Energi Cahaya. Karena itu cahaya-cahaya berbentuk bola itu akan terasa lebih panas saat tenaga dalam yang dikumpulkan lebih banyak.


"Meridian–mu telah terbuka sebanyak 900 titik setelah memakan buah kemarin. Jadi yang bisa kau kuasai adalah kemungkinan hanya dua saat ini, mungkin dimulai dari Api dan Air dahulu, kau ingin mempelajarinya saat ini juga?" Jing Quo menatap Liu Chang yang sedang melamun saat ini.


"Ah ... ya. Mari lakukan latihan itu, senior," seru Liu Chang semangat.


"Baiklah, berdiri."


°°°°


"Senior terlalu memuji. Mari kita makan ini dahulu." Liu Chang tersenyum canggung, sebenarnya dia sendiri tidak percaya bisa menguasai dua energi alam itu dalam beberapa jam saja. Apalagi waktunya tidak melebihi satu hari.


Malam ini menjadi malam yang menyenangkan karena Liu Chang memasak menggunakan perubahan bentuk energi hingga beberapa kali masakan matang dengan cepat, dan juga menjadi malam paling kenyang yang mereka berdua lalui selama ini.


Perut Jing Quo bahkan sampai membesar karena terlalu banyak memakan makanan dari daging Siluman Rakun dan Serigala, masakan Liu Chang yang begitu sedap tentu menjadi alasan bagi Jing Quo menghabiskan puluhan kilogram daging dalam porsinya.


Mulut pemabuk Jing Quo nyatanya tidak menghentikan nafsu makannya yang besar. Liu Chang tertawa kecil ketika mengingat ada darah yang berhamburan ke wajah Jing Quo saat malam itu.


°°°°


Keesokan harinya, Liu Chang melesat cepat ke dalam hutan untuk menjaga sarang Siluman Lintah karena hari ini adalah harinya melahirkan anak-anaknya.


"Senior, aku pergi dulu. Ada urusan terkait perjanjian yang sangat penting."

__ADS_1


"Ya, jangan sampai kalah hanya dengan kekuatan siluman."


Beberapa saat kemudian Liu Chang sampai di sarang Siluman Lintah. Liu Chang masuk ke dalam sarang untuk memastikan bahwa hari ini adalah hari Siluman Lintah melahirkan sesuai perhitungannya.


"Hei, kau ada di dalam?"


"Apa kau Chang'er?"


"Ya, Chiyu. Bernarkah kau akan melahirkan hari ini?" Liu Chang melihat tubuh Chiyu di dalam sarangnya.


"Ya. aku butuh pertolonganmu untuk menjaga sarang ini." Chiyu berkata lirih, sepertinya tubuhnya sudah melemah cukup lama mengingat hari ini adalah hari melahirkannya.


Liu Chang hanya tersenyum lembut dan tidak berkata apa-apa, dia kembali ke pintu masuk sarang yang seperti gua ini.


"Baiklah, siapa yang berani mengganggu sarang ini sekarang!!"


Liu Chang duduk di atas sarang ini, dia melirik ke sekelilingnya dan terus melakukan hal itu selama beberapa menit. Untuk mengisi waktunya Liu Chang membaca Kitab Dewa Naga sambil menunggu datangnya ancaman ke sarang ini.


"Oh, itu dia." Perhatian Liu Chang teralihkan, dia melihat dua ekor siluman sedang mengarah ke arahnya dengan kecepatan tinggi. Liu Chang menyimpan kembali Kitab Dewa Naga ke Cincin Galaksi.


"Selamat datang di sarang ini, sebutkan keperluan kalian?!" Liu Chang menyambut mereka berdua dengan sebuah tebasan jarak jauh.


••••


Berikan Like, dan komentar kalian untuk Chapter ini, terima kasih.


Sampai jumpa di Chapter selanjutnya..


Ibnu R

__ADS_1


__ADS_2