Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
CH. 27 – Insiden besar Kota Jian Yi


__ADS_3

"Itu karena aku cukup mengetahui beberapa hal tentang kelompok seperti kalian, dan salah satunya adalah hal seperti itu, kan?" Pemuda tersebut tersenyum tipis, dia tidak menyangka jawaban yang diterimanya lebih sepele dari dugaannya.


Karena arah pembicaraan Liu Chang, semakin lama lebih ke arah berbincang dengan kedua orang tersebut, Gang Wei menyarankan untuk segera pergi dari tempat tersebut, dan meninggalkan keduanya.


Gang Wei mendekati Liu Chang, membawa Liu Chang ke tempat yang lebih jauh dari kedua orang tersebut agar pembicaraan mereka tidak didengar, "Chang'er, kita masih memiliki urusan yang lainnya kan? Kita tinggalkan saja mereka, bukankah nantinya mereka juga akan ditemukan kelompoknya?" Liu Chang membenarkan perkataan Gang Wei, dia menyadari terlalu lama berbincang dengan kedua orang tersebut merupakan hal yang sia - sia.


"Senior maafkan aku sebelumnya... Tapi temanku menyarankan hal ini!" Liu Chang memukul pundak kedua orang tersebut dengan disertai qi, membuat keduanya tidak sadarkan diri untuk waktu yang lama.


"Apa - apaan ini?"


Salah satu dari keduanya ingin melihat situasi yang terjadi pada dirinya, namun keadaan tubuhnya yang terlalu lemah membuatnya tidak bisa menjaga kesadarannya untuk waktu yang lama.


"Dengan ini kita selesai, maafkan aku karena sebelumnya banyak membuang waktu." Liu Chang mendekati Gang Wei, "kita harus mencari yang lainnya."


Gang Wei mengganguk setuju. Liu Chang dan Gang Wei keluar dari rumah yang hampir hancur tersebut, lalu berjalan ke arah jalanan Kota Jian Yi.


– di bawah tanah Kota Jian Yi –


Patriark Bing dan Guan Cheng saat ini sedang mendengarkan Xie Bing bercerita tentang masa lalu yang dia laluinya. Kondisi Xie Bing seperti sekarang ini, sangat berkaitan dengan kejadian sepuluh tahun yang lalu.


Hingga akhirnya penduduk yang masih percaya padanya membangun pemukiman bawah tanah untuk menghindari tangan - tangan orang yang ingin menggangu kehidupan mereka, kondisi mereka yang begitu memprihatinkan membuat Kota Jian Yi yang begitu ramai hari ini, menyimpan suatu kisah yang tidak menyenangkan bagi penduduk di bawah tanah Kota Jian Yi.

__ADS_1


Tidak satupun seseorang yang akan tahan bila tinggal di wilayah tersebut satu hari pun, hawa pengap dan kurangnya sinar matahari membuat oksigen begitu terbatas sedangkan jumlah penduduk di bawah tanah sendiri mencapai seribu orang, termasuk didalamnya terdapat anak - anak dan perempuan.


Patriark Bing dan Guan Cheng merasakannya sendiri, hawa pengap seperti ini bagi mereka sendiri sudah sangat menyiksa, apalagi para penduduk yang telah bertahun-tahun mendiami wilayah ini. Melihat kondisi Xie Bing yang kurus sepertinya cukup beralasan mengatakan bahwa kondisi Wilayah tersebut yang membuatnya jadi seperti itu.


Xie Bing menghela napasnya, berusaha mengumpulkan tekad untuk menceritakan semua kejadian yang dialaminya sepuluh tahun yang lalu, gambaran masa lalunya terasa begitu dekat dan berada dihadapannya sekarang, mengingat hari - harinya sekarang disebabkan oleh hal tersebut.


"Kisah ini cukup panjang jika diceritakan, aku harap kalian dapat menikmatinya walau aku pikir masa lalu yang kualami ini begitu menyedihkan... "


Xie Bing menceritakan awal mula dirinya menjadi seperti ini, tepatnya sepuluh tahun yang lalu saat dirinya masih menjabat sebagai Walikota Jian Yi, suatu kelompok yang mengatasnamakan diri bernama Hujan Darah memasuki kota tersebut. Pada awalnya Xie Bing mengganggap kelompok tersebut seperti halnya kelompok pedagang lain, seperti Asosiasi Pedang Muda yang saat itu sudah menancapkan pengaruhnya di Kota Jian Yi.


Namun lama kelamaan kelompok tersebut mulai merekrut orang - orang yang mempunyai jabatan dan cukup berpengaruh ke dalam lingkaran organisasi mereka, Xie Bing masih mengganggap hal itu merupakan suatu niat baik dari kelompok tersebut, yang ingin lebih mendekatkan diri ke tubuh penguasa Jian Yi.


Tidak satupun penguasa Jian Yi maupun petugas Kotanya yang menduga Kelompok Hujan Darahlah pelakunya, hingga kejadian tersebut terjadi hampir setiap hari jika malam telah tiba di Kota Jian Yi.


Kejadian yang terus menerus terjadi membuat penduduk Kota Jian Yi, melakukan protes terhadap Walikota saat itu, Xie Bing. Xie Bing pada awalnya bisa menenangkan situasi dengan mengerahkan lebih banyak petugas keamanan kota. Namun dari hari ke hari, minggu ke minggu, dan bulan ke bulan penyerangan mayat hidup tersebut semakin sulit untuk dihalau maupun dicegah para petugas keamanan kota.


Pada akhirnya satu hal yang membuat Xie Bing mendapatkan pergolakan batin dari warganya sendiri menghampirinya. Hal aneh yang penduduk Kota Jian Yi rasakan Setiap malam membuat para penduduk satu persatu berencana untuk meninggalkan kota tersebut, berhubung kota Jian Yi adalah kota di perbatasan Kekaisaran Giok Selatan dan Barat, banyak penduduk yang memilih menuju ke Kekaisaran Giok Barat.


Para penduduk yang tersisa menyadari satu hal, penyerangan mayat hidup atau pasukan undead dipenyebutan para penguasa, yang begitu hebat tidak menyerang kediaman walikota sedikit pun, bahkan para mayat hidup seolah menjauh dari kediaman Xie Bing.


Hingga suatu hari, seseorang menebar isu di jalanan yang mengatakan bahwa pasukan mayat hidup tersebut dikendalikan oleh sang Walikota sendiri, karena dengan semakin banyaknya para penduduk yang keluar dari kota tersebut, Xie Bing bisa menjual area kota yang ditinggalkan untuk dijadikan berbagai macam penginapan dan pertokoan terbesar di wilayah Kekaisaran Giok Selatan. Begitulah isu tersebut menyebar.

__ADS_1


Dari hari ke hari, isu tersebut semakin keras digaungkan oleh beberapa orang, para penduduk awalnya memang tidak percaya dengan isu tersebut, hingga akhirnya karena rasa penasaran mereka yang semakin memuncak, para penduduk berkumpul di kediaman Xie Bing saat penyerangan mayat hidup terjadi. Dan hasilnya tidak satupun mayat hidup menghampiri kediaman Xie Bing.


Dari kejadian tersebut berbagai protes keras dilontarkan oleh para penduduk hingga ada yang membuat pendapat jika Xie Bing harus diturunkan segera. hal tersebut dengan cepat menjamur ke seluruh penjuru Kota Jian Yi, bahkan Kekaisaran Giok Selatan sendiri mengangkat tangan ketika Xie Bing meminta solusi untuk masalah ini.


Kelompok Hujan Darah yang menjadi dalang dibalik insiden ini tentu saja tertawa dengan semakin banyaknya penyerangan pasukan mayat hidup yang tidak bisa dicegah pasukan keamanan kota, sebab hal itu merupakan perbuatan kelompok mereka sendiri, dengan tujuan membuat kota tersebut bisa memasok sumber daya ke kelompok tersebut setelah Kota Jian Yi telah mereka kuasai.


Pergerakan mereka yang begitu terorganisir tidak disadari oleh para penduduk kota maupun Xie Bing sedikit pun. Dengan indahnya rencana mereka dijalankan, hingga akhirnya Xie Bing menyadari satu hal yang selalu dia pikirkan.


Yaitu, semenjak kedatangan kelompok tersebut Kota Jian Yi mendapatkan banyak manfaat, setelah kelompok tersebut menetap di kota jian Yi selama satu tahun, namun disisi lain penyerangan mayat hidup juga terjadi satu tahun setelah Kelompok Hujan Darah menancapkan pengaruhnya pada para penguasa.


Xie Bing berhenti sejenak, menghela napas untuk mengumpulkan kembali tekadnya.


"Dan saat ini kita memasuki bagian paling kelam dari masa laluku... "


•••


FYI, Legenda Dewa Naga hanya akan rilis setiap malam, namun dengan porsi Chapter yang tetap sama. Yaitu, dua hingga tiga Chapter sekali rilis.


Terima kasih atas pengertiannya...


Salam dari author, Ibnu R

__ADS_1


__ADS_2