Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
Ch. 40 – Liu Chang suamiku.


__ADS_3

Niu Xinxin yang tidak ingin dijodohkan ayahnya, kini berusaha mencari pemuda yang ingin ia jadikan suaminya. Meskipun sudah cukup lama mencari dengan berkeliling Kota Dorre, Niu Xinxin tetap tidak berhasil menemukan orang yang dia maksud.


Akhirnya sesaat sebelum dia memutuskan untuk menyerah mencarinya, pemuda yang dia cari-cari sekian lama tidak sengaja lewat dihadapannya. Cukup lama gadis tersebut melamun karena begitu terkejut melihatnya, sesaat kemudian ia segera bangun dan mengejar pemuda yang lewat di depannya.


"Ya, jadi seperti itulah..."


"Ah, astaga... Kau mengagetkanku nona." kata pemuda tersebut, ketika melihat seorang gadis tiba-tiba muncul didepannya saat ia sedang berjalan.


"Maafkan aku karena mengganggumu berkeliling di kota ini, bisakah kita berbincang sebentar di bawah pohon itu?" tanya Niu Xinxin sambil menunjuk pohon persik yang tidak jauh dari lokasi mereka berdua.


Untungnya pemuda tersebut dengan senang hati mau mengikuti kemauan Niu Xinxin karena merasa pernah bertemu dengannya. Tidak begitu jauh dari jalanan kota terdapat sungai dengan taman yang dihiasi beberapa pohon persik dan pohon sakura, yang membuat tempat tersebut cocok untuk berkencan maupun sekedar menikmati keindahan Kota Dorre.


"Ehm... Bisakah temanmu kau suruh pergi, aku malu jika ada orang yang mendengar hal ini selain kita?"


"Baiklah aku akan memberitahunya". Berjalan pemuda itu pada temannya, "maaf sebelumnya... Kau bisa menunggu dulu disana, aku harus mengetahui maksud gadis ini." kata pemuda tersebut pada temannya dengan sedikit menyesal karena membuatnya tidak enak hati.


"Baiklah, mungkin sesuatu yang serius. Jika kau ingin mencariku, aku duduk di sana." balas temannya sambil menunjuk bangku taman tempat dia akan duduk.


"Oke, terima kasih."


Setelah di tempat tersebut hanya ada mereka berdua dalam radius puluhan meter, akhirnya Niu Xinxin mulai mengungkapkan keinginannya, sebenarnya ia tidak yakin pemuda dihadapannya mau menerima keinginan egoisnya.


"Baiklah, mungkin ini sulit tetapi aku harus bisa. Kesempatan ini tidak datang dua kali." batin Niu Xinxin saat memandang lelaki bertinggi badan 170 cm itu dihadapannya.


"Li-liu Chang, mu-mungkin ini cukup egois, tetapi maukah k-kau jadi s-suamiku?" tanya Niu Xinxin sambil menahan malu, wajahnya bahkan sedikit memerah karenanya.

__ADS_1


Pemuda itu mengangkat alisnya, sesaat kemudian ia tertawa lantang karena mendengar pertanyaan yang dilontarkan gadis itu begitu menggelakan tawa, "suami? Kau bercanda atau apa nona? Usiaku saja baru beranjak 16 tahun, hahaha." Niu Xinxin begitu malu mendengarnya, agaknya dia sudah sangat berharap akan menikah dengan pria ini, namun kini setelah mengetahui faktanya ia malah semakin malu dibuatnya.


Niu Xinxin hanya tertunduk, beberapa saat kemudian ia memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut karena percuma saja mengajak pemuda belasan tahun untuk menikah dengan seorang gadis dewasa 20-an tahun.


Dengan setengah berteriak ia mengucap pamit yang tak begitu didengar oleh Liu Chang, "Aku... Pergi... Terima kasih." Ujarnya sambil berlari menjauh, namun tidak lama kemudian Liu Chang mengejarnya karena khawatir gadis tersebut mempunyai masalah yang tidak bisa diremehkan, hingga berani mengucapkan ajakan pernikahan di depan dirinya.


Dengan ilmu meringankan tubuh gadis tersebut yang tidak begitu tinggi, sekejap kemudian murid Feng San Akhirnya berhasil menyusul gadis itu. Sejenak dia lihat wajahnya, pelupuk matanya sedikit sembab karena menahan tangis dan wajahnya sedikit merah di bagian hidung, seperti menahan air hidungnya agar tidak keluar.


"Tunggu nona, katakan apa yang membuatmu sampai-sampai mencariku dan mengajakku seperti itu?" murid Feng San memulai percakapan. Gadis bernama Niu Xinxin itu hanya diam tak bersuara, masih berusaha mengendalikan emosinya. Semakin dia lawan air matanya, air mata itu semakin mengalir ke sisi pipinya.


Liu Chang memaklumi gadis tersebut masih ingin menangis, sedikit rasa bersalah terlintas dipikirannya tatkala menolak tawaran gadis itu, meskipun saat itu ia sendiri memang mengatakan hal yang sebenarnya.


Tindakan yang tak diduga oleh Niu Xinxin, dilakukan Liu Chang selanjutnya, "Kau tahu... Aku memang tidak bisa mengerti perasaan seorang gadis tetapi aku pun tidak bisa melihat ada gadis yang menjatuhkan air matanya." yang dilakukan murid Feng San tidak lain adalah mengusap air mata gadis bernama Niu Xinxin itu, sedikit juga dia benarkan posisi rambut si gadis yang berantakan karena air mata.


Niu Xinxin terhenyuk, gadis tersebut kembali merasakan sikap kelembutan yang ditunjukkan pemuda bernama Liu Chang itu kepadanya.


"Kau sudah tenang?" tanya Liu Chang.


Gadis tersebut sedikit mengangguk pelan, memastikan bahwa saat ini keadaan memang seperti itu.


"Sekarang jelaskan secara perlahan, mulai dari namamu dulu" ujar Liu Chang kembali. Gadis tersebut mengganguk pelan, berusaha menyiapkan diri untuk mengucapkan Kalimatnya.


"Na-namaku Niu Xinxin, aku gadis yang sama dengan yang kau tolong di toko senjata saat itu." Liu Chang mengganguk pelan, sedikit dia tunjukkan senyum agar Niu Xinxin tidak begitu sedih kembali. Namun senyumannya malah membuat gadis itu sedikit memerah wajahnya.


Liu Chang hanya terus mengganguk pelan mendengar kalimat yang disampaikan Niu Xinxin dari waktu ke waktu, Niu Xinxin pun terus meneruskan masalahnya pada Liu Chang meskipun sedikit terganggu dengan sikap Liu Chang yang hanya tersenyum saja, karena hal itu membuatnya sedikit malu.

__ADS_1


Sampai akhirnya Liu Chang menanggapi kalimat Niu Xinxin saat menjelaskan tentang perjodohannya dengan Fang Duan, yang masih satu sekte dengannya.


"Jadi seperti itu ya Xin'er, hidupmu sungguh berat hidup didalam sekte yang masih memelihara tradisi seperti itu."


"Ya, maka dari itu ayah menyuruhku mencari suami yang pantas dari luar sekte, dan kemampuan orang itu harus bisa mengalahkan orang yang dijodohkan denganku nantinya." setelah Niu Xinxin berucap hal seperti itu, Liu Chang akhirnya sedikit mengerti masalah gadis di sampingnya.


Pengalamannya didapat saat dahulu masih menjadi pelayan di restoran keluarga Han, Liu Chang sering mendengar pertengkaran seorang gadis dengan lelaki hasil perjodohan sesaat setelah menikah didalam restoran keluarga Han.


"Jika kau berharap aku akan menerima tawaranmu, maaf saja nona. Untukku sendiri menikah diusia semuda ini cukup membebani pikiran nantinya, lagipula aku mempunyai tugas yang sepertinya baru akan selesai puluhan tahun..."


"Namun jika kau ingin meminta bantuanku menjadi suami sementaramu untuk menghindarkan kau dari perjodohan itu, mungkin aku bisa membantu." Lanjut murid Feng San kembali.


Senyum gadis tersebut tidak lama kemudian merekah ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut Liu Chang, meskipun tidak bisa bersama dikemudian hari, ia cukup senang karena bisa terhindar dari perjodohan dengan Fang Duan.


"Baiklah, kita harus kembali ke sekte untuk memberitahu ayah tentang hal ini."


"Jika nantinya ada keributan, temanku yang di sana itu akan membantu kita mengurusnya karena kekuatannya sangat besar."


"Benarkah?" tanya Niu Xinxin merasa tidak percaya.


"Ya, dia sangat kuat untuk menghadapi pendekar tingkat atas." balas Liu Chang kembali.


Sore itu, mereka akhirnya menuju ke sekte Trisula Kesucian untuk menyatakan bahwa Niu Xinxin sudah memiliki calon suaminya sendiri. Entah bahaya apa yang menunggu Liu Chang didalam sekte tersebut nantinya.


•••

__ADS_1


Sampai jumpa di Chapter selanjutnya...


Ibnu R.


__ADS_2