Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
Ch. 41 – Pertarungan jodoh.


__ADS_3

Pada sore hari ini, terlihat ada tiga orang yang sedang berlari menuju ke arah sekte Trisula Kesucian, satu orang diantaranya merupakan seorang gadis yang baru berumur 20-an tahun, meskipun begitu kedewasaan nampak di wajahnya jika seseorang memperhatikannya lebih lama.


Yang menjadi masalah bagi gadis tersebut saat ini adalah dia membawa dua pemuda untuk masuk ke dalam sektenya. Dengan tidak memikirkan resikonya dia terus melaju dengan cepat bersama dua orang pemuda tersebut.


Selang beberapa menit, ketiga orang tersebut tiba di gerbang sekte yang mereka tuju, salah satu orang dari mereka kemudian mengisyaratkan lengannya ke bawah yang berarti serahkan urusan ini padanya, karena saat ini beberapa orang penjaga mendekati mereka.


"Nona Xinxin, maaf jika kami lancang tetapi membawa pria yang bukan anggota sekte adalah hal terlarang!" seru salah seorang penjaga kepada gadis bernama Xinxin di depannya.


"Biarpun mereka orang luar, tidak ada salahnya jika mereka memasuki sekte untuk menetap sementara, saat ini mereka sedang kesulitan!" balas gadis bernama Xinxin itu, dengan sedikit membual dia menjelaskan maksud dan tujuannya membawa dua pria dibelakangnya.


"Tetapi nona..." belum sempat salah satu penjaga itu menimpali, gadis tersebut kembali angkat bicara.


"Lancang, jika kalian tidak mempunyai hati nurani... Lebih baik berhenti menjadi pendekar saja... Mari masuk!" gadis itu melirik dua pria dibelakangnya, menyuruh mereka untuk mengikutinya memasuki sekte.


°°°


Liu Chang dan Gang Wei yang mengikuti Niu Xinxin dari belakang sedikit berbisik-bisik, "Chang'er, lihatlah betapa ganasnya gadis itu jika membicarakan kebaikan." Pemuda di sampingnya hanya tersenyum seraya berkata, "jika maksudmu soal kemampuan membualnya tadi, kau salah besar Gang Wei, dia bukan membicarakan hati nurani."


Biarpun sedang berjalan didepan Liu Chang dan Gang Wei, sayup-sayup Niu Xinxin juga sedikit mendengar pembicaraan dua orang dibelakangnya, meskipun dia lebih memilih menghiraukan itu dan terus berjalan sampai seseorang menghentikan langkahnya.


Dihadapan Niu Xinxin saat ini, seorang pria berusia kurang lebih sama dengan gadis itu, sedang berdiri seraya menatap tajam ke arah Liu Chang dan Gang Wei.


"Fa... Fang Duan, kenapa kau bisa ada disini?" tanya Niu Xinxin.


Pemuda yang bernama Fang Duan itu tersenyum tipis dengan gerakan tangannya yang ingin menggoda Niu Xinxin, "aku kesini untuk menemui calon istriku yang baru saja pulang." Fang Duan memegang dagu Niu Xinxin seolah berusaha menggodanya agar tersipu malu.


Namun yang terjadi diluar dugaan Fang Duan, Niu Xinxin malah menyingkirkan tangan Fang Duan dan menampar pipinya. Begitu murkanya Fang Duan mendapatkan perlakuan seperti itu, dia berusaha membalas tamparan tersebut dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi.


Sesaat sebelum tangannya berhasil memberikan tamparan balasan ke gadis itu, seseorang menghentikan tangannya seraya berkata, "apa kau tega menyakiti seorang gadis dengan menamparnya kembali, terlebih perlakuannya itu karena tanganmu sendiri yang lancang kepadanya?!" Ya, seseorang yang menghentikan tangan Fang Duan tidak lain adalah Liu Chang.


Liu Chang saat itu dengan sigap bergerak cepat menangkap tangan Fang Duan sebelum mengenai pipi Niu Xinxin. Disisi lain Fang Duan terkejut bukan main, rasa terkejutnya tidak disebabkan oleh gerakan Liu Chang yang begitu cepat melainkan saat ini tangannya tidak bisa dia lepaskan sama sekali dari cengkeraman tangan Liu Chang.

__ADS_1


"Apa-apaan ini, otot tangan macam apa yang dia miliki?" batin Fang Duan saat merasakan tangannya sedikit kebas, merasa tidak punya pilihan lain dia menggunakan tangan kirinya untuk menarik belati di pinggangnya.


Sesaat kemudian dia arahkan belati itu pada Liu Chang, Gang Wei yang melihat hal itu berteriak dengan keras, "Chang'er, di sampingmu."


"Wuush!" Belati tersebut mengayun ka arah leher Liu Chang, namun untungnya belati tersebut tidak berhasil mengenai leher Liu Chang karena Liu Chang keburu menghindar sesaat setelah Gang Wei berteriak.


Liu Chang dengan sigap segera membawa Niu Xinxin dan menyerahkannya kepada Gang Wei untuk menjauhkannya dari pertarungan. Sementara Liu Chang sendiri bersiap untuk menghadapi Fang Duan yang saat ini terlihat begitu kesal.


Liu Chang tertawa kecil seraya berkata, "kau ingin membunuhku, majulah!" tantang murid Feng San, dia sendiri mengambil belati yang sama panjangnya dengan yang digunakan Fang Duan di pinggang Niu Xinxin.


"Kau meminta, aku mengabulkan. Matilah!!" Fang Duan begitu kesal setelah merasa diremehkan Liu Chang, dia maju dengan ganasnya. Sembari mengalirkan tenaga dalamnya Fang Duan mengayunkan belati tersebut ke arah Liu Chang dengan gerakan yang sangat cepat.


Merasa tidak terganggu dengan hal itu, Liu Chang menghindar dari ayunan belati tersebut dengan santai, dia bahkan masih bisa tertawa di tengah-tengah pertarungan ini, Fang Duan menjadi begitu geram melihat Liu Chang tidak kesulitan menghindar dari serangannya.


"Kau mengejekku, Hiaaahh!!" Fang Duan menyimpan kembali belatinya, sekejap kemudian dia mengeluarkan pedang yang sejak tadi tersarung di sampingnya kanan pinggangnya.


"Oh, pedang ya. Kalau begitu lihat ini!!" Liu Chang menangkis ayunan pedang Fang Duan dengan gerakan aneh, dia mengayunkan belatinya seperti gerakan seekor ker* yang sedang bertarung.


"Gerakan macam apa ini, walaupun aneh tetapi serangannya tidak bisa dihentikan." batin Fang Duan melihat Liu Chang melakukan gerakan ker* tersebut, biarpun senjata yang digunakan Fang Duan lebih unggul, Liu Chang dalam hal ini terlihat tidak terganggu, Liu Chang Bahkan lebih terlihat menjual di pertarungan ini karena gerakannya yang sedikit aneh dan berubah-ubah setiap beberapa menit.


Karena pertarungan tersebut menimbulkan suara begitu keras akibat benturan pedang dan belati yang mereka gunakan, orang-orang dari dalam maupun yang sedang berjaga diluar sekte segera datang ke tempat pertarungan Liu Chang dan Fang Duan itu.


"Cih... Pertarungan ini terlalu berisik rupanya, kuselesaikan saja pertarungan ini!!" Liu Chang mengambil ancang-ancang, dia merubah gaya bertarungnya menjadi seperti seekor harimau. Fang Duan yang melihat itu terkejut bukan main, saat menahan gerakan ker* Liu Chang saja dia begitu kewalahan, dan kali ini dia harus menghadapi gerakan Liu Chang yang berubah lagi.


Orang-orang disekitar mereka semakin banyak berdatangan, mulai dari tetua sekte hingga para murid yang sedang bermeditasi berdatangan ke tempat itu.


"Lihatlah, kemampuan Fang Duan bisa diimbangi oleh pemuda itu, padahal aku sangat yakin dia murid utama terkuat di Negara Dorrego."


"Ya, terlebih dia memiliki inti Hijau, sangat tidak mungkin ada yang mengimbangi kemampuannya."


"Biarpun kau bilang begitu, kemampuan pemuda itu tidak bisa kita anggap remeh. Bisa dipastikan dia mempunyai ilmu bela diri yang lebih tinggi!!"

__ADS_1


Satu demi satu orang mulai membicarakan pertarungan dihadapan mereka saat ini, beberapa orang yang berbisik sebagian adalah para tetua sekte, mereka semua menyadari Liu Chang yang saat ini bertarung dengan Fang Duan memiliki ilmu yang lebih tinggi dari Fang Duan sendiri.


Sekitar beberapa langkah dari tempat pertarungan, Gang Wei dan Niu Xinxin saat ini sedang berdiri memperhatikan dari kejauhan pertarungan tersebut, beberapa orang mendekati Niu Xinxin untuk menanyakan penyebab terjadi pertarungan tersebut karena begitu penasaran.


"Kau bebas untuk unjuk gigi, tapi kau akan berakhir kali ini!!" Fang Duan melepaskan jurus pedang miliknya, karena merupakan seorang murid utama sekte ia mendapat begitu banyak sumber daya maupun kitab bela diri, karena itu pula dia juga memiliki ilmu pedang yang beragam.


Biarpun ilmu pedangnya cukup hebat Liu Chang bisa melihat sedikit celah di gerakan Fang Duan, Liu Chang dengan segera membalas menyerang setelah bertahan cukup lama.


Belati yang digunakan Liu Chang pun sudah hampir retak karena menahan pedang yang setara pusaka milik Fang Duan. Melihat semakin buruknya kondisi belati yang digunakannya, Liu Chang segera mengeluarkan jurus pedang untuk mengakhiri pertarungan tersebut.


"Wuuushh!!'


Seketika sebuah energi pedang yang dilepaskan oleh Liu Chang berhasil mengenai perut Fang Duan. Meski Liu Chang baru mempelajari bagian pertama dari Kitab Dewa Naga namun pemahamannya terhadap Kitab tersebut cukup untuk membuatnya bisa membentuk energi pedang berwarna kebiruan.


Serangan tersebut berhasil mengenai perut Fang Duan, saat ini dia berada dalam keadaan berlutut sembari memegang perutnya yang mendapatkan luka dalam.


Darah segar mengucur di tepi bibir Fang Duan, biarpun kondisi Fang Duan begitu parah tidak ada seorang pun yang maju untuk menghentikan pertarungan tersebut. Bahkan para tetua sekte Trisula Kesucian hanya terdiam.


"Apa-apaan itu! Dia bertarung seperti seorang pendekar tingkat tinggi saja!!" seru salah satu tetua sekte yang menyaksikan pertarungan, ia hampir melompat karena begitu terkejut.


Tidak lama kemudian seseorang dengan ilmu meringankan tubuh datang dengan kecepatan tinggi dan langsung mendarat ke tengah-tengah pertarungan tersebut seraya berkata, "para tetua sekte bodoh tidak tahu diri! Bukannya menghentikan pertarungan, malah melihat Pertarungannya dengan asyik!!"


"Apa perlu kupotong gaji kalian masing-masing!!" lanjutnya kembali.


•••


Berikan like dan tanggapan kalian, saya melihat akhir-akhir ini komen sepi, hehe.


Sampai jumpa di Chapter selanjutnya....


Ibnu R

__ADS_1


__ADS_2