
“Salazar! Severin! Wahahaha, kalian sungguh kembali!”
Liu Chang bisa melihat semua orang di Lembah tersembunyi ini meneriaki rombongan mereka, Salazar dan Severin adalah yang paling mereka cari sebab informasi mereka sangat terbatas beberapa waktu terakhir.
Belasan orang segera mendekat pada Salazar dan mengerumuninya guna menanyakan kabarnya. Liu Chang dan Chiriyu mundur perlahan bersama Severin ke arah ruangan kepala suku.
“Kita pergi terlebih dahulu. Salazar adalah Ketua jadi wajar dia banyak ditanyakan.” Severin menuntun Liu Chang ke arah ruangan besar di Lembah ini.
Liu Chang bisa melihat rumah-rumah di sini memiliki bentuk yang unik, bahkan untuknya sekalipun yang sering berkelana. Tidak lama setelah berjalan, Severin berhenti dan menunjuk sebuah ruangan dengan berbagai hiasan juga ukiran.
“Kepala suku berada di dalam. Masuklah! Dia telah mengetahui kedatanganmu.” Severin berpamitan, dia mengatakan harus mengurus beberapa hal termasuk melaporkan kejadian di dunia luar.
Liu Chang mengganguk pelan. Setelah kepergian Severin, Liu Chang memasukkan Chiriyu Kembali ke kertas segel, khawatir sesuatu yang berbahaya akan terjadi saat memasuki ruangan kepala suku. Chiriyu tidak membantah, dia menyadari kekhawatiran kakaknya itu.
“Baiklah, semoga tidak ada sesuatu yang aneh ...” Liu Chang menghela napas panjang, dan segera memasuki ruangan kepala suku.
°°°°
Di sisi lain, Salazar mendapatkan banyak pertanyaan terkait dunia luar mengenai misinya. Sebenarnya tugas yang saat ini diselesaikannya adalah kumpulan tugas yang tidak berhasil diselesaikan teman-temannya. Terutama terkait artefak dan benda kuno lainnya.
“Sayangnya di daerah itu telah hancur namun aku masih mendapatkannya beberapa.” Salazar tersenyum pahit. Saat mendatangi satu daerah yang belum diselesaikan anggota sukunya, Salazar hanya mendapatkan puing-puing bangunan.
Orang yang menyerahkan tugas itu pada Salazar merasa bersalah namun dia tidak berniat membahasnya dengan Salazar lebih jauh. Beruntung Salazar ingin mengambil tugas yang tidak berhasil diselesaikannya.
Setelah berbincang beberapa hal dengan orang-orang sukunya, Salazar berjalan ke arah rumahnya, sudah cukup lama dia tidak melihat keadaan keluarganya. Salazar ingat adiknya menitip suatu hadiah darinya saat kembali.
“Kau pulang lebih cepat, Nak. Dalam beberapa tahun kau sudah membantu banyak hal bagi suku, Ayah bangga padamu.” Seseorang berusia setengah abad tersenyum lembut melihat anaknya sedang berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
“Terima kasih. Maafkan anak bodoh yang selalu mengecewakanmu ini.” Salazar memeluk ayahnya setelah cukup lama pertengkaran diantara mereka terjadi, dahulu saat Salazar memutuskan untuk ikut dalam pasukan arkeolog suku, ayahnya sangat menentang hal itu.
Sebab dengan tugas pasukan arkeolog suku, Salazar tentu akan selalu berpergian dan berada dalam bahaya namun demikian meski ayahnya tidak mengizinkan Salazar tetap bersikeras masuk ke dalam pasukan itu hingga akhirnya berhasil menduduki posisi ketua.
Tanpa peduli orang-orang disekitar melihatnya, keduanya meneteskan air mata untuk melepaskan segala kesalahan serta penyesalan antara ayah dan anak ini.
Keduanya memasuki rumah setelah melepaskan semua beban kesalahan mereka, Salazar langsung mencari adiknya yang begitu antusias saat melihatnya pulang, bahkan seperti bukan kepulangannya yang ditunggu melainkan hadiah kepulangan dari Salazar padanya.
“Kau tahu, kakak menghabiskan lebih dari setengah keping emas untuk membeli ini, kau harus membalas kebaikan kakakmu ini.” Salazar mencubit pipi adiknya dengan gemas.
Adik Salazar hanya tersenyum canggung, dia langsung berlari ke kamarnya setelah mendapatkan benda yang diinginkannya. Salazar bergegas menemui ibunya yang berada di dapur, saat pulang ibunya pasti akan memasakkan masakan kesukaannya dan menyambutnya dengan suka cita.
Setelah menemui keluarganya dan melepaskan kerinduan, Salazar langsung bergegas menemui kepala suku untuk melaporkan berbagai keadaan yang terjadi saat melaksanakan misi.
Jika bisa Salazar lebih ingin menghabiskan waktunya bersama keluarga namun tugasnya sebagai ketua menghambatnya melakukan hal itu. Saat ini prioritas utamanya adalah misi meneliti artefak-artefak kuno yang tidak berhasil diselesaikan dari generasi ke generasi ini.
“Yah, sesuatu terjadi. Mereka tiba–” Seorang gadis tiba-tiba memeluk Liu Chang sebelum sempat Liu Chang menyelesaikan kalimatnya.
“Ayo tampan minum lagi, nikmati pestanya!” Gadis tersebut tersenyum senang sambil menggoda Liu Chang.
Liu Chang hanya bisa tersenyum canggung di hadapan Salazar yang melihatnya dengan tatapan heran, sepertinya pemuda tersebut tidak terlalu suka suasana ini.
Salazar menggelengkan kepalanya pelan, dan langsung menghadap di depan kepala sukunya. Begitu pun dengan para gadis yang sudah mabuk, kondisi kepala sukunya itu tidak terlalu berbeda jauh.
“Ketua, aku datang untuk melaporkan–”
“Yah, aku sudah tahu dari teman yang kau bawa ini, duduklah. Sekarang mari kita berpesta dahulu, bukan hal baik membiarkan para gadis ini tidak menjalankan tugasnya!” Basile, kepala suku Everard. Menarik tangan Salazar ke kumpulan gadis-gadis yang berpakaian setengah terbuka itu.
__ADS_1
Salazar hanya bisa keluar dari kumpulan gadis-gadis ini sekuat tenaga, dia mendekati Liu Chang dan mengajaknya keluar dari ruangan ini guna menghindari pesta kepala sukunya.
“Dia benar-benar gila, saat aku baru saja masuk beberapa saat lalu ....” Liu Chang menceritakan bahwa beberapa jam yang lalu, saat dia masuk ke ruangan ini tiba-tiba seorang gadis langsung menarik tangannya dan memberinya banyak minuman keras terutama beberapa arak murah di tempat ini.
Untunglah Liu Chang menyadari toleransinya terhadap arak cukup tinggi sehingga arak yang dia minum cukup banyak tadi tidak mempengaruhi kondisinya hingga mabuk.
“Untung saja Chiriyu tidak di sini,” batin Liu Chang, khawatir adiknya itu mengikuti para gadis tadi pada perilakunya.
Salazar hanya tersenyum tipis kemudian menjelaskan beberapa hal tentang kepala sukunya, Basile, sambil menunggunya selesai berpesta dengan gadis-gadis itu.
Liu Chang beberapa kali mengerutkan dahi saat mendengar cerita Salazar, dan tertawa di beberapa bagian cerita yang cukup lucu. Jika penjelasan Salazar diringkas, Basile adalah kepala suku Everard sejak beberapa generasi yang lalu, usianya saat ini hampir mencapai seribu tahun.
Basile muda masuk ke dalam pasukan arkeolog suku, dirinya banyak berjasa besar pada saat itu. Tidak terhitung banyaknya negeri yang berhasil ia jelajahi saat berada di pasukan arkeolog suku.
Biarpun bisa dibilang pasukan arkeolog terdiri dari orang-orang yang bertugas untuk meneliti artefak namun kekuatan individu setiap pasukan juga tidak kalah dengan kemampuan seorang pendekar menengah, bisa dibilang hanya pendekar sakti ke atas yang bisa mempersulit jalan mereka.
Selain hal itu, Salazar juga menceritakan Basile yang pertama kali mewariskan posisi kepala suku dari ayahnya setelah berusia 400 tahun, saat itu usianya bisa dibilang cukup matang di suku Everard untuk memegang posisi kepala suku, tetapi untuk manusia biasa usia Basile saat itu jelas sepuh sekali.
Bahkan untuk seorang pendekar seperti Liu Chang, usia 400 tahun adalah sesuatu yang sulit ditembus atau bahkan mustahil. Seorang pendekar yang paling tua saat ini diketahui hanya mencapai usia 150 tahun, dan itu pun merupakan anggota aliran hitam.
“Saat ini mungkin usianya sudah lebih dari 800 tahun, dan mungkin juga karena itulah Ketua Basile berusaha mencari sesuatu untuk memuaskannya sebelum mati. Mengingat usianya yang sangat sepuh pasti menjadi beban.” Salazar menambah penjelasannya.
Liu Chang juga penasarannya sebenarnya mengenai usia anggota suku Everard yang bisa mencapai angka mengerikan itu, bisa dibilang jika para pendekar mengetahui rahasia ini, para pendekar di luar sana mungkin akan menyerang suku ini untuk membongkar rahasia usia panjang mereka.
Keabadian dan usia panjang memang menjadi hal menggiurkan, entah apapun alasannya manusia selalu berambisi untuk menjadi abadi di dunia fana ini.
Sejak dulu berbagai cara aneh bahkan menjijikkan sering kali dilakukan untuk mendapatkan keabadian mulai dari mencari mata air abadi atau mengkonsumsi obat-obatan, tetapi semua usaha itu tidak memiliki hasil nyata dan hingga sekarang cara-cara itu tidak lagi dipercaya.
__ADS_1
“Sepertinya pesta Ketua Basile sudah selesai, lihatlah para gadis-gadis itu telah keluar dari ruangannya. Ayo masuk!” Salazar melangkah lebih dulu diikuti Liu Chang dibelakang masuk ke ruangan kepala suku.