Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
CH. 21 – Asosiasi Pedang Muda.


__ADS_3

Saat masuk ke dalam kota, Gang Wei berpikir tidak akan ada sambutan yang meriah dari penduduk kota mengingat sedikitnya jumlah mereka. Namun dugaannya sedikit salah karena penduduk terlihat telah berkumpul di sepanjang jalanan kota untuk menyabut mereka.


Para penduduk meneriakkan kata-kata penyemangat dan rasa terima kasih yang mendalam pada keduanya, di sisi kanan jalan terlihat Lin Gui serta istri dan anaknya menyambut Liu Chang bersama Gang Wei sebelum membawa mereka ke tempat yang telah disediakan oleh para penduduk.


Lin Gui membawa Liu Chang dan Gang Wei ke sebuah gedung yang merupakan penginapan dan restoran, bangunan itu diketahui dimiliki oleh Asosiasi Pedang Muda yang merupakan Asosiasi pedagang terbesar di seluruh Kekaisaran Giok Utara saat ini.


Liu Chang sebenarnya tidak terlalu peduli di mana dia bisa beristirahat, karena saat ini yang dia butuhkan adalah bisa berisitirahat dahulu. Sejujurnya tubuhnya sulit digerakkan akibat pengaruh jurus yang dia gunakan beberapa waktu lalu pada Yu Hongli.


“Kau diamlah di sini! Aku akan meminta seseorang untuk menyiapkan masakan bagi kita berdua.” Gang Wei memberi beberapa nasehat pada Liu Chang sebelum meninggalkan kamar yang sebelumnya telah disediakan untuk mereka, Liu Chang yang mendengar semua nasehat itu hanya mengganguk pelan sebelum terbaring tidak sadarkan diri.


Dalam beberapa tarikan napas, Liu Chang telah terlelap ke alam mimpi, tubuhnya benar-benar kelelahan hingga dalam beberapa detik telah tertidur di kasur empuk kamar ini.


••••


Kurang dari 48 jam kemudian, kabar mengenai gagalnya penyerangan Kota Jian Yi oleh kelompok Hujan Darah akhirnya tersebar ke sebagian besar wilayah Kekaisaran Giok Utara dan sebagian kecil Negara Dorrego.


Mereka yang menerima kabar ini menanggapi dengan berbagai reaksi, sebagian ada yang senang sementara sebagian yang lain merasa ini barulah awal karena kota perbatasan seperti Jian Yi akan menjadi rebutan aliran hitam selanjutnya.

__ADS_1


Kabar ini juga ikut mengangkat nama Liu Chang dan Gang Wei sebagai pahlawan perbatasan Kekaisaran Giok Utara dan Negara Dorrego, berkat mereka kelompok Hujan Darah yang selama beberapa tahun terakhir menguasai perbatasan akhirnya berhasil dikalahkan.


Sebagian besar memuji keberanian mereka karena tidak takut menghadapi tiga ratus orang kelompok Hujan Darah hanya dengan kekuatan dua orang, meskipun ada kabar yang menyebutkan setelah pertarungan itu Liu Chang dan Gang Wei juga mengalami luka yang tidak ringan.


Bersamaan dengan munculnya kabar itu, Jian Yi juga perlahan-lahan kembali menjadi kota yang cukup ramai, setelah penduduk yang sebelumnya menetap merasa jalur bisnis dan perdagangan akan kembali berjaya ke masa Jian Yi dijuluki Kota Seribu Pedagang.


Di waktu yang sama, pihak Asosiasi Pedang Muda Kota Jian Yi merawat Liu Chang dan Gang Wei begitu baik dengan memberikan beberapa pil penyembuh tingkat tinggi untuk membantu kesembuhan mereka lebih cepat.


Setelah mendapatkan pil itu, keadaan Gang Wei telah lebih baik beberapa jam setelah pertarungan. Sementara Liu Chang harus berisitirahat selama dua puluh jam setelah pertarungan selesai.


Tepat hari ini, Liu Chang akhirnya bisa merasakan tubuhnya perlahan-lahan mulai membaik setelah hari kemarin tubuhnya sulit digerakkan walaupun dirinya telah siuman.


Hal ini turut mengundang perhatian orang-orang dari pemerintah untuk datang ke Jian Yi memastikan bahwa kabar ini adalah benar.


Alasan orang pemerintah sampai datang tentu tidak lain adalah karena perbatasan memiliki peran penting untuk melakukan perdagangan, terutama yang menyangkut hubungan dagang dengan beberapa Negara kecil seperti Dorrego.


Setelah dikonfirmasi bahwa kabar itu benar, pihak kekaisaran memberikan hadiah yang cukup besar pada Gang Wei dan Liu Chang karena berhasil membunuh salah satu pendekar paling berbahaya selama beberapa tahun terakhir.

__ADS_1


“Sepertinya Hujan Darah memang benar-benar sebuah masalah jika sampai membuat kehebohan seperti ini ...” Gang Wei berkata demikian untuk menutup ceritanya tentang kabar terbaru mengenai mereka.


Adanya kabar ini juga menyebabkan banyak orang yang ingin bertemu dengan Liu Chang dan Gang Wei, tetapi untungnya pihak Asosiasi Pedang Muda benar-benar menjaga privasi keduanya. Dan tidak mengijinkan siapapun untuk menemui keduanya jika tidak membuat janji sebelumnya.


Bahkan hingga saat ini pihak Asosiasi benar-benar tidak mengijinkan Liu Chang dan Gang Wei untuk sekedar berjalan-jalan ke seluruh kota. Asosiasi mengatakan akan memenuhi kebutuhan maupun permintaan Liu Chang dan Gang Wei selama itu masih dalam batas kemampuan mereka.


Kehebohan yang terjadi dua hari terakhir ini menjadi salah satu penyebabnya, selain itu adanya beberapa orang dari aliran hitam yang bersekutu dengan kelompok Hujan Darah sebelumnya juga mungkin akan diam-diam menyerang Liu Chang dan Gang Wei ketika mereka lengah.


“Jadi berapa yang mereka beri untuk kita? Karena kuakui kabar keberhasilan kita ini begitu besar, jadi seharusnya mereka memberi uang yang setimpal, 'kan?” Liu Chang menatap Gang Wei tajam begitu dirinya selesai bercerita tentang kabar tambahan ini.


Gang Wei tersenyum canggung sebelum membuat tangan seolah memohon, “Ayolah, aku yakin kau tidak perlu koin yang sedikit ini, sementara di dalam cincin milikmu itu terdapat gunungan keping emas yang tak terkira jumlahnya. Jadi biarkan aku yang menyimpan ini untuk keperluanku sendiri, ya?”


“Tidak, uang itu adalah apresiasi untuk kita berdua, bagaimanapun jumlah keping emas di Cincin Galaksi aku tetap harus mendapatkan bagianku di sana!” Liu Chang bertekad, matanya terlihat dingin namun sebenarnya dia hanya sedang menguji Gang Wei.


Gang Wei akhirnya menyerah, dia tidak punya pilihan lain selain bersujud dan memohon sepenuhnya pada Liu Chang. Padahal Gang Wei sudah berniat menggunakan uang ini untuk meminum arak sepuasnya di kedai pinggir kota, Gang Wei mendengar bahwa kedai itu memiliki cita rasa arak yang terbaik dibandingkan kedai arak besar di pusat Kota Jian Yi.


“Hahaha, aku tidak mengira kau akan bersikap seperti ini, Gang Wei. Melihat naga sepertimu memohon hanya untuk koin emas benar-benar menggelikan.” Liu Chang terkekeh geli setelah melihat ekspresi Gang Wei.

__ADS_1


Gang Wei yang mendapatkan kekehan Liu Chang hanya bisa mendengus pelan sebelum menyampaikan sesuatu tentang keinginan Manager Asosiasi Pedang Muda Kota Jian Yi yang ingin menemui Liu Chang.


Liu Chang mengangkat alisnya ketika mendengar hal itu, “Manager Asosiasi Pedang Muda ingin bertemu?” Liu Chang kemudian mengalihkan pandangannya pada Gang Wei, “Kita temui dia secepatnya, firasatku mengatakan dia ingin menyampaikan sesuatu yang penting atau apresiasi pada kita.”


__ADS_2