
"Izin? Izin apa yang kau maksud?" Jing Quo mengernyitkan keningnya, dia tidak mengerti maksud Liu Chang.
"Sepertinya aku sudah terlalu lama senior, Hujan Darah dan kelompok aliran hitam lain tidak akan menunggu waktu untuk bertindak." Liu Chang menjelaskan maksudnya untuk pergi dan berkelana kembali.
Jing Quo mengganguk pelan, sebelum mulai berdiri dari duduknya dan memasuki gubuk tuanya. Beberapa saat kemudian dia keluar dengan membawa sebuah kitab dengan sampul berwarna kehijauan dengan aksen warna merah yang saling menyatu.
"Naik ke tingkat Pendekar Naga dan lakukan Tahap Moksa terlebih dahulu, jika abadi tubuhmu bisa berpindah dan berteleportasi ke mana saja." Jing Quo menyerahkan kitab di tangannya. Menurut penjelasannya, setelah moksa seorang pendekar akan sulit untuk dikalahkan, apalagi hanya untuk menggoreskan luka pedang pada tubuhnya.
Tentu karena sejatinya Pendekar Naga adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dicapai oleh pendekar manapun hingga saat ini. Hanya ada beberapa yang berhasil menembusnya dan hari ini semua pendekar tersebut telah menjadi legenda di dunia persilatan.
Salah satunya adalah Feng San. Dan empat lainnya adalah bawahan Feng San yang merupakan Dewa Empat Mata Angin.
"Bagaimana caranya?" Liu Chang menerima kitab itu dan mulai bertanya.
"Ada beberapa cara, semua itu dijelaskan dalam kitab ini. Di dalamnya ada cara untuk membuka meridian dan memperluas area penampungan Qi di Dantian. Bisa dibilang ini kitab paling dicari di dunia persilatan." Jing Quo tersenyum lebar setelah menjelaskan cukup banyak.
Liu Chang duduk sejenak untuk membacanya, dia tidak menahan diri melihat sesuatu yang bernuansa kuno seperti ini. Pada halaman pertama Liu Chang melihat beberapa huruf kuno yang menjadi judul kitab itu, bertuliskan "Naga Penguasa."
Pandangan Liu Chang kemudian terarah pada pojok kanan bawah dari yang tertulis daftar isi dari kitab tersebut. Beberapa diantaranya ditulis dengan huruf kuno yang sulit dimengerti namun Liu Chang tetap bisa membacanya setelah setelah mempelajari huruf-huruf kuno dari Jing Quo beberapa bulan yang lalu.
"Ini judul yang cukup ambigu namun cukup menarik, ( Kuat adalah hal yang mudah namun menjadi yang terbaik akan sulit ) Apa yang di maksud kitab ini?" gumam Liu Chang. Melihat judul babnya saja sudah membuat penasaran pada diri Liu Chang.
"Aku pergi dulu, Chang'er. Bacalah hingga selesai baru lakukan Tahap Moksa, sementara untuk Chiriyu dia akan kulatih selama Chang'er melakukan moksa." Jing Quo lalu terbang dengan kecepatan rendah ke arah hutan, untuk pergi ke sarang Chiyu.
"Baiklah senior, kuharap Chiriyu mencapai pendekar menengah saat aku kembali."
Sejak beberapa hari yang lalu setiap selesai berlatih Chiriyu akan pergi ke sarang ibunya. Dan sejak saat itu Chiriyu memutuskan untuk tinggal di dalam sarang agar bisa menemani tubuh ibunya walaupun sudah tak bernyawa.
__ADS_1
"Mari lanjutkan!" Liu Chang kembali terfokus pada kitab di depannya.
°°°°
Beberapa jam setelah membacanya sebanyak lima bab, Liu Chang seperti mendapatkan pencerahan dengan latihan-latihannya selama ini dari Kitab Naga Penguasa. Ternyata dirinya tidak menggunakan metode latihan yang benar dan sering kali melakukan kesalahan.
Namun latihan seperti itu tetap dibenarkan oleh Kitab Naga Penguasa selama memiliki guru yang mampu membimbing, dalam hal ini Liu Chang memiliki Jing Quo sebagai pembimbing sekaligus orang yang memberikan berbagai pemahaman padanya.
"Ternyata yang dilakukan Senior Jing selama ini cukup beralasan, pastinya karena dia membaca kitab sebagus ini," gumam Liu Chang membayangkan berbagai metode aneh yang selama ini Jing Quo berikan.
Setelah membaca cukup lama Liu Chang beranjak dari duduknya dan mulai mempersiapkan berbagai hal untuk melakukan Tahap Moksa seperti yang dijelaskan dalam Kitab Naga Penguasa.
Liu Chang mengecek berbagai hak yang dikuasainya, mulai dari jumlah titik meridiannya yang telah terbuka, kualitas tulang, tingkat pemahaman terhadap pedang dan persentase pemahaman dari jurus-jurusnya selama ini.
Hasilnya, semua yang telah dilakukannya berhasil mencapai tahap puncak dari pendekar sakti dan tingkat pemahaman Liu Chang terhadap pedang mencapai tahap berlian. Sementara persentase dari jurus-jurus yang dikuasainya berhasil melewati 80%.
Selain itu setelah membuka 2300 titik meridian jumlah elemen alam yang dikuasai Liu Chang meningkat menjadi lima elemen pembentuk alam. Sementara lima lainnya diperlukan latihan yang tidak sebentar.
"Pedang Dewa Petir, dan beberapa pakaian serta jubah. Kuharap ini tidak akan lama." Liu Chang tersenyum kecil, sepertinya semua proses yang dia lalui sampai saat ini selalu mudah.
Sebelum menuju aliran sungai dan melakukan moksa di bawah air terjun, Liu Chang berencana pergi ke sarang Chiyu terlebih dahulu untuk memberitahu Jing Quo bahwa dirinya akan melakukan moksa hari ini juga.
Beberapa menit kemudian, Liu Chang tiba di bibir gua. Dia langsung masuk ke dalam, dan menemukan Jing Quo sedang melatih pelepasan Qi yang optimal pada Chiriyu.
"Senior!" Liu Chang memanggil dari kejauhan.
Jing Quo dan Chiriyu menoleh ke arah pintu masuk gua dan menemukan Liu Chang yang sedang berjalan ke arah keduanya.
__ADS_1
"Chang'er!"
"Kakak Yu."
"Chiriyu, sudah kubilang panggil aku Kakak Liu." Liu Chang mengelus kepala Chiriyu. Chiriyu yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya tersenyum kecil melihat tingkah Liu Chang.
"Ada apa Chang'er?" Jing Quo bertanya setelah sekian lama.
"Oh ya, begini Senior Jing. Aku akan pergi untuk melakukan moksa. Kuharap waktunya tidak sampai satu tahun, jika aku tidak kembali dalam kurun waktu itu. Senior bisa mencariku ke sungai saat aku pertama kali jatuh ke sini saat itu. Aku akan bermeditasi di bawah air terjun!" Liu Chang menunduk hormat, ini menjadi terakhir kalinya dia mendapatkan latihan dari Jing Quo.
Sementara Chiriyu yang ada di samping Liu Chang mulai gelisah karena akan ditinggalkan olehnya.
"Kakak ingin pergi? Tetaplah di sini kak." Chiriyu memelas.
Liu Chang melihat kekhawatiran Chiriyu yang berlebihan segera mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi Chiriyu. "Tidak Chiriyu, ini tidak akan lama. Setelah aku melakukan moksa, kita akan berkelana bersama di dunia persilatan."
"Benarkah, kau janji Kakak Yu?" Chiriyu tersenyum senang dengan mata berbinar-binar.
"Ya, Kakak Yu janji. Kalau begitu aku pergi Senior, dan untuk Chiriyu jangan malas berlatih, saat Kakak kembali ... Chiriyu harus sudah kuat!" Liu Chang melambaikan tangannya sambil berjalan ke arah gua.
Akhirnya pemuda yang dulunya hanya seorang pelayan itu akan menjelma menjadi makhluk Tuhan seutuhnya dengan cara moksa tanpa memikirkan urusan duniawi lagi, kecuali mungkin untuk urusan keselamatan banyak orang.
••••
Tinggalkan jejak dengan komentar,
Sampai jumpa di Chapter selanjutnya...
__ADS_1
Ibnu R.