Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
CH. 32 – Masa lalu Xie Bing.


__ADS_3

"Ya, kau benar... Tidak salah jika seseorang mengatakan ingin menjaga Perdamaian, tapi kali ini kau membantu sebuah pemberontakan, apakah itu bisa disebut sebagai menjaga perdamaian? Xie Bing balik bertanya pada Liu Chang.


Liu Chang yang mendengar pertanyaan Xie Bing tersenyum canggung. Memang benar tujuannya adalah menjaga perdamaian, tapi kali ini Liu Chang akan ikut campur masalah pemberontakan. Meskipun pemberontakan yang digagas Xie Bing kali ini bermaksud baik, yakni agar Kota Jian Yi kembali ke keadaan semula tanpa dipimpin oleh boneka Kelompok aliran hitam.


"Sepertinya Perkataanku benar mengingat kau tidak membantahnya..." Xie Bing menepuk pundak Liu Chang.


"Sebenarnya ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu, senior." Liu Chang melirik ke arah Xie Bing, dia bermaksud menyampaikan sesuatu pada Xie Bing.


"Hm, silahkan saja... Katakanlah Chang'er!"


"Dari mana aku harus memulainya ya... Senior maaf jika lancang, setahuku Lian adalah penduduk Kekaisaran Giok Utara, bagaimana senior bisa mengenalnya?" tanya Liu Chang. Ia menatap Xie Bing penuh harap dan menunggu jawaban darinya.


"Hahaha... Lian ya? Tidak kusangka kau akan bertanya hal seperti ini, baiklah akan kujawab..." Xie Bing tertawa lantang, kemudian dia menghela napas panjang sebelum melanjutkannya kalimatnya.


"Sebenarnya sebelum menjadi walikota Jian Yi, 30 tahun yang lalu... Aku tergabung ke dalam pasukan Kekaisaran Giok Selatan, saat itu aku masih ingat sekitar 50 orang prajurit kekaisaran ditugaskan oleh kaisar untuk menjemput mempelai wanita dari Kekaisaran Giok Utara. Dan salah satu yang tergabung di dalamnya adalah aku..."


"Namun saat di perjalanan untuk kembali ke Kekaisaran Giok Selatan, pasukan kami diserang oleh beberapa orang anggota sekte dari aliran hitam. Yang mengatakan bahwa mereka akan membunuh kami semua jika tidak menyerahkan semua harta yang kami bawa... Beberapa menit setelah pertarungan, kau tahu hasilnya? Semua pasukan kekaisaran yang dikenal kuat akhirnya tewas satu persatu di tangan orang yang menghadang kami..."


"Lalu bagaimana kau bisa selamat, senior?"


Liu Chang terkejut mendengar hal itu, dia secara tidak sengaja menyela cerita yang disampaikan Xie Bing.

__ADS_1


Xie Bing kemudian melanjutkan ceritanya, saat semua temannya dibantai habis oleh orang yang menghadang mereka, Xie Bing secara tidak sengaja berhasil melewati tragedi itu, semua itu berkat ia bersembunyi diantara tumpukan mayat teman - temannya.


Dan secara kebetulan orang yang menghadang mereka, melewatkan membunuh Xie Bing yang saat itu masih hidup.


Selepas kejadian itu Xie Bing menetap di Kekaisaran Giok Utara hingga sepuluh tahun lamanya sebelum kembali ke Kekaisaran Giok Selatan. Dan kemudian ia bertemu dengan ibu dari Lian dan menikahinya setelah merasa ada kecocokan.


Secara kebetulan Ibu Lian merupakan seorang janda yang ditinggal mati oleh suaminya. Xie Bing pun menyudahi cerita masa lalunya.


"Ibu Lian? bukankah Lian saat ini masih berusia 17 tahun?" tanya Liu Chang keheranan.


"Ah jika kau percaya hal itu benar, maka kau salah besar... Umur Lian yang sebenarnya adalah 27 tahun, lebih tua sepuluh tahun dari aslinya."


Liu Chang terkejut mendengar hal tersebut, dia sebelumnya sangat yakin Lian semuda yang terlihat, namun setelah mengetahui faktanya Liu Chang menyadari perbedaan usianya begitu jauh dengan Lian.


"Hm... Begitu rupanya. Oh, terima kasih telah mengabulkan keinginan egoisku ini." Liu Chang memberi hormat ke arah Xie Bing. Xie Bing yang merasa tidak enak hati segera menghentikan langkah Liu Chang, menurutnya yang dia lakukan hanya bercerita jadi tidak perlu sampai memberi hormat padanya.


Selepas berbicara beberapa saat, Liu Chang dan Xie Bing kembali ke dalam terowongan karena saat itu hari telah beranjak malam, dan Xie Bing menawarkan tempat tinggalnya untuk menginap Liu Chang malam ini.


Tentu saja Liu Chang menerima niat baik Xie Bing, karena sewaktu-waktu dirinya bisa saja dibutuhkan Xie Bing untuk menyusun rencana pemberontakan. Meskipun dari usia kelihatannya Liu Chang tidak memiliki kekuatan, Xie Bing bisa melihat secara samar aura yang dikeluarkan Liu Chang bahkan melebihi pendekar menengah.


Hal yang wajar jika Xie Bing bisa melihat aura Liu Chang, karena sejatinya Xie Bing sendiri merupakan pendekar yang melebihi pendekar menengah, bisa dibilang kemampuannya saat ini tidak terlalu jauh dari puncak pendekar sakti tahap kesucian.

__ADS_1


Liu Chang dan Gang Wei mendapatkan satu kamar cukup besar yang bisa ditempati dua orang, meskipun kamar yang diberikan Xie Bing tidak sebagus dan sebaik kualitas kamar yang ditawarkan oleh Asosiasi Pedang Muda.


Seperti Liu Chang yang saat ini bermalam di kediaman Xie Bing, Patriark Bing juga ditawarkan satu kamar oleh tangan kanan Xie Bing untuk bermalam di kediamannya.


Patriark Bing sangat menyambut baik tawaran itu, namun urusannya di Asosiasi Pedang Muda ada beberapa yang masih harus diselesaikan. Jadi kali ini sayangnya dia tidak bermalam seperti Liu Chang.


***


Pagi harinya, Patriark Bing datang membawa beberapa anak buahnya yang bisa membantu pemberontakan kali ini. Seperti halnya para penduduk bawah tanah, Asosiasi Pedang Muda juga ingin melenyapkan Kelompok Hujan Darah sejak dahulu namun kesempatan yang mereka miliki seluruhnya habis hanya untuk mendapatkan informasi Kelompok Hujan Darah yang semakin bertambah anggotanya setiap tahun.


"Hu Bing, kemarilah!" Xie Bing melihat Patriark Bing datang membawa beberapa anak buahnya, segera memanggilnya untuk ke aula latihan.


"Baik aku segera ke sana, kakak." Patriark Bing segera menghampiri aula latihan yang biasa digunakan untuk latihan hingga digunakan untuk menyimpan berbagai macam senjata dari tingkat rendah hingga mendekati pusaka.


Liu Chang dan Gang Wei saat itu sudah berkumpul di aula latihan bersama para penduduk. Bukan bermaksud untuk berlatih tanding melainkan untuk memikirkan strategi penyerangan yang lebih matang kedepannya.


Xie Bing naik ke salah satu batu, seolah berdiri untuk berorasi menyemangati para penduduk yang berada di pihaknya.


"Baiklah, Sebelumnya.... Terima kasih kepada kalian yang telah berjuang selama sepuluh tahun ini hidup di bawah tanah, dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk hidup layak kalian semua terus berjuang. Hari ini aku tekankan, bahwa kita akan merebut kembali kedamaian Kota Jian Yi dengan cara pemberontakan, apakah kalian siap?!"


"Ya..., " Teriak para penduduk bawah tanah secara bersamaan. jumlah mereka yang mencapai seribu orang membuat suara tersebut begitu bergema ke segala arah. Beberapa anak buah Patriark Bing juga sedikit kagum setelah melihat sendiri keadaan para penduduk di bawah tanah ini, mereka bahkan sedikit bergidik ngeri tatkala melihat semangat mereka yang begitu terasa membara.

__ADS_1



Sampai jumpa di Chapter selanjutnya...


__ADS_2