
"Siapa kau? Tiba - tiba muncul dan menghentikan seranganku!?" Yu Hongli memaki seorang pemuda didepannya, seingatnya beberapa detik yang lalu dia tidak melihat keberadaan seseorang.
"Jika kubiarkan... pemberontakan ini tidak akan mempunyai jiwanya lagi, karena sang pemimpin telah mati." Xie Bing berusaha mendongkak ke atas, dia begitu mengenal suara itu. Suara teman dari Liu Chang yang tidak lain adalah Gang Wei.
Xie Bing mundur beberapa langkah, berusaha bernapas secara teratur. Sebab, hal terburuk yang akan terjadi padanya telah dihentikan Gang Wei, Xie Bing sangat bersyukur hidupnya tidak benar-benar berakhir.
"Wei'er, terima kasih karena telah menyelamatkanku." Xie Bing membungkuk dan memberi hormat pada Gang Wei yang sampai saat ini masih menahan pedang Yu Hongli dan belum melepaskan cengkramannya.
Yu Hongli berusaha keras untuk melepas pedangnya dari cengkeraman tangan Gang Wei, Semakin dia berusaha Gang Wei malah semakin menambah daya cengkramnya. Hingga akhirnya Yu Hongli menarik paksa pedang tersebut dari tangan Gang Wei, berharap dapat melukai tangannya.
Namun sesuatu yang tidak diduga sebelumnya menimpa dirinya, saat berhasil melepaskan pedangnya dari tangan Gang Wei, tiba - tiba Yu Hongli mendapatkan pukulan keras di perutnya karena pukulan Gang Wei yang mengandung Qi dalam jumlah besar.
Yu Hongli merasa perutnya seperti ingin mengeluarkan semua isinya, pukulan Qi yang menyerangnya benar-benar besar hingga membuatnya begitu tersiksa. Xie Bing yang melihat hal itu bergidik ngeri, melihat seseorang yang sebelumnya dia kenal merupakan seorang pendiam bisa melakukan hal seperti itu.
Darah segar mengalir di tepi bibir Yu Hongli, belum sempat dia menyeka lukanya, tiba-tiba Gang Wei menendang wajahnya dan membuatnya terpental puluhan meter.
Tulang hidungnya hancur dan sebelah matanya berhasil dilukai hingga buta akibat tendangan Gang Wei yang juga mengandung Qi berjumlah besar.
"Apa-apaan itu? Aku tidak menyangka dia mempunyai kekuatan yang begitu besar."
Semua orang berpikir hal yang sama, baik dari pasukan pemberontak maupun dari pihak Yu Hongli. Saat Gang Wei tiba-tiba muncul menahan pedang Yu Hongli mereka semua tidak ada yang memperhatikannya karena sedang fokus pada pertarungan masing-masing.
__ADS_1
Kali ini mereka melihatnya sendiri, seorang pemuda yang lebih mirip seorang monster sedang menghabisi seorang pria tua, tidak peduli Yu Hongli adalah pihak yang salah, banyak yang menyayangkan tindakan Gang Wei yang begitu kejam.
"Wei'er... Tenangkan dirimu, Aku mengerti kau ingin menghabisinya tetapi stigma penduduk akan menyebut kita sebagai pemberontak yang kejam dan tidak memiliki rasa kemanusiaan, Lebih baik kita ikat dia dan eksekusi Yu Hongli itu dihadapan penduduk kota siang nanti."
Xie Bing bergerak cepat menghentikan langkah Gang Wei yang ingin kembali menendang wajah Yu Hongli, saat ini saja wajah Yu Hongli sudah tidak bisa dia kenali, jika saja ditendang sekali lagi, Xie Bing tidak bisa membayangkan bagaimana bentuk wajah Yu Hongli nantinya.
"Baiklah, aku mengerti... Aku ingin melihat pertarungan Chang'er terlebih dahulu."
Beberapa detik kemudian Gang Wei tiba di pintu barat yang dimana tempat itu merupakan area pertarungan Patriark Bing dan Liu Chang melawan pasukan Yu jie.
Liu Chang dan Patriark Bing berhasil mengalahkan Yu jie saat Gang Wei tiba ditempat itu, kerja sama mereka berdua yang cukup apik dan saling melengkapi jurus masing-masing membuat Yu jie kehilangan ritme bertarungnya dan mati dengan keadaan mengenaskan.
"Chang'er kau sudah selesai kan? Mari kita habisi orang yang belum meregang nyawa di tempat ini!" Liu Chang melihat kedatangan Gang Wei, dia sedikit menyadari ucapan Gang Wei yang sedikit berbeda dari hari biasanya.
Liu Chang berlari ke arah Gang Wei dan segera menenangkan Gang Wei, Liu Chang juga menutupi matanya agar tidak bisa melihat sinar bulan yang saat ini bersinar cukup terang.
Patriark Bing yang cukup penasaran dengan keadaan Gang Wei mendekati Liu Chang dan bermaksud menanyakan keadaan Gang Wei, menanggapi pertanyaan Patriark Bing, Liu Chang menghela napas pelan.
"Dia sering mengamuk jika purnama sedang bersinar terang seperti saat ini, aku berusaha menyembunyikan sorot matanya dari sinar bulan, mungkin sampai keadaan bulan tertutup awan kembali atau hingga pagi tiba, sebelumnya aku ingin meminta pertolonganmu untuk menghabisi musuh yang tersisa, terima kasih... Aku pergi dahulu."
Liu Chang meninggalkan kediaman Yu Hongli dan berlari menggunakan ilmu meringankan tubuhnya ke arah Asosiasi Pedang Muda.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Liu Chang tiba di kamarnya, dia langsung merebahkan Gang Wei di atas kasur dan menyelimutinya dengan selimut yang sangat tebal, khawatir sinar bulan itu bisa menembus sela - sela kain jika selimutnya terlalu tipis.
"Gang Wei, kenapa kau memaksakan dirimu hingga seperti ini, aku merasa dengan kemampuanmu tidak perlu sampai mengamuk seperti ini..." Liu Chang menatap Gang Wei sambil tersenyum tipis, dia teringat kejadian Gang Wei yang mengamuk akibat sinar bulan di Hutan Siluman saat itu.
Semua siluman berusaha keras menghentikan Gang Wei yang akan berubah menjadi naga. Para siluman khawatir mereka akan menjadi korban semburan napas api Gang Wei. Jika mengingat hal itu kembali, Liu Chang biasanya akan tersenyum sendiri sambil membayangkan betapa paniknya siluman laba-laba membuat jaring yang begitu tebal untuk mengikat tubuh Gang Wei.
Tidak terasa pagi hari tiba, Beberapa saat setelah Liu Chang dan Patriark Bing mengalahkan Yu Jie, memang waktu menunjukkan satu jam lagi sebelum fajar. Liu Chang merasa pertarungan tadi malam telah selesai dan keluar dari kamarnya untuk melihat-lihat keadaannya.
Untuk sementara Gang Wei tidak Liu Chang ajak, hal itu dikarenakan akibat amukannya Gang Wei akan melemah selama beberapa jam kedepan, "Mungkin saat ini Patriark Bing telah berada di ruangannya." gumam Liu Chang, dia merasa pertarungan semalam hanya mempunyai dua orang yang kuat dari pihak musuh, sementara sisanya hanya keroco yang tidak berbahaya untuk dilawan.
Setelah berjalan beberapa langkah dari kamarnya, Liu Chang mendengar teriakkan para penduduk kota, mereka meneriaki seseorang yang kelihatannya merupakan kriminal besar di kota Jian Yi ini. Liu chang berpikir mungkin eksekusi Yu Hongli sebentar lagi akan dimulai.
Begitu terkejutnya Liu Chang saat mendekati jendela di sudut lantai tiga, dia melihat Xie Bing dan Patriark Bing sedang mendapat hujatan dari penduduk kota. Melihat keadaannya begitu genting Liu Chang segera berlari ke pusat kota untuk menjelaskan kepada orang - orang terkait masalah semalam.
Sebenarnya Liu Chang sendiri tidak yakin ucapannya akan didengar para penduduk namun Liu Chang sedikit memberanikan diri dan terus berlari ke pusat kota sebelum terlambat menyelamatkan hidup Xie Bing dan Patriark Bing.
••••
Untuk kalian yang merasa heran, saya sedikit masukan mitos bulan purnama ke amukan naga Gang Wei seperti mitos manusia serigala yang akan mengamuk saat melihat bulan purnama.
Sampai jumpa di Chapter selanjutnya...
__ADS_1
Ibnu R