Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
Ch. 45 – Elang Merah bergerak.


__ADS_3

Disaat Liu Chang berlatih untuk menguasai Ilmu Pedang Sutra, di sisi lain kabar tidak menyenangkan datang dari Gang Wei yang harus kembali ke Dimensi Kematian, karena Hutan Siluman sedang bergejolak seperti lima tahun yang lalu.


Para siluman yang saat itu telah merasakan kedamaian kembali mendapatkan gangguan seperti lima tahun yang lalu, akhirnya karena tidak ada yang membantu para penghuninya, Gang Wei dengan terpaksa harus kembali ke Hutan Siluman secepatnya.


Liu Chang saat itu pun telah melarang Gang Wei untuk pergi karena keberadaan Feng San dan ayah Gang Wei di sana, Hutan Siluman pasti akan baik-baik saja.


Namun, Gang Wei menyebutkan bahwa ayahnya dan Feng San telah kembali ke Alam Para Dewa setelah melatih Liu Chang.


Oleh karena itu, ia sendiri yang harus datang ke sana untuk membantu masalah yang terjadi, Gang Wei khawatir siluman Cerberus yang dulu telah diusir kembali lagi untuk menguasai Hutan Siluman.


Biarpun dengan berat hati akhirnya Liu Chang merelakan teman naganya itu untuk kembali ke Dimensi Kematian menyelamatkan teman-temannya.


Dengan tidak adanya Gang Wei itu artinya mulai saat ini Liu Chang akan berkelana sendirian, hanya kitab-kitab ilmu bela diri yang menolongnya saat ini jika menghadapi orang-orang yang kuat saat berkelana nanti.


°°°°


Liu Chang memutuskan untuk bermalam selama satu minggu di kediaman Patriark Niu, melatih Ilmu Pedang Sutra agar lebih matang penguasaan jurusnya bila nanti ia menggunakannya.


"Sepertinya aku sudah terlalu lama di sini paman Niu, karena itu aku akan pergi sekarang." Liu Chang membungkuk hormat dan juga berpamitan pada Patriark Niu, Niu Xinxin dan anggota sekte Trisula Kesucian yang mengantarkan ia sampai ke pintu masuk sekte.


"Chang'er, kau tidak ingin mengucapkan selamat tinggal?!" tanya Niu Xinxin sedikit berteriak karena jarak Liu Chang yang sudah cukup jauh.


"Tidak, aku masih ingin bertemu dengan kalian semua. Sehat-sehatlah kalian!" Liu Chang menoleh ke belakang dan membalasnya dengan ucapan yang menggetarkan hati para anggota dan tetua di sekte Trisula Kesucian.


Selama seminggu terakhir, yang dilakukan Liu Chang memang tidak hanya berlatih saja, ia juga berkeliling ke seluruh penjuru sekte dan menyapa para anggotanya setelah Niu Xinxin membujuknya untuk berkeliling secara paksa.

__ADS_1


Tidak hanya mendapatkan fasilitas seperti penginapan dari Patriark Niu, Liu Chang juga mendapatkan kitab Ilmu bela diri milik sekte Trisula Kesucian yang cukup terkenal dan ditakuti di Negara Dorrego.


Sebuah hal yang wajar jika Ilmu bela diri milik sekte Trisula Kesucian cukup ditakuti karena mengingat sekte ini merupakan salah satu sekte besar yang berdampingan dengan empat sekte besar lainnya di Negara Dorrego.


Ilmu bela diri sekte yang begitu berharga tidak akan mudah diberikan pada seseorang seperti Liu Chang selain orang tersebut memang benar-benar berjasa.


Karena itulah Liu Chang cukup beruntung mendapatkan kitab itu dari Patriark Niu, itu berarti di tangannya saat ini ada tiga Kitab bela diri yang bisa ia pelajari secara bebas, yang pastinya akan menambah deretan jurus yang bisa ia gunakan.


Liu Chang melanjutkan perjalanannya secara perlahan tanpa ilmu meringankan tubuh. Namun saat ia baru saja ingin menggunakan ilmu itu, pandangannya teralihkan saat melihat hal menarik sedang terjadi di depannya secara tiba-tiba.


"Paman Niu telah mengingatkanku soal jalan ini sebelumnya, baru saja aku ingin menggunakan ilmu meringankan tubuh." Liu Chang melihat dari kejauhan sekelompok orang sedang berdiam di tengah-tengah jalan dan memeras orang yang lewat secara paksa.


Meskipun sebelumnya Liu Chang telah diingatkan oleh Patriark Niu untuk tidak berurusan dengan sekelompok orang seperti mereka saat bertemu, tetapi keadaan seperti ini tidak bisa Liu Chang biarkan, ia merasa harus menolong orang-orang lemah yang ditindas seperti itu.


Mendengar Liu Chang menegur seperti itu, beberapa orang dari kelompok tersebut merasa tidak senang dengan tindakan Liu Chang dan maju membawa golok juga pedang di tangan mereka masing-masing berniat menyerang Liu Chang yang hanya sendirian.


"Kau jangan ikut campur, apa kau tidak tahu kami ini Elang Merah dari kelompok Hujan Darah?!" seru salah satu orang diantara mereka, dengan cepat ia maju dan mengarahkan goloknya pada Liu Chang.


Liu Chang terkekeh mendengar nama kelompok ini kembali disebutkan, "Elang Merah dari Hujan Darah... Kalau begitu, ini saatnya memberantas habis kelompok kalian!!" Liu Chang menangkis serangan orang itu dan memberikan serangan balasan ke beberapa orang yang berniat menyerangnya.


Biarpun memilih posisi bertahan, tetapi Liu Chang tidak terpojok sedikit pun saat menerima serangan-serangan yang datang kepadanya, bahkan saat bertarung pun ia menikmatinya dan bertarung sembari tersenyum tipis.


Mengingat lawan-lawannya hanya pendekar awal, Liu Chang tidak perlu khawatir akan terkena dampak yang ditimbulkan dari serangan para pemalak ini.


"Terlalu lama!!"

__ADS_1


Liu Chang menangkis serangan secara bersamaan yang dilakukan para pendekar berjumlah tiga orang kepadanya. Sesekali ia membalas serangan itu dan menyebabkan seorang dari mereka mati dengan kepala terpenggal.


"Sialan, ia lebih hebat dari yang terlihat. Serang secara bersamaan!!" seru salah satu orang yang terlihat sepuh, ia menyerang dan memimpin para junior memberikan serangan pada Liu Chang secara membabi-buta.


Bukan tidak hanya mengenai tubuh Liu Chang tetapi yang terjadi malah sebaliknya pada para pemalak itu.


Berkat lmu meringankan tubuhnya yang dipadukan dengan pedang semi pusaka yang ia dapatkan dari Niu Xinxin, Liu Chang membuat para pendekar awal itu terbungkam dengan masing-masing tewas dengan luka yang tidak ringan.


"Tersisa tujuh orang lagi, ini akan selesai dengan cepat, mungkin."


Liu Chang menatap orang-orang dihadapannya dingin, ia langsung maju dan menyerang mereka kembali menggunakan Ilmu Pedang Sutra.


Setelah bertarung selama lima menit akhirnya beberapa orang yang menjadi bagian kelompok ini tewas secara mengenaskan seperti temannya yang lain.


Sementara beberapa orang dari mereka yang baru saja datang ke tempat ini, langsung berlarian menggunakan ilmu meringankan tubuh karena begitu takut akan mengalami hasil yang sama seperti teman-temannya.


"Ah mereka lari tapi sudahlah... Akhirnya selesai juga, dan untuk kalian tidak perlu..." Liu Chang baru saja ingin berbincang dengan para penduduk yang menjadi korban kelompok ini, tetapi yang terjadi mereka malah melihat Liu Chang dengan tatapan seperti melihat siluman, sehingga membuat Liu Chang sedikit tersenyum canggung.


"Sepertinya aku melakukan hal yang berlebihan di depan mereka, ahahahah."


•••


Sampai jumpa di Chapter selanjutnya...


Ibnu R...

__ADS_1


__ADS_2