Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
CH. 13 – Tingkat Pendekar.


__ADS_3

Pagi harinya, Liu Chang dan Gang Wei telah melakukan aktivitas mereka seperti biasa, bertarung dan berlatih tanding beberapa jurus ilmu pedang. Ditambah latihan fisik Liu Chang saat ini mengimbangi porsi Gang Wei yang merupakan ras naga.


Meskipun pesta kemarin selesai hingga dini hari tetapi tidak membuat Liu Chang dan Gang Wei memiliki alasan untuk bangun tidur lebih siang. Karakteristik Feng San yang keras pastinya tidak akan membiarkan hal itu terjadi, dia pasti akan menghukum lebih berat jika Liu Chang terbawa pengaruh Gang Wei si maniak pesta itu saat terbangun siang hari.


Dengan mata yang masih sayup mereka telah melakukan meditasi dan berlari puluhan kilometer untuk melatih fisik.


“Cakar Naga Petir!” Liu Chang menyerang kembali Gang Wei dengan jurus kelima dari Ilmu Pedang Dewa Naga. Terlihat Gang Wei sedikit kesulitan mengimbangi kecepatan Liu Chang, namun tidak lama kemudian Gang Wei juga mengeluarkan beberapa jurusnya andalannya.


Kedua pedang mereka beradu, satu sisi berbahan kayu sementara sisi lainnya berbahan batu meteor, sangat kontras namun tetap pedang kayu Liu Chang tidak kalah kuat. Kedua benturan pedang itu menimbulkan suara keras dan juga angin kencang ke segala arah.


Gang Wei terpental beberapa meter sementara Liu Chang lebih jauh karena kualitas fisiknya tidak bisa menyamai naga seperti Gang Wei. Ditambah kualitas tulang Liu Chang hanya mencapai Tulang Serigala Besi setelah beberapa bulan lalu menaikkan kualitasnya dari Tulang Serigala Perak.


“Cukup! Sudahi latihan ini, kemari kalian berdua!” Feng San menyeru dari atas tempat duduk batunya. Seperti biasa dia selalu mengawasi latihan tanding ini, jika kemudian Liu Chang tidak sanggup mengimbangi Gang Wei maka Feng San akan menghentikannya.


Liu Chang dan Gang Wei berjabat tangan lalu menghampiri Feng San dengan tubuh kelelahan itu. Mengingat latihan tanding tadi selama dua jam bahkan lebih cepat menguras stamina mereka dari pada saat berlari.


“Mesti kumulai dari mana ya, eh ... beberapa hari lagi sebuah pedang pusaka akan tercipta dan sampai saat itu tiba Chang'er harus melatih tubuh dan kualitas qi-nya lebih keras dari biasanya.


Seperti biasa Gang Wei akan membimbingmu. Jika berlatih denganku sering kali aku cukup kejam, jadi lebih baik dengan Gang Wei saja.


Oh ya, Gang Wei jelaskan tingkat pendekar pada Chang'er! Aku cukup lama tidak mengetahui perkembangan tingkatan pendekar dunia manusia.


Sementara kalian berlatih seperti biasa, aku akan membuat pedang itu lebih siap lagi, masalahnya ini hadiah yang sangat berharga, haha.” Feng San bangun dari duduknya dan berjalan kembali ke arah gubuk seperti latihan kemarin, terlihat wajahnya begitu bahagia saat berjalan.


Liu Chang menghela napas sejenak, kemudian bangun dan mengikuti Feng San masuk ke dalam gubuk. Namun sebelum Liu Chang sempat melangkah Gang Wei menahan tubuhnya dan membuatnya terjatuh kembali ke tanah.


“Kau mau ke mana? Aku harus menjelaskan soal itu bukan?”

__ADS_1


“Tentu tapi nanti, aku harus mengganti pakaian ini dulu. Kita bicarakan hal itu di kedai suku Langit, kau juga ganti pakaianmu baunya sangat menggangu, haha.” Liu Chang meledek bau tubuh Gang Wei. Sebenarnya yang Liu Chang katakan tidak mungkin, sebab bau tubuh naga akan selalu ada meskipun memakai wewangian sebanyak apapun itu.


Setelah Liu Chang dan Gang Wei mengganti pakaiannya, keduanya lalu menuju ke kedai di kota kecil yang menjadi tempat suku Langit. Liu Chang mengatakan dia rindu rasa daging kemarin, juga tekstur Rum yang kental itu.


Sepanjang perjalanan mereka, banyak pemuda dari suku Langit yang menyapa dan menanyakan tujuan lalu sebagian lain menawarkan makan di tempat mereka. Namun Liu Chang menolak semua itu dengan sopan dan mengatakan tujuannya adalah kedai di ujung kota.


“Lain kali datanglah, ibuku pasti senang dengan kehadiranmu.”


“Ya, tentu saja.” Liu Chang berjalan kembali setelah menanggapi berbagai tawaran itu.


Gang Wei sedikit protes dengan sikap Liu Chang menolak tawaran-tawaran itu namun Liu Chang menjelaskan bahwa kedai di ujung kota kecil ini memiliki rasa yang lebih nikmat dari kebanyakan daging yang mereka tawarkan.


“Kau tahu arak dan juga minuman lain yang kemarin? Semua itu berasal dari kedai di ujung sana. Aku mengetahui ini dari Ketua Shi, ayo lebih cepat.” Liu Chang merangkul Gang Wei dan mengajaknya menggunakan ilmu meringankan tubuhnya agar sampai lebih cepat.


Sesampainya di kedai itu, suasana sudah cukup ramai dan hanya beberapa meja yang tersisa yang bisa Liu Chang tempati. Liu Chang kemudian memilih meja di ujung ruangan yang memiliki sandaran batu giok.


“Ini pertama kalinya, aku mengetahui tempat ini dari Ketua Shi. Tolong berikan daging lada hitam porsi besar dan juga Rum kemarin yang bertekstur kental itu, aku benar-benar ketagihan dengan rasanya.” Liu Chang memesan beberapa makanan pada pelayan pria.


“Baiklah, lalu temanmu?” pelayan pria tersebut melirik Gang Wei yang memangku tangannya di atas meja.


“Hm, aku cukup bingung, semua makanan ini terlihat lezat ... kalau begitu samakan makanan dan minumannya dengan Liu Chang namun aku ingin porsinya lebih besar.” Gang Wei tersenyum tipis sambil menyeka bibirnya.


“Baiklah, dua porsi daging lada hitam ekstra penuh dan Rum dua guci besar!” pelayan pria itu berteriak ke arah dapur lalu pergi ke meja lain yang sejak dari tadi menunggu untuk memesan.


Setelah menunggu selama lima belas menit, harum masakan yang keduanya pesan akhirnya datang serta dua guci Rum yang sama besar menemani masakan itu. Gang Wei langsung memakan masakan itu setelah cukup lama menahan air liurnya yang terus menetes, sejak tadi dia terganggu dengan harum masakan di dalam kedai.


Beberapa menit kemudian masakan Gang Wei habis dan tidak tersisa sedikit pun sementara Liu Chang tersisa setengahnya lagi. Gang Wei yang melihatnya itu segera memohon pada Liu Chang untuk memberikan dagingnya.

__ADS_1


“Baiklah, silahkan. Namun kuharap kau tidak lupa tujuan kita kemari untuk sekedar menikmati sesuatu sambil kau menjelaskan tentang tingkat pendekar itu.”


“Oh, tentu. Setelah ini kuhabiskan seluruhnya.” Gang Wei mengganguk pelan dengan mulutnya yang masih penuh dengan makanan.


Beberapa menit kemudian Gang Wei mengelus perutnya setelah menghabiskan tujuh kilo daging porsi besar. Selepas meminum Rum di gucinya, Gang Wei lalu mulai menjelaskan tentang tingkat pendekar.


“Ya, seharusnya tingkatan itu belum berubah seratus tahun terakhir ini.”


Liu Chang yang mendengar penjelasan Gang Wei beberapa kali terlihat antusias dan juga terkejut. Menurut penjelasan Gang Wei, tingkat pendekar dibagi menjadi beberapa kategori yaitu Pendekar Awal, Pendekar Menengah, Pendekar Sakti, Pendekar Naga, dan terakhir Pendekar Dewa.


Saat seseorang berhasil mengumpulkan qi untuk pertama kali, maka orang tersebut dijuluki Pendekar Awal. Namun Gang Wei menjelaskan kembali bahwa Pendekar Awal tidak berhenti sampai di sana, Pendekar Awal juga terbagi menjadi sepuluh bagian lagi yaitu Pendekar Awal tahap 1 - 10.


Lalu tingkat selanjutnya, ketika seseorang berhasil melalui tingkat Pendekar Awal maka dia akan disebut Pendekar Menengah. Pendekar Menegah dibagi menjadi lima bagian inti yaitu Merah, Kuning, Hijau, Jingga, Ungu. Merah yang paling lemah dan Ungu sebagai yang paling kuat.


Kemudian tingkat selanjutnya, ketika seseorang berhasil menempa intinya pada tingkat Pendekar Menengah maka dia akan dijuluki sebagai Pendekar Sakti. Pendekar Sakti dibagi menjadi tiga tahap yaitu Kesucian, Kemahiran, dan terakhir Kemutlakan.


Pada tingkat berikutnya, andaikan seseorang berhasil melalui ketiga tahapan dalam Pendekar Sakti maka dia akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan moksa. Dan saat akhirnya berhasil melakukan moksa maka dia akan dijuluki Pendekar Naga.


Tingkat Pendekar Naga juga dibagi menjadi dua yaitu Moksa dan Abadi, setelah melalui tahap Moksa maka selanjutnya adalah menjadi Abadi.


Lalu terakhir, andaikan seseorang berhasil menyelesaikan kedua tahap di Pendekar Naga maka dia akan disebut Pendekar Dewa atau dengan kata lain, Sang Pencipta memberikannya wewenang untuk mengatur suatu wilayah dan bebas menetapkan hukumnya sebagai Dewa wilayah itu.


“Terima kasih, setidaknya sekarang aku mengerti.” Liu Chang membungkuk hormat pada Gang Wei.


Gang Wei menghela napas panjang lalu memesan kembali beberapa guci arak setelah menjelaskan tingkat pendekar pada Liu Chang. Gang Wei merasa menjelaskan sesuatu yang sangat panjang sangatlah melelahkan.


“Ini bayaran kami, terima kasih atas makanannya.” Liu Chang dan Gang Wei akhirnya pergi dari kedai itu setelah membayar seluruh makanan dan juga tambahan pesanan beberapa arak Gang Wei.

__ADS_1


__ADS_2