Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
Ch. 88 – Sosok Misterius.


__ADS_3

Selepas Salazar beristirahat selama tiga hari penuh, esok harinya Liu Chang memutuskan melanjutkan perjalanan ke arah Beigan yang lebih dingin. Misi mereka memang tidak memiliki banyak waktu sebelum bencana dan kekacauan yang sebenarnya datang.


Liu Chang sebelumnya juga telah menerima darah dari Tetua Buaya Gurun untuk menyatakan kesetiaannya, dan karena tidak memiliki nama Liu Chang kemudian memberikan Buaya Gurun itu nama Rookie.


Sesaat sebelum pergi Liu Chang juga mendapati para penduduk Desa Yuki yang memohon untuk ikut kelompok Liu Chang ke wilayah Beigan yang lebih dingin, mereka mengatakan hanya akan menumpang hingga kota terdekat dari wilayah dingin saja.


Namun melihat jumlah mereka yang kurang dari dua puluh saat ini, Liu Chang mengatakan penduduk desa bisa menumpang lebih jauh dengan menaiki Rookie yang memiliki tubuh begitu besar.


“Rookie, bawa mereka duluan dengan Salazar dan yang lain. Aku perlu mengurus sesuatu ...”


“Siap, Bos. Aku pergi dulu.” Rookie menggoyangkan ekornya perlahan sebelum pergi dengan langkah kaki besarnya dengan cepat. Dalam waktu sekejap Rookie bersama Salazar, Aqua, dan penduduk desa Yuki telah hilang dari pandangan Liu Chang.


Setelah kepergian Rookie dan yang lain, Liu Chang akhirnya menatap ke satu arah yaitu pasir yang seolah terus menghisap batu, kayu, tulang dan bahkan benda-benda lain di sekitarnya.


Liu Chang sebelumnya telah curiga bahwa sejak beberapa hari yang lalu dia dan yang lainnya telah diikuti oleh seseorang, jadi Liu Chang menyuruh orang-orang tidak bersalah untuk pergi daripada ada di dekatnya.


Jika nantinya Liu Chang terpaksa bertarung habis-habisan dengan sosok yang mengikutinya ini, maka Liu Chang bisa dengan aman melepaskan jurus-jurus kuat yang memiliki radius puluhan kilometer.


Meskipun pada akhirnya Liu Chang sendiri tidak yakin akan bisa keluar sebagai pemenang jika pertarungan sungguh terjadi namun Liu Chang bertekad untuk tidak gentar dengan situasi tegang ini.


“Apa maumu? Kalau kau ingin mengambil keuntungan pertarungan dari kondisi gurun yang tipis qi ini, kau salah!” Liu Chang menghunuskan Pedang Dewa Petir ke arah gundukan pasir yang semakin lama menyerupai manusia tersebut.


Saat Liu Chang bersiap untuk melepaskan jurus pedangnya, sesosok manusia tampan yang masih terbalut dengan butiran pasir hadir dan tersenyum padanya. Liu Chang hampir saja berniat membunuhnya jika orang tersebut tidak segera menunjukkan wajahnya saat itu juga.


“Kau ... bagaimana–” Liu Chang mengernyitkan dahinya tidak percaya, seharusnya sosok di hadapannya tidak mungkin ada di sini, meskipun hal itu mungkin dilakukan tetapi jarak tempat dirinya begitu jauh ke Negara Beigan.


“Ya, tenanglah. Sekarang mari kita bicara, aku tidak akan lama agar salah satu dari mereka tidak curiga.” Sosok itu kembali tersenyum hangat.

__ADS_1


°°°°


Dalam waktu beberapa jam setelah Rookie mulai berlari kencang, kelompok Tujuh Kunci yang saat ini dipimpin Salazar berhasil melewati setengah wilayah gurun yang mematikan tanpa istirahat sedikit pun.


Mereka dan penduduk Desa Yuki membuat jadwal makan dan minum di atas punggung Rookie, Salazar bahkan beberapa kali sempat berbaring karena keadaan tubuhnya perlu istirahat setelah membantu Rookie mengalahkan beberapa siluman yang menghalangi jalan mereka.


Kondisi Salazar dan yang lain memang baik-baik saja, namun Rookie mengatakan bahwa dirinya sendiri sebagai kendaraan harus berisitirahat karena membawa beban sebanyak ini cukup membuatnya kelaparan.


Akhirnya Salazar memutuskan berhenti di salah satu Oasis kecil yang memiliki buaya kecil di dalamnya. Rookie yang sebelumnya terlihat begitu kelelahan langsung bersemangat kembali setelah menemukan cukup banyak makanan di Oasis ini.


Dalam beberapa detik Rookie kembali dengan sepuluh ekor lebih buaya yang dia minta untuk dimasak menjadi makanan lezat pada Salazar.


“Makan ... makan!” Rookie menjulurkan lidahnya sambil tersenyum lebar.


Salazar hanya bisa tersenyum canggung melihat wajah tersenyum Rookie, dia memberitahukan bahwa selama ini masakan-masakan lezat mereka adalah hasil dari tangan Liu Chang, sementara dia sendiri tidak memiliki kemampuan untuk memasak.


Jika ingin merasakan masakan lezat itu lagi, maka Rookie mau tidak mau harus menunggu Liu Chang kembali sebagai gantinya. Namun Salazar mengatakan tidak mengetahui pastinya kapan Liu Chang berhasil menyusul ke sini.


“Tuan, sepertinya Anda masih lama sekali ...” Rookie menundukkan kepalanya dengan lesu sambil terus memakan buaya-buaya kecil yang tidak memiliki rasa di dalamnya.


Tanpa Rookie sadari, sosok remaja yang sejak tadi dia tunggu memang telah ada di sekitarnya namun masih di atas langit untuk memperhatikan keadaan.


Liu Chang sedang duduk di atas pelepah pohon kelapa sambil memperhatikan kelompok di bawahnya, pertemuannya dengan seseorang misterius beberapa saat yang lalu membuatnya harus melakukan ini untuk membuktikan ucapannya, walaupun Liu Chang tidak sedikit pun meragukan ucapan orang misterius itu.


Setelah menunggu beberapa saat dan tidak memiliki hasil, Liu Chang akhirnya memutuskan untuk turun karena melakukannya lebih lama tidak menjamin hasilnya akan di dapatkan saat ini juga.


“Sepertinya belum saatnya, dia masih menunjukkan sikap yang rapi ...” Liu Chang tersenyum tipis sebelum bergegas turun dengan ilmu meringankan tubuhnya, tepat ke depan Rookie.

__ADS_1


Rookie yang masih murung, tiba-tiba saja terkejut melihat kedatangan Liu Chang. Dia bahkan sampai mengeluarkan teriakan yang belum pernah di dengar orang lain sebelumnya saat menaiki Rookie.


Penduduk desa dan kelompok Tujuh Kunci segera melihat ke arah teriakan itu dan menemukan Liu Chang yang sedang berbincang-bincang dengan Rookie yang terlihat antusias.


“Kau mencariku, Rookie?” Liu Chang mengangkat alisnya.


“Ya, Tuan. Aku ingin kau membuat masakan yang lezat itu lagi, aku tidak mendapatkan masakan lezat setelah mengangkut orang-orang payah ini ...”


Rookie menjelaskan dengan antusias tanpa menyadari bahwa ekspresi Liu Chang berubah menjadi buruk saat teman-temannya dan penduduk Desa Yuki disebut orang-orang payah.


“Maaf, Tuan. Aku terlalu bersemangat ...” Rookie tersenyum canggung.


“Hm ... lain kali jangan seperti ini!” Liu Chang menatap tajam sebelum tersenyum kecil ke arah Rookie. Liu Chang lalu menghampiri para penduduk desa serta teman-temannya untuk memberitahu mereka untuk bermalam di sini dan membuat tenda.


Liu Chang berencana untuk sedikit memanfaatkan Oasis yang masih memiliki air banyak ini sebagai bekal perjalanan selanjutnya, sementara saat ini mereka semua memang perlu istirahat dahulu karena hari akan kembali menunjukkan malam.


“Mari makan! Kita akan berpesta BBQ yang di dapat dari sisa daging Buaya Gurun kemarin.” Liu Chang berteriak dengan keras mengumpulkan penduduk untuk berpesta daging, “Tenang saja rasa tidak akan berubah karena di simpan di tempat yang aman!”


“Yaa!!” jawab yang lainnya serempak.


Catatan Author :


**Terima kasih untuk kalian semua yang kemarin-kemarin mendoakan kesembuhan saya, Alhamdulillah saat ini saya sudah cukup sehat dan bisa beraktivitas.


Bisa menulis dan merevisi cerita lagi ... dan hal lain.


Oh ya, jangan lupa jika ada typo atau narasi yang tidak nyambung beri tahu saya di kolom komentar, nanti saya perbaiki

__ADS_1


Terima kasih,


Ibnu R** .


__ADS_2