
“Kalian yakin akan menghadapi mereka, Tuan-tuan pendekar?” Tetua Desa berusaha menyakinkan kembali sebelum pergi.
“Anda telah bertanya sebanyak tiga kali dengan pertanyaan yang sama, Tetua. Soal menghadapi buaya seperti itu, adikku sendiri bisa membereskannya, tetapi karena kami yang ada di sini, sekalian saja kita habisi ...” Liu Chang melirik Tetua Desa sambil tersenyum tipis. “Apalagi makanan kami yang menipis akhir-akhir ini ...”
“Oh, maaf tidak mempercayai Tuan-tuan ini, kami akan pergi ... mari!” Tetua Desa Yuki beserta beberapa orang akhirnya pergi setelah melihat keseriusan Liu Chang dan juga ekspresi wajahnya yang menyeramkan.
Selepas kepergian sebagian besar penduduk Desa Yuki, Liu Chang dan Salazar mulai menyerang para Buaya Gurun dengan taktik-taktik yang mereka buat beberapa detik yang lalu.
Salazar pun tidak yakin rencananya dengan Liu Chang akan berhasil. Namun setelah melihat kekuatan fisik Liu Chang yang melebihi monster sekalipun Salazar akhirnya tidak memikirkannya lebih jauh.
Para buaya di depan Liu Chang dan Salazar terlihat tidak gentar sedikit pun, bahkan ketika awalnya melihat hanya Liu Chang dan Salazar orang yang datang melawan mereka, para buaya itu seolah meremehkan kekuatan keduanya.
“Oh, aku minta maaf tetapi yang akan kalian hadapi adalah aku, biarkan temanku yang di sana menghadapi bos kalian!” Liu Chang menahan sebagian besar cakar para Buaya dengan Pedang Dewa Petir, sekejap saja tempat pertarungan mereka menjadi kubangan besar berisi pasir.
Sementara di sisi lain, Salazar bergerak melewati melewati kaki-kaki para buaya menuju buaya paling besar, sejak awal rencana Liu Chang adalah mengirimkan Salazar ke hadapan Buaya Gurun paling besar di belakang pasukan buaya ini.
Kembali ke Liu Chang yang menghadapi sekitar seratus lebih Buaya Gurun. Selain fisik mereka yang tidak seperti buaya umumnya, tinggi gerombolan buaya itu juga sangat besar yaitu mencapai satu meter untuk yang paling kecil sementara yang besar 5 meter.
Biarpun dikepung lebih dari dua puluh buaya dalam waktu bersamaan, Liu Chang terlihat selalu berhasil menghindari serangan mereka dengan apik dan gerakan yang halus. Terkadang sesekali Liu Chang mengayunkan serangan pedangnya dengan santai tanpa menambahkan qi di dalamnya.
Walaupun tidak menambahkan qi di dalamnya, serangan Liu Chang tetap merepotkan untuk kelompok Buaya Gurun di sekitarnya. Bahkan ada beberapa Buaya Gurun yang cukup bodoh untuk merebut Pedang Dewa Petir dari tangan Liu Chang berakhir dengan tubuh terbelah dua.
“Potongan dadu yang sangat rapi, te-tetapi dia ... dia terlihat santai saja, hei cepat lindungi aku!!” Salah satu buaya yang terlihat cukup mempunyai kekuatan terkejut melihat Liu Chang bermain-main dengan anak buahnya. Ketika Liu Chang mengarahkan serangan kepadanya dia segera menyuruh anak buahnya untuk melindunginya dari serangan itu.
__ADS_1
“Jangan takut, anak buahmu baru kubunuh tujuh ekor. Aku mempunyai firasat dagingmu memiliki rasa asam dan manis yang pas ketika dimakan!!” Liu Chang bergerak semakin cepat ke arah buaya tersebut, tatapan dinginnya membuat para buaya seolah merasa bertarung dengan bangsa mereka sendiri bukan dengan manusia.
“Kau ...”
Tubuh salah satu pemimpin Buaya Gurun tersebut jatuh ke pasir dan tewas dengan tubuh yang terbelah dua. Liu Chang membelahnya tepat di bagian perut, yang menyebabkan sebagian besar organ-organ dalamnya berceceran sekaligus mengeluarkan permata silumannya yang berbentuk kristal putih.
“Oh, permata siluman! Beruntungnya aku!”
Melihat salah satu pemimpin mereka terbunuh begitu mudah, para buaya terlihat tidak berani lagi mendekati Liu Chang. Bahkan ketika Liu Chang membakar tubuh teman-teman mereka dengan elemen api tinggi, tidak sedikit pun dari mereka yang berusaha menyerang Liu Chang dari belakang.
“Beberapa saat yang lalu sebenarnya aku hanya asal sebut saja tetapi firasatku ternyata memang benar. Asam manis ini ... lezatnya setara dengan daging siluman di restoran Han dua tahun yang lalu, bahkan rasanya sama tanpa penyedap sekali pun.” Liu Chang menjilati tangannya yang masih berlumuran cairan daging, menurutnya rasa daging salah satu pemimpin buaya tadi memang sesuai dengan perkataannya.
Setelah salah satu pemimpin Buaya Gurun terbunuh, buaya lain yang berada di sekitar Liu Chang juga tidak lama mengikuti jejak pemimpin mereka tersebut, tetapi ada satu buaya yang diberikan pengecualian oleh Liu Chang yaitu buaya yang berkata akan mengabdi Liu Chang jika dibiarkan hidup.
Liu Chang akhirnya memberikan tugas untuk membawa Aqua dan Chiriyu yang berada tendanya pada buaya gurun tersebut. Terlihat wajah kesenangan dari buaya gurun itu melihat mudahnya tugas yang Liu Chang berikan, setidaknya dia bisa aman karena Liu Chang tidak membunuhnya.
Liu Chang bergegas dengan ilmu meringankan tubuhnya ke tempat Buaya Gurun yang dihadapi Salazar namun saat tiba di sana, Liu Chang melihat jejak pertarungan keduanya telah menyebar hingga ke arah selatan yang lebih jauh.
Liu Chang menduga Salazar dan pemimpin Buaya Gurun itu bertarung sangat sengit hingga tidak merasakan pertarungan mereka terpisah dari yang lainnya.
“Semoga saja dia berhasil menahannya beberapa saat, aku khawatir kekuatan Buaya itu membahayakannya ...”
Ketika Liu Chang sampai di tempat Buaya Gurun paling besar, terlihat pemimpin buaya telah berhasil dikalahkan oleh Salazar. Namun Liu Chang terfokus pada kristal hitam yang sebelumnya berada di bawah dagu pemimpin buaya itu.
__ADS_1
Ketika Liu Chang mendekati Salazar untuk memberinya selamat, ia terkejut mendapati seluruh tubuh Salazar terluka parah hingga bajunya yang berwarna hijau tua perlahan berubah menjadi merah.
“Astaga K-kau harus segera mendapatkan perawatan, Salazar. Ayo kita pergi!”
“Tidak bisa, aku tidak bisa bergerak lebih jauh. Punggungku telah tertusuk salah satu gigi Buaya Gurun itu, ini terjadi karena ...” Perkataan Salazar tiba-tiba terhenti ketika tubuhnya jatuh ke pasir karena tidak bisa menahan lagi rasa sakit.
Liu Chang yang melihat itu buru-buru menangkap tubuh Salazar dan menyingkap rambutnya yang panjang guna melihat luka di punggungnya.
“I-ini kau terlalu memaksakan diri bodoh, untung saja tidak mengenai jantungmu sendiri!” Liu Chang menarik perlahan gigi Buaya Gurun sebesar telapak tangannya dari punggung Salazar. Terlihat beberapa inchi lagi gigi itu menusuk jantung Salazar yang telah cukup dekat.
“Tidak ada alasan untuk menghemat qi.” Liu Chang segera terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Desa Yuki.
Liu Chang meletakkan tubuh Salazar di Aula Desa Yuki sementara dirinya pergi memberitahu para penduduk desa yang belum pergi terlalu jauh.
Ketika Liu Chang tiba di depan mereka, sebagian besar penduduk mengeluarkan ekspresi suka cita karena Buaya Gurun yang selama ini mengganggu mereka telah dikalahkan.
Namun ketika mendengar perkataan Liu Chang tentang Salazar, sebagian besar penduduk berubah iba dan bergegas kembali ke desa. Mereka segera mencari lalu menumbuk daun-daun yang berguna sebagai obat untuk membalut luka.
Setelah luka Salazar dapat ditangani, Liu Chang mundur perlahan dari kerumunan penduduk untuk mengistirahatkan tubuhnya yang kelelahan batin hari ini.
“Syukurlah mereka memiliki obat di gurun seperti ini, sepertinya keputusanku menyelamatkan desa ini adalah benar ...” Liu Chang mengusap wajahnya dengan kasar, wajahnya terlihat beberapa tahun lebih tua ketika memikirkan ini.
Tidak lama setelah Liu Chang berkata demikian, seorang pria sepuh mendekati Liu Chang.
__ADS_1
“Boleh aku duduk di sampingmu?” tanyanya pada Liu Chang dengan lembut.
“Ah, silahkan. Kau mendengar gumamanku tadi, Tetua?” Liu Chang memberi tempat di sampingnya pada seseorang yang merupakan adalah Tetua Desa Yuki.