
Setelah ledakan akibat siluman kelelawar itu berhenti, suku Everard yang bertarung di mulut gua mulai berbenah. Sebagian mengobati luka mereka akibat pertarungan dengan kelelawar, lalu sebagian lagi mulai menyusuri gua yang telah setengah runtuh itu.
Diantara beberapa orang yang masuk ke dalam gua, Basile adalah salah satunya, dia keluar dari ruangannya setelah sebelumnya mendengar gua tempat penyimpanan benda berharga suku meledak begitu keras.
“Curtis, cegah seseorang yang berniat masuk ke tempat ini selain kami berlima!” Basile mengingatkan tangan kanannya, Curtis, untuk menjaga pintu masuk ruangan pusaka suku Everard.
“Baik Ketua, saya pastikan tidak ada orang bodoh yang masuk kemari selain yang telah ditunjuk.” Curtis menunduk hormat pada Basile yang telah masuk ke ruangan pusaka bersama keempat orang pilihannya.
Keempat orang yang dibawa Basile yaitu Liu Chang sebagai seseorang yang mengetahui pembacaan huruf Savoy dan juga Chiriyu sebagai penulis arti dari huruf itu. Kemudian Basile juga memilih Salazar yang merupakan Ketua Pasukan Arkeolog Suku, dan anaknya Aqua yang juga menguasai pembacaan huruf Savoy. Ditambah dengan dirinya sendiri menjadi lima orang.
“Inilah harta suku kami, untunglah ledakan tadi tidak sanggup melelehkan besi tungsten yang melapisi pintu ruangan.” Basile memperkenalkan beberapa benda dari emas dan berlian sambil berjalan ke arah batu besar di tengah ruangan.
Liu Chang dan Chiriyu memandangi dengan takjub pusaka, batu berharga, prasasti dan hal lain yang dimiliki suku Everard. Keduanya bersyukur bisa menjadi salah satu orang yang dipilih oleh Basile untuk masuk ke tempat ini.
“Semua ini telah dikumpulkan lebih dari 7 millenium sejak suku Everard berdiri ... lihatlah itu, benda itu termasuk penemuan awal kami saat mulai menjelajahi dunia luar pertama kali.” Basile menjelaskan lagi beberapa benda sebelum mulai membuka tirai dari batu besar di tengah ruangan, bentuknya juga kubus seperti yang Liu Chang temukan.
“Ini ... aku tidak percaya ini, apakah kalian yang membuatnya seperti ini?!” Liu Chang begitu terkagum-kagum dengan emas yang menghiasi batu kubus ini saat tirai penutupnya berhasil dibuka. Dia hampir saja mengira ini adalah sebuah cetakan sebelum Basile kemudian menjelaskannya.
“Salah satu cara kami dalam melindungi pusaka dan benda seperti prasasti ini adalah melapisinya dengan emas. Liu Chang, tidak ada waktu untuk terkejut lebih jauh, ayo mulai menerjemahkannya bersama Aqua!”
Liu Chang mengganguk pelan begitu juga dengan Aqua. Sejak tadi gadis kecil namun berusia 200 tahun ini memang hanya diam, tetapi saat Basile mulai memberi perintah padanya dan juga Liu Chang, dia langsung menunjukkan kemampuannya dalam menerjemahkan huruf Savoy.
Liu Chang cukup terkejut melihat kemampuan penerjemahan yang dilakukan oleh Aqua, tidak seperti dirinya yang tenang, tubuh Aqua selalu bergetar setiap membaca huruf-huruf Savoy di batu kubus ini.
“Bagaimana? Apa sesuatu yang ditulis di sana?” Basile berkata demikian setelah melihat Liu Chang dan Aqua yang hanya diam selama lima belas menit ini.
__ADS_1
“Sabar sebentar, Kakek. Proses ini harus tenang!” Aqua menimpali dengan ketus.
Liu Chang tersenyum kecil karena bagiannya telah selesai, “Baiklah, senior Basile dan juga ... Salazar, Chiriyu mendekatlah!”
Ketiganya segera mendekati setelah melihat Liu Chang melakukan penerjemahan cukup lama.
Liu Chang kemudian segera menjelaskan beberapa arti yang ada di dalam prasasti batu kubus itu. Meskipun isinya hanyalah potongan batu kubus lain, Liu Chang mencoba menjelaskannya semasuk akal mungkin pada ketiganya.
*
“Benarkah seperti ini artinya? Kenapa hal semengerikan ini yang muncul ...” Basile memijat keningnya sambil memperlihatkan raut wajah yang menua beberapa tahun. Mendengar buruknya arti batu kubus yang disampaikan Liu Chang, membuatnya berpikir sangat keras.
“Kita tidak bisa langsung menyimpulkannya, Ketua. Tunggu Aqua selesai pada bagiannya, barulah kita bisa melihat kebenarannya.” Salazar yang melihat kekhawatiran Basile, segera memberikan masukan agar Basile lebih tenang.
Beberapa saat kemudian, Aqua menghampiri keempat orang yang sejak tadi telah berada dalam situasi buruk. Aqua juga tidak tuli, dia sejak tadi mendengarkan apa yang mereka bicarakan ini. Sepertinya keputusan untuk menyampaikan tambahan terjemahan akan berat baginya.
“Jangan sungkan, Cucuku. Katakanlah apa yang ada di batu itu. Andai pengelihatan Kakek masih normal pun, Kakek pasti akan menerjemahkannya sendiri walaupun isinya adalah sebuah bencana.” Melihat keraguan pada diri Aqua, Basile segera meyakinkannya untuk mengatakan hasil pembacaannya.
Aqua mengganguk pelan sebelum mulai menjelaskan beberapa hal tentang temuannya, raut wajah terkejut dari waktu ke waktu begitu terlihat di wajah keempatnya saat mendengar penjelasan Aqua tentang isi bagian lain batu kubus itu.
Tidak sedikit pun yang diketahui Aqua dari batu ditutupi, gadis kecil itu dengan lancar menceritakan semua hal yang dia baca dari bagian batu kubus lain.
Selepas menambahkan terjemahan Aqua, Liu Chang dan Basile lalu membuat kesimpulan yang membuat semua orang terkejut tak terkecuali Salazar yang telah menjadi Pasukan Arkeolog Suku cukup lama.
“Saat menyatukan batu di sini dengan yang di temukan Liu Chang, aku menyimpulkan sesuatu mengerikan akan segera terjadi jika kita tidak segera bergerak saat ini juga.” Basile lalu melanjutkan penjelasannya dengan sedikit cepat.
__ADS_1
Sekitar beberapa menit kemudian Basile selesai, Aqua dan Salazar adalah dua orang yang pertama begitu terkejut dengan fakta ini. Selanjutnya disusul oleh Liu Chang dan Chiriyu setelah mengetahui artinya.
“Begini, Liu Chang. Jika kita simpulkan dengan isi batu temuanmu, yang kau tahu sendiri berbunyi seperti ini, (refleksi cahaya bulan akan menguak tabir yang selama ini kami jaga) lalu pada kalimat selanjutnya ada tambahan beberapa huruf yang hilang ... bunyi lengkapnya menjadi seperti ini, (saat bulan berbentuk seperti bintang, fenomena unik itu akan menunjukkan dan membuka sebuah tabir menuju ke Pulau Tengkorak Es)
Kau pasti memahami bagian ini bukan?” Basile bertanya setelah menjelaskan cukup lama.
Liu Chang mengganguk pelan, dia berkata telah mengetahui bagian ini saat ini. Namun yang membuatnya bingung adalah bagian yang Basile sebut dengan keadaan yang sangat berbahaya.
“Maka dari itu kita lanjutkan kalimatnya karena belum selesai, ada beberapa kalimat lagi yang tersambung dari batu itu yang kau tahu sendiri bunyinya adalah, (saat tabir dan jalan menuju ke Pulau Tengkorak Es itu akhirnya terbuka, bersamaan dengannya 7 Kunci Magma harus segera menyegelnya kembali.
Sebab sesuatu yang telah kami kurung ribuan tahun yang lalu menjadi terbuka akibat kelalaian kalian sendiri dan akhirnya membawa bencana) kau lihat betapa acuhnya mereka saat menulis batu ini?” Basile kembali bertanya dengan wajahnya yang terus mengeluarkan keringat dingin.
Liu Chang mengangkat alisnya keheranan. “Lalu bagaimana hal berbahaya itu bisa mengancam Benua ini?”
Basile menggelengkan kepalanya pelan sebelum berkata. “Sesuatu yang mereka maksud itu adalah Iblis, Liu Chang. Dalam beberapa kitab di suku kami yang mengisahkan pertempuran dengan iblis, setelah mengalami kekalahan, raja iblis kemudian dikurung di suatu tempat yang sangat terpencil.
Saat ini kita mengetahui tempat itu adalah Pulau Tengkorak Es. 7 Kunci Magma yang dimaksud adalah gunung berapi yang saling terhubung dan mengelilingi Benua Dataran Giok saat ini. Jika kita tidak menutup bagian kantung magmanya dengan elemen Es Abadi.
Maka Pulau itu akan terbuka karena lava dari 7 gunung akan mencairkan Es yang begitu tebal di Pulau Tengkorak Es.” Basile menghela napas pelan, tubuhnya bahkan sampai bergetar karena dia mengetahui sendiri kisah dalam kitab sukunya menceritakan hal-hal yang sangat mengerikan.
Semua orang yang mendengar penjelasan Basile di ruangan ini bereaksi tidak terkecuali. Pertama yaitu Salazar terlihat begitu geram tanpa Liu Chang tahu sebabnya namun Liu Chang tidak menghiraukannya lebih jauh, kemudian Aqua yang memiliki keadaan lebih buruk dari semua orang di sini, dia sampai tidak sadarkan diri karena terlalu terkejut dengan hal ini untuk seusianya.
Lain halnya dengan dua orang tadi, Chiriyu hanya diam tanpa menunjukkan satu ekspresi pun. Gadis kecil itu mengatakan tidak mengetahui apa yang dibicarakan oleh Liu Chang dan Basile dari tadi.
“Lalu siapa yang akan senior Basile tugaskan dalam misi mencari 7 Kunci Magma itu untuk menyegel kembali 7 gunung berapi itu?”
__ADS_1