Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
Ch. 37 - Pahlawan Liu Chang dan naganya.


__ADS_3

"Patriark, senior.... Mengapa kejadiannya jadi seperti ini, mengapa Yu Hongli tidak dieksekusi? Dan mengapa kalian bisa dihujat?" Liu Chang tiba di pusat kota yang biasanya digunakan sebagai aula pertemuan.


Patriark Bing tersenyum tipis, "Penduduk kota berpikir kami melakukan pemberontakan demi kepentingan pribadi, andai saja mereka mengetahui yang sebenarnya... Kita bisa mengatasi ini dengan mudah."


Liu Chang mengganguk pelan, dia mencari keberadaan Yu Hongli namun tidak berhasil menemukannya, Liu Chang kemudian naik ke atas atap. Berusaha memperbaiki jarak pandangnya yang terbatas.


"Yu Hongli itu, dia begitu licik rupanya!"


Liu Chang melihat Yu Hongli saat ini sedang dikerumuni oleh penduduk Kota Jian Yi, dan sebagian dari mereka merupakan pejabat kota jika dilihat dari pakaian yang mereka gunakan.


"Walikota Yu, lihatlah betapa kejamnya mereka kepadamu, wajahmu bahkan sampai babak belur begini." seru salah satu pejabat, dia merupakan orang yang cukup dekat Yu Hongli dan begitu mengikuti perintahnya meskipun yang diperintahkan Yu Hongli adalah kesalahan.


"Ya, aku melakukan ini untuk penduduk kota ini, aku tidak bisa membiarkan mereka melakukan hal seenaknya. Jadi, aku berusaha menghentikan mereka sekuat tenaga dan hasilnya aku menang meskipun harus menelan semua luka ini..." para penduduk yang mendengar itu melihat Yu Hongli dengan bangga, mereka berpikir Yu Hongli merupakan walikota yang sangat peduli terhadap penduduk. Yang mereka tidak ketahui dari Yu Hongli adalah gerakannya dibelakang layar, ia melakukan semua perbuatan yang mengarah pada korupsi dan suap.


"Peduli pada penduduk kota apanya!? Kau baru saja ingin membunuh mantan walikota Xie Bing dini hari tadi! Asal kalian tahu saja, dia itu hanya boneka Kelompok Hujan Darah..." suara seorang gadis memecah kerumunan para penduduk, Liu Chang yang berada di atas atap bisa melihat siapa yang memaki Yu Hongli itu.


"Kenapa dia berada disini?" tanya Liu Chang keheranan, dia begitu mengenali gadis tersebut.


"Hei nona, kau bisa saja kami eksekusi jika mengatakan hal itu!!"


"Silahkan saja, aku tidak akan takut mati untuk membela kebenaran!!"


"Baiklah, ayo kita seret dia untuk dieksekusi bersama kedua orang bodoh itu!!"


Semua orang menyeret gadis itu ke panggung eksekusi. Liu Chang segera mengikuti gerakan penduduk kota, dan mendarat ke bawah tepat menghadang langkah kerumunan penduduk.

__ADS_1


"Siapa lagi ini? Apa kau ingin dieksekusi juga?" seru salah satu pejabat kota, dia orang cukup berpengaruh dan setiap suaranya pasti akan didengar oleh penduduk.


"Kalian tidak mengetahui dia siapa kan? Dia putri Xie Bing, mantan Walikota Jian Yi sepuluh tahun yang lalu!!" selesai Liu chang mengatakan hal itu, semua orang mengalihkan pandangannya pada gadis tersebut, beberapa orang dari kerumunan penduduk itu memasang wajah bersalah.


"Nona Lian maafkan kami." Beberapa orang yang dahulu pernah merasakan kebaikan Lian menjadi menyesal telah melakukan hal buruk padanya.


"Hei jangan percaya dia, apa kalian ingat Xie Bing itu sepuluh tahun yang lalu menyerang kota mengunakan pasukan mayat hidup pada kalian semua."


"Oh kutantang padamu, bagaimana kau bisa tahu Xie Bing yang melakukan hal itu?" Liu Chang menyangkal hal tersebut, dia menjebak pejabat tersebut agar mengatakan kejadian yang sebenarnya.


"Itu karena... Walikota Yu, tolong aku."


"Bodoh urus saja urusanmu sendiri jangan melemparkannya padaku."


Yu Hongli menendang pejabat itu, dan dari tendangan itu penduduk kota mengetahui besarnya kekuatan Yu Hongli. Mereka akhirnya percaya bahwa yang dikatakan oleh Lian ada benarnya.


Akhirnya semua penduduk kota menyadari Xie Bing dan Patriark Bing tidak bersalah dalam pemberontakan terhadap kepemimpinan Yu Hongli. Xie Bing dan Patriark Bing tidak jadi penduduk eksekusi dan menyebarkan eksekusi Yu Hongli ke seluruh kota. Begitu pun para pejabat yang disinyalir merupakan anggota Kelompok Hujan Darah.


Pada hari itu karena berhasil menjadi orang yang menghentikan kekuasaan Yu Hongli, Liu Chang dan Gang Wei mendapatkan apresiasi besar dari warga. Mereka membuatkan Liu Chang sebuah patung, dilengkapi dengan Gang Wei yang dibuat dalam wujud naganya.


Gang Wei yang melihat patung tersebut hanya bisa tersenyum tipis, dia tidak bisa mengelak suatu hal yang sudah diketahui oleh penduduk sebelumnya, terlebih sebagian pasukan pemberontak telah melihat dengan mata kepala mereka sendiri Gang Wei berubah wujud menjadi naga.


Jika penduduk kota Jian Yi ditanyakan tentang siapa orang di patung itu, mereka biasanya akan selalu menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang sama, "pahlawan Liu Chang dan naganya yang menyelamatkan kota ini**."


•••

__ADS_1


Selepas berbagai pesta besar selama dua hari penuh, Liu Chang dan Gang Wei pergi berniat melanjutkan perjalanan dan berpamitan ke seluruh penduduk kota.


"Chang'er, simpan lencana ini. Jika kau tunjukkan lencana ini, cabang Asosiasi Pedang Muda di kota manapun akan membantumu." Patriark Bing memberikan lencana yamg menurutnya bisa memudahkan perjalanan Liu Chang nantinya.


Disisi lain Gang Wei mendapatkan banyak sekali daging segar dari pasukan pemberontak yang saat ini telah menjalani kehidupan normal. "Ini banyak sekali.... Kalian seperti tahu saja kesukaanku adalah daging siluman." Gang Wei menyeka bibirnya, sementara penduduk hanya bisa tertawa melihat reaksi Gang Wei.


"Chang'er, aku... Aku hanya bisa memberi ini padamu." Dilain hal Liu Chang jug mendapatkan sesuatunya dari Lian. Sementara Xie Bing memberi sebuah Kitab Ilmu pedang pada Liu Chang.


Liu Chang menyadari walaupun dia begitu singkat berada di kota ini, pengalaman pertamanya menjaga perdamaian seperti ini sangat berharga sekali dan sekalipun tidak akan pernah ia lupakan.


Dari saat dia memasuki bar untuk mencari tahu informasi hingga menyaksikan sendiri eksekusi Yu Hongli. Dilain hal Liu Chang juga menyadari bahwa dirinya terlalu arogan setelah memiliki inti ungu dan mendapat permata dewa. Liu Chang berpikir untuk melatih kembali pemahamannya terhadap Kitab Dewa Naga dan Kitab Ilmu Pedang Sutra yang diberikan Xie Bing.


"Selanjutnya kita akan menuju ke wilayah mana, Chang'er?" tanya Gang Wei, sejak tadi kegiatan yang dilakukannya hanya memakan daging Siluman yang diberikan oleh penduduk kota Jian Yi. Jadi, dia tidak begitu memperhatikan jalan dan wilayah yang akan dituju oleh Liu Chang selanjutnya.


Liu Chang menggeleng pelan, dia menyadari sikap Gang Wei yang saat ini lebih sering bersantai hingga tidak memperhatikan jalan yang saat ini mereka tuju. Liu Chang melihat peta yang dia dapat dari Patriark Bing, dan memutuskan untuk singgah sementara di suatu negara kecil bernama Dorrego. Negara tersebut secara kebetulan berada di tengah-tengah wilayah Kekaisaran Giok Selatan dan Kekaisaran Giok Barat.


"Negara kecil Dorrego ya? Rasanya tidak asing."


••••


Untuk kalian yang mungkin merasa bab di kota Jian Yi terlalu lama, terima kasih telah sabar karena membuat sebuah alur cerita tidak bisa secara asal agar berurutan..


Terima kasih.


Sampai jumpa di Chapter selanjutnya...

__ADS_1


Ibnu R.


__ADS_2