Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
Ch. 73 – Kekalahan Zhixin.


__ADS_3

“Sang ikan datang dengan sendirinya, ini artinya tidak perlu memancingnya lagi.” Liu Chang menatap tajam ke arah Zhixin dan Yuan yang sejak tadi memperhatikannya dari jauh. Ia langsung melesat setelah membunuh sisa anak buah Zhixin yang tadi berlutut di depannya.


“Sekarang giliranmu!!” Liu Chang terbang dengan kecepatan tinggi, ia memutar pedangnya ke arah Zhixin dengan gerakan cepat.


“Tidak dia ke sini!!”


Yuan lari dengan ilmu meringankan tubuhnya ke pintu masuk kota, sementara Zhixin bersujud karena begitu ketakutan. Meskipun secara usia, ia mencapai setengah abad Zhixin tidak malu melakukan hal itu dihadapan Liu Chang.


Namun sejak tadi yang diincar Liu Chang bukanlah Zhixin, ia mengincar Yuan yang lari lebih dulu ke pintu masuk kota. Sekejap kemudian Liu Chang berhasil mengejar Yuan karena ilmu meringankan tubuhnya lebih cepat.


“Kenapa kau mengejarku? Harusnya kau tangkap bos Zhixin!!” Yuan semakin panik, dia berlari dengan rasa takut karena pedang Liu Chang sudah terhunus ke arahnya.


“Tentu saja, Zhixin akan kuinterogasi sementara kau akan dibunuh di sini!!” Liu Chang tersenyum menyeringai, dia bagaikan malaikat maut di mata Yuan.


“Jurus kelima, takdir kabut kehidupan!!!”


Yuan tidak sempat menahan serangan tiba-tiba itu, dia terpental beberapa meter sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Terlihat matanya masih tidak percaya karena mati oleh satu serangan pemuda misterius.


Selepas membersihkan pedangnya dari darah yang menggumpal, Liu Chang berjalan ke arah Zhixin sambil menghembuskan napas lega. Semua pertempuran ini terasa mudah karena kemampuannya sudah cukup jauh di atas para pendekar ini.


“Ikut denganku!!” Liu Chang menarik kerah Zhixin untuk membangunkannya.


“A–aku akan dibawa ke mana Tuan Muda?” Zhixin bertanya dengan gemetar, ia takut mengalami hal yang sama seperti Yuan.


“Ikut saja, aku akan membawamu ke pohon itu!! Jangan kau berpikir untuk mengigit lidahmu!!” Liu Chang berkata dingin, ia mengetahui metode pendekar aliran hitam untuk menghindari kemungkinan diinterogasi.


“A–aku tidak berani Tuan Muda.” Zhixin menelan ludahnya, beberapa saat lalu ia memang berpikir untuk bunuh diri.


Liu Chang kembali terbang dengan kecepatan tinggi ke arah pohon Hun, kali ini ia membawa seseorang yang mempunyai hubungan dengan tumbuhnya pohon Hun yang misterius di Kota Xian Qi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Liu Chang mendarat tepat di hadapan penduduk yang sejak tadi menyelamatkan diri dari Hujan Darah, jumlah penduduk beserta anak-anaknya itu hampir mencapai 300 orang namun demikian luasnya pohon Hun mampu menampungnya.


“Ah, Chang'er. D–dia adalah Zhixin bukan?” Xin Long melihat seseorang yang sangat mirip Zhixin di tangan Liu Chang.


“Ya, turun kau!! Tolong carikan aku tali yang cukup panjang, ikat dia di pohon Hun!!” Liu Chang menurunkan Zhixin dengan keras. Dia melemparkannya ke arah pohon Hun.


Penduduk yang melihat Liu Chang melemparkan Zhixin dengan mudah menahan napasnya, mereka mengetahui Zhixin merupakan orang yang kuat namun melihat Liu Chang bersikap seperti itu padanya, sebagian besar penduduk mulai berpikir kembali.


Beberapa saat kemudian, tubuh Zhixin yang telah lemah itu terbujur kaku karena setelah diikat di batang pohon Hun yang hanya memiliki ketinggian setengah dari aslinya.


“Sebelumnya perkenalkan namaku Liu Chang, aku seorang pendekar pengelana. Berkelana dari satu negeri ke negeri lainnya untuk menumpas kejahatan. Pembicaraanku ke depannya akan sangat berkaitan dengan masalah besar.


Karena itu, aku meminta tolong agar sebagian dari kalian untuk pergi dari sini sementara sisanya yang memiliki jabatan setingkat dengan walikota bisa di sini untuk mendengarkan kesaksian Zhixin!!”


Liu Chang menatap ke arah penduduk yang mengelilinginya, dia berkata lantang setelah memastikan para penduduk melihat ke arahnya. Para penduduk tersenyum puas, mereka menerima hal itu sebab pemuda di hadapannya telah menyelamatkann Kota Xian Qi, tidak mungkin untuk menolak permintaannya.


Saat ini di pohon Hun hanya tersisa lima orang setelah sebagian besar penduduk kembali ke aktivitasnya masing-masing. Xin Long membawa dua anak buahnya menunggu keputusan Liu Chang tidak jauh dari pohon Hun.


“Ceritakan padaku mengenai pohon ini! Senior Long mengatakan Hujan Darah yang menanamnya.” Liu Chang menatap dingin ke arah Zhixin, beberapa kali Liu Chang harus melepaskan aura es untuk menekan Zhixin yang berusaha menggigit lidahnya sendiri.


“B–baik, Tuan Muda. Aku sebenarnya hanyalah bawahan saja, aku diperintahkan oleh orang yang lebih tinggi dariku untuk menanam pohon ini. Sementara untuk alasannya aku tidak mengetahuinya.” Zhixin berkata pelan namun jauh dalam hatinya dia takut informasi tidak menyenangkan Liu Chang.


Liu Chang menghela napas panjang, dugaannya Zhixin hanyalah ketua kelompok kecil.


“Begitu ya. Kau bawahan Dong Enlai?” Liu Chang kembali bertanya, diantara tiga jenderal Hujan Darah yang paling ia ketahui hanyalah Dong Enlai saja.


“Tidak, sayangnya kami berbeda divisi ... aku bawahan Elang Perak.”


Liu Chang mengganguk pelan, dia berjalan ke arah Xin Long untuk menceritakan hasil dari interogasinya. Beberapa saat kemudian diputuskan bahwa pohon Hun akan ditebang seluruhnya atas persetujuan Xin Long.

__ADS_1


Sementara Zhixin akan diadili oleh penduduk Kota Xian Qi tanpa campur tangan Liu Chang sedikit pun.


“Jika Zhixin melawan, beri tahu sekte di sekitar sini untuk mengirim Patriark mereka ... biasanya kemampuan Patriark setara Pendekar Sakti. Penggal kepalanya menggunakan kekuatan Patriark itu!!” Liu Chang berlalu ke bawah tanah, ia kembali menghampiri Chiriyu yang sejak tadi ditinggalkannya.


Xin Long memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengirim surat kepada sekte terdekat dan mengirim Patriarknya, jika perlu Kota Xian Qi akan memberi bayaran yang setimpal untuk mendatangkannya.


°°°°


Chiriyu tidak lama keluar dari ruangan kedua setelah Liu Chang memanggilnya beberapa kali. Chiriyu membawa beberapa guci lagi yang ia temukan di sekitar ruangan kedua, Liu Chang segera memasukkan semua penemuan itu ke Cincin Galaksinya.


Setelah seluruh ruangan dipastikan Liu Chang tidak memiliki sesuatu yang berharga lagi, ia bergegas naik untuk menebang pohon Hun. Beberapa saat yang lalu perwakilan dari sekte Angin Hitam datang untuk membantu eksekusi Zhixin.


“Pendekar muda, kau terlihat memiliki kemampuan yang tinggi. Mengapa bukan kau yang memenggal kepalanya?” Patriark Angin Hitam bertanya keheranan.


“Aku sebenarnya bisa namun ada tugas lain yang menggangguku untuk menyelesaikan terlebih dahulu.” Liu Chang tersenyum tipis, baginya jika ingin memenggal Zhixin saat ini pun bisa ia lakukan namun pohon Hun yang masih kokoh berdiri ini harus ia tebang secepatnya.


Patriark sekte Angin Hitam mengganguk pelan, dia lalu menyusul langkah Xin Long sambil membawa Zhixin yang telah pasrah akan keadaannya.


“Mundur, Chiriyu!!” Liu Chang terbang beberapa meter dari tanah memerintahkan Chiriyu yang saat ini berada di ruang lingkup serangannya.


“Ini akan mudah!!”


Liu Chang menyerang pohon Hun sambil memutar pedangnya, dalam beberapa tebasan pohon berjuluk iblis itu tumbang dan menumbuhkan sesuatu yang baru di bawahnya. Ruangan yang beberapa jam yang lalu dimasuki Liu Chang seolah hilang dan rata dengan tanah.


Liu Chang dan Chiriyu bergegas mendekat untuk melihat lebih jelas apa yang terjadi.


••••


Berikan Like dan kritik kalian ....

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya ...


__ADS_2