
Liu Chang mencoba memberitahu identitasnya namun pria dihadapannya terlihat tidak mengingat pernah bertemu dengan Liu Chang.
Setelah Liu Chang menjelaskan lebih banyak hal tentang dirinya dan juga tentang Lin Gui, barulah pemuda itu mengingat Liu Chang dan menatapnya dengan tatapan tidak percaya.
Liu Chang memang memiliki wajah yang lebih rupawan dan dewasa setelah menghabiskan satu tahun latihan di Dimensi Kematian, jelas Lin Gui tidak mengetahui bahwa pemuda di depannya adalah temannya dahulu.
Ditambah kedatangan terakhir Liu Chang ke kota ini adalah 4 tahun yang lalu. Saat itu Liu Chang bahkan masih terlihat polos dan belum seperti ini.
Gang Wei yang menatap kedua pemuda itu hanya bisa tersenyum penuh makna, dia sebetulnya tidak mengetahui yang terjadi diantara keduanya tetapi Gang Wei mengetahui satu hal bahwa pertemuan keduanya memiliki rasa emosional.
Setelah berbincang cukup lama, Liu Chang dan Gang Wei memesan sesuatu untuk menemani basa-basi mereka lebih lanjut. Lin Gui segera menyiapkannya dengan cepat dan menyuruh istrinya untuk memasak karena kedatangan pelanggan.
Lin Gui tidak lupa menceritakan bahwa sekitar dua tahun yang lalu dirinya telah menikah dengan seorang gadis anak Patriark dari salah satu sekte kecil di sekitar kota Jian Yi. Karena saat itu Lin Gui masih dikenal sebagai pedagang besar dengan latar belakang orang tuanya, akhirnya Patriark sekte itu mau melepas anak gadisnya untuk menikah dengan Lin Gui.
Liu Chang hanya mengganguk pelan sementara Gang Wei terlihat lebih menikmati cerita Lin Gui karena menurutnya seseorang yang telah menikah perlu dia dengarkan kisah hidupnya.
Lin Gui kemudian sampai pada ceritanya tentang Jian Yi setelah Liu Chang mendesaknya untuk menceritakan kota ini.
Lin Gui menjelaskan bahwa keadaan kota sebenarnya baik-baik saja sampai satu tahun yang lalu namun kedatangan sebuah kelompok aliran hitam beberapa bulan yang lalu mengubah kota ini menjadi kota mati.
Selain merampas kekayaan kota, kelompok aliran hitam itu juga membawa gadis-gadis yang masih perawan untuk dijadikan budak.
Saat itu tidak banyak yang bisa menghentikan perbuatan kelompok tersebut meskipun Jian Yi dikenal sebagai kota perbatasan yang kaya dan makmur namun penduduk menyadari bahwa mereka begitu kekurangan pendekar yang handal untuk situasi seperti ini.
Dalam waktu satu bulan saja, kondisi kota Jian Yi mengalami perubahan yang tidak pernah di duga, bahkan bagi mereka yang jarang pergi ke kekaisaran lain melewati Jian Yi sekali pun.
Para pedagang yang sebelumnya berharap mendapatkan keuntungan berlipat dari membangun usaha di Kota Jian Yi, saat ini mereka terpaksa harus pindah setelah kedatangan kelompok Hujan Darah tersebut.
Hanya beberapa orang menurut Lin Gui yang masih bertahan dengan usaha mereka, sebagian besar adalah yang memang merupakan penduduk asli Jian Yi sejak masih kecil. Selain itu Lin Gui tidak menceritakan lebih jauh, Lin Gui menjelaskan dia sendiri tidak mengetahui keadaan kota beberapa hari terakhir ini.
“Kapan mereka akan kembali kemari?” Liu Chang akhirnya mulai menanyakan sesuatu yang mengganggunya sejak tadi.
__ADS_1
“Besok ... ya, besok. Besok adalah hari di mana mereka akan kembali ke sini untuk mengambil upeti. Kenapa kau menanyakan hal itu, Liu Chang?” Lin Gui mengangkat alisnya.
“Sederhana, kita akan memukul mundur mereka bahkan jika bisa membuat mereka tidak lagi mengganggu Kota ini.”
Lin Gui menatap Liu Chang tidak percaya bahkan istri Lin Gui yang baru saja datang untuk mengantarkan pesanan juga menutup mulutnya dengan alasan yang sama. Sementara Gang Wei hanya tertawa keras mendengar rencana Liu Chang untuk besok.
“Lebih baik lihat saja nanti ...”
°°°°
Sesuai perkataan Lin Gui, sebuah kelompok berkuda yang terdiri dari 300 orang terlihat dari jarak 10 Km di pintu masuk Kota Jian Yi. Mereka berpakaian serba hitam dengan corak bercak darah yang mencolok jelas seolah tidak ingin menutupi identitas sebagai kelompok aliran hitam yang cukup terkenal.
Ya, kelompok Hujan Darah benar-benar datang dengan kelompok besar yang tidak main-main. Kedatangan mereka langsung membuat kehebohan dan kepanikan bagi penduduk Jian Yi yang masih tinggal di kota ini.
Namun para penduduk dan beberapa penjaga kota mengatakan bahwa mereka telah pasrah dengan keadaan ini dan akan menerima segala resiko saat kelompok itu benar-benar telah tiba, meskipun itu artinya kematian mereka sudah dipastikan saat itu juga.
Liu Chang dan Gang Wei terlihat berdiri di atap salah satu bangunan yang dulunya digunakan sebagai menara pengawas kota.
“Sepertinya situasi San Yie sedikit lebih baik ya ...” Liu Chang bergumam pelan tetapi suaranya masih bisa didengar oleh Gang Wei.
Gang Wei ingin menanyakan tentang masalah itu tidak jadi dia lakukan karena melihat pasukan Hujan Darah telah tiba di pintu masuk kota dan mengancam para penjaga.
“Gang Wei, tunggu beberapa saat setelah mereka masuk ...” Liu Chang menghentikan langkah Gang Wei yang ingin melesat ke pintu masuk kota.
“Tidak, jika kau menunggu sampai ada penduduk yang terluka, maka kita terlambat menolong kota ini saat itu tiba!” Gang Wei melepaskan tangan Liu Chang dari pundaknya, lalu melesat segera ke pintu masuk dengan kecepatan tinggi.
Liu Chang hanya bisa menggelengkan kepalanya sebelum mengikuti langkah Gang Wei. Liu Chang juga sebenarnya ingin bersikap seperti Gang Wei namun bersikap buru-buru juga tidak baik menurutnya.
Saat Gang Wei tiba-tiba mendarat dengan ledakan asap ke arah kelompok Hujan Darah situasi yang tadinya kacau berubah menjadi waspada. Kelompok Hujan Darah yang berjumlah tiga ratus orang langsung menghunuskan pedang itu ke arah Gang Wei sambil terus menerka-nerka siapa di balik kabut asap tersebut.
Tidak lama setelah Gang Wei mendarat, Liu Chang juga ikut mendarat dengan ledakan asap yang sama, namun Liu Chang tidak membuat situasi berubah menjadi lebih baik melainkan lebih kacau dari sebelumnya.
__ADS_1
“Siapa kalian?! Jangan halangi Hujan Darah jika tidak ingin mati!” seru salah satu anggota Hujan Darah.
“Mati?! Mimpi kalian terlalu jauh untuk membunuhku!” Gang Wei menanggapi lebih dahulu. Sementara Liu Chang hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan melihat ketidaksabaran Gang Wei semakin menjadi-jadi.
Mendengar suara Gang Wei yang mengintimidasi sebagian besar anggota Hujan Darah segera berubah menjadi takut serta waspada, mereka melirik pemimpin mereka yang berada di belakang barisan.
“Bos Yu ...”
“Tidak perlu, aku sudah tahu!” Seseorang berbadan tinggi besar melebihi dua meter kemudian turun dari kudanya, menghampiri Gang Wei dan Liu Chang yang bersikap waspada, “Kalian hanya berdua sedangkan kami berjumlah tiga ratus orang, apa yang membuat kalian yakin?!”
“Tidak ada keyakinan selain ini!”
Liu Chang maju dan menyerang beberapa anggota Hujan Darah disekitarnya dengan jurus yang memiliki radius cukup jauh, dalam beberapa detik kemudian tujuh kepala anggota yang diincar Liu Chang tergeletak ke tanah dengan potongan yang sangat rapi bahkan terlihat darahnya tidak berceceran sedikit pun.
Pemimpin Hujan Darah yang tadi berkata dengan sombong hanya bisa menahan napasnya melihat kejadian itu, tubuhnya seketika itu juga lemas karena menyadari berurusan dengan orang yang salah.
Sementara anggota Hujan Darah lain yang menyaksikan teman mereka mati begitu saja, diam mematung tanpa mengeluarkan satu kata pun selain keringat dingin mereka yang hanya terus bercucuran.
“Tunggu apa lagi kalian?! Serang keduanya!!” Pemimpin Hujan Darah tersebut segera tersadar dari lamunannya, dan menyuruh anggota Hujan Darah yang tersisa untuk menyerang secara bersamaan ke arah Liu Chang dan Gang Wei.
Pemimpin Hujan Darah itu sebenarnya bisa saja berlutut meminta maaf pada Liu Chang namun rasa gengsinya mengalahkan rasa malunya yang tinggi di depan anak buahnya, yang saat ini bisa dia lakukan adalah menerima resiko bertarung dengan Liu Chang dan teman di sampingnya.
Liu Chang dan Gang Wei hanya tersenyum tipis melihat ratusan anggota Hujan Darah mengelilingi mereka sambil melepaskan aura pembunuh yang besar. Liu Chang bahkan terlihat terus memutar pedangnya dengan santai sambil memberi isyarat untuk anggota Hujan Darah maju menyerangnya.
Anggota Hujan Darah yang melihat itu menjadi geram, mereka merasa diremehkan oleh Liu Chang sehingga menyerangnya lebih dulu, sementara Gang Wei berinsiatif menghadang pemimpin mereka yang berniat kabur.
“Oh, sebagian besar dari kalian memiliki kemampuan yang hampir sama denganku, namun manual praktik kalian terlalu lemah sepuluh kali lipat ...” Liu Chang melompat ke tengah gerombolan anggota Hujan Darah yang berlari ke arahnya, tidak terlihat sekali pun raut wajah ketakutan dari Liu Chang melainkan sebaliknya yaitu aura intimidasi.
Liu Chang terus memutar pedangnya dari barisan depan hingga barisan belakang musuh, menebas beberapa anggota Hujan Darah di setiap serangannya hingga berlari kembali ke depan barisan musuh.
•••
__ADS_1
TBC, Komen dan Like setiap Chapternya agar author yang melihat semakin semangat, haha