Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
Ch. 61 – Gadis Siluman.


__ADS_3

"Chiyu itu seorang Gadis Siluman!" Jing Quo berkata pelan namun kalimatnya tersebut berhasil mengejutkan Liu Chang yang duduk di sampingnya.


"Gadis Siluman!! Maksudnya?"


"Ya, seorang Gadis Siluman. Semua kisahnya ada di buku yang kupegang ini, ingin mendengar kisah tentangnya?"


Liu Chang mengganguk pelan tetapi tidak berkata apa-apa. Jing Quo membuka buku di tangannya, dia anggap Liu Chang sudah setuju dengan pertanyaannya.


"Aku ingin katakan satu hal, kisah ini ditulis oleh leluhur Chiyu yang berhasil selamat ... menurut kisah di buku ini, Chiyu adalah keturunan ke-14 yang tercantum sebagai Putri dari Kekaisaran Jierui. Namun jika Chang'er mencari kekaisaran ini sekarang, lokasinya sudah tidak bisa ditemukan.


Seribu tahun yang lalu ... setelah peperangan besar usai, aliansi aliran hitam yang mengalami kekalahan mulai menyerang kota-kota dan kekaisaran kecil yang bisa mereka kuasai untuk bertahan hidup. Nahasnya, Kekaisaran Jierui menjadi salah satu korban penyerangan aliran hitam.


Untuk melindungi keturunannya, Kaisar Jie Tian yang berkuasa saat itu memerintahkan perdana menteri dan panglima perangnya untuk membawa seluruh keturunannya ke kota terpencil bernama Shiwu.


Shiwu termasuk kota kecil yang dikuasai oleh Kekaisaran Jierui. Biarpun hanya sebuah kota kecil, tetapi ada suatu penyebab yang membuat Kaisar Jie Tian membawa keturunannya ke sana yaitu karena keberadaan sebuah kolam yang disebut Kolam Keabadian.


Meskipun disebut Keabadian, kolam ini tidak benar-benar memberikan sebuah keabadian bagi peminumnya. Mereka hanya diberikan usia yang lebih panjang dari manusia biasa serta memberikan kemampuan siluman bagi para peminumnya.


Nahasnya, saat melakukan pengambilan air kolam anak-anak dari Kaisar melakukan suatu kesalahan. Bukannya mendapatkan keabadian, anak-anak Kaisar Jie Tian ini malah menjadi Siluman berjenis Lintah. Beruntungnya satu hal aneh berhasil menyelamatkan mereka semua.


Tubuh anak-anak Kaisar Jie Tian bisa bertukar wujud sesuka hati dari manusia ke wujud Siluman Lintah dan sebaliknya. Sejak saat itulah anak-anak Kaisar Jie Tian menyadari bahwa Lintah juga berkhasiat untuk melakukan pengobatan, mereka menyamar dan menyebar menjadi para tabib ke penjuru seluruh dunia.


Sejak saat itu, Kota Shiwu terkenal dengan ilmu pengobatannya akibat para tabib-tabib keturunan Kaisar Jie Tian yang menyamar mengatakan asal mereka dari Kota Shiwu.


Untuk menghidari kecurigaan, mereka hidup berdampingan dengan para manusia sambil menyembunyikan identitas. Mengubah nama dan usia asli dari yang seharusnya untuk menghindari para sejarawan meneliti asal-usul mereka.


Feng San yang kala itu menjabat sebagai Dewa Naga mengetahui kisah ini dan membujuk salah satu keturunan Kaisar Jie Tian untuk mengisi Lembah Liko bersama beberapa siluman yang lainnya.


Sejak saat itu, Chiyu termasuk dalam salah satu keturunan Kaisar Jie Tian yang tinggal di Lembah Liko. Dan jika ditarik garis hingga ke Kaisar Jie Tian, maka hasilnya Chiyu adalah keturunan ke-14."

__ADS_1


Jing Quo menutup kisah dalam buku di tangannya. Liu Chang yang berada di samping termenung sebelum tersenyum kecil.


"Chiyu pasti bangga, saat-saat terakhirnya dia tersenyum lebar." Liu Chang angkat bicara namun yang didengar Jing Quo hanya sebuah ucapan tanpa arti belaka.


"Untuk pengetahuanmu ke depan, Shiwu sekarang termasuk salah satu dari enam negara di Benua Dataran Giok ini, lokasinya berada di Barat Laut. Diapit oleh Kekaisaran Giok Barat dan Kekaisaran Giok Utara."


Selepas berbagai perbincangan itu, Liu Chang dan Jing Quo kembali memasuki gubuknya. Hari sudah beranjak malam dan mereka harus kembali berisitirahat, sementara di sisi lain ada Chiriyu yang saat ini harus terus diperhatikan pertumbuhannya.


°°°°


"Hei ... ini bercanda kan? Senior bagaimana mungkin?" Liu Chang membuka mulutnya lebar, saat ini dia melihat Chiriyu sudah tumbuh dengan ukuran setengah ibunya hanya dalam waktu satu bulan.


"Salah satu keanehan siluman adalah tingkat pertumbuhan yang mengerikan, Chang'er. Satu bulan dari mereka sudah setara dengan ukuran sepuluh tahun di dunia kita." Jing Quo tersenyum kecil melihat keterkejutan Liu Chang.


Di samping pertumbuhan Chiriyu yang mengerikan, Liu Chang juga terkejut dengan wujud manusia dari Chiriyu. Kulitnya yang seputih salju membuat siapapun betah berlama-lama untuk melihat Chiriyu.


Wujud Chiriyu dalam manusia memiliki fisik seperti anak sepuluh tahun dengan tinggi badannya yang kurang dari 130 Cm. Bulu matanya yang lentik serta matanya yang tajam membuat Liu Chang yakin wujud manusia dari ibunya tidak jauh berbeda dari Chiriyu.


"Hmm ... A-aku, Chi ... Chiriyu." Chiriyu tersenyum canggung dengan berbicara terbata-bata, hari ini adalah perubahan pertamanya setelah berusia satu bulan.


Cara bicara yang terbata-bata ini tidak terlepas dari ritual pengambilan air yang salah oleh leluhur Chiriyu. Jadi, hingga sekarang efeknya juga sebagian besar berdampak pada dirinya.


"Senior?" Liu Chang melirik ke arah Jing Quo, berharap Jing Quo memiliki solusi untuk mengatasi cara bicara Chiriyu.


Jing Quo tersenyum kecil, "Tidak perlu khawatir, Chang'er. Layaknya manusia seperti kita yang tidak bisa berbicara saat berusia satu bulan, mereka pun begitu. Namun ini suatu keajaiban yang besar menurutku, meskipun terbata-bata, berbicara sembari mengenalkan namanya pada kita adalah suatu pencapaian."


Liu Chang tersenyum puas mendengarnya sebelum mulai bertanya kembali.


"Senior, benar. Lalu apa kita akan mengajarkannya bela diri?"

__ADS_1


"Ya, tidak lama setelah beberapa bulan." Jing Quo tersenyum tipis.


°°°°


Tepat setelah mengatakan hal itu, Liu Chang dan Jing Quo mengajarkan Chiriyu ilmu bela diri setelah waktu berjalan sekitar enam bulan. Ukuran tubuh Chiriyu menjadi 3/4 dari ibunya, dan wujud manusianya terlihat seperti Pra-remaja berusia dua belas tahun.


"Chiriyu!"


"Jurus pertama, tebasan keheningan!!" Chiriyu melompat ke arah Liu Chang dan memberikan beberapa tebasan, beberapa kali tebasannya berhasil memojokkan Liu Chang. Namun hal itu tidak berlangsung lama, Liu Chang membalas dengan jurus sama tetapi dengan teknik yang lebih hebat.


Tubuh Chiriyu terpental dua puluh meter ke belakang. Liu Chang yang melihat hal itu cepat-cepat mengejar dengan kecepatan tinggi, khawatir tubuh yang masih anak-anak itu terluka berat.


Saat di dekati oleh Liu Chang, tubuh Chiriyu mengeluarkan kabut beracun dari tubuhnya seolah Chiriyu sedang bersin. Tidak lama kemudian wajah Chiriyu yang berkulit seperti salju itu mengeluarkan tertawa kecil.


"Kakak, tertipu lagi olehku. Hihi."


"Ah, sialan sekali. Aku kembali dipermainkan, haha."


Keduanya tertawa bersama hingga tidak terasa hari sudah beranjak malam saat mereka menyudahi latihannya.


"Kami kembali, Kakek Guru." Chiriyu tersenyum kecil. Sejak mulai berbicara dengan lancar tiga bulan yang lalu, Chiriyu memanggil Jing Quo sebagai Kakek Guru karena Liu Chang sudah Chiriyu anggap seperti ayahnya sendiri. Biarpun di sisi lain Liu Chang lebih ingin dipanggil kakak.


"Senior, dengan pencapaianku sampai saat ini. Aku meminta izin darimu."


••••


**FYI, Chiriyu itu gadis. Karena tidak ada atau bahkan langka laki-laki berkulit seputih salju dan memiliki bulu mata lentik, kecuali mereka yang 'maaf', Albino. Dan yang memiliki bulu mata lentik pun jarang dari Albino ini.


Sampai jumpa di Chapter selanjutnya..

__ADS_1


Ibnu R**


__ADS_2