Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
Ch. 76 – Suku Everard.


__ADS_3

“Tulis ini dengan cepat, kita masih mempunyai beberapa batu lagi!” Liu Chang mengeluarkan beberapa batu sekaligus namun yang pertama diterjemahkan adalah batu berbentuk kubus terlebih dahulu.


Liu Chang berpikir isi batu ini lebih menarik dari prasasti lain, sebab tidak hanya tempat penemuannya yang aneh, beberapa relief yang terdapat di kedua sisi batu juga memiliki misteri tersendiri.


“Baiklah simak baik-baik, (refleksi cahaya bulan pada batu cembung itu akan menguak tabir yang selama ini kami jaga) oh ya, setelah ini beberapa huruf ada yang terhapus, isi dengan titik-titik saja Chiriyu, (Saat bulan berbentuk seperti bintang, ... itu akan menunjukkan ... Pulau ... Es) selesai?” Liu Chang menghela napas sejenak sambil melirik ke arah Chiriyu.


Chiriyu masih menggerakkan tangannya saat Liu Chang bertanya. Terlihat beberapa huruf belum ia tulis hingga selesai.


“Selesai, kita akan berlanjut ke batu lain?” tanya Chiriyu sambil melirik ke arah batu lain di samping Liu Chang.


Liu Chang menggelengkan kepalanya pelan, dalam batu ini saja sebuah misteri baru kembali terbuka dan membuatnya cukup pusing memikirkan artinya. Apalagi ditambah dengan batu lainnya, mungkin kepalaku akan terasa sakit, pikir Liu Chang.


Saat Liu Chang sedang asyik menerjemahkan batu-batu itu, tidak jauh dari lokasi mereka terlihat seorang pemuda diam-diam mendengarkan apa yang Liu Chang bicarakan. Namun dia berpikir untuk menunggu waktu yang tepat membicarakan hal ini pada keduanya.


Salazar sejak tadi duduk menatap bintang, akhirnya pergi ke arah tendanya karena rasa kantuk mulai menyerangnya. Sepertinya Salazar tidak bisa menahan dinginnya malam yang membuat tubuh selalu ingin berada dalam selimut.


Saat berjalan ke arah tenda, tidak sengaja Salazar melihat sesuatu yang dilakukan Liu Chang dan Chiriyu, dia segera menghampiri keduanya sebelum menemukan fakta menarik.


“Hei, ka–kalian. Sedang menerjemahkan sebuah prasasti, bukan?” tanya Salazar. Ia mundur beberapa langkah karena begitu terkejut.


Liu Chang dan Chiriyu menoleh ke sumber suara itu, dan menemukan Salazar sedang membuka mulutnya lebar-lebar, sepertinya batu prasasti ini cukup membuatnya terkejut.


Tentu Salazar terkejut melihat Liu Chang sedang melakukan penerjemahan, karena sepengetahuannya orang-orang yang tidak menguasai pembacaan huruf kuno akan sulit dalam membaca huruf-huruf di batu prasasti seperti itu.


“Bagaimana ini, Kakak?” Chiriyu melirik ke arah Liu Chang.

__ADS_1


“Tak masalah, kulihat mereka juga memiliki sesuatu yang disembunyikan. Jadi karena itu aku memancing mereka dengan menerjemahkan ini, bukan begitu Severin? Sejak tadi bukannya kau mendengar ini?” Liu Chang melirik ke arah tenda tidak jauh dari tempatnya.


Liu Chang bisa merasakan seseorang memperhatikannya dari kejauhan beberapa saat setelah mulai menerjemahkan batu kubus, sebab itu saat membacanya Liu Chang sedikit mengeraskan suaranya.


Salazar dan Chiriyu ikut menoleh tidak lama kemudian ke arah yang sama dengan Liu Chang. Mereka menunggu seseorang yang dimaksud Liu Chang mengakui perbuatannya.


Tidak berapa lama, sebuah tepukan tangan terdengar dari tenda yang dilirik ketiganya, Severin keluar tidak lama kemudian dengan tersenyum tipis. Severin berjalan ke arah Liu Chang dan duduk di dekat Chiriyu.


“Kau benar. Bukankah itu sesuatu yang hebat, hahaha.” Severin menatap Liu Chang tajam.


Liu Chang tersenyum kecil sebelum mulai angkat bicara, “Yah, tidak perlu bersandiwara seperti itu. Aku tahu kalian berdua menyembunyikan sesuatu dariku, cara ini cukup berhasil, bukan?”


Ketika dua pemuda itu saling menimpali dengan pandangan tajam, di sisi lain Salazar dan Chiriyu hanya bisa mengangkat alisnya karena pembicaraan ini tidak bisa dimengerti oleh keduanya.


“Jadi, bagaimana? Kuberitahu arti huruf ini pada kalian sedangkan kau beritahukan rahasia kalian pada kami berdua?” Liu Chang menatap tajam sekali lagi ke arah Severin, sebelum melirik Chiriyu.


“Jadi, setuju?"


“Setuju!”


Liu Chang menerima salam tangan Severin dan mengucapkan masing-masing perjanjian yang mereka buat sebelumnya. Setelah berbincang cukup lama, raut wajah Liu Chang berubah menjadi buruk begitu pun dengan Severin yang ada di depannya.


“Jadi Kau ... adalah anggota suku Everard?” Severin mundur beberapa langkah sebelum mulai mengeluarkan raut wajah terkejut.


“Suku Everard apa yang kau maksud? Ceritakan lebih jelas. Pembicaraan ini akan semakin ambigu jika kita tidak mengetahui yang kau bicarakan.” Liu Chang mengangkat alisnya, sejak tadi arah pembicaraan yang ia dengar selalu mengarah pada suku bernama Everard.

__ADS_1


Salazar dan Severin kemudian mulai menceritakan sesuatu tentang suku bernama Everard. Setelah mendengarkannya selama beberapa menit, Liu Chang memegang kepalanya yang terasa sakit sementara Chiriyu menahan napasnya.


Suku Everard diceritakan memiliki beberapa rahasia dan tugas-tugas penting yang selalu mereka kerjakan dari generasi ke generasi, dan pada generasi kepala suku mereka saat ini sebuah peristiwa besar akan terjadi dan mengguncang Benua Dataran Giok.


Liu Chang beberapa kali mengerutkan dahinya karena cerita itu terkesan berlebihan sementara di sisi lain batu-batu yang ia pelajari dan terjemahkan di sampingnya banyak menunjukkan bahwa cerita itu benar adanya.


“Kami langsung melesat setelah mengetahui bahwa salah satu pohon Hun dihancurkan seseorang, syukurlah ternyata orang itu adalah dirimu. Sebab, sesuatu di dalam pohon Hun berisi tugas-tugas yang belum kami selesaikan hingga sekarang.” Salazar angkat bicara setelah sekian lama. Pembicaraannya dengan Severin kembali akrab seperti biasa setelah mengetahui Liu Chang memiliki tujuan yang sama dengan suku mereka.


Liu Chang mengganguk pelan, ia mengerti semua masalah ini ada hubungannya dengan kelompok aliran hitam terutama Hujan Darah yang selama ini selalu ia temui dalam setiap perjalanannya.


“Saat mengintrogasi salah satu ketuanya, aku menemukan fakta menarik tentang pohon Hun ini, dia mengatakan pohon Hun sengaja ditanam kelompok Hujan Darah setelah mendapat perintah atasannya, bagaimana semua informasi ini bisa bertentangan?” Liu Chang tiba-tiba bertanya saat Severin sedang membahas sesuatu dengan Salazar, ia khawatir Hujan Darah sangat berkaitan dengan pohon Hun.


Severin dan Salazar menghentikan bicaranya ketika Liu Chang mengatakan sesuatu tentang Hujan Darah, “Kau memilki urusan dengan mereka?” Severin bertanya lebih awal.


Liu Chang mengganguk pelan sebelum menjawab pertanyaan itu, “Sejak awal aku berkelana ... kelompok ini telah memiliki masalah denganku, puncaknya ketika berhadapan dengan salah satu jenderalnya ... aku mengalami kekalahan yang memalukan.” Liu Chang mengeluarkan raut wajah tidak senang setelah menceritakan kisahnya.


Severin dan Salazar hanya bisa mengganguk pelan. Severin lalu mengatakan bahwa kelompok ini adalah salah satu dari sekian banyak kelompok aliran hitam yang harus diwaspadai.


“Sepertinya kita harus membawamu ke tempat tinggal suku kami, di sana kau akan mengetahui lebih jelas tentang masalah ini. Sebab, semua masalah ini hanya bisa diselesaikan kepala suku!”


••••


Suku Everard, hm .... semoga kalian menikmatinya


To be continued ...

__ADS_1


Ibnu R


__ADS_2