
Setelah keluar dari ruangan itu, Liu Chang kemudian menemukan Feng San dan Gang Wei yang sedang mempersiapkan sebuah pintu dimensi. Keduanya membaca beberapa mantra tangan dengan cepat sebelum digantikan dengan mantra yang baru.
Liu Chang segera mendekat pada keduanya untuk melihat lebih jelas ke arah mana tujuan pintu itu.
“Jangan terlalu dekat, Chang'er. Energi jiwa di sini terlalu besar untuk dirimu, kau tidak ada bisa menahannya.” Gang Wei segera memberi isyarat tangan ketika melihat Liu Chang hanya tinggal beberapa meter lagi mendekati dirinya.
“Oh, maaf. Aku akan menjauh.” Liu Chang menunduk hormat sebelum menjauh dan mengambil tempat untuk duduk. Liu Chang sungguh penasaran dengan ke mana tujuan pintu ini namun sepertinya dirinya harus menunggu selama beberapa waktu hingga pintunya selesai dibuat.
Lima belas menit kemudian setengah pondasi pintu itu telah jadi dan perlahan memancarkan cahaya biru terang, Liu Chang melihatnya cukup takjub apalagi Gang Wei yang terlihat ikut andil membantu Feng San membuatnya.
“Sayangnya kekuatanku hanya Pendekar Awal 5. Jika saja lebih kuat lagi mungkin aku bisa membantu ...” Liu Chang meratapi nasib kekuatannya yang masih lemah. Beberapa minggu yang lalu kekuatan Liu Chang hanya berada di Pendekar Awal 3 namun hari ini setelah berlatih cukup keras Liu Chang berhasil menaikkan praktiknya dua tingkat ke Pendekar Awal 5.
Gang Wei dan Feng San yang mendengar gumaman Liu Chang hanya bisa tersenyum tipis, mereka sangat mengetahui Liu Chang berlatih begitu keras akhir-akhir ini.
Namun bagaimanapun kerasnya latihan, tidak akan bisa menaikkan secara instan kekuatan dalam satu hari. Jika hanya beberapa tingkat mungkin masih bisa dilakukan saat Pendekar Awal.
“Huh, akhirnya selesai juga. Separuh qi yang kumiliki ternyata tidak membantu sedikit pun ...” Gang Wei menjatuhkan tubuhnya ke tanah setelah pintu dimensi selesai.
“Kau terlalu merendah, Gang Wei. Berkat dirimu jumlah qi milikku hanya terkuras 1%, biasanya lebih kecil dari ini.” Feng San menanggapi perkataan Gang Wei sambil tersenyum lebar. Gang Wei yang mendengar itu hanya bisa menatap tidak percaya, itu artinya tanpa dirinya sekali pun qi Feng San hanya akan terkuras 0.5%.
Feng San kemudian berjalan mendekati Liu Chang yang sedang duduk mengumpulkan qi, menurut Liu Chang terasa sayang jika ketebalan qi di tempat ini tidak dia manfaatkan untuk menaikkan tingkat praktik.
“Sebentar lagi kita akan berpisah. Jika bisa buatkan sesuatu untuk kami berdua, Chang'er! Itu permintaanku dan Gang Wei sebelum pergi.” Feng San menatap Liu Chang yang perlahan-lahan membuka matanya.
“Ah, itu cukup mudah. Tunggu sebentar, akan kubuatkan masakan yang tidak akan kalian lupakan rasanya selama beberapa tahun.” Liu Chang tersenyum kecil mendengar permintaan Feng San dan Gang Wei yang sederhana.
__ADS_1
Setelah Liu Chang pergi ke dapur, Feng San lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi yang beberapa hari lalu dia buat dari kayu Ulin. Tekstur kayu yang keras ternyata tidak membuat tubuh Feng San sakit melainkan terasa hangat dan tenang karena kayu Ulin juga bisa menyerap panas matahari.
Cukup lama Liu Chang di dapur, akhirnya dia kembali setelah lima belas menit kemudian. Liu Chang membawa dua piring besar dan beberapa tong minuman alkohol di tangannya yang terlihat begitu nikmat.
“Silahkan, semoga kalian bisa menikmati rasanya.” Liu Chang membuka dua penutup piring besar tersebut, perlahan-lahan asap putih yang cukup tebal membawa aroma masakan itu ke hidung Feng San dan Gang Wei yang berbaring cukup jauh.
Feng San dan Gang Wei telah menelan ludahnya melihat harumnya dua masakan itu, apalagi jika mereka sudah mencicipinya. Feng San kemudian mencicipi masakan daging di piring sebelah kiri sementara Gang Wei mencicipi masakan sejenis salad yang ditata sedemikian rupa lalu dituangkan saus di piring kanan.
“Aku makan ... ini–” Feng San menatap tidak percaya ke arah masakan tersebut, “Cita rasa masakan seenak ini, rasa masakan yang sesungguhnya!”
Liu Chang tersenyum puas melihat ekspresi Feng San, karena rasa penasaran Feng San semakin memuncak, Liu Chang kemudian menjelaskan nama masakan itu dan cara pembuatannya.
“Nama masakan ini adalah Beef Burguignon, sejenis masakan daging sapi tetapi lebih bertekstur lembut. Untuk menambah cita rasa khas dan mewahnya, aku merebusnya dengan anggur merah yang telah difermentasi dengan tong khusus.
Selain itu bahan-bahan yang kupakai juga turut menambah cita rasanya, terdiri dari bawang putih, bawang merah, jamur dan aneka rempah segar seperti Rosemary, kayu manis, dan sereh untuk menambah keharuman khas masakan ...”
Selanjutnya Gang Wei yang mengambil masakan di piring kanan juga memiliki ekspresi tidak jauh dari Feng San, Gang Wei bahkan sampai menjilati garpu di tangannya karena saking nikmatnya rasa saus yang ada di masakan tersebut.
Gang Wei membuka matanya saat Liu Chang dan Feng San menatapnya heran karena terlihat begitu menikmati masakan itu. Setelah lepas dari keterkejutannya, Gang Wei kemudian menanyakan nama masakan ini pada Liu Chang terutama bahan-bahan yang membuatnya begitu lezat.
Liu Chang mengganguk pelan dan mulai menjelaskan tentang masakan ini dari asalnya dahulu, “Namanya adalah Ratatouille, dahulu Ratatouille hanya dihidangkan dan dinikmati oleh para petani miskin.
Namun karena ketenaran tentang rasanya semakin tinggi, masakan ini kemudian masuk ke restoran-restoran besar di perkotaan.
Bahan-bahannya sebenarnya cukup sederhana terdiri dari, courgette atau zucchini (sejenis mentimun), tomat, bawang putih, cabai merah, dan cabai hijau tetapi yang menjadikan semua itu begitu nikmat adalah ini ...”
__ADS_1
Liu Chang menunjuk saus berwarna kemerahan di samping loyang masakan tersebut. “Aku membuatnya dari beberapa rempah yang berbau harum dan juga memikat rasa.”
Sama seperti Feng San sebelumnya, Gang Wei hanya mengganguk pelan tanpa sedikit pun mengerti apa yang dijelaskan Liu Chang. Yang Gang Wei ketahui rasa masakan yang dia makan sebelumnya tidak bisa menandingi rasa Ratatouille ini.
Setelah berbagai penjelasan itu, Liu Chang kemudian ikut memakan masakan yang mempunyai jumlah cukup banyak tersebut. Liu Chang membuat porsi yang besar untuk sepuluh orang namun jika dimakan bersama Gang Wei dan Feng San sepuluh porsi masakan itu jauh dari cukup.
°°°°
“Benar-benar masakan yang nikmat sekali! Saat kita berkumpul kembali seperti ini, aku ingin memakannya lagi.” Gang Wei menyalami Liu Chang yang telah berdiri di pintu dimensi.
“Itu pasti. Kuharap dimensi ini akan tetap memiliki rasa yang bersahabat ... jangan sungkan untuk menemuiku nanti!” Liu Chang kemudian berinsiatif memeluk Gang Wei yang telah menemaninya selama di sini.
Bayangan tentang latihannya dahulu bersama Gang Wei terlintas di pikiran Liu Chang, Gang Wei juga mengalami hal itu mengingat sikapnya pada Liu Chang di awal-awal kedatangannya cukup dingin dan membuatnya merasa bersalah.
Setelah berpelukan cukup lama, Feng San kemudian menghentikan keduanya karena kekuatan Gang Wei membuat Liu Chang sulit bernapas dengan baik.
“Aku pergi dahulu! Gang Wei, aku memberimu tugas untuk menemani Liu Chang dalam perjalanannya! Jangan kembali sebelum kalian menjadi nama yang benar-benar sukses!” Feng San masuk terlebih dahulu ke pintu dimensi dan meninggalkan sebuah tugas untuk Gang Wei.
Gang Wei dan Liu Chang yang mendengar itu, menatap tidak percaya. “Untuk apa adegan sedih tadi!” pikir keduanya dalam dalam waktu yang sama.
Setelah Feng San pergi, Liu Chang kemudian mengajak Gang Wei menyiapkan beberapa lapis pakaian untuk mereka gunakan nanti. Setelah mempersiapkannya beberapa saat, Liu Chang dan Gang Wei terlihat telah mengganti pakaiannya dengan baju khas pendekar yang baru berkelana keluar sekte.
Keduanya berjalan pelan dengan pedang yang tersarung di pinggang ke arah pintu dimensi. Gang Wei kemudian membuat mantra tangan untuk membuka pintu dimensi menuju ke bumi. Sementara Liu Chang menatap dimensi ini sekali lagi sebelum pergi, wajahnya terlihat menunjukkan kepuasan.
Setelah cukup lama menunggu, Gang Wei memberi tahu bawah pintu dimensi telah siap digunakan. Liu Chang buru-buru masuk ke dalamnya karena teleportasinya akan segera dimulai.
__ADS_1
“Mari, mulai perjalanannya!”