Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
Ch. 91 – Duke Yang Bodoh.


__ADS_3

“Ah, Tuan. Itu ... Anda sepertinya menyukai hal-hal yang berani ya ...” Baron tersenyum canggung melihat atap yang ditunjuk oleh Liu Chang, sementara Liu Chang menjadi bingung karena merasa atap yang ditunjuknya tidak terlalu aneh.


“Kenapa memangnya? Apa atap ini aneh?” Liu Chang mengangkat alisnya melihat ekspresi Baron yang menurutnya terlihat menyembunyikan sesuatu.


Baron tersenyum canggung sebelum menjawab, “Ah, ini adalah kamar sang Duke, Tuan. Penjagaan di tempat ini bahkan berkali-kali lipat lebih kuat dan banyak dibandingkan pintu masuk kediamannya.


Rumornya, di pintu masuk kamarnya saja ada dua Pendekar Sakti yang berjaga. Sementara di tangga menuju rumahnya belasan Pendekar Menengah yang memiliki ilmu menghilang turut berjaga untuk mengamankan sang Duke.


Selain itu dari atas atap hingga masuk ke kamarnya, ada beton setebal dua meter yang harus ditembus sebelum benar-benar bisa masuk. Ditambah lagi adanya ventilasi berbahan dasar tungsten, ruangan itu seolah menjadi penjara tersendiri bagi sang Duke.” Baron beberapa kali menggelengkan kepalanya sambil menjelaskan panjang lebar.


Liu Chang hanya mengangguk pelan sebelum berbicara sesuatu yang membuat Baron tersedak napasnya sendiri, “Kalau begitu aku bakar saja ruangan itu dari kaca luar, pasti dia akan kesulitan untuk keluar, bukan?” ucap Liu Chang blak-blakan.


Baron terbatuk-batuk mendengar ucapan Liu Chang yang seolah tidak ada habisnya membuat dirinya terkejut, “Tuan, Anda akan menjadi buronan terbesar kota ini jika begitu. Bagaimana jika kita lakukan sesuatu yang lebih senyap, menyusup langsung ke dalam penjara misalnya? Lebih mudah menurutku ...” Baron memberi tawarannya kali ini.


Liu Chang tertegun sejenak mendengar rencana sekilas Baron, dia harus akui Elf di depannya ini lebih cerdik dari manusia biasa bahkan Liu Chang berani menyebut Salazar pun tidak sepintar ini saat berdiskusi bersamanya.


“Kau benar, Baron. Aku akan mengikuti rencanamu saja, biarkan aku mendengar detailnya dari dirimu dalam taktik penyusupan ini ...” Liu Chang memegang dagunya sambil tersenyum tipis, dia akui kali ini Baron seoranglah yang bisa membuatnya bisa setuju dengan sebuah rencana.


Baron tersenyum kecil sebelum membisikkan rencana dan taktiknya pada Liu Chang, dalam beberapa kata saja rencananya itu membuat Liu Chang hampir berteriak beberapa kali jika Baron tidak segera memposisikan tangannya di mulut Liu Chang.


Liu Chang meminta maaf sebelum meminta Baron kembali melanjutkan penjelasannya, dia tidak ingin rencana Baron yang telah disusun susah payah menjadi berantakan karena ulahnya yang tidak mendengar secara lengkap rencana itu.

__ADS_1


“Oh, kau jenius. Setelah semua ini selesai, aku ingin kelompokku mengunjungi kediaman suku-mu ... mereka pasti akan banyak belajar dari orang jenius seperti dirimu!” seru Liu Chang setelah selesai mendengar seluruh rencana Baron.


Baron tersenyum canggung mendengar pujian Liu Chang tetapi segera mengendalikan dirinya kembali, “Baiklah, Tuan. Ayo kita pergi ke kediaman Duke, pasti dirinya akan berangkat tidur saat ini ...”


Sebelum melakukan semua rencana yang dikatakan Baron, Liu Chang memberikan beberapa perlengkapan tambahan yang bisa melindungi Baron. Sementara dirinya merasa sudah lebih dari cukup dengan Pedang Dewa Petir.


Baron mendapatkan beberapa gulungan yang berfungsi melepaskan elemen petir dan api kuat hingga bisa melumpuhkan Pendekar Menengah tahap puncak, lalu sebuah pedang pusaka yang termasuk Pusaka tingkat Bumi dan pelindung badan dan kepala yang bisa menahan serangan seorang Pendekar Sakti Tahap Kemahiran.


“Tuan, apa ini tidak terlalu berharga? Bagaimana jika semua benda ini sampai rusak parah karena melindungiku?” Baron menjadi ragu setelah mengetahui semua benda di tubuhnya saat ini benar-benar berharga hingga terlihat memiliki harga yang mahal.


Liu Chang menggelengkan kepalanya pelan sambil menatap ke depan yang saat ini adalah kediaman Duke, “Duke di sana telah menangkap teman-temanmu tanpa rasa bersalah sedikitpun, jika pun semua benda di tubuhmu harus hancur karena melawannya, maka kau harus bangga ... sebab menggunakannya melawan penguasa seperti Derryl itu!”


Baron menatap Liu Chang tidak percaya, rasanya dirinya ingin memeluk manusia di sampingnya yang telah membantunya sejauh ini, namun dia tahu bahwa Liu Chang tidak memerlukan semua itu.


Liu Chang memutuskan untuk menunggu selama beberapa jam lagi sebelum melakukan rencana penyelamatan ini, dia berharap saat itu kondisi kediaman Duke telah lebih tenang mengingat Baron yang tidak memiliki kemampuan yang baik terlepas dari kecerdikannya.


••••


“Hei, jaga tempat ini! Jangan sampai ada yang masuk bila tidak kuizinkan!” ucap seorang pria paruh baya, terlihat badannya banyak diisi oleh sekumpulan lemak khas pria paruh baya.


“Baik, Duke. Kami akan berjaga di pintu kamar ini, silahkan berisitirahat hingga pagi dengan tenang,” seru salah dari dua penjaga berkemampuan Pendekar Sakti. Mereka segera meninggalkan ruangan sang Duke setelah mengatakan hal itu.

__ADS_1


Setelah kepergian dua penjaganya itu, Duke yang tidak lain adalah Derryl menatap jendela kamarnya di lantai tiga ini. Meskipun terbuat dari kaca Safir yang begitu kuat namun dia masih bisa melihat pemandangan Kota Kinabalu yang perlahan semakin menghitam saat ini.


“Firasatku tidak mengatakan malam ini adalah malam yang baik, huh ...” Derryl mengusap wajahnya dengan kasar sebelum menarik selimut dan pergi tidur.


Sementara Derryl sedang berusaha menarik napas dengan tenang agar bisa lebih cepat tidur, di sisi lain dua penjaganya yang saat ini berjaga di depan pintu kamar Derryl terlihat bercengkrama tentang berbagai hal, termasuk soal dunia persilatan yang cukup kacau akhir-akhir ini.


“Mengapa kita harus menjaga Duke yang bodoh ini?! Lihatlah bagaimana kuatnya pertahanan kamarnya ini?!” gerutu salah satu penjaga yang memakai tombak sebagai senjata di tangannya.


“Hei, jangan terlalu keras. Nanti dia bisa mendengarmu! Biarlah kita seperti ini dahulu, nanti juga bos akan mengirim pengganti kita untuk menjaga Derryl,” jawab teman di sampingnya yang memakai pedang sebagai senjata di tangannya.


Temannya yang memakai tombak tersenyum kecut sebelum menjawab, “Biarkan saja, jika dia mendengar ucapanku ini maka aku bisa segera memenggal kepalanya itu. Kau lihatlah betapa kuatnya pertahanan kamar ini, tidak perlu menjaganya pun seorang Pendekar Sakti tidak akan bisa menembusnya.”


Pria yang memakai pedang hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan melihat temannya itu, tetapi melihat kembali pertahanan kamar Derryl dia jadi berpikir kembali ucapan temannya ini ada benarnya juga.


“Kau tidak salah, sepertinya sang Duke banyak memiliki musuh yang mengincar nyawanya ... haha.”


••••


**Maaf jika sedikit telat, saya banyak kesibukan tersendiri akhir-akhir ini.


Ya, meskipun pembaca novel ini tidak seberapa tetapi paling tidak saya ingin memberikan hiburan dan bacaan yang menarik bagi pembaca saya yang sedikit ini.

__ADS_1


Oh, ya. Jangan lupa jika menemukan kesalahan ketik atau narasi yang tidak dimengerti, komentar dan beritahu di bawah, nanti saya perbaiki ...


To be continued**


__ADS_2