Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
CH. 26 – Spesialis interogasi II


__ADS_3

Liu Chang dan Gang Wei membawa kedua orang yang mereka duga adalah anggota dari Kelompok Hujan Darah, menuju ke sebuah rumah yang sudah hampir roboh karena tidak digunakan kembali. Liu Chang tidak memiliki pilihan lain selain mengikat keduanya secara bersamaan karena keterbatasan tali yang dimilikinya.


"Senior tolong berhenti meronta sejenak, kami tidak akan menyakitimu... Percaya padaku." Ujar Liu Chang, dia keheranan sendiri melihat orang dewasa meronta dan berteriak seperti anak - anak.


"Tidak mungkin, kau pasti melakukan hal itu untuk mengorek informasi dari kami!!" Seru salah satu dari dua orang tersebut.


Liu Chang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, cukup sulit membuat orang dewasa duduk dengan tenang bahkan kesulitannya melebihi menjaga seorang bayi, pikir Liu Chang. Liu Chang mengalihkan pandangannya pada Gang Wei, berharap dia mempunyai solusi mengatasi masalah seperti ini.


Gang Wei mengangkat bahunya, selain ilmu pikiran saat ini tidak ada yang bisa dia lakukan. Liu Chang tersenyum tipis, sejauh ini hanya itu cara satu - satunya mendapatkan informasi tanpa menyebabkan keributan. "Gang Wei, tolong cari sehelai kain di tasku!" Perintah Liu Chang, dia terpaksa menutup mulut salah satu orang dihadapannya karena terus meronta dan berteriak, untungnya tempat mereka saat ini disandera cukup jauh dari pemukiman penduduk.


"Selesai, sekarang giliran anda senior... Kami akan melakukan metode yang kami mau, tetapi jika kau mau menyerah secara damai... Kita bisa mendengar penjelasanmu terkait Kelompok Hujan Darah, bagaimana?" Liu Chang menatap tajam pemuda dihadapannya, sementara orang lebih tua dari pemuda tersebut terpaksa Liu Chang tutup mulutnya mengunakan kain.


Pemuda tersebut menggelengkan kepalanya pelan, "meski mati sekalipun, aku tetap tidak akan memberitahumu informasi tentang Kelompok Hujan Darah!" mendengar tekad pemuda dihadapannya Liu Chang menggelengkan kepalanya pelan, "Gang Wei, aku harap kau bisa menjadikan hal ini sebagai pelajaran, sebagian besar orang dari dunia persilatan memang biasa membicarakan hal yang sama seperti ini, mereka lebih rela mati demi orang atau kelompok yang mereka bela."


Gang Wei mengangguk pelan, "aku mengerti Chang'er. Jadi, bagaimana cara kita membuka mulutnya terkait Kelompok itu?" Liu Chang mengurut dagunya yang tidak memiliki satu janggut pun.


"Sepertinya tidak ada pilihan lain, kita gunakan ilmu pikiranmu itu!" Liu Chang dan Gang Wei mengganguk secara bersamaan, membuat pemuda dihadapannya takut karena mengganggap ilmu pikiran merupakan ilmu yang bisa membunuh seseorang.


Pemuda tersebut akhirnya menyerah sebelum Gang Wei menempelkan lengannya, "meskipun aku belum memulainya kenapa pemuda ini ketakutan, sepertinya dia berpikir ilmu pikiran sangat berbahaya." gumam Gang Wei, dia tidak jadi melakukan metodenya tersebut karena pemuda dihadapannya telah menyerah dan bersedia menceritakan informasi tentang Kelompok Hujan Darah.


"Beri aku kertas!!" perintah pemuda tersebut, dia ingin menunjukkan sesuatu.

__ADS_1


"Chang'er, kau punya kertasnya?" tanya Gang Wei, dia begitu penasaran hingga menyuruh Liu Chang untuk cepat - cepat mengeluarkan kertasnya.


"Ini, silahkan... " Pemuda tersebut menerima beberapa lembar kertas dari Liu Chang, dia juga meminta sebuah alat tulis dan tinta selain meminta kertas. Liu Chang akhirnya mengeluarkan semua alat tulis yang mungkin dibutuhkan pemuda tersebut agar tidak terus - terusan kembali meminta sesuatu pada Liu Chang.


Gang Wei dan Liu Chang membiarkan pemuda tersebut untuk memilih metodenya sendiri dalam menceritakan kelompok tersebut, dan ternyata dia memilih menggambarkan peta markas yang Kelompok Hujan Darah miliki. Adapun yang dilakukan pemuda itu atas dasar ilmu pikiran Gang Wei yang dia anggap begitu menakutkan.


Selama beberapa menit hingga jam pemuda tersebut terus menggambarkan peta markas cabang yang ada di Kota Jian Yi maupun yang ada di sekitar Kota Jian Yi. Akhirnya tepat setelah melewati waktu satu jam beberapa menit kemudian, pemuda tersebut selesai menggambarkan seluruh peta markas yang dia ketahui, Gang Wei pun sampai saat ini tidak percaya dengan yang digambarkan pemuda dihadapannya, dia menggambar lebih dari dua puluh peta markas, sungguh sesuatu yang di luar dugaan akibat salah mengira kegunaan sebuah ilmu.


"Ada lagi yang kau ketahui? Misalnya seperti pemimpin dari Kelompok Hujan Darah ini?" tanya Gang Wei, dia belum puas dengan informasi yang diberikan pemuda tersebut. Pemuda tersebut menggeleng pelan, "tidak ada yang kuketahui tentang pimpinan tertinggi, karena aku hanya bawahan di Kelompok Hujan Darah, selain informasi mengenai pemimpin cabang kota ini, aku tidak mengetahui informasi siapa orang - orang besar yang ada di markas pusat."


Gang Wei dan Liu Chang mengganguk secara bersamaan, "begitu ya? Berarti untuk membabat habis semua jaringan kelompok ini, pertama kali kita harus mengalahkan pemimpin cabang di kota ini, bukan begitu Chang'er?" Gang Wei melirik ke arah Liu Chang, namun Liu Chang seolah tidak mendengar suaranya karena sedang melamun.


"Oh, maaf. Aku sedang memikirkan sesuatu yang tidak kalah penting dari hal ini."


"Kau tidak mendengar pertanyaanku tadi?" Gang Wei menatap Liu Chang heran.


"Aku mendengarnya, tetapi aku lebih berpikir ke arah sini, kau tahu siang ini... Aku mendengar sesuatu yang begitu menarik dari pembicaraan Patriark Bing dan bartender di bar itu, dia mengatakan bahwa ada seseorang penting di masa lalu yang mempunyai masalah dengan kelompok ini..., " Liu Chang menghela napas sejenak.


"Lanjutkan Chang'er, aku ingin mendengar lebih lanjut!"


"Ya, dan yang kudengar bartender yang melayani kita di hari pertama kita datang ke kota ini adalah seorang pria bernama Xie Bing, dan identitas aslinya adalah sang walikota Jian Yi sepuluh tahun yang lalu, karena sebuah insiden yang berkaitan dengan Kelompok Hujan Darah dia diturunkan dari jabatan walikota oleh penduduk Kota Jian Yi." Liu Chang menyudahi penjelasannya, dia sedikit menyesal menyimpan hal ini dari Gang Wei.

__ADS_1


"Hei benarkah yang kau katakan? Kalau begitu bukan hanya kita yang mempunyai rencana dengan Kelompok Hujan Darah ini, melainkan penduduk yang masih mendukung Xie Bing ini akan membuat sebuah pemberontakan ulang sepertinya!" Jantung Liu Chang hampir jatuh mendengar hal tersebut, tidak dikiranya Gang Wei akan memikirkan kejadiannya sampai sejauh itu.


Karena berbicara cukup jauh dari dua pemuda yang sedang mereka interogasi, Liu Chang dan Gang Wei bisa sedikit tenang karena kemungkinan bocornya informasi seperti ini ke Kelompok Hujan Darah, bisa diminimalisir karena jika Sampai hal seperti ini terdengar akan menyebabkan seluruh kota Jian Yi menjadi kota mati.


Setelah menunggu cukup lama akhirnya salah satu pemuda yang mereka interogasi mulai bertanya dan memohon sesuatu.


"Saat ini bisa tolong lepaskan aku dan seniorku disana?" Pemuda tersebut memohon pada Liu Chang, dia akhirnya cukup senang setelah menggambarkan peta markas Kelompok Hujan Darah, karena menurutnya Liu Chang dan Gang Wei adalah dua orang yang berbeda dari orang lain di dunia persilatan.


Karena biasanya setelah Seseorang berhasil diinterogasi mereka akan dibunuh atau yang paling ringan dijebloskan ke penjara.


Liu Chang menggeleng pelan, "senior kami tahu anda akan kembali ke kelompok itu, jika kalian kembali ke kelompok itu dan ada seseorang yang memberitahu bahwa kalian telah membocorkan informasi, bukankah kalian berdua akan dibunuh?" Liu Chang menatap iba pada keduanya, mereka berdua tidak seperti kebanyakan penjahat di aliran hitam yang mempunyai sifat arogan meskipun telah dikalahkan, mungkin karena kedudukan keduanya yang tidak terlalu tinggi di Kelompok Hujan Darah.


"Kenapa kau bisa mengetahui hal seperti itu?" tanya pemuda tersebut.


"Itu karena... "


••••


**Sampai jumpa di chapter selanjutnya...


•Ibnu R**

__ADS_1


__ADS_2