Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
CH. 24 – Xie Bing yang dihormati.


__ADS_3

Patriark Bing dan sang bartender akhirnya keluar dari ruangan tersebut setelah berbincang cukup lama terkait Xie Bing, atasan sang bartender, Liu Chang yang telah mendengar semua percakapan mereka bersikap seolah penasaran dengan percakapan mereka. Walaupun diam - diam Liu Chang telah mengetahuinya.


"Guan Cheng, ayo kita pergi... Aku ada urusan mendadak!!" Patriark Bing menghampiri Guan Cheng yang sedang berbincang santai dengan Gang Wei, dari perbincangan mereka yang cukup singkat Gang Wei dan Guan Cheng merasa satu pikiran, karena apa pun yang dibicarakan oleh Guan Cheng, Gang Wei selalu bisa menebak arah pembicaraan tersebut. Meskipun disisi lain Guan Cheng tidak mengetahui wujud asli dari Gang Wei.


Hingga akhirnya Guan Cheng sedikit kecewa harus menghentikan percakapannya dengan Gang Wei, "lain kali kita berbincang lagi, aku sangat senang bisa bertemu denganmu!" Setelah berucap begitu Patriark Bing dan Guan Cheng pergi meninggalkan bar tersebut.


Liu Chang hanya membiarkan Patriark Bing melakukan sesuatu yang harus dia lakukan, karena Liu sendiri sudah mengetahui kemana tujuan Patriark Bing, yaitu mencari keberadaan Xie Bing sang Walikota Jian Yi sepuluh tahun yang lalu.


Gang Wei yang penasaran setelah melihat tingkah laku Patriark Bing setelah berbicara dengan sang bartender, kemudian mendekati Liu Chang yang sedang berbincang santai dengan bartender, "Chang'er, kau tahu kenapa Patriark Bing bersikap begitu?" Liu menggelengkan kepalanya pelan, "aku tidak tahu, menurutmu?" Liu Chang balik bertanya ke arah Gang Wei. Gang Wei mengangkat bahu, dia tidak tahu alasannya karena itu dia bertanya pada Liu Chang.


Akhirnya setelah merasa cukup lama di tempat tersebut, Liu Chang berdiri dari tempat duduknya dan membayar dengan satu koin emas seperti biasanya. "Ini bayaranku, Aku juga membayar untuk temanku yang satunya, jika ada kelebihan kau berikan saja sisanya pada pengunjung disini, Gang Wei kita pergi!" Liu Chang melirik ke arah Gang Wei yang duduk cukup jauh dari tempatnya, Gang Wei berdiri dan kemudian mengikuti langkah Liu Chang seperti biasanya.


Sang bartender menatap tak percaya ke arah koin yang diberikan Liu Chang dan kemudian mengalihkan pandangannya pada Liu Chang, "pemuda yang misterius, dia pasti orang berpengaruh atau mungkin saja keluarga bangsawan Kekaisaran Giok Selatan." Pikir sang bartender tersebut.


Liu Chang berhenti sejenak di depan bar tersebut, dia menarik lengan Gang Wei untuk mendekatinya. "Ada apa Chang'er? Kupikir kau akan kemana setelah ini?" Liu Chang mengerutkan dahinya, wajahnya terlihat jauh lebih tua beberapa tahun, "Kau tahu Kelompok Hujan Darah?" Liu Chang melirik ke arah Gang Wei.


"Aku tidak tahu, dari kemarin aku mendengarmu membicarakan kelompok ini, memangnya ada apa?" Gang Wei mengangkat bahunya, dia cukup penasaran apa yang dimaksud Liu Chang dengan kelompok hujan darah ini.


"Begitu ya, kalau begitu sekarang kita harus mencari informasi lebih banyak tentang kelompok ini... Kau bisa menggunakan ilmu pikiran, kan?" Tanya Liu Chang, dia menatap Gang Wei penuh harap.


Gang Wei mengerutkan dahinya, "ilmu pikiran? aku mempunyainya, apa kau membutuhkannya Chang'er?" Gang Wei melirik kembali pada Liu Chang. Liu Chang mengurut dagunya meskipun tidak ada satu pun janggut yang tumbuh di sana, "kita akan gunakan ilmu pikiran pada seseorang yang berpengaruh misalnya seperti walikota atau seseorang yang kita curigai berasal dari kelompok itu!" Gang Wei semakin penasaran dengan sikap Liu Chang, mengapa Liu Chang begitu ingin mengetahui informasi tentang kelompok ini.

__ADS_1


Liu Chang tersenyum tipis, "bisa dibilang ini sudah misiku untuk menjaga perdamaian, aku pikir ini sudah cukup beralasan, ayo pergi!"


°°°°


– Sementara itu di jalanan kota –


Patriark Bing dan Guan Cheng, mendatangi sebuah daerah di pinggiran Kota Jian Yi, setelah diberi alamat Xie Bing oleh bawahannya, Patriark Bing langsung pergi ke tempat itu. Saat sampai di tempat yang di tuju oleh alamat itu, Patriark Bing nampak kebingungan karena tidak ada satu rumah pun yang dibangun di wilayah itu.


"Kau yakin di sini tempatnya, Patriark?" Guan Cheng melirik ke arah Patriark Bing, memastikan bahwa atasannya itu tidak salah membaca peta alamat.


"Tidak aku yakin memang di sini tempatnya, kita cukup berbelok tiga kali dari jalan besar sesuai dengan yang di gambar bartender itu." Jawab Patriark Bing meyakinkan Guan Cheng, tidak lama kemudian seorang anak kecil membuka sebuah pintu yang terhubung ke bawah tanah, dia tidak melihat situasi terlebih dahulu.


"Sialan ada orang asing masuk, siapa kalian?" beberapa orang penduduk berpakaian lusuh di daerah tersebut mendekati Patriark Bing dan Guan Cheng, mereka mengarahkan kapak dan golok yang mereka punya pada Patriark Bing. Meskipun memiliki ilmu beladiri, namun Patriark Bing tetap hanya seorang pendekar awal tahap 8 yang belum naik ke pendekar menengah, dia tidak yakin bisa bertarung sambil melindungi Guan Cheng yang tidak memiliki ilmu beladiri sedikit pun.


Merasa tidak ada pilihan lain, Patriark Bing dan Guan Cheng hanya bisa pasrah sambil mengangkat tangan setinggi dada, "tenanglah kami tidak bermaksud jahat, kami kemari karena ingin bertemu dengan senior Xie Bing!" setelah mengatakan hal tersebut Patriark Bing malah semakin mendapatkan banyak arahan senjata tajam.


"Dia kemari berniat mencelakai senior Bing, kita harus membunuhnya!!" Seru salah satu dari mereka.


"Ya, kita harus melindungi Bing Gege!" balas penduduk lainnya.


Guan Cheng yang mendengar mereka akan membunuhnya semakin ketakutan, dia bahkan sampai memeluk tangan dari Patriark Bing, "bagaimana ini Patriark, kita akan dibunuh... seumur hidup baru kali ini aku melihat seorang tabib ingin dibunuh seseorang, dan hal terburuknya ternyata itu terjadi padaku sekarang!!" Patriark Bing menenangkan Guan Cheng dan melepas pelukan tubuhnya.

__ADS_1


"Diam sejenak Guan Cheng, kita harus tenang... Maaf jika kami menyinggung perasaan kalian, namun kami benar-benar tidak punya niat jahat pada senior Xie Bing, percayalah!" Patriark Bing akhirnya berhasil mengendalikan sebagian emosi penduduk bawah tanah meskipun masih ada orang yang mengarahkan senjata tajam padanya.


Setelah berdebat cukup lama, seseorang yang berpakaian cukup rapi, namun tetap memakai pakaian rakyat biasa menengahi keributan Patriark Bing dan para penduduk bawah tanah.


Para penduduk yang sebagian besar Seorang pemuda segera membungkuk hormat tatkala orang tersebut datang, "Senior Bing." dengan serentak para pemuda tersebut mengatakan hal yang sama.


Seseorang yang dimaksud Xie Bing tersebut segera melirik ke arah Patriark Bing dan Guan Cheng, "siapa yang menyuruh kalian kemari? apa kalian mempunyai hubungan dengan kelompok itu?" Xie Bing langsung bertanya pada intinya, setiap ada orang asing yang masuk ke wilayah tersebut akan ditanyakan hal yang sama oleh Xie Bing, jika memang benar ada hubungannya dengan Kelompok Hujan Darah maka orang tersebut akan langsung dibunuh di tempat.


"Senior Bing tidak mengingatku, ini aku Hu Bing, saudara angkatmu!"


••••


**Chapter selanjutnya menyusul nanti siang atau sore harinya...


Sekedar informasi, hari ini Legenda Dewa Naga sudah bisa memasuki Rangking Vote karena telah memiliki Views lebih dari 10K, karena itu jika kalian ingin mendukung author, kalian bisa memberikan Like atau Vote kalian pada novel ini, agar kedepannya author bisa semakin semangat untuk menulis cerita yang lebih berkualitas....


Terima kasih atas dukungan kalian selama ini..


Salam dari author..


°Ni**

__ADS_1


__ADS_2