Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
Ch. 39 – Sekte Trisula Kesucian.


__ADS_3

"Kemana saja kau pergi, seharusnya gadis sepertimu tidak boleh pergi sendirian?!" bentak seorang pria berusia 50-an tahun kepada seorang gadis didepannya, dari yang terlihat dia merupakan ayah gadis tersebut.


Gadis itu dengan sedikit keberanian berusaha mendongkakkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan ayahnya. "Aku pergi untuk membeli pedang ini ayah, lihatlah sejak dahulu pedang ini yang selalu aku impikan, dan sekarang ada di tanganku." melihat anak gadisnya sepertinya tidak berbohong, sang ayah akhirnya melunak.


Kekhawatirannya pada anak gadisnya bukan tanpa sebab, jika seseorang mengetahui anak seorang Patriark sekte berpergian seorang diri tanpa pengawalan, bisa saja nanti dia mendapati anak gadisnya hanya tinggal tubuh tanpa ruh.


Identitas gadis tersebut sebenarnya adalah Niu Xinxin, orang yang sama dengan ditolong Liu Chang di toko senjata pada siang harinya, selain itu Niu Xinxin adalah anak seorang Patriark sekte Trisula Kesucian yang saat ini termasuk salah satu sekte besar di Negara Dorrego, yang berdampingan dengan empat sekte besar lainnya.


Meskipun memiliki kemampuan yang tidak begitu jauh sebagai pendekar namun identitasnya sebagai anak seorang Patriark membuat dirinya turut disegani oleh lawan maupun kawannya.


Hal ini juga yang dibenci oleh Niu Xinxin, karena seolah-olah semua yang dilakukannya bergantung pada ayahnya, terutama soal masalah pendamping hidupnya.


"Kau seharusnya pergi dengan Fang Duan, dia bisa melindungimu dengan kemampuannya, lagipula beberapa bulan lagi kalian akan melaksanakan pernikahan jadi bisa dibilang ini cara yang bagus agar kalian cepat akrab."


"Ayah cukup membicarakan tentang hal itu, bisakah kita melupakan tradisi kuno sekte yang mengharuskan anggota sekte hanya boleh menikah dengan anggota sekte sendiri?"


"Ini tidak adil bagi para gadis!" lanjutnya kembali. Kali ini salah satu hal yang paling dibenci Niu Xinxin kembali dibicarakan ayahnya, sebenarnya sifat dari Fang Duan sendiri sudah sangat menjengkelkan bagi Niu Xinxin. Dan sekarang dia tidak ingin ditakdirkan untuk menikahi orang seperti Fang Duan.


"Lancang, sudah berani kau memerintahkan ayah untuk menghapus tradisi sekte Trisula Kesucian. Bahkan jika aku, Niu Enlai. Harus hidup sebagai seorang gadis maka aku akan mengikuti aturan sekte dan tidak akan menentangnya seperti dirimu!!"


"Jika kau masih bersikeras ingin menentang aturan dan tradisi sekte ini, bawa seseorang yang menurutmu pantas untuk kau jadikan suamimu!!" ayah Niu Xinxin, Niu Enlai. Akhirnya pergi dari ruangan kerjanya, dia tidak habis pikir anaknya yang sedari kecil dia didik dengan penuh perhatian berakhir dengan menentang ayahnya sendiri.


Selepas mendengar perkataan ayahnya itu Niu Xinxin hanya bisa terdiam, bukan untuk bersedih ataupun melamun tetapi merencanakan seseorang yang menurutnya pantas untuk dibawa kemari dan dijadikan suaminya. Dan kabar buruknya bagi Niu Enlai, anaknya sudah menemukan orang yang dia cari untuk dijadikan suaminya, yakni seorang pemuda tampan yang menolongnya pada siang hari.


"Benar, jika ayah menyuruhku untuk membawanya. Lebih baik aku memilihnya saja untuk jadi suamiku, sifatnya begitu lembut dan lagi dia juga sangat tampan." batin Niu Xinxin saat mengenang kejadian yang paling tidak bisa dia lupakan.


°°°

__ADS_1


Saat ini di jalanan Kota Dorre, Liu Chang dan Gang Wei masih mencari keberadaan Asosiasi Pedang Muda karena sedari tadi mereka mencari dan memutari kota tetap tidak bisa menemukan bangunan asosiasi yang sangat ingin mereka temui.


Sampai-sampai Liu Chang rela bertanya ke kedai makanan yang ada di pinggiran kota untuk mencari lokasi bangunan asosiasi namun tetap saja hasilnya nihil, kebanyakan dari mereka menjawab tidak tahu dan sebagian lagi mengatakan sudah tidak ada di kota ini.


Setelah mencari cukup lama, Liu Chang tidak juga menyerah, dia terus bertanya dari satu bangunan ke bangunan yang lainnya. Hingga akhirnya saat Liu Chang bertanya pada salah satu toko kecil yang dia temui, Liu Chang begitu terkejut dengan fakta yang dia temukan.


"Maaf, aku ingin bertanya sesuatu. Kau tahu dimana bangunan Asosiasi Pedang Muda di kota ini?" Liu Chang bertanya pada penjaga sebuah bangunan kecil di depannya, meskipun cukup aneh melihat bangunan kecil memiliki penjaga namun Liu Chang tidak mempedulikannya.


"Asosiasi pedang Muda? Kau sekarang berada tepat didepan bangunannya!?."


"EHHHHH..."


"Jadi ini cabang Asosiasi Pedang Muda di kota ini, mengapa begitu kecil dibandingkan dengan cabang di kota Jian Yi?" tanya Liu keheranan.


"Ya, inilah bangunan Asosiasi Pedang Muda. Tetapi satu pesan dariku yang tidak boleh kau lupakan, bisakah kau jangan melihat sesuatu dari sampulnya, aku bisa menjamin saat kau masuk ke dalam kau akan terkejut melihat fakta yang ada..." balas pria itu, lalu Liu Chang dan Gang Wei pun dia ajak ke dalam bangunan itu untuk melihat seperti apa Asosiasi Pedang Muda di Kota Dorre ini.


Menurut penjelasannya Asosiasi Pedang Muda di Kota Dorre seringkali tidak mempunyai stok barang yang banyak, karena itu sejak beberapa tahun terakhir mereka menggunakan cara seperti ini untuk menjaga lonjakan pengunjung yang masuk ke dalam bangunan asosiasi.


Dan ternyata cara ini cukup efektif, tidak banyak yang mengetahui bangunan kecil seperti ini merupakan bangunan Asosiasi Pedang Muda kecuali dari orang-orang yang telah menjadi pelanggan utama.


"Lalu kenapa kau membiarkan aku untuk masuk?" tanya Liu Chang, menurut pria tersebut yang bisa memasuki hanya orang yang mungkin menjadi pelanggan utama asosiasi saja.


"Kau membawa lencana kami tentunya, dan dilihat dari pakaianmu sepertinya kau bukan orang biasa."


"Lencana ya? Ah sepertinya Patriark Bing yang memberitahu jika melihat kedatanganku agar mengenali siapa aku ke semua cabang asosiasi." batin Liu Chang memikirkan alasan pria itu mengizinkannya untuk masuk ke bangunan Asosiasi Pedang Muda.


Setelah berjalan cukup lama, dan menuruni beberapa anak tangga Liu Chang dan Gang Wei sekarang bisa melihat senjata-senjata pusaka dan obat-obatan yang tersusun rapi di lemari-lemari kayu maupun lemari yang berbahan besi.

__ADS_1


Dari yang terlihat Asosiasi Pedang Muda di Kota Dorre menerapkan bangunan bawah tanah sebagai tempat menyimpan barang yang dijual dan bertransaksi dengan pelanggannya.


"Untuk membeli sesuatu yang ingin kau beli, kau bisa meminta salah satu pelayan untuk memandumu menjelaskan barang-barang yang ada disini, aku akan ke atas untuk berjaga kembali."


Setelah mendapatkan informasi terkait cara pemesanannya Liu Chang meminta salah satu pelayan untuk menemaninya membeli beberapa keperluan untuk tingkat praktiknya, hal ini pulalah yang Gang Wei inginkan karena jika Liu Chang tidak sering berlatih maka imbasnya akan kembali pada dirinya sendiri.


Misalnya jika menghadapi lawan yang memiliki kekuatan jauh di atas Liu Chang bisa saja Liu Chang akan kewalahan menghadapinya.


Apalagi dengan kondisi jika Gang Wei saat itu tidak ada di tempat Liu Chang bertarung, bisa dipastikan Liu Chang akan kalah hanya dalam beberapa menit.


Awalnya saat Liu Chang menjelaskan ingin membeli sumber daya pendekar menengah menuju ke pendekar sakti, pelayan di samping Liu Chang begitu terkejut mendengarnya. Tentu dia tidak menduga, bahwa usia muda Liu Chang tidak terlepas dari kemampuannya yang tinggi sebagai pendekar.


"Jika Tuan Muda membutuhkan sesuatu untuk naik ke tingkat praktik pendekar sakti, Tuan Muda bisa membeli tanaman ini. Meskipun harganya cukup mahal, biasanya kami akan memberikan diskon beberapa persen jika Tuan Muda membelinya cukup banyak, apakah Tuan Muda tertarik?"


"Ya, ini cukup bagus. Aku ingin membelinya semua stok tanaman ini dan juga beberapa pil yang bisa meningkatkan kualitas tulang." Setelah berbagai transaksi itu selesai, Liu Chang segera membayarnya ke meja kasir.


"Harga semua barang yang Tuan Muda beli adalah 98 perak dan harga ini hasil setelah kami potong dengan diskon."


"Ini uangnya, jika ada kelebihan tolong simpan saja kelebihannya atau kakak bisa menggunakannya untuk membeli beberapa makanan dan minuman yang nantinya bisa dimakan bersama dengan pelayan yang lain."


Melihat Liu Chang yang begitu muda mengeluarkan koin emas membuat penjaga kasir itu terkejut, dia menduga identitas Liu Chang bukanlah orang sembarangan atau mungkin seorang bangsawan Kekaisaran.


•••


Sampai jumpa di Chapter selanjutnya...


Ibnu R

__ADS_1


__ADS_2