Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
Ch. 74 – Dua Pendekar.


__ADS_3

Liu Chang dan Chiriyu saling berpandangan, keduanya yakin bahwa ini bukan sesuatu yang mereka temukan saat berada di dalam.


“Prasasti lagi?” gumam Chiriyu pelan.


“Rasanya tidak mungkin, Chiriyu. Kakak sudah memastikan di bawah pohon ini tidak ada sesuatu yang tertinggal.” Liu Chang menimpali. Ia yakin bahwa batu yang berbentuk persegi ini tidak ada di dalam ruangan bawah tanah saat ia memasukinya terakhir kali.


Untuk memastikannya Chiriyu berlarian di sekitar batu, ia begitu tertarik dengan batu berbentuk persegi yang terlihat seperti kubus besar. Selain itu corak-corak relief juga menghiasi kedua sisi batu.


“Ukurannya sungguh besar. Kakak, kau yakin bisa memasukkannya ke dalam Cincin Galaksi?” Chiriyu melirik ke arah Liu Chang yang sejak tadi mematung. Ia sudah mengukur batu ini bahkan hampir setara dengan siluman yang baru saja lahir di Lembah Liko.


“Ah, iya. Cincin Galaksi tidak memiliki batas, sama seperti galaksi pada umumnya. Kita bisa memasukkannya.” Liu Chang mengganguk pelan. Ia lalu terbang di sekitar batu dan memasukkan batu itu ke Cincin Galaksi perlahan-lahan namun karena ukurannya cukup besar prosesnya memakan waktu cukup lama.


“Baiklah, pastikan tidak ada yang tertinggal!”


Setelah menyelesaikan semua urusannya, Liu Chang dan Chiriyu berpamitan pada seluruh penduduk kota, kali ini keduanya akan kembali berkelana. Sebagian penduduk kota memberikan berbagai hadiah untuk Liu Chang dan Chiriyu, mereka bersyukur Liu Chang singgah di kota ini.


“Jika kalian ingin melindungi kota kalian sendiri, minta pada sekte terdekat untuk mengajarkan bela diri pada anak-anak kalian. Itu saja dariku, sampai jumpa lagi!!” Liu Chang memberikan nasehat untuk terakhir kali.


Untuk memberikan rasa terima kasihnya pada Liu Chang, Xin Long memberikan kereta kuda terbaik yang ia miliki. Meskipun jauh dari kata mewah seperti yang dimiliki bangsawan, Liu Chang sudah cukup senang dan menghargai pemberian itu.


°°°°


“Chiriyu, latih kembali tubuhmu. Makan ini!” Liu Chang melemparkan buah berwarna keperakan. Kali ini perjalanan keduanya telah berjalan sepanjang 5 Km dari kota Xian Qi.


“Apa ini? Baunya sangat aneh?” Chiriyu mengangkat alisnya.


“Kakek gurumu, menyebutnya buah persik perak. Itu makananmu untuk bekal selama perjalanan! Kakak harus mengendalikan kuda ini dengan baik.”


Liu Chang kembali terfokus pada jalanan hutan, mengendalikan kuda seperti ini memang tidak sulit namun membuatnya tetap berlari kencang adalah hal lain.


Untuk tujuan selanjutnya, Liu Chang berencana untuk pergi ke negara bernama Shiwu. Negara yang terkenal sejak seribu tahun yang lalu dengan julukan Negara Obat.


Alasan Shiwu diberi julukan itu, karena sebagian besar penduduknya memiliki profesi sebagai tabib, atau bisa juga dikatakan Negara Shiwu menopang sebagian ekonominya dengan ilmu farmasi.

__ADS_1


Negara Shiwu dulunya adalah sebuah lota kecil namun karena pengaruhnya terus berkembang hingga sekarang, kota itu perlahan-lahan menjadi negara yang bisa berdiri sendiri.


Hingga saat ini, jika seseorang menanyakan suatu negara yang memiliki pengobatan terbaik, Shiwu adalah rata-rata jawaban yang banyak diberikan seseorang dari seluruh penjuru Benua Dataran Giok.


“Chiriyu, bangunlah!” Liu Chang menepuk pipi Chiriyu beberapa kali, mencoba memberitahunya bahwa saat ini adalah waktu istirahat.


Tidak lama kemudian Chiriyu terbangun dari tidurnya. Beberapa jam yang lalu ia tertidur setelah mengonsumsi buah persik perak yang memiliki efek menyakitkan pada tubuh.


“Kita akan kemana?” Chiriyu masih berusaha menyadarkan dirinya dari rasa kantuk. Sejak tadi ia hanya mengikuti Liu pergi ke dalam hutan.


“Kita akan berburu siluman.” Liu Chang menjawab singkat, dan kembali terfokus ke arah depan.


Beberapa saat setelah berjalan cukup jauh, Liu Chang melihat siluman ular tidak jauh di hadapannya. Namun terlihat siluman ular itu sedang bertarung dengan pendekar lain.


Liu Chang bergegas dan terbang mendahului Chiriyu yang masih mencoba menghilangkan rasa kantuknya. Liu Chang khawatir kondisi di depannya lebih buruk dari yang ia kira.


Setelah berada cukup dekat dengan lokasinya, Liu Chang berganti menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk menghindari keterkejutan orang yang melihatnya terbang.


°°°°


“Salazar, bergerak ke sisi kiri!!” balas temannya yang lain.


Kedua pendekar itu menyerang secara bersamaan, kali ini keduanya menggunakan variasi jurus pedang yang sulit diikuti siluman ular.


Selain itu terlihat pedang yang mereka gunakan sedikit berbeda dari pendekar biasanya sebab memiliki mata pedang yang tajam di kedua sisinya. Pemuda yang bernama Salazar memiliki pedang berhiaskan batu Safir pada mata pedangnya. Sedangkan pemuda lain bernama Severin memiliki ornamen batu Ruby pada pegangan pedangnya.


“Severin, jika begini terus ....” Salazar belum menyelesaikan kalimatnya ketika Severin maju dan menyerang lebih cepat dari biasanya.


Salazar hanya bisa terdiam sambil memperhatikan jurus pedang yang digunakan temannya itu, selang beberapa saat dirinya berteriak keras sebab gerakan yang digunakan Severin adalah salah satu jurus yang berbahaya.


“Severin, jangan gunakan jurus itu lagi!!” Salazar menyusul Severin dengan cepat, berharap temannya itu tidak mengalami hal mengerikan. Namun Salazar terlambat sebab efek jurus pedang itu telah dirasakan oleh Severin dan menyebabkan dirinya lengah saat ekor siluman ular menyerangnya.


Salazar berusaha meningkatkan kecepatannya untuk mengejar tubuh Severin yang terluka cukup parah akibat kibasan ekor siluman ular.

__ADS_1


“Tidak ... ini tidak mungkin. Severin, bangunlah bodoh, kau harus hidup sebelum merasakan kebahagiaan!!”


“Severin!!!”


“Sialan, kau akan kubunuh ... aku berjanji atas nama temanku!!” Raut wajah Salazar menjadi lebih buruk, terlihat sorot matanya menatap tajam untuk menuntaskan janjinya membunuh siluman ular.


Salazar membawa tubuh Severin ke tempat yang lebih aman. Sekejap kemudian ia bergerak ke arah siluman ular lalu menggunkan ilmu meringankan tubuh yang lebih cepat dari sebelumnya.


Salazar mulai menyerang dan memutar pedangnya dengan gerakan yang sulit diperkirakan oleh siluman ular. Sementara itu mulutnya terus merapalkan jurus-jurus pedangnya dengan cepat.


Tidak berhenti sampai di sana, Salazar berusaha menggunakan cara lain, ia melompat ke dahan pohon yang lebih tinggi dan mengecoh siluman itu untuk membuat celah.


Beberapa saat kemudian setelah melihat adanya celah, Salazar muncul di belakang tubuh siluman ular dan bersiap menyerangnya.


Namun nahas saat Salazar merapalkan jurusnya untuk menyerang, siluman ular memutar tubuhnya lebih cepat karena menyadari mangsanya menghilang dari pandangan.


“Sialan!!” Salazar mengumpat keras, dia berusaha menghindar dari kibasan ekor siluman ular namun sayangnya ruang lingkupnya sudah cukup jauh masuk ke dalam serangan itu, hingga tidak lama membuat tubuhnya terpental beberapa puluh meter dan menghantam pohon di belakangnya.


Salazar merasakan tubuhnya seperti remuk karena menghantam tiga pohon yang saat ini hancur di hadapannya. Dia berdecak kesal karena tidak menyadari gerakan siluman ular.


“Ugh ... huh ... haha, mungkin ini akhir dari diriku. Betapa bodohnya aku, tidak bisa menyelamatkan teman tetapi berpura-pura menjadi ku–” Salazar belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat tiba-tiba darah segar mengalir di tepi bibirnya.


Salazar merasa tidak bisa bertahan lebih lama lagi, ia merasakan tulang rusuknya telah merusak sedikit organ dalamnya saat ini. Mata Salazar menutup secara perlahan tidak lama kemudian, ia tidak bisa menahan kebih lama lagi rasa sakit di tubuhnya.


Namun dalam keadaan setengah sadar itu samar-samar Salazar bisa melihat seseorang sedang bertarung dengan siluman ular, dengan gerakan yang lebih hebat dari kombinasi serangan Severin dan dirinya.


“Dia hebat ....” Salazar tersenyum kecil sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.


Beberapa saat kemudian seseorang datang ke hadapannya Salazar dan membawa tubuh Salazar ke arah hutan yang lebih luas yang tidak memiliki banyak pohon.


••••


Salazar di sini bukan Salazar Slytherin ya. Apalagi Salazarnya Resident Evil itu, pasti gak mungkin.

__ADS_1


To Be Continued ....


__ADS_2