
Liu Chang mengganguk pelan, dia kemudian menyayat jempol tangannya dengan Pedang Dewa Petir. Beberapa tetes darah langsung keluar ketika Liu Chang baru menempelkan mata pedangnya sedikit.
“Sangat tajam, seperti biasanya ...” Liu Chang menyarungkan kembali pedangnya. Dia langsung meneteskan darah di tangannya sebelum kering pada Cincin Galaksi.
Beberapa saat kemudian cincin itu bersinar selama sekian detik, menurut Feng San ini menandakan cincin itu telah menemukan Tuannya yang baru yaitu Liu Chang. Terlihat saat ini Liu Chang tersenyum tiada henti sambil mengelus cincin itu.
Gang Wei dan Feng San hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. Maklum saja, manusia biasa yang bisa mendapatkan dua pusaka dalam waktu kurang dari satu bulan sangat jarang bahkan mungkin hanya Liu Chang saja.
“Ah, aku begitu iri padamu. Setelah mendapatkan Pedang Dewa Petir yang merupakan Pusaka Langit, kau kembali mendapatkan sebuah Pusaka Dewa.” Gang Wei tersenyum kecil melihat kegirangan Liu Chang.
“Sayangnya aku tidak memiliki benda lain untuk diberikan. Kalau kau ingin Pusaka Dewa, bangsa naga di Khayangan mempunyai satu yang berbentuk Guci, fungsinya sama seperti Cincin ini. Kau bisa mendapatkannya dari Gang Fei setelah kekuatanmu melampauinya.” Feng San menjelaskan.
Gang Wei tersenyum senang mendengar penjelasan Feng San, dia tidak tahu bangsanya memiliki Pusaka Dewa yang hanya berjumlah tiga di jagat raya ini. Namun karena saat ini Pusaka Dewa itu dipegang oleh ayahnya, Gang Wei juga tidak ingin buru-buru untuk mendapatkannya.
Selama masih keluarganya yang memiliki, Gang Wei bisa sedikit tenang. Karena dalam beberapa tahun jika kekuatannya berhasil melampaui Gang Fei, ayahnya itu cepat atau lambat akan segera memberikannya. Setidaknya itulah pikiran Gang Wei saat ini.
“Aku hampir lupa tujuanku memberikan ini, Chang'er. Bisa kau ikut denganku?”
Feng San tiba-tiba teringat sesuatu saat sedang berbincang-bincang dengan Gang Wei yang sedang bahagia. Liu Chang segera menangkap maksud Feng San dan menanyakannya. Feng San lalu memberi isyarat untuk mengikutinya.
“Apa ada sesuatu yang ingin Guru tunjukkan lagi?” Liu Chang bertanya singkat sambil mengikuti langkah Feng San.
“Tentu, Gang Wei kau juga ikutlah! Aku ingin menunjukkan sesuatu pada kalian berdua.” Feng San menyeru Gang Wei yang masih duduk.
Setelah Gang Wei dan Liu Chang berada di belakangnya, Feng San kemudian membawa keduanya ke sebuah tempat di bawah gubuknya.
__ADS_1
Liu Chang sedikit terkejut melihat tanah yang tiba-tiba bergerak membuka sebuah ruangan di bawahnya. Gang Wei mengalami situasi yang tidak jauh berbeda namun tidak terlalu terkejut.
“Tempat ini diterangi oleh batu-batu cahaya itu. Jadi jangan khawatir kalian menginjak bagian yang salah.” Feng San menyuruh Liu Chang dan Gang Wei untuk menginjak bagian tangga yang hitam saja, jika bagian lain terinjak maka sebuah panah beracun tiada henti akan berdatangan.
“Tempat apa ini, jika menginjak bagian salah terkena panah?” Gang Wei bertanya pelan.
“Saat menemukan dimensi ini, aku menemukan dimensi ini memiliki banyak ruang bawah tanah. Selain Pusaka Dewa seperti ini bisa dirubah sesuai keinginan, kita bisa merubah bentuk di dalamnya dan iklimnya. Begitu hebat bukan?” Feng San menjelaskan bahwa beberapa tahun setelah menemukan dimensi ini, dia menyadari Pusaka Dewa ini lebih sakti dari yang dia duga.
Dan setelah beberapa kali dirubah olehnya, jadilah bentuk akhir yang seperti ini. Sebuah dimensi subur yang dikelilingi iklim sejuk dan pepohonan hijau.
“Benar, Guru. Jika bangsa manusia mengetahui ada tempat seperti ini, mereka pasti akan berebut untuk mendapatkannya.” Liu Chang mengganguk pelan menjawab pertanyaan tersebut.
Selama menuruni tangga hingga beberapa menit itu, Feng San terus menceritakan sesuatu tentang dimensi ini, masa lalunya dan juga tentang tugas-tugas dewa. Feng San bermaksud menambah wawasan Liu Chang tentang dunia agar tidak terlalu tumpul untuk urusan penciptaan.
Setelah menuruni ratusan anak tangga, akhirnya ketiganya sampai di depan pintu masuk berbahan giok. Feng San mengatakan ruangan di baliknya adalah penyimpanan barang-barang berharga yang dikumpulkan dirinya selama ini.
Feng San kemudian melakukan suatu gerakan yang menimbulkan angin kencang selama beberapa detik, tidak lama kemudian pintu giok putih tersebut terbuka dan menunjukkan sebuah ruangan yang membuat Liu Chang dan Gang Wei sampai tidal bisa berkata-kata.
Di depan mereka saat ini, terlihat sebuah ruangan berbentuk kubus yang dindingnya dilapisi permata lalu memiliki wewangian yang menyejukkan pikiran ketika menghirupnya. Selain itu, tumpukan koin emas sangat banyak hingga hampir menyentuh langit-langit ruangan.
Liu Chang memperkirakan totalnya bahkan lebih dari seratus juta koin emas atau mungkin menyentuh miliaran karena beberapa kertas pengganti koin juga menumpuk di sana.
Selain itu di bagian sisi ruangan terdapat beberapa tanaman serta beberapa pil yang menurut Feng San berguna untuk meningkatkan kekuatan pendekar.
Gang Wei langsung mengenali beberapa pil dari bentuk serta warnanya setelah mendekati rak-rak itu. Sebagian besar adalah pil yang berharga mahal dan langka bahkan anak kaisar sekali pun akan berpikir ulang untuk mengkonsumsinya karena harganya begitu mahal.
__ADS_1
“Semua ini akan kuberikan pada kalian, anggaplah sebagai hadiah kenang-kenangan dariku.” Feng San berkata pelan dari tengah ruangan. Dia memperhatikan Liu Chang juga Gang Wei begitu antusias melihat-lihat seisi ruangan.
“Benarkah semua ini untuk ka--” Liu Chang menatap Feng San tak percaya, sebelum dia menyadari sesuatu. “Guru, kau akan pergi ke mana?” Bagaimana dengan latihanku? Masih banyak yang harus dipelajari bukan?” Liu Chang bertanya bertubi-tubi.
Feng San tersenyum tipis, dia segera mendekati Liu Chang. “Jika dasar ilmu bela diri dan ilmu pedang sudah kau kuasai, seseorang jenius sepertimu pasti bisa berlatih sendiri. Mulailah mengumpulkan qi lebih banyak pada setiap kesempatan! Semakin besar kapasitas dantianmu, maka tingkat pendekarmu akan naik sedikit demi sedikit.” Sambil menepuk pundak Liu Chang, Feng San kembali memberikan beberapa nasehat sebagai seorang guru pada Liu Chang.
Liu Chang sedikit menahan air matanya saat mengetahui ini adalah hari terakhirnya bisa berada di dalam bimbingan Feng San. Selama ini dia pikir waktunya tidak akan berlalu begitu cepat.
“Aku sudah bilang untuk seorang jenius sepertimu, berlatih sendiri tidak akan sulit, percayalah. Lagipula Gang Wei ada untuk menemanimu.”
“Terima kasih, Guru. Telah membimbing dan mengajarkan sesuatu hingga aku sedikit berguna. Sejujurnya sampai saat ini, aku tidak percaya memiliki guru seorang Dewa Naga.” Liu Chang bersujud dan mencium kaki Feng San, meskipun tahu bahwa tubuh Feng San hanyalah roh termasuk bagian kakinya.
Selama beberapa menit Liu Chang tidak bergerak dari sujudnya itu, entah untuk lebih lama melakukan penghormatan pada Feng San atau hanya sekedar menghapus air matanya yang mulai berjatuhan dengan kaki Feng San.
“Aku bertanya-tanya situasi mengharukan ini akan sampai berapa lama lagi?! Kita harus mengemasi semua emas ini bukan?” Gang Wei berteriak dari ujung ruangan, dia mengatakan sesuatu yang membuat Liu Chang terhenti dari penghormatannya pada Feng San.
Liu Chang segera bertanya pada Feng San, “Bagaimana cara memasukkan sesuatu ke dalam Cincin Galaksi ini? Aku belum mengetahui cara kerjanya sejak menerima benda ini, Guru.”
“Ah, itu mudah. Gunakan pikiranmu untuk memerintahkan sesuatu pada cincin itu, misalnya seperti Cincin Galaksi masukkan seluruh koin yang ada di tempat ini! Lalu untuk mengeluarkan sesuatu dari cincin itu, cukup beri perintah sebaliknya.” Feng San menjelaskan.
Liu Chang tersenyum kecil, ternyata hanya semudah ini cara kerjanya. Setelah memasukkan dan mengeluarkan sesuatu ke dalam cincin beberapa kali, Liu Chang merasa sudah mengerti cara kerjanya.
“Segera kosongkan ruangan ini! Di ujung sana masih ada beberapa tumpukan lagi.” Feng San meminta Liu Chang untuk kembali memasukkan benda-benda dan koin yang masih menumpuk. Sebab disisakan sekecil apapun tidak akan berguna lagi karena tidak ada yang akan menggunakannya di kemudian hari.
Setelah beberapa saat Liu Chang memasukkan semua benda dan koin emas yang menggunung itu, ruangan masih tetap terisi penuh juga. Liu Chang tersenyum kecut dan akhirnya memberi perintah Cincin Galaksi agar memasukkan semua benda dari ruangan ini.
__ADS_1
“Begini lebih baik, kenapa tidak dari tadi seperti ini ... bodohnya aku.” Liu Chang menggelengkan kepalanya pelan, dia menatap ruangan yang telah kosong ini sejenak. Kemudian menyusul Feng San dan Gang Wei yang telah naik ke atas lebih dulu.