
Basile menceritakan bahwa suku Everard mempunyai potongan dari batu-batu yang dibawa Liu Chang kemari, dan sayangnya tempat potongan prasasti itu dijaga oleh seekor siluman ribuan tahun. Selama ini tidak ada yang mau mendekati atau bahkan melawannya, begitulah kira-kira penjelasan Basile.
“Ini yang membuat suku Everard pusing selama puluhan tahun. Selain itu tidak ada seseorang yang memiliki keberanian di suku kami untuk memasukinya.”
“Apa kalian tidak memiliki sesuatu seperti pusaka atau benda lain yang bisa mengusirnya?” Liu Chang mengetahui betul biasanya setiap suku mempunyai pusaka, seharusnya suku Everard memilikinya.
“Pusaka kami? Tentu berada di ruangan yang dijaga oleh siluman itu, entah apa yang membuatnya muncul sepuluh tahun lalu.” Basile menggertakkan giginya, sebenarnya jika teman-temannya di dunia luar masih hidup bisa saja dia meminta bantuan pada mereka.
Liu Chang mengganguk pelan sebelum menjelaskan rencananya untuk melawan siluman itu. Basile awalnya tidak percaya dengan perkataan Liu Chang namun melihat keseriusannya, Basile akhirnya mengganguk dan mendengar apa yang akan Liu Chang rencanakan.
Liu Chang segera meminta Basile mengumpulkan beberapa orang yang menguasai perubahan jenis tenaga dalam ke lima elemen pembentuk bumi. Liu Chang meminta sebanyak-banyaknya orang yang bisa Basile ajak dalam rencananya kali ini.
Sekitar satu jam kemudian, dua puluh orang berusia tidak jauh dari Salazar datang ke ruangan Basile, terlihat dari sorot mata mereka dua puluh orang ini adalah petarung suku yang bertugas melindungi Lembah Eve.
“Terima kasih ketua, orang-orang ini sangat membantu. Ketua tunggu saja kabar baiknya di sini, dan aku bersama ke dua puluh orang ini akan pergi ke ruangan prasasti itu.” Liu Chang menundukkan kepalanya bersama dua puluh orang tadi, lalu pergi ke arah yang ditunjuk ketua Basile.
Setelah berada cukup dekat dengan lokasinya, Liu Chang menghentikan rombongan orang-orang di belakangnya. Hal itu membuat semua orang heran termasuk Chiriyu, namun rasa penasaran mereka segera terjawab setelah Liu Chang duduk di salah satu batu.
“Berpasanganlah dengan seseorang yang memiliki elemen sama dengan kalian, tanah dengan tanah, api dengan api, lalu elemen sisanya buat kelompok yang berlawanan dengan elemen milik kalian.”
Setelah Liu Chang berucap demikian, sekitar lima kelompok terdiri dari empat orang terbentuk, di kanan Liu Chang berkumpul lima empat orang berelemen api dan di sisi kiri Liu Chang berkumpul empat orang lainnya berelemen tanah. Sementara dua kelompok di tengah memiliki elemen pembentuk bumi yang berlawanan dari teman satu kelompoknya.
“Kalian tunggu di sini, biar aku yang maju lalu menghabisi siluman itu. Sementara tugas kalian buat segel tanah lalu satukan dengan air hingga terbentuk lumpur!” Liu Chang berjalan santai ke dalam gua bersama Chiriyu, tanpa memikirkan semua orang tercengang dengan perkataannya barusan.
“Hei, tunggu ...”
“Untuk apa kau membuat kelompok ini hany–”
__ADS_1
“Untuk berjaga-jaga jika siluman itu menyemburkan sesuatu seperti racun, lakukan tugas kalian dengan baik.” Liu Chang segera memotong perkataan anggota suku Everard yang meneriakinya. Dan melanjutkan langkahnya memasuki ruangan prasasti yang saat ini didiami siluman seribu tahun.
Kondisi gua setinggi lima belas meter itu sangat sunyi dan gelap saat Liu Chang masuk namun Liu Chang bisa merasakan aura pembunuh yang pekat menghiasi seluruh dinding gua, bahkan sedikit bau anyir darah tercium dari mulut gua.
Sebetulnya Liu Chang tidak takut jika siluman seribu tahun—yang masih samar bentuknya itu—menyemburkan racun, namun untuk berjaga-jaga Liu Chang membawa serta Chiriyu untuk ikut dengannya ke dalam gua sekaligus agar bisa melatih insting bertarungnya.
“Kakak, kau tidak mendengar sesuatu seperti seseorang bergumam?” Chiriyu tiba-tiba mundur dan berlindung di belakang Liu Chang saat baru memasuki gua sedalam lima meter.
“Eh tidak, kenapa? Kau mendengar sesuatu?” Liu Chang mengangkat alisnya tentang pertanyaan Chiriyu.
“Bukannya begitu, meski tidak terdengar ... suaranya seperti menye—” Chiriyu tiba-tiba berteriak ketakutan dan langsung berlari ke berlindung ke belakang Liu Chang sambil menarik jubahnya.
Liu Chang mengerti isyarat ketakutan Chiriyu karena dia merasakan sendiri ada sesuatu yang sangat besar sedang menuju ke arah keduanya saat ini.
Liu Chang segera menarik Pedang Dewa Petir dari selonsongnya, bersiap untuk membalas serangan yang datang.
Liu Chang dan Chiriyu mulai merasakan langkah kaki yang sangat besar juga keras semakin mendekat ke arah mereka. Liu Chang berpikir memerintahkan Chiriyu untuk berubah bentuk menjadi siluman untuk berjaga-jaga.
“GROAAAARRRR!!!”
Liu Chang menjadi waspada ketika mendengar raungan dari dalam gua, dia langsung menarik menghunuskan pedangnya dan bersiap melepaskan beban tebasan sementara Chiriyu berubah wujud menjadi siluman lintah sebesar rumah kecil.
Dari dalam gua terlihat siluman berwujud kelelawar dengan bentang sayap mencapai empat meter menuju ke arah Liu Chang, warna sorot matanya merah darah seperti siap menerkam siapapun yang menghadang di jalannnya.
“Kelelawa?! Sialan.” Liu Chang berguling ke arah samping dan berlindung di balik batu tatkala melihat semburan racun panas terarah kepadanya.
“Chiriyu ... ah, dia lebih pintar dari yang kuduga.” Liu Chang melihat Chiriyu lebih cepat memahami situasi dengan lebih dulu menembakan racun saat racun siluman kelelawar mengarah padanya.
__ADS_1
Siluman kelelawar tidak lebih baik, setelah serangan kejutannya berhasil dihindari, dia kembali menembakkan racun yang sama dan mengerahkan bawahannya yang berada dari dalam gua untuk menyerang Liu Chang dan Chiriyu.
“Serang keduanya! Jangan sisakan tubuh mereka sedikit pun!!!”
Setelah perintah itu dikatakan ratusan kelelawar dengan ukuran cukup besar mengarah pada Liu Chang dan Chiriyu. Tidak hanya menyerang dengan cakar dan taring, beberapa kelelawar juga menyemburkan racun seperti pemimpin mereka.
Liu Chang tidak lebih baik, dia disibukkan dengan serangan ratusan kelelawar yang menyerang sama ganasnya dengan kelelawar lain.
Pemimpin kelelawar memanfaatkan kesempatan Liu Chang yang kesulitan, dia menuju ke arah Chiriyu yang saat ini berada di dekat mulut gua karena terlihat lebih lemah. Liu Chang yang melihat Chiriyu segera memberi isyarat kepadanya untuk menyerang menggunakan lendirnya dan juga kabut racun dari tubuhnya.
Chiriyu mengerti isyarat itu dan segera menyemburkan racun berjumlah besar ke gerombolan kelelawar yang terbang ke arahnya, sebagian besar serangan berhasil mengenai dan membuat mereka mati, sementara sang pemimpin berhasil menghindar dari racun yang ditembakkan Chiriyu.
Liu Chang di sisi lain berhasil membunuh belasan kelelawar dari satu serangannya, sementara lebih banyak lagi kelelawar yang terbang ke arahnya membuat dia tidak bisa pergi ke arah lain selain menyerang berputar-putar di dalam gua.
“Kabut racun?! Jangan berpikir kami akan kalah dengan itu, habisi dia!!” Pemimpin kelelawar kembali menyeru bawahannya ketika melihat serangan-serangan Chiriyu.
Para kelelawar merespon itu dan bergerak sambil berteriak dengan suara memekikkan telinga ke arah Chiriyu, mereka menyerang lebih ganas dan memiliki formasi setelah seruan pemimpin mereka tadi. Chiriyu sampai kewalahan dan terpojok hingga bertahan di mulut gua.
“Sialan, gerombolan kelelawar ini tidak ada habisnya, Chiriyu ... tunggulah!!” Liu Chang kembali menebaskan lebih banyak jurus, seiringan dengan serangan itu belasan kelelawar kembali terbunuh di hadapan Liu Chang dan membuat area dalam gua mulai dipenuhi cipratan darah.
Di mulut gua, Chiriyu kembali mendapatkan serangan ratusan kelelawar yang semakin ganas menyerang tidak peduli racun Chiriyu semakin banyak yang mengarah pada mereka.
“Kelelawar?! Siluman lintah!!”
“Sepertinya mereka adalah penghuni gua ini?!”
“Tidak lihatlah, siluman lintah itu sepertinya bermusuhan dengan gerombolan kelelawar!!”
__ADS_1