
– Di depan pintu masuk terowongan –
Disaat yang sama Liu Chang, Gang Wei, dan seorang gadis, saat ini sedang berada di depan pintu rahasia untuk masuk ke terowongan bawah tanah, tempat Xie Bing dan para penduduknya bermukim.
"Kau yakin ini tempatnya? Bukankah ini sebuah terowongan air?" Liu Chang melirik gadis disampingnya. Gadis tersebut mengganguk pelan karena perkiraannya tidak mungkin salah Sebelumnya.
"Aku yakin, Chang'er. Perkiraanku tidak mungkin salah." Balas sang gadis.
selepas mendapatkan kepastian mengenai lokasi tersebut, Liu Chang, Gang Wei dan gadis tersebut memasukinya tanpa mengetahui keaslian penduduk bawah tanah jika bertemu orang asing.
Benar saja, baru beberapa saat ketiganya masuk ke dalam terowongan tersebut mereka bertemu dua orang penduduk bawah tanah. awalnya karena kondisi penerangan yang cukup buruk, para pemuda tersebut melempari ketiganya dengan batu atau apa pun yang berada di dekat mereka.
"Lian, berlindung di belakangku!" Liu Chang menghalau batu-batu tersebut agar tidak mengenai sang gadis bernama Lian. Liu Chang melihat beberapa batu lagi akan mengarah ke arahnya segera membuat enkripsi pelindung. Gerakan Liu Chang berhasil mengejutkan dua orang pemuda itu.
Mereka segera mendekat untuk mengetahui siapa yang sedang mereka incar, betapa terkejutnya kedua orang pemuda itu, ketika mengetahui bahwa salah satu diantara ketiganya ada seseorang yang sangat mereka kenal.
"Nona Lian, maafkan kelancangan kami sebelumnya, kami tidak mengetahui bahwa seseorang yang coba kami serang itu nona." dua orang pemuda tersebut segera berlutut dihadapan Liu Chang dan Lian, wajah mereka begitu pasrah jika Nona Lian mereka akan memberikan hukuman.
Liu Chang dan Gang Wei yang melihat kejadian itu cukup terkejut dengan penghormatan dua orang pemuda tersebut pada Lian.
Gadis tersebut tersenyum manis melihat tingkah kedua orang temannya, "jangan terlalu bersikap formal... Itu hanyalah kesalahpahaman diantara kita." Lian kembali tersenyum melihat tingkah kedua orang temannya yang masih belum membangunkan diri dari posisi berlutut mereka.
"Tidak, ya... Ini sudah tugas kami untuk menjaga keamanan, maafkan kami sebelumnya karena menyerang tanpa tahu itu Anda nona."
"Tidak perlu sebegitunya aku juga tidak terluka, ngomong-ngomong aku ingin bertemu ayah... Apa dia masih tinggal disini?"
__ADS_1
"Ya, beliau masih begitu setia bertempat tinggal disini, mari kami antar."
"Ah, terima kasih, kalian sungguh baik."
Liu Chang, Gang Wei dan Lian, mengikuti dua orang pemuda tersebut ke kediaman ayah Lian. Beberapa saat kemudian kelimanya tiba dihadapan rumah kecil yang di teras depannya sedang berbincang tiga orang saat ini.
"Beliau tengah kedatangan tamu, karena kami harus menjaga pintu terowongan lagi, kami berdua pergi dulu, nona." dua orang pemuda tersebut berpamitan pada Lian, mereka masih harus mengurus tugas untuk menjaga pintu terowongan.
Liu Chang, Gang Wei, dan Lian bisa melihat tiga orang di teras rumah tersebut sedang berbincang - bincang santai namun suasana yang ditunjukkan dari perbincangan mereka cukup serius.
Liu Chang sayup-sayup bisa mendengar pembicaraan ketiga orang tersebut. Mereka membicarakan sesuatu tentang pemberontakan yang membuat Liu Chang cukup tertarik mendengarnya lebih jauh.
"Kakak, mengapa kau tidak mencoba untuk melakukan pemberontakan?" tanya salah satu dari ketiganya, dia berumur sekitar 30 - an tahun dan Liu Chang begitu mengenal wajah dari orang tersebut pada saat melihat lebih dekat.
Di tengah pembicaraan keduanya, mereka melihat seorang pemuda tiba - tiba menyela pembicaraan.
"Kalau begitu, kita lakukan rencana pemberontakan itu dari sekarang!!" seru pemuda tersebut.
Mengetahui ada seseorang yang menyela pembicaraan mereka, ketiga orang tersebut segera berdiri dan melihat ke arah lima meter dari teras rumah, saat ini ada tiga orang pemuda yang sedang memandangi mereka.
"Guan Cheng, bukankah itu Chang'er?" seru salah seorang pria di teras tersebut pada anak buahnya.
"Kau benar Patriark Bing, dia datang kemari... Mungkinkah dia mengikuti kita?" Balas Guan Cheng ke atasannya yang bernama Patriark Bing.
Salah seorang yang paling tua diantara mereka kemudian bertanya pada keduanya, "Kalian mengenal para pemuda itu, dan jika dilihat ada seorang gadis disana kan?"
__ADS_1
"Ya, kami mengenalnya...Tapi hanya gadis tersebut yang tidak kami kenal." Jawab Patriark Bing. Liu Chang berinisiatif mendekat ke arah rumah tersebut diikuti juga oleh Gang Wei dan Lian.
"Chang'er, kenapa kau bisa tiba di tempat ini?"
"Lian yang memberitahuku Patriark Bing..., "
" Oh, tadi aku mendengar pembicaraan kalian yang cukup membuatku tertarik, tentang hal apa itu?" Lanjut Liu Chang kemudian, dia tidak bisa menahan lagi rasa penasarannya yang semakin memuncak.
"Hebat sekali kau bisa mendengar hal itu dari jauh, kau tidak pernah berhenti membuatku terkesan ya. soal pertanyaanmu itu, lebih baik aku serahkan saja pada Kakak." Patriark Bing memandang ke seorang pria yang dia sebut kakak.
"Baiklah sepertinya memang harus aku, perkenalkan namaku Xie Bing... Agar lebih nyaman menceritakannya kembali, kau duduklah anak muda!" Perintah Xie Bing, dia sebenarnya cukup enggan menceritakan sesuatu beberapa kali.
Lian yang sejak tadi diam terpaku, perlahan mulai menangis melihat kembali ayahnya, Xie Bing. Selama lebih dari sepuluh tahun penampilannya tidak berubah sehingga Lian bisa langsung mengenalinya. Untuk pertama kalinya setelah sepuluh tahun, dia akhirnya bisa bertemu dengan ayahnya, selama ini dia hanya bisa mencari keberadaan ayahnya dari informasi beberapa penduduk bawah tanah yang berteman dengannya. Dan baru kali ini dia bisa mengunjungi tempat ini.
Lian juga cukup memaklumi Xie Bing yang tidak mengenalnya, karena begitu penampilannya yang begitu berubah sepuluh tahun belakangan. Lian memandang haru ke arah Xie Bing, dan kemudian berlari untuk memeluknya.
Xie Bing yang tiba-tiba mendapat perlakuan seperti itu bertanya-tanya, "Nona kenapa kau memeluk..., " kalimat Xie Bing terhenti tatkala melihat gadis yang memeluknya memperkenalkan diri.
"Kau Lian.... Aku tidak bermimpi kan, Lian... Lian..." Xie Bing membalas memeluk anaknya dengan erat, rasa rindunya terhadap keberadaan anaknya yang selama ini tidak pernah Xie Bing temui membuat tangisnya pecah.
Selain ayah dan anak tersebut, semua orang yang menyaksikan pertemuan tersebut dilanda kebingungan, dari Liu Chang diri hingga ke Patriark Bing. mereka semua bertanya - tanya, Apa yang sebenarnya terjadi di depan mereka saat ini? Apakah sebuah reuni keluarga sedang terjadi?
••••
Ibnu R
__ADS_1