
Di sebelah barat Negara Dorrego, salah satu markas cabang kelompok yang terkenal bengis serta kejam berdiri. Ketuanya dikenal dengan julukan Elang Darah, memegang faksi merah jika ditarik dari struktur kelompok pusatnya.
Tidak banyak yang mengetahui aktivitas kelompok berjumlah lima ribu orang ini, selain perdagangan budak yang mereka lakukan, tidak pernah ada yang tahu detail bagaimana kelompok ini melakukan semua pekerjaannya.
Elang Darah, seperti namanya adalah satu dari tiga jenderal yang bernaung di kelompok Hujan darah. Elang Darah mempunyai nama lain yang cukup terkenal yaitu Pendekar Kematian.
Dijuluki seperti itu karena setiap mendatangi sebuah daerah ia akan membunuh seluruh penduduknya hanya dalam waktu tiga hari dengan alasan untuk mengusir kebosanan.
Namun sesuai dengan tugasnya di kelompok Hujan darah, ia akan menyisakan gadis-gadis dari wilayah yang ia bantai untuk dijual sebagai budak.
Dengan gerak-geriknya yang seperti itu, banyak pemerintah kekaisaran maupun Negara-negara lainnya menjadikan harga buronannya begitu tinggi, karena begitu geram dengan setiap pembunuhan yang dilakukannya.
Elang Darah memiliki total tiga julukan yang ia punya, dan julukan-julukan yang ia dapatkan sebagian besar hasil dari sepak terjangnya saat masih seorang pendekar muda, hidup tanpa sekte memaksanya harus membunuh dari waktu ke waktu untuk mendapatkan uang sebagai biaya hidupnya.
Saat berumur sekitar 30-an tahun, kelompok Hujan Darah yang mengetahui sepak terjangnya merekrutnya dan memberikan ia jabatan tinggi hingga saat ini dikenal sebagai salah satu jenderal kelompok Hujan Darah paling bengis.
°°°
– Di sebuah desa yang hancur –
Beberapa puluh orang yang mengeluarkan aura pembunuh mematikan, sedang berlalu lalang memastikan bahwa tidak ada yang tersisa setelah mereka melakukan pembantaian pada desa yang mereka serang.
"Hei kau, pekerjaanmu buruk sekali, di bawah timbunan tembok yang hancur itu masih ada seorang gadis, cepat bawa dia dan satukan dengan gadis lainnya!!" seru salah seorang pria, terlihat ia merupakan pemimpin kelompok pembunuh tersebut.
"Baik bos, kami akan segera membawanya." balas anak buahnya.
__ADS_1
Kelompok pembunuh tersebut tidak lain adalah para penjual budak yang memiliki koneksi dengan berbagai kelompok aliran hitam. Di bawah suatu kelompok besar aliran hitam, mereka sering melakukan hal seperti ini tanpa diketahui oleh pihak keamanan dari kekaisaran atau negara yang mereka bantai.
Jika suatu saat perbuatan mereka diketahui oleh pendekar dari Kekaisaran, mereka akan menyuapnya untuk menutup mulut para pendekar itu, atau yang paling buruk mereka akan melakukan peperangan ketika jalur suap tidak lagi tercapai.
Meskipun melakukan kegiatannya secara diam-diam dan tersembunyi, tetap saja kelompok pembunuh tersebut tidak akan luput dari pengamatan seseorang.
Karena bisa dibilang rata-rata pendekar yang ada dalam kelompok mereka hanya pendekar awal tahap 5 dan sang pemimpin yang mencapai pendekar menengah. Sangat jarang mereka menyadari kemungkinan seperti ini.
Tentu gerak-gerik kelompok pembunuh itu suatu saat pasti akan diketahui oleh seseorang. Seperti saat ini, saat kelompok itu mengira bahwa pekerjaannya telah selesai setelah membantai desa tersebut dan akan pergi ke desa lain untuk dijadikan target selanjutnya, dari kejauhan seorang yang sudah lama menghilang dari dunia persilatan saat ini sedang mengawasi gerak-gerik mereka.
"Hoh... Tidak ada bosannya, jika kubiarkan habis sudah gadis-gadis itu dijual." kata seorang pendekar yang mengawasi aktivitas kelompok itu.
Benar, seseorang dari kejauhan saat ini sedang mengawasi kelompok pembunuh itu, tanpa disadari oleh kelompok itu sedikit pun. Dengan santainya kelompok tersebut menyelesaikan pekerjaan mereka dan meninggalkan desa tersebut bersama gadis-gadis yang akan mereka jual.
Tiba saat kelompok pembunuh itu melewati salah satu hutan, seseorang yang sejak tadi mengawasi dan mengikuti gerak-gerik mereka akhirnya muncul dan menghadang tepat di jalan yang akan mereka lalui.
"Yo.... Lama tidak berjumpa, kalian semua sepertinya sangat semangat sekali dalam mencari uang, bagaimana jika bermain-main sedikit?" orang tersebut duduk di salah satu dahan pohon dan dengan santai meneguk sebotol arak.
Tentu kejadian tersebut begitu mengejutkan bagi kelompok pembunuh itu, mereka semua langsung menyiapkan diri dan mengeluarkan aura pembunuh untuk mengintimidasi orang tersebut.
"Menggunakan aura pembunuh... Menarik... Namun terlalu cepat puluhan tahun, bocah!!" orang tersebut membalas dengan aura pembunuh yang lebih kuat setelah dirinya mendapat perlakuan yang sama dari kelompok pembunuh itu.
Para gadis yang berada dalam tahanan begitu terkejut setelah melihat, orang-orang dari kelompok yang menahan mereka berjatuhan ke tanah satu persatu.
Sebagian besar orang-orang kelompok itu tumbang dan tidak sadarkan diri, hanya pemimpin mereka yang masih bisa mengendalikan diri untuk tidak pingsan. Namun, kondisinya jauh untuk dikatakan baik-baik saja, karena tubuhnya terlihat gemetar setelah mendapat aura yang dilepaskan orang itu.
__ADS_1
"Kau... Kau, aku kenal aura ini. Kau begitu terkenal... P-pendekar tanpa tanding..." bersamaan dengan kata terakhirnya, sang pemimpin dari kelompok itu akhirnya mati dengan kepala terpenggal dan menyisakan tubuhnya saja.
Para gadis yang menyaksikan hal itu menjerit ketakutan, karena darah pemimpin itu yang berhamburan keluar dan mengenai bagian tubuh mereka. Selain membunuh pemimpin tersebut, pria berjuluk pendekar tanpa tanding itu juga menebas gembok yang menahan kurungan para gadis itu sehingga mereka bisa keluar tanpa memerlukan bantuan darinya.
Dengan gerakan cepatnya, ia kembali melesat masuk ke dalam hutan untuk kembali bersembunyi atau mungkin saja hanya alasannya untuk bermalas-malasan di tengah kacaunya dunia persilatan.
°°°°
"Sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu Chang'er karena telah menyerangmu, dan terima kasih juga telah menyelamatkan anakku ini." Patriark sekte Triasula Kesucian memberi hormat pada Liu Chang.
"Tidak usah sungkan paman, kesalahpahaman memang sering terjadi. Namun, luka ini tidak akan sembuh dengan cepat." Balas Liu Chang. Saat membicarakan luka akibat pertarungannya, Liu Chang tersenyum kecut.
Luka yang di alami Liu Chang begitu parah jika saja Gang Wei tidak segera memberikan sumber daya dari dimensi Kematian. Untungnya dengan sumber daya itu Liu Chang bisa sedikit tenang karena khasiat sumber daya itu mampu mempercepat proses penyembuhan luka hingga beberapa hari lebih cepat.
"Maafkan aku juga soal itu, trisula ini memang tidak mudah dikendalikan." Patriark sekte Triasula Kesucian tersenyum canggung, ia tidak bisa mencari sesuatu yang bisa menjadi bentuk permintaan maafnya, meskipun di sisi lain Liu Chang juga tidak mengharapkan apa pun dari dirinya.
•••
Berikan Like, komen dan vote kalian untuk mendukung novel ini agar semakin berjaya...
Terima kasih telah membaca hingga sejauh ini, saya harap kalian tetap setia mengikuti cerita ini hingga Liu Chang sendiri yang akan mengakhiri ceritanya...
Tbc..
Ibnu R
__ADS_1