
Malam ini, kediaman Duke Derryl diporak-porandakan dan juga beberapa bagian bisa dikatakan tidak lagi layak disebut sebuah bangunan. Derryl yang sebelumnya merasa bisa mengatasi segalanya selama beberapa tahun, pada akhirnya hanya bisa pasrah menerima nasibnya.
Apalagi setelah melihat brankas penyimpanannya yang tidak lagi bersisa seolah hilang ditelan bumi, Derryl hanya bisa menunduk tidak berdaya. Semua kekayaan yang telah dia kumpulkan selama bertahun-tahun sekarang lenyap tidak bersisa.
Derryl hanya bisa mengepalkan tangannya dengan keras, dia menyadari semua ini tercipta akibat penyerangan kediamannya oleh seseorang yang misterius. Derryl hanya bisa memastikan bahwa setelah ini orang itu mendapatkan balasan yang sama bahkan dia ingin lebih buruk.
“Berani menghancurkanku berarti kau juga harus hancur, bahkan Raja sekalipun tidak akan bisa melawan kekuasaan yang kumiliki!” Derryl bertekad.
••••
Liu Chang melesat cepat ke rumah kosong yang telah dijanjikan menjadi tempat pertemuannya dengan suku Elf. Sebelumnya Liu Chang telah memasukkan Rookie kembali ke dalam gulungan agar tidak menarik perhatian lebih, waktu saat ini menunjukkan fajar akan tiba karena itu Liu Chang bisa merasakan para penduduk telah mulai beraktivitas kembali.
“Itu dia ....” Liu Chang bisa melihat baron dan Tetua Ank telah menunggunya bersama lima orang Elf lain di pintu rumah. Mereka terlihat bahagia ketika mengetahui Liu Chang kembali dengan selamat.
Tetua Ank langsung memberikan beberapa helai pakaian hangat, dan susu coklat untuk menghangatkan badan Liu Chang. Liu Chang tidak menolak semua itu dan mengajak mereka semua untuk masuk ke dalam, dan berbicara lebih jauh.
“Bagaimana keadaannya, Tuan?” Baron yang pertama kali melontarkan pertanyaan tepat setelah Liu Chang menarik kursinya.
Liu Chang menanggapinya tersenyum tipis sambil menyesap susu coklatnya, “Semua berjalan dengan lancar, kupastikan Duke tamak itu akan hancur mulai dari malam ini ...”
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Liu Chang membuat semua yang ada di dalam rumah ini kebingungan, mereka tidak mengetahui pasti apa yang Liu Chang lakukan setelah kepergian mereka.
“Kenapa bisa hancur?” Baron dan beberapa temannya bertanya hal yang sama bersamaan.
__ADS_1
“Sederhananya, Derryl tidak akan bisa lagi membangun kekuasaannya yang semena-mena itu. Jika semua uang dan aset yang kalian miliki diambil oleh seseorang dan tidak ada yang tersisa sedikitpun, bagaimana kalian akan bangkit dan berbuat hal yang sama esok harinya seperti kemarin?” Liu Chang memandang semua orang di rumah ini, sebagian dari mereka menatap satu sama lain sebelum kemudian tersenyum puas karena telah mendapatkan kepastian mengenai Derryl.
Dengan ini suku Elf bisa menarik napas lega, karena seluruh pendekar tingkat tinggi yang dibayar Derryl untuk menangkap mereka artinya tidak akan bisa beroperasi lagi ketika mereka masuk ke dalam kota. Jika tidak ada uang untuk membayar mereka, maka para pendekar itu juga tidak akan bergerak walaupun penyewa mereka memohon dan bersujud sekalipun.
Tetua Ank kemudian menanyakan beberapa hal lagi terkait surat budak mereka, karena selama benda itu masih ada maka status mereka bisa dikatakan adalah seorang budak. Andaikan suatu saat mereka semua berhasil lari setelah ini, maka akan ada seseorang yang mencari keberadaan mereka karena itu surat budak sangat penting bagi mereka, walaupun surat itu tidak menguntungkan mereka sama sekali.
Liu Chang menjawab kekhawatiran Tetua Ank dan para Elf yang lain, bahwa surat maupun aset Derryl yang ada di dalam bankas penyimpanannya semuanya telah ia kosongkan sampai tidak tersisa sedikit pun.
Tentu penjelasan Liu Chang ini tidak bisa dipercaya. Namum Baron yang pernah menyaksikan Liu Chang mengeluarkan sesuatu dari kehampaan di depannya mengerti apa yang dilakukan Liu Chang.
Setelah Baron ikut menyakinkan juga Tetua Ank dan beberapa temannya, barulah mereka kemudian percaya. Dengan kejelasan ini mereka bisa beraktivitas kembali seperti biasa untuk membantu meringankan beban suku ketika kembali nanti.
“Oh, ya, kudengar dari Baron kau ingin datang ke tempat tinggal kami, apa itu benar?” Tetua Ank baru teringat satu hal yang ingin dikatakannya sejak kedatangan Liu Chang tadi.
Liu Chang mulai menyadari bahwa selama ini, misinya mengumpulkan Tujuh Kunci magma untuk menyegel gunung adalah sebuah tugas besar. Selama dia masih mengandalkan kemampuan empat orang saja termasuk dirinya, maka dataran giok bisa dibilang telah menaruh bom yang dihitung mundur.
Liu Chang yakin tidak semua orang akan mementingkan kelompok atau organisasi mereka sendiri, dia yakin masih ada beberapa kelompok yang bisa diajak berkerja sama mengenai masalah besar yang belum diketahui ini. Maka Liu Chang berpikir dia harus memulainya dari sini.
“Begitukah? Sejujurnya aku belum pernah menemui orang yang memiliki niat sepertimu untuk bertemu kami, tetapi alasan itu bisa dipercaya dari sikapmu selama ini.” Tetua Ank tersenyum tipis mendengar Liu Chang tidak sedikitpun memiliki niat jahat.
Baron senang akhirnya Tetua Ank menyetujui penyelamatnya untuk datang ke tempat tinggal mereka. Sejujurnya dia sempat pesimis bahwa Tetua Ank akan menerima manusia seperti Liu Chang untuk datang ke tempat mereka karena perlakuan manusia selama ini.
Tetua Ank dan yang lainnya berniat mengajak Liu Chang untuk datang ke tempat mereka pagi ini juga, tetapi Liu Chang menolak ide itu karena dia tidak bisa datang ke sana tanpa membawa temannya.
__ADS_1
Tetua Ank hanya bisa menyetujui itu, dia mengatakan akan mengirim beberapa orang untuk memandu Liu Chang ke tempat tinggal mereka nanti.
“Baiklah, terima kasih atas segala pertolongan dan bantuanmu pada kami. Kami berharap bisa membalas kebaikanmu nanti di tempat kami.” Tetua Ank menepuk pundak Liu sebelum pergi dan melesat ke arah berbeda dari pusat kota bersama Baron dan teman-temannya.
Selepas bertemu Baron dan teman-temannya yang lain, Liu Chang melesat ke pusat kota untuk mencari penginapan yang disewa Chiriyu dan yang lainnya.
*
Matahari fajar terlihat telah memancarkan cahayanya ketika Liu Chang tiba di pusat kota, besarnya Kota Kinabalu tidak membuat Liu Chang kesulitan untuk bergerak mencari beberapa penginapan yang buka saat dini hari menjelang pagi seperti saat ini.
Akhirnya setelah mencari selama setengah jam, Liu Chang menemukan bangunan berlantai lima yang digunakan sebagai restoran dan penginapan. Dari reputasi mereka yang terkenal, Liu Chang tidak heran mereka masih buka dan menerima tamu bahkan saat pagi-pagi buta seperti ini.
Liu Chang memesan satu kamar di lantai lima untuk berisitirahat, dia memutuskan untuk menunda pencariannya pada Chiriyu dan yang lainnya. Bergerak selama seharian penuh benar-benar membuatnya perlu mengistirahatkan tubuh.
“Tubuh Pendekar Naga memang benar-benar kuat, tetapi jiwa milikku masih terlalu lemah untuk melakukan aktivitas seharian penuh ....” Liu Chang merebahkan tubuhnya sejenak setelah berhasil memasuki kamarnya.
Kamar yang Liu Chang pesan termasuk dalam kategori kamar kualitas terbaik, selain itu terdapat kamar mandi di dalam kamar, membuat Liu Chang tidak perlu repot-repot untuk pergi ke pemandian umum di lantai bawah. Liu Chang juga diberitahu adanya masakan yang dihantarkan ke kamarnya nanti.
Liu Chang kemudian mengeluarkan Kitab Ilmu Pedang Sutra yang dahulu Xie Bing berikan padanya. Sejak dahulu kitab ini bisa dibilang di nomor duakan, karena setelah mencapai Pendekar Sakti, jurus pedang yang Liu Chang gunakan sebagian besar hanya dari Kitab Dewa Naga.
“Ternyata kemampuanku hanya sampai pada bab awal saja ya ... rendah sekali.”
Liu Chang memutuskan untuk mempelajari kitab itu hingga matahari akhirnya menghentikan aktivitas membacanya.
__ADS_1