
Liu Chang berhenti diantara dahan pohon yang cukup tinggi, sebelum ia memasuki wilayah sarang siluman lintah. Menurut penjelasan Jing Quo siluman ini memang bukan raja siluman. Namun tetap saja untuk menghadapinya bukan hal yang mudah, pikir Liu Chang setelah melihat situasinya.
"Sepertinya dia kembali tertidur di sarangnya," Liu Chang melirik ke sekelilingnya, ia tidak merasakan hawa keberadaan siluman Lintah.
Selesai memeriksa radius puluhan meter di sekitar sarang siluman tersebut, Liu Chang kembali ke tempatnya semula. Liu Chang menyiapkan beberapa jebakan dari batang pohon yang ia tebas hampir roboh, dengan harapan bisa menimpa tubuh dari siluman Lintah saat bertarung dengannya.
"Kuharap dia terbangun dengan keributan ini," Liu Chang tersenyum kecil, ia berharap suara dari batang pohon yang sedang ia tebas beberapa kali bisa sampai membangunkan siluman Lintah.
Tidak berhenti sampai di sana, Liu Chang mulai menebas beberapa pohon lagi hingga mengenai sarang siluman Lintah, beberapa detik kemudian apa yang Liu Chang lakukan benar-benar direspon oleh siluman tersebut. Ia terbangun dari tidurnya dan keluar dari sarang dengan mengeluarkan kabut beracun.
Liu Chang tersenyum puas, dengan ini usaha yang ia lakukan tidak sia-sia. Siluman Lintah keluar dengan lambat. Namun kabut yang ia keluarkan mulai menyebar dengan cepat ke segala arah dari sarangnya.
Liu Chang ingin membuktikan perkataan Jing Quo tentang tubuh racun yang ada pada dirinya, ia berdiri di atas sarang tersebut cukup lama hingga kabut-kabut beracun itu mulai mengelilingi tubuhnya.
Melihat keanehan yang terjadi pada paru-parunya, Liu Chang cukup yakin tubuh racun itu seperti memang benar-benar ada saat ini. Sebelum meminum lendir itu, Liu Chang sudah merasakan sesak hanya dengan menghirup gas sisa lendirnya saja.
"Ini benar-benar hebat ... kurasa tubuh racun memang benar-benar ada."
Liu Chang tersenyum puas, tugasnya saat ini tinggal mencari cara menjadikan siluman tersebut bawahan yang bisa ia panggil kapan saja. Beberapa detik kemudian siluman tersebut menunjukkan batang hidungnya, dengan jalannya yang lambat perlu waktu beberapa menit hanya untuk bergerak dengan jarak sependek itu.
Liu Chang tiba-tiba muncul dihadapan siluman itu, ia bermaksud ingin memberitahukan keberadaannya. Tentu pertarungan tidak akan berlangsung jika salah satunya tidak menyerang, maka dari itu Liu Chang berinisiatif untuk menyerang terlebih dahulu.
__ADS_1
"Jurus pertama, tebasan keheningan!!"
Liu Chang melompat ke arah samping, sambil menebaskan Pedang Dewa Petir ke antena siluman lintah itu. Meskipun bentuknya seperti Lintah, Liu Chang bisa melihat beberapa bagian tubuh yang turut membuat penampilan siluman itu cukup aneh dan berbeda dari Lintah biasanya.
"Oh, tidak bergeming. Sepertinya ini siluman seratus tahun," Liu Chang kembali menyerang, kali ini ia menggunakan sedikit qi untuk melapisi pedangnya. Beberapa kali tebasan Liu Chang berhasil dihindari siluman itu, Liu Chang cukup terkejut. Namun ia masih bisa mengendalikan pikirannya agar lebih fokus ke pertarungannya.
Biarpun tubuhnya mencapai seukuran rumah kecil, tetapi Liu Chang bisa melihat gerakan siluman Lintah cukup gesit dan beberapa kali terlihat menghilang saat menghindari tebasannya.
Liu Chang menduga kabut beracun itu berperan besar dalam perpindahan tubuhnya, entah menggunakan metode menghilang seperti ninja atau dengan cara mengempiskan tubuhnya agar ringan saat bergerak.
Namun yang pasti siluman ini berhasil menjadi lawan terkuat keduanya setelah siluman singa beberapa hari yang lalu.
"Kemari, terima ini!!" Liu Chang kembali menebas untuk mengalihkan perhatian, lalu melewati tubuh siluman tersebut dan menebas dari atas beberapa kali.
Merasa diremehkan akhirnya siluman Lintah melawan serangan Liu Chang dengan menyemburkan cairan racun dari mulutnya, cairan bersifat korosif tersebut mengarah pada Liu Chang dengan cepat. Untungnya Liu Chang sempat menghindar sebelum benar-benar mengenai tubuhnya.
Terlihat beberapa pohon di belakang Liu Chang langsung mengering saat terkena cairan tersebut. Liu Chang bisa membayangkan bagaimana jadinya jika tubuhnya benar-benar terkena cairan beracun itu.
"Menarik!! aku jadi semakin menginginkanmu," Liu Chang bergerak cepat, salah satu mata telah terkena tebasan pedangnya. Namun beberapa menit kemudian mata tersebut nyatanya kembali pulih dan hal itu membuat Liu Chang kembali bersemangat.
Sejauh ini siluman Lintah dihadapannya ini adalah siluman kedua terkuat yang ia hadapi, karena itu Liu Chang sangat bersemangat karena seolah-olah memiliki teman berlatih yang benar-benar setara dengannya.
__ADS_1
Liu Chang merasa lebih baik bertarung berlama-lama dengan siluman Lintah dibandingkan siluman singa yang kekuatannya jauh diatas dirinya.
Siluman Lintah kembali menyerang, setelah menyadari bahwa racun yang ia semburkan tidak mengenai tubuh Liu Chang. Ia mulai menyerang dengan cara lain yaitu dengan kabut beracunnya. Liu Chang tersenyum kecil menyadari kebodohan siluman Lintah karena kabut beracun sejauh ini tidak bisa melukainya sama sekali.
Namun pemikiran Liu Chang salah, kabut beracun yang kali ini siluman Lintah keluarkan berbeda dari yang sebelumnya, kabutnya terasa tiga kali lebih kuat dari yang tadi membuat Liu Chang mulai menyadari kekeliruannya dan menjauh beberapa langkah untuk menghindarinya.
Liu Chang menyeringai menatap siluman Lintah, baru kali ini ia menemukan siluman yang memiliki kecerdasan seperti ini. Ia berpikir kabut beracun yang dikeluarkan siluman Lintah saat pertama kali keluar dari sarang adalah kabut terkuatnya, tetapi nyatanya masih ada kabut yang lebih kuat.
"Dia berhasil membuatku terkejut ... sepertinya pertarungan jarak dekat tidak akan menguntungkan saat ini," Liu Chang menyimpan kembali Pedang Dewa Petir ke Cincin Galaksi, ia mulai mengambil kuda-kuda untuk melepaskan pukulan jarak jauh.
Beberapa detik kemudian beberapa pukulan disertai qi itu melesat dengan cepat dan menerbangkan daun-daun disekitar siluman tersebut. Setelah berhasil mengusir kabut beracun itu, Liu Chang mulai mendekat ke arah siluman itu lagi.
Dengan pedang petirnya Liu Chang mengeluarkan jurus Ilmu Pedang Sutra yang efektif kuat untuk serangan jarak jauh, seperti jurus ketiga. Dengan gerakan yang berpindah-pindah dari satu dahan ke dahan lainnya Liu Chang berhasil menghindar dari racun yang kembali disemburkan oleh siluman Lintah.
"Cairan ini lagi, sialan!! Cih ... Ini berlubang," Liu Chang tersenyum pahit, jubahnya menjadi sedikit berlubang saat mencoba menghindari racun yang disemburkan oleh siluman Lintah. Namun Liu Chang tidak menghiraukannya lebih jauh, ia kembali maju ke arah siluman Lintah sebelum kabut beracun kembali menyelimuti lokasi itu lagi.
Sebelum sempat Liu Chang mendekat, beberapa bola berisi racun korosif kembali meluncur ke arah Liu Chang, dengan gerakan cepat Liu Chang segera menghindarinya. Lalu berlari ke arah kanan untuk memutar tubuhnya ke belakang siluman itu.
"Jurus kelima, takdir kabut kehidupan!!"
••••
__ADS_1
Sampai jumpa di Chapter selanjutnya..
Ibnu R.