
Tiga hari setelah Liu Chang mendapatkan penjelasan Gang Wei di kedai suku Langit saat itu, pedang pusaka yang Feng San janjikan akhirnya siap untuk Liu Chang miliki.
Liu Chang langsung memegang pedang itu dengan tangannya, dia ingin merasakan sendiri tekstur pedang yang dijanjikan Feng San padanya.
“Jika suatu nanti kau bertemu Dewa Petir ... berterima kasihlah padanya, pedang itu adalah hadiah darinya.” Feng San tersenyum tipis melihat reaksi Liu Chang dan tidak lupa memberikannya nasehat agar berterima kasih pada Dewa Petir.
Liu Chang mengganguk pelan, kemudian menarik pedang yang dia beri nama Dewa Petir itu. Selonsongnya yang mengeluarkan warna petir hitam bercampur aliran petir nyata berhasil membuat Liu Chang terpukau. Pusaka yang sangat berkualitas sekali, batin Liu Chang.
“Beratnya mencapai puluhan kilogram ya ... jika saja tidak mengeluarkan qi pasti tanganku akan kebas selama berbulan-bulan ...” gumam Liu Chang saat menarik Pedang Dewa Petir dari selonsongnya.
Perlahan tapi pasti petir-petir kecil mulai masuk ke tangan Liu Chang dan menimbulkan sensasi cukup panas namun tidak membuat Liu Chang kesakitan.
“Aku tidak akan mengetahui kualitasnya, jika tidak dicoba ...” Liu Chang bersiap dengan kuda-kudanya. Dia telah mengalirkan qi nya untuk memperkuat pedang itu.
“Naga Menguasai Bumi!” Liu Chang menebaskan Pedang Dewa Petirnya ke udara, terlihat sebuah angin tebasan berbentuk bulan sabit meluncur sangat cepat.
Liu Chang bisa merasakan sensasi berbeda saat menggunakan pedang berbahan batu meteor dibandingkan pedang kayu. “Pedang ini lebih cepat mengerti dengan aliran qi,” batin Liu Chang.
Dalam satu tebasan, jangkauan serangannya mencapai puluhan hingga ratusan meter sesuai dengan qi yang Liu Chang alirkan. Liu Chang tersenyum puas dengan hasil akhirnya, dia berharap bisa beradaptasi lebih cepat dengan pedang ini.
“Dengan begini tidak alasan kalah menggunakan pedang itu melawanku.” Gang Wei tersenyum tipis, sejak tadi diam-diam dia memperhatikan Liu Chang yang kegirangan.
“Kenapa kita tidak buktikan saja?”
“Tidak perlu sungkan untuk menantang, aku terima dengan senang hati!”
Liu Chang dan Gang Wei mengambil jarak. Tidak lama setelah mengambil kuda-kuda, dua pria berbeda ras itu maju dan menyerang dengan kemampuan terbaik mereka.
Saat ini berbekal Pedang Dewa Petir gerakan Liu Chang lebih cepat dari sebelumnya, sesekali dia akan menghilang dari pandangan lalu muncul di belakang Gang Wei.
__ADS_1
Gang Wei tidak diam saja, dia mengeluarkan Ilmu Pedang Petir Naga yang merupakan ilmu pedang dari bangsa naga. Gerakannya terlihat gesit namun juga memiliki tenaga yang kuat di setiap tebasannya. Berbekal itu Gang Wei bisa mengimbangi kecepatan Liu Chang dan Pedang Dewa Petirnya.
“Cakar Naga Mengguncang Dunia!”
“Petir Hitam Abadi!”
Dua jurus yang mereka teriakan beradu begitu kencang dan menerbangkan segala hal di sekitar mereka. Gubuk Feng San tidak luput dari korban serangan yang menyasar namun akibat kehadiran qi Feng San gubuk itu selamat dari kehancuran.
“Nafsu bertarung anak muda, ah tidak ... yang satu berusia 700 tahun.” Feng San tersenyum tipis melihat pertarungan Liu Chang dan Gang Wei.
Liu Chang kembali berpindah tempat dengan cepat, namun Gang Wei tidak memberikan Liu Chang momentumnya hingga pertarungan keduanya hanya terlihat seperti dua angin yang saling beradu dari waktu ke waktu.
Sesekali akibat serangan mereka, dampaknya menyasar hingga menuju kota kecil tempat suku Langit bermukim yaitu Ground. Para penjaga yang sedang santai berjaga di pintu masuk kota langsung terkejut ketika serangan itu tiba-tiba menyerang ke arah kota.
Kumpulan para penjaga langsung mengeluarkan pedang mereka untuk menangkisnya namun akibat dampak serangan itu lebih besar, para penjaga terdorong hingga masuk ke dalam kota.
“Sial ... siapa yang berani menyerang kota saat santai seperti ini?!” gerutu salah satu penjaga, dia memegang dadanya karena hempasan angin tadi.
“Sepertinya asalnya dari sana ...” seru salah satu penjaga, dia menunjuk gubuk Feng San di atas bukit.
“Jadi dari sana ...”
Akhirnya mereka sepakat untuk melakukan balasan pada orang yang berani menyerang kota, sementara mereka tidak mengetahui bahwa Liu Chang sang murid Feng San dan Gang Wei temannya lah yang menyebabkan semua itu.
Tidak lama kemudian sekelompok penjaga tiba di depan gubuk Feng San, mereka langsung melakukan protes terkait serangan tadi tatkala melihat keberadaan Feng San.
“Dewa Feng, tiba-tiba saja sebuah serangan sangat kuat menyerang kota, dan asalnya dari sini, siapa yang melakukannya?” tanya ketua penjaga.
“Ya, kami bahkan sampai terhempas beberapa meter akibat berusaha menahannya!!” tambah anggotanya yang lain.
__ADS_1
Feng San terlihat tenang menanggapi para penjaga itu, tidak seperti biasanya mereka berkunjung kemari karena itu Feng San berniat menyambut mereka namun seketika itu juga tawarannya ditolak.
Para penjaga mengatakan alasan mereka kemari hanya ingin mencari tahu tentang serangan tadi yang mengarah pada kota.
Feng San mengganguk pelan lalu menunjuk ke satu arah, tempat di mana Liu Chang dan Gang Wei saling beradu serangan. Namun para penjaga tidak melihat sedikit pun adanya kehadiran seseorang, tetapi yang terlihat hanyalah dua angin yang saling beradu sesekali lalu beberapa detik kemudian seperti itu lagi.
“Aku berkata jujur, tepat di hadapan kalian ada dua orang yang sedang bertarung. Kalian tidak merasakan dampak serangannya karena tameng qi yang kubuat, jika saja kulepas ...” Feng San tertawa kecil, dia sudah membayangkan bagaimana serangan menyasar pertarungan Liu dan Gang Wei akan mengenai para penjaga kota.
Sedetik kemudian peng San benar-benar melepaskan tameng qi yang melindungi serangan menyasar dari Liu Chang dan Gang Wei. Para penjaga langsung mendapat sebuah serangan tebasan angin, dan menangkisnya dengan susah payah.
Setelah menangkis serangan-serangan itu beberapa kali, sebagian besar penjaga mulai menyadari bahwa serangan ini adalah serangan sama dengan yang menyerang kota.
Feng San hanya tersenyum tipis melihat kesulitan para penjaga itu, dia bisa tenang karena satu persen kekuatannya bahkan sanggup untuk menangkis serangan menyasar dari pertarungan tersebut.
“Dewa Feng, mohon lindungi kami lagi,” pinta salah satu penjaga yang telah kewalahan dengan serangan-serangan ini.
“Benar, kami mohon, Dewa.” Salah satu penjaga lain menambahkan.
Feng San mengganguk pelan sambil berjalan ke arah di mana Liu Chang dan Gang Wei bertarung. Feng San lalu menangkap kedua pedang yang beradu terus-menerus itu.
“Sudah cukup, kekacauan yang disebabkan kalian sampai menyulitkan para penjaga kota!” Feng San menunjuk ke satu arah.
Liu Chang dan Gang Wei kemudian melirik ke arah yang ditunjuk Feng San, terlihat para penjaga dari suku Langit menatap Keduanya dengan tatapan dingin.
“Apa menurutmu kita terlalu berlebihan?” Gang Wei berbisik mendekati Liu Chang.
“Mungkin saja, Gang Wei. Dalam kondisi ini kita harus segera meminta maaf dan bersujud.” Liu Chang menjawab singkat.
Liu Chang dan Gang Wei segera mendekati sekolompok penjaga itu, mereka meminta maaf karena pertarungan mereka menarik masuk orang lain dalam kesulitan.
__ADS_1
Setelah meminta maaf, Liu Chang dan Gang Wei ikut membantu memperbaiki pintu masuk kota yang rusak cukup parah akibat pertarungan mereka. Liu Chang cukup terkejut saat melihat keadaan pintu masuk lebih buruk dari yang diceritakan para penjaga.
“Pedang yang sangat hebat, jangkauannya bahkan mencapai jarak sejauh ini ...” Liu Chang bergumam pelan melihat Pedang Dewa Petir yang tersarung rapi di pinggangnya.