
Kelompok-kelompok yang Liu Chang buat menjadi waspada ketika Chiriyu dengan tubuh besarnya keluar dari mulut gua. Belum selesai keterkejutan mereka, ratusan kelelawar menyusul Chiriyu keluar dari gua dengan ukuran mengerikan.
“Sialan, bagaimana ini?!”
“Mungkinkah kita harus menyerang keduanya?”
“Kemana pemimpin kita, Liu Chang?”
Satu per satu kelompok mulai panik dan berusaha mencari solusi terbaik menghadapi kedua ancaman itu. Saat mereka akan tiba dalam keputusasaan lebih jauh puluhan orang tiba-tiba datang ke arah mereka.
“Siapkan senjata kalian!! Ikuti serangan dan pola yang kubuat!!” seru Salazar yang sudah mereka kenal di barisan paling depan.
Empat kelompok Liu Chang tadi menjadi lega ketika melihat puluhan orang yang datang adalah bantuan besar, Salazar bersama pasukannya sementara para tetua suku membawa pasukan elit suku Everard yang tidak kalah dengan dua puluh orang dalam empat kelompok itu.
“Ketua Salazar, terima kasih telah datang.” Salah satu pemimpin regu elemen tanah membungkuk hormat pada Salazar.
“Ya, kami juga tidak ingin menyerahkan ini pada kalian. Bagaimana keadaan di dalam?” Salazar berhenti saat salah satu ketua regu mengajaknya bicara.
“Saat ini hanya Ketua Liu Chang yang berada di dalam sementara situasi ini tiba-tiba muncul saat kami berjaga di mulut gua.”
Salazar mengganguk pelan, setelah mengerakkan sebagian besar kekuatan untuk menghalau serangan kelelawar dia memasuki gua bersama beberapa tetua suku.
“Kalian jaga di sini, aku bersama tetua yang lain akan membantu Liu Chang di dalam!!” Salazar memberi pesan terakhir pada pasukan di bawahannya dan segera bergegas masuk ke dalam gua.
°°°°
“Cakar Besi, Api Neraka Abadi!!!” Liu Chang kembali menyerang dengan teknik Cakar Besi, kali ini ia melepaskan tinju api bernama Neraka Abadi. Jurus Neraka Abadi jika digunakan pada lawan akan membakar seluruh tubuhnya selama Liu Chang belum menghentikannya.
Siluman kelelawar yang tidak siap menyambut serangan itu terkena serangan Liu Chang dan jatuh ke tanah dengan tubuh terbakar hebat, dia berteriak dengan keras karena api di tubuhnya tidak juga padam setelah dirinya berguling-guling di tanah.
__ADS_1
Liu Chang cepat-cepat menghentikan jurusnya, khawatir api itu mengubah tubuh siluman kelelawar menjadi abu. Liu Chang memiliki alasan tersendiri melakukan itu, dia mempunyai beberapa pertanyaan pada siluman kelelawar jadi hanya ini satu-satunya cara untuk melumpuhkannya.
Setelah bertarung selama beberapa menit dengan Liu Chang akhirnya siluman kelelawar tertunduk lesu tanpa tenaga untuk melawan lagi, Liu Chang membuatnya geram dengan tindakannya yang terakhir.
“Hah ... hah, kenapa kau menghentikannya?! Kau pikir aku takut akan kematian?!” Siluman kelelawar menatap dengan tajam.
“Kurangi sifat angkuh itu, jika api tadi kubiarkan satu menit saja tubuhmu bisa terbakar menjadi abu.” Liu Chang duduk di salah satu batu sambil menatap dingin wajah siluman kelelawar yang bersimbah darah.
“Lalu kenapa?!” Siluman kelelawar masih tidak percaya dengan tindakan Liu Chang namun jika seperti ini ia merasa dilecehkan.
Liu Chang mengelus dagunya, “Jika kukatakan untuk menanyakan alasanmu tiba-tiba muncul di sini sepuluh tahun lalu, bagaimana tanggapanmu?”
Siluman kelelawar menatap tidak percaya pada Liu Chang, apakah hanya itu alasan manusia ini sampai mengganggu kediaman keluarga dan bawahanku di gua ini?
“Tenggorokanku sudah terluka, sedikit saja aku berbicara la–” Kalimat siluman kelelawar terhenti, rasa sakit di tenggorokannya telah sampai pada batasannya, membuatnya tidak bisa lagi menahan kesakitan itu.
Liu Chang segera melemparkan sebuah pil dengan efek menyembuhkan, meskipun tidak yakin pil sekecil itu akan berefek tetapi setidaknya pil itu bisa membantu mengobati luka siluman kelelawar.
“Tidak, aku membutuhkan informasimu jadi yang tadi tidak gratis. Perlu diingat bahwa kau bisa dengan mudah kubuat seperti tadi lagi.” Liu Chang kembali menatap siluman kelelawar dengan tajam. Namun kali ini Liu Chang sedikit mengeluarkan aura pembunuhnya untuk menekan mental kelelawar.
Siluman kelelawar menelan ludahnya, sebelumnya saat bertarung dengan Liu Chang, dia tidak merasakan aura ini tetapi sekarang Liu Chang terlihat seperti orang yang berbeda di matanya.
“Ba–baik, jadi ....” Siluman kelelawar sekarang berubah sikap menjadi lebih sopan pada Liu Chang, dia menceritakan semua yang diketahuinya dan alasannya kemari dengan lancar seperti keluar begitu saja.
Namun satu hal yang Liu Chang lihat tidak beritahukan padanya oleh siluman kelelawar sedikit pun adalah informasi tentang seseorang yang menugaskan kelompok kelelawar ini datang ke Lembah Eve.
Saat Liu Chang terus mendesaknya lebih jauh, siluman kelelawar malah semakin ketakutan dan bahkan berniat menyerang Liu Chang kembali. Liu Chang merasa informasi orang atau kelompok misterius itu yang bahkan bisa membuat seorang siluman sampai ketakutan seperti ini adalah hal ajaib sekaligus mengejutkan.
“Kau yakin? Aku bisa membuatmu lebih sengsara dari ini?!”
__ADS_1
“Aku tidak berani ...”
“Kenapa? Keluargamu mereka sandera?”
“Aku tidak berani,” ucap siluman kelelawar sekali lagi. Setiap Liu Chang menanyakan tentang informasi orang yang menyuruhnya, siluman kelelawar terus mengatakan hal yang sama berulang-ulang.
Liu Chang mulai merasakan hal aneh dari pembicaraannya ini setelah sekian lama. Dugaan Liu Chang tidak salah, beberapa menit kemudian tubuh siluman kelelawar mengeluarkan bau seperti unsur belerang gunung api, lalu lama kelamaan tubuh siluman kelelawar mulai membesar dengan cepat.
“Sepertinya orang yang menyuruhnya mempunyai semacam cara jika ada seseorang yang membocorkan rahasia mereka, maka dia akan seperti ini akibatnya.” Liu Chang melihat tubuh siluman kelelawar semakin membesar, terlihat tidak lama lagi akan terjadi ledakan di dalam gua ini.
Liu Chang terbang menjauh ke arah mulut gua untuk menghindari ledakan itu, saat tiba akan keluar dari gua beberapa saat lagi, Liu Chang menemukan puluhan orang yang diantaranya terdapat Salazar.
“Aku peringatkan kalian, cepat pergi dari gua ini!!” Liu Chang berteriak dengan keras sambil terbang menjauhi area dalam gua. Meskipun memiliki kekuatan Pendekar Naga, Liu Chang juga tidak ingin mencoba menyerahkan nyawanya begitu saja.
Salazar dan yang lainnya heran dengan sikap Liu Chang namun melihat Liu Chang yang begitu serius mereka akhirnya mengikuti saran Liu Chang dan menjauhi dalam gua mengikuti Liu Chang yang sejak tadi memperingatkan mereka.
“Kenapa Liu Chang bersikap seperti it–” Salazar belum sempat menyelesaikan kata-katanya saat ledakan besar tiba-tiba terdengar dan api yang sangat besar mulai menjalar ke seluruh bagian gua hingga mulut gua pun saat ini terkena dampaknya.
“Buat pelindung!! Cepatlah!! Akan ada ledakan api, dan ini begitu besar!!”
“Pengguna elemen air buat gelombang air yang cukup besar untuk menahan apinya!!”
Liu Chang dan yang lainnya akhirnya keluar dari gua dan segera memerintahkan beberapa orang untuk mengambil tindakan. Liu Chang dan Salazar yang menggunakan elemen air memimpin beberapa pasukan di belakangnya untuk menyatukan kekuatan mereka.
Liu Chang membuat gelombang air paling besar dengan jumlah qi miliknya yang melimpah di dantiannya. Tidak ada yang benar-benar tercengang untuk menyaksikan itu karena semua orang fokus untuk menyelamatkan diri.
Ledakan demi ledakan terus terjadi, seolah area dalam gua adalah tumpahan minyak dan bahan peledak seluruhnya. Beberapa batu sempat beterbangan ke arah mulut gua namun berkat adanya Liu Chang semua itu bisa ditahan dengan baik.
Ledakan dan api yang membakar bagian gua itu baru berhenti setelah satu jam lamanya. Di saat-saat terakhir hanya Liu Chang, Salazar dan beberapa tetua yang masih sanggup bertahan dari panasnya api, sementara sisanya pingsan, tak terkecuali Chiriyu.
__ADS_1
“Akhirnya selesai ... kau kuat sekali, tidak sedikit pun keringat menetes di tubuhmu.” Salazar menjatuhkan tubuhnya ke tanah, tubuhnya begitu lelah menghadapi sesuatu yang menurutnya adalah serangan dadakan. Salazar kagum Liu Chang bisa memiliki stamina yang kuat itu.
“Itu menurutmu saja, aku pun merasakan kelelahan seperti kau dan yang lainnya ...” Liu Chang tersenyum tipis dan bergumam pelan. “Namun dalam bentuk mental ....”