Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
Ch. 35 - Yu Hongli Vs Xie Bing.


__ADS_3

Beruntungnya bagi Yu Hongli, menantu dan anaknya telah pergi dari kediamannya saat ini dan berencana menetap di istana Kekaisaran Giok Selatan. Jadi dia bisa tenang menghadapi serangan Xie Bing secara leluasa.


Tanpa Xie Bing ketahui sebelumnya, salah satu penjaga yang saat ini dia habisi ada yang melarikan diri dan melaporkan kejadian ini pada Yu Hongli. Pembicaraan Yu Hongli dan Yu jie bahkan sampai terhenti karena salah satu anak buah mereka memasuki ruangan Yu Hongli tanpa permisi.


"Apakah kau tidak memiliki rasa hormat padaku, seharusnya kau mengetuk pintunya lebih dulu!" Yu Hongli memarahi anak buahnya, memasuki ruangannya tanpa ucapan permisi adalah suatu penghinaan.


"Maaf bos, tapi ini darurat. Aku ingin menyampaikan sesuatu... Tempat ini... Sedang diserang saat ini, pelakunya adalah Xie Bing dan pasukannya!!" ucap anak buah Yu Hongli, dia begitu tergesa - gesa menyampaikan laporannya.


"Apa? Bagaimana mereka bisa menyerang kalian, setahuku mereka menyerang dari arah depan saat ini?" Yu Hongli memukul mejanya. Sementara Yu jie membuka jendela ruangan, kemudian melompat ke atas atap.


"Yu jie? Ah... Dia memang cekatan." Yu Hongli baru saja ingin meminta Yu jie untuk menangani masalah ini, namun nyatanya Yu jie lebih cerdas dari yang dia pikirkan.


"Antar aku ke tempat dia muncul!!" begitu Yu Hongli mendengar bahwa Xie Bing pelakunya, dia sangat ingin melakukan pertarungan seperti sepuluh tahun lalu dengan Xie Bing.


"Baik bos, dia masuk dari pintu utara."


•••


Sementara itu Gang Wei yang ada di atas awan saat ini, melihat bahwa pasukan pemberontak mulai menyerang. Gang Wei sedikit kagum melihat kemampuan menyusup Xie Bing yang senyap, dan dalam sekali serang bisa menghabisi dua sampai tiga orang.


"Pendekar sakti ya..."


Gang Wei kembali memutari kediaman Yu Hongli, untuk melihat situasi di wilayah yang lain. Saking luasnya kediaman Yu Hongli, Gang Wei harus berpindah tempat dari waktu ke waktu untuk mengawasinya.


Dari sisi pintu barat Gang Wei melihat Liu Chang dan Patriark Bing bertemu di satu titik dan melakukan serangan secara bersamaan. Sementara pasukan yang mereka bawa sebagian ada yang menghadapi anak buah yang di bawa oleh Yu Jie.


Sementara itu, saat Xie Bing berhasil menghabisi semua orang dibagian utara. Seseorang muncul dihadapannya dan pasukan pemberontak. Membawa sebagian besar mayat hidup yang sama, seperti mayat hidup yang sepuluh tahun lalu menyerang Kota Jian Yi.


"Kau terkejut... Aku pastikan hari ini akan menjadi hari kematianmu!! Terima ini!!" Yu Hongli langsung maju menyerang ke arah Xie Bing, sementara pasukan mayat hidup Yu Hongli melawan pasukan pemberontak yang dibawa oleh Xie Bing.


"Senior Bing..."

__ADS_1


"Kalian jangan pikirkan aku, aku bisa mengurus bajing*n ini sendiri."


Anak buah Xie Bing tadinya berniat menolong dirinya yang cukup kesulitan menahan serangan dari Yu Hongli, namun niatannya itu dibalas dengan sebuah penolakan oleh Xie Bing.


Disisi lain pasukan mayat hidup Yu Hongli cukup membuat kesulitan pada pasukan pemberontak yang sebagian besar hanya manusia biasa. banyak orang dari pasukan pemberontak yang langsung berjatuhan tidak sadarkan diri saat digigit di bagian bahu oleh mayat hidup itu.


"Cari orang yang mengendalikannya, mayat itu akan mati jika yang mengendalikannya tidak sadarkan diri!!" teriak seseorang yang sudah berumur sepuh, dia adalah salah satu orang yang pernah berurusan dengan para mayat itu sepuluh tahun yang lalu.


Disisi lain Yu Jie yang saat ini berada di atas atap melihat kehadiran Patriark Bing, dan langsung menerjang ke arah Patriark Bing, saat itu secara kebetulan Liu Chang juga sedang disibukkan oleh pasukan mayat hidup saat Patriark Bing tiba - tiba diserang.


"Kudengar kemampuan Patriark dari Asosiasi Pedang Muda cukup hebat, tapi apa ini?" Patriark Bing melihat seseorang didepannya, dia tidak mengenal orang tersebut tetapi yang pasti kekuatannya jauh di atas dirinya.


"Oh, perkenalkan namaku Yu Jie, salam kenal." Yu Jie menyadari tatapan sinis dan geram Patriark Bing, dia merasa hal itu disebabkan karena dia tidak mengenalkan diri terlebih dahulu.


"*D*ia bermaksud mengejekku atau apa, segala ada acara memperkenalkan diri begini." gumam Patriark Bing, dirinya merasa Yu Jie ini sedang mengejeknya.


"Hei ayolah, seranganmu menjadi tumpul begini!!"


••••


"Kau ternyata berhasil mencapai tingkat pendekar sakti secepat ini?" Xie Bing begitu terkejut, sepengetahuannya Yu Hongli memiliki kemampuan pendekar menengah. Tapi nyatanya saat ini kekuatan Yu Hongli bahkan melebihi dirinya.


"Hahahaha.... Kau terkejut dengan kemampuanku ini, jangan berpikir aku hanya diam dan duduk di meja kerjaku menikmati pembangunan kota ini." Yu Hongli tertawa lantang melihat keterkejutan Xie Bing.


"Hujan Darah Ilusi."


Xie Bing menyadari jurus pedang yang digunakan oleh Yu Hongli, dia pernah melihat jurus ini sebelumnya saat masih menjadi prajurit kekaisaran.


"penguasaan jurusnya sudah sejauh ini dalam sepuluh tahun, Yu Hongli ini... Harus kubunuh secepatnya."


Namun sayang pikirannya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, Xie Bing begitu kesulitan menahan jurus ilusi tersebut. Sesuai namanya Hujan Darah Ilusi menitikberatkan pada kemampuan ilmu pikiran yang menyebabkan musuh akan masuk ke dalam ilusi yang terus berulang-ulang dan menyebabkan terjadinya kelelahan pada pikiran lawan.

__ADS_1


"Ayolah pertarungan menjadi tidak seru begini."


"Sialan, kau meremehkanku ya?"


"Sutra membelah keheningan"


Xue Bing melepaskan jurus pedangnya, jurus ilmu sutra yang dia kuasai berasal dari suatu sekte di Kekaisaran Giok Utara dan sampai saat ini pemahaman Xie Bing akan ilmu tersebut sudah cukup tinggi. Sutra membelah keheningan termasuk bagian jurus yang ditandai dengan cap berbahaya dari penciptanya karena jurus tersebut bisa membunuh seseorang tanpa disadari oleh korbannya.


"Apa? Gerakannya begitu lincah, jurusnya setingkat dengan ilusi darah ya?" gumam Yu Hongli. Ia bertanya-tanya sejak kapan Xie Bing menguasai jurus ini, karena sepuluh tahun yang lalu dia tidak pernah melihat Xie Bing melepaskan jurus seperti ini.


"jurus ini cukup menguras tenaga... Jika begini terus aku bisa saja kalah, aku harus mengakhiri pertarungan ini secepatnya." batin Xie Bing, staminanya cukup terkuras setelah bertarung dan mengeluarkan hampir seratus jurus.


Yu Hongli yang melihat adanya kesempatan segera mengeluarkan jurus pedangnya yang lain, meskipun tubuhnya sudah dipenuhi luka sayatan Yu Hongli tetap maju dengan keberaniannya menembus jurus ilmu pedang sutra milik Xie Bing.


Dengan sedikit usaha Yu Hongli akhirnya pertarungan mencapai puncaknya, terlihat Xie Bing menyeka darah yang keluar dari tepi bibirnya. Setelah bertarung ratusan jurus stamina Xie Bing tidak bisa mengalahkan tubuh Yu Hongli yang awet muda.


"Mungkinkah aku mati disini, ah..." batin Xie Bing saat melihat pedang Yu Hongli yang siap menebas lehernya.


"Ada kata-kata terakhir yang ingin kau sampaikan untuk anakmu? Aku akan menyampaikannya setelah menyetubuhinya nanti. Hahahaha." Yu Hongli tertawa lantang, dia bahkan mengatakan hal yang membuat Xie Bing murka.


"Jangan bercanda kau sialan!!!"


"Dasar orang tua pemarah, lebih baik mati saja kau!!"


Yu Hongli menebaskan pedangnya tepat ke leher Xie Bing, namun pedangnya tidak berhasil mengenai leher Xie Bing. tangan seseorang menghentikan pedang Yu Hongli yang merupakan pusaka tingkat bumi.


"Ups.... Sepertinya aku harus ikut campur di sini."


••••


Sampai jumpa di Chapter selanjutnya....

__ADS_1


Ibnu R.


__ADS_2