Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
CH. 23 – Lima Dosa Besar


__ADS_3

Bersamaan dengan Liu Chang dan Gang Wei yang telah memulai kembali perjalanan mereka, cukup jauh dari perbatasan Kekaisaran Giok Utara dengan Negara Dorrego, tepatnya di suatu lembah gunung berapi yang tidak lagi aktif terdapat suatu organisasi yang menjadi dalang dari kekacauan selama beberapa puluh tahun terakhir, organisasi ini disebut Lima Dosa Besar.


Lima Dosa Besar merupakan salah satu kelompok aliran hitam yang menjadi kelompok paling ditakuti oleh sekte kecil maupun menengah aliran putih, cara dan rencana mereka yang lihai dalam taktik pembunuhan serta markas utama mereka yang tersembunyi menjadi alasan di sekian banyaknya alasan lain.


Dalam organisasi Lima Dosa Besar, terdapat empat orang jenderal yang memimpin masing-masing pendekar elit di bawah kepemimpinannya. Keempatnya merupakan Pendekar Menengah yang telah mencapai puncak dari inti masing-masing, sementara itu diisukan pemimpin tertinggi mereka merupakan Pendekar Sakti yang baru naik tingkat beberapa bulan yang lalu.


Di aula utama yang digunakan untuk rapat para petinggi, beberapa orang pendekar terlihat telah bersiap untuk melakukan rapat yang biasanya mereka lakukan ketika ada sebuah kejadian besar mengguncang organisasi mereka.


Pria berambut yang sepenuhnya telah memutih kemudian memasuki ruangan, rambutnya yang memutih tidak menjadikannya terlihat renta melainkan terlihat berwibawa. Namun pembawaannya yang terlihat malas dengan rambut yang dibiarkan tidak ikat dan baju yang belum di kancingkan membuat aura wibawanya seolah runtuh.


“Maafkan keterlambatanku, istriku sedang hamil jadi aku sering bangun dini hari untuk menemaninya ketika tidak bisa tidur.” Pria tersebut adalah Chaga, sang Dosa Kemalasan.


“Ah, bukannya senior Chaga belum memiliki istri. Bagaimana jika senior melamarku dan kita akan bermain-main setiap harinya ...” Salah seorang jendral kemudian mendekati Chaga dengan gayanya yang feminim, dia adalah Griselda, sang Dosa Hawa Nafsu. Griselda adalah satu-satunya wanita di dalam jajaran para jendral.


“Griselda! Jangan memperdayai ketua dengan berkata seperti itu. Aku tahu rencana busukmu!” Kuin, sang Dosa Iri Hati menggebrak meja di depannya hingga hancur. Sejak dahulu dia tidak senang jika ada seseorang yang memiliki sifat penjilat seperti Griselda, karena reputasi dan prestasinya bisa hancur akibat hal itu.


“Kau berani menentangku, Kuin!” Griselda mengeluarkan senjatanya yang berbentuk Cambuk dan termasuk Pusaka Bumi, “Kau ingin aku mencambukmu hingga kenikmatan atau sekalian membunuhmu juga?!”


“Oh, kau pikir aku takut padamu?” Kuin ikut mengeluarkan panahnya yang juga termasuk Pusaka Bumi dan memiliki nama terkenal yaitu Panah Api Hitam, “Seingatku dari pertarungan terakhir kita, aku mengalahkanmu dengan telak! Kau tidak lupa itu kan?!”


Dua jendral yang lain hanya menggelengkan kepalanya melihat keributan di depan mereka. Entah kenapa saat bertemu untuk melakukan rapat, paling tidak kejadian ini pasti akan selalu terjadi.


Salah seorang jenderal yang merupakan adik dari Kuin yaitu Juin, sang Dosa Ketamakan kemudian menarik lengan kakaknya untuk berhenti membuat keributan. Kuin yang ditarik adiknya seperti itu hanya bisa pasrah, salah satu orang yang tidak ingin dia sakiti dan bantah adalah adiknya sendiri. Padahal anak panahnya telah siap untuk dilesakkan ke arah Griselda.


“Baiklah, kita mulai saja rapatnya. Karena kebetulan aku yang mendapatkan informasi ini dari anak buahku, jadi aku yang akan memimpin jalannya rapat. Tolong simak baik-baik karena ini menyangkut nasa depan organisasi!” Noe, sang Dosa Kesombongan, menenangkan keributan itu dengan suaranya yang dialirkan qi sehingga mengintimidasi semua orang di ruangan ini.


Chaga yang merupakan pemimpin kemudian menyuruh Kuin duduk termasuk Griselda yang masih memegang lengannya dan bermanja-manja di sana. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya karena para petinggi yang ada di organisasinya begitu parah dengan sifat yang sama-sama lebih mementingkan kepentingan pribadi.


Namun untuk memberi peringatan pada para jenderal ini pun dirinya tidak bisa karena terlalu malas, Chaga mulai menyesali mengapa dahulu tidak memberi nama organisasi dengan nama-nama buah sehingga apa yang dibicarakan oleh para jenderalnya paling tidak adalah seputar buah-buahan.


Setelah keadaan cukup tenang, Noe memulai laporannya tentang masalah yang akan menentukan masa depan mereka. Kabar tentang gagalnya penyerangan kelompok Hujan Darah beberapa hari yang lalu telah sampai ke telinga Noe, dan saat menerima hal itu dia memutuskan untuk mengadakan rapat para petinggi sebagai tindakan selanjutnya atau antisipasi bagi mereka.

__ADS_1


Menurut Noe, jika mereka bisa menguasai kota perdagangan seperti Jian Yi menggantikan kelompok Hujan Darah, maka keuntungan dan pemasukan untuk Lima Dosa Besar akan bertambah beberapa kali lipat, karena kota seperti Jian Yi mendapatkan jutaan keping emas dari pajak setiap bulannya.


Noe berharap para jenderal setuju dengan idenya menguasai kota Jian Yi, dengan kemampuan mereka dia yakin menguasai kota sebesar Jian Yi adalah hal yang mudah. Tidak perlu menggerakkan pasukan yang besar pun, dia yakin mereka dapat Jian Yi bisa ditaklukkan tanpa perlawanan berarti dari petugas keamanan kota.


“Tunggu, bagaimana dengan kabar penyerangan tiga ratus anggota Hujan Darah itu? Bukankah mereka yang menghabisi seluruh anggota Hujan Darah bersama dengan Yu Hongli yang memimpinnya?” Juin, Dosa Ketamakan menanggapi kabar itu lebih dahulu daripada yang lain.


Juin menambahkan bagaimana jika kemungkinan orang yang menghabisi nyawa seluruh anggota Hujan Darah Kekaisaran Giok Utara masih berdiam di Kota Jian Yi, kemungkinan mereka bisa menang pasti akan sangat sedikit.


Selain itu, tidak heran jika ada seorang pendekar yang berhasil membunuh dan menghancurkan organisasi perampok seperti mereka, tetapi bedanya seluruh anggota Hujan Darah seluruhnya juga adalah seorang pendekar sama seperti Organisasi Lima Dosa Besar.


“Untuk masalah itu, anak buahku yang berada di sana telah menyelidiki hal ini dan kabarnya dua orang pendekar yang berhasil menghancurkan Jian Yi telah pergi sejak beberapa jam yang lalu.


Selain itu dari penyelidikan di tempat pertarungan Yu Hongli dengan dua pendekar itu, kemampuan mereka bisa diperkirakan hanya seorang Pendekar Menengah, tidak seperti kekhawatiran kita sebelumnya.” Noe memastikan semua rencana yang telah dibuat akan berhasil karena Jian Yi dipastikan baru saja pulih dari penyerangan itu.


Para jenderal memandang satu sama lain, selain Noe yang menjadi pemimpin rapat seluruh anggota rapat hanya bisa memberikan suaranya satu. Noe tidak diperkenankan untuk ikut memberikan suaranya karena akan menyebabkan keputusan menjadi tidak adil.


“Aku setuju, dengan uang yang banyak kita bisa membeli sumber daya yang lebih berharga lagi dari saat ini. Kemampuan kita harus segera naik ke tingkat selanjutnya, mengingat banyak orang yang mengincar dan ingin menghancurkan kita.”


“Aku tidak setuju, resikonya terlalu besar.” Kuin memberi suaranya.


“Huh, orang yang bermental lemah pasti tidak ingin mengambil resiko besar seperti ini. Aku setuju!” Griselda memberikan suaranya dan berhasil membuat Kuin tersulut emosi karena ucapannya sebelumnya.


“Kau!" Kuin mengepalkan tangannya dengan keras, bersiap untuk menyerang Griselda tetapi dua aura kuat dari Chaga dan Noe segera menatapnya untuk tidak membuat keributan lebih jauh.


“Sebagai pemimpin tertinggi, aku hanya bisa menyetujui ide penyerangan ini, lakukanlah strategi yang tidak membuat kita mengalami kerugian jika gagal! Aku menunggu hasil baiknya.” Dengan suara Chaga yang menyetujui penyerangan ini, artinya terdapat tiga suara setuju dan satu suara tidak setuju.


Dengan ini Noe menyatakan bahwa idenya untuk menyerang Kota Jian Yi akan dilakukan mulai esok hari, pasukan di bawahnya yang akan menyerang ke Jian Yi untuk menaklukkannya.


Juin yang mendengar hal itu, menggebrak meja di depannya hingga hancur. Hal itu membuat Chaga dan yang lainnya menjadi terkejut karena Juin tidak biasa bersikap seperti ini kecuali satu hal ....


“Tidak! Aku hanya setuju jika anak buahku yang melakukan penyerangan ke kota itu, bisa saja semua kekayaan dan upeti pertama di bawa ke kelompokmu dan tidak dibagi rata bukan?” Juin menatap tajam ke arah Noe dan seketika membuat Noe hanya bisa menghela napas.

__ADS_1


“Benar-benar cerminan dari Ketamakan ...” Griselda, Kuin, dan Chaga hanya bisa menggelengkan kepalanya, sikap Juin yang tiba-tiba bisa meledak-ledak seperti ini hanya diakibatkan satu hal yaitu uang.


“Setidaknya katakan alasanmu, Juin. Kami tidak bisa mempercayaimu jika hal itu hanya masalah uang.” Noe tetap tenang dan menanggapi Juin yang masih tersulut emosi.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu membuat Juin berpikir sejenak, pertanyaan ini hanya ada dua kemungkinan yaitu Noe hanya ingin menjebaknya atau Noe dan yang lainnya memang benar-benar ingin mengetahui alasannya.


“Sebagian besar pasukan Noe adalah pengumpul informasi yang memiliki ilmu meringankan tubuh tinggi tetapi tidak memiliki fisik yang kuat, berbeda dengan pasukan di bawahku yang merupakan pengguna pedang.


Kecepatan dan fisik bertarung mereka adalah yang paling ideal dalam penyerangan ini.” Juin tersenyum tipis. Sementara itu para jenderal hanya bisa memandang tidak percaya karena kata-kata itu bisa keluar dari mulut Juin.


Selama ini Juin adalah yang termuda di antara mereka, terutama karena Juin masih memiliki hubungan saudara dengan Kuin yang merupakan kakaknya, jadi kata-kata yang terdengar penuh pertimbangan seperti tadi adalah sesuatu yang jarang sekali di dengar para jenderal.


“Hahaha, aku tidak percaya alasan itu keluar dari mulutmu. Namun memang benar bahwa Noe memiliki pasukan yang tidak memiliki ketahan fisik dan ilmu bela diri yang tinggi, jadi aku menyetujui penyerangan ini diserahkan padamu.”


Chaga tertawa keras, dia mulai menyadari keputusannya dahulu tidak salah dalam memberikan nama Lima Dosa Besar untuk sebuah organisasi. Terbukti dengan ketamakan di sampingnya Juin menjadi orang yang jenius dalam berpikir meskipun hal itu hanya karena uang.


Selain masalah Jian Yi, Noe juga mengatakan beberapa hal lain tentang adanya kemungkinan rombongan bangsawan Han dari Kekaisaran Giok Utara akan pergi ke Negara Dorrego, hal ini bisa menjadi peluang mereka untuk meminta tebusan besar ke bangsawan Han.


Juin yang sebelumnya telah merasa senang karena penyerangan ke kota Jian Yi menjadi bersemangat, karena ini artinya dia bisa membunuh dua burung dengan satu batu. Jian Yi dan rombongan Han adalah cara yang bagus untuk masalah tentang uang baginya.


Sebelum rapat dibubarkan Kuin meminta pada Chaga untuk membantu Juin menyerang ke Jian Yi, dengan kombinasi pasukan panah dan pedang mereka berdua penyerangan kali ini pastinya tidak akan gagal.


Chaga mengganguk dan menyetujui hal itu, sementara itu Griselda hanya berpikir bahwa Kuin juga ingin ikut mendapatkan keuntungan besar dari penyerangan ini dan penyerbuan pada bangsawan Han.


Noe juga hanya bisa memasrahkan tugas-tugas penting itu tidak jatuh ke tangan pasukannya karena terlalu lemah. Setelah rapat ini Noe berpikir untuk memberi latihan keras agar suatu hari tugas-tugas mereka bertambah semakin banyak.


••••


Terdapat sedikit perubahan pada jumlah Dosa Besar, enjoy .... Biasanya 7, ini hanya 5


Oh, ya dukung juga penulis dengan terus memberikan like di setiap chapternya

__ADS_1


__ADS_2