
"Hu Bing, ini benar kau... Sudah lama sekali, maafkan aku karena dahulu meninggalkanmu di depan gedung itu ." Xie Bing memeluk Patriark Bing dengan erat, dia teringat masa lalu saat Patriark Bing masih merupakan seorang pemuda tanpa keahlian beladiri yang hari - harinya selalu mendapatkan ancaman.
Patriark Bing membalas memeluk Xie Bing dengan erat, rasanya dia ingin menangis melihat penampilan saudara angkatnya yang begitu berubah selama sepuluh tahun terakhir, tubuhmu kini begitu kurus seperti orang tua pada umumnya, meskipun umur Xie Bing belum memasuki kepala lima.
"Tidak kakak, kau tidak salah... Saat itu setelah kau meninggalkanku... Orang - orang yang ada di gedung itu mulai mengadopsiku dan melatihku beladiri, namun karena bakat beladiriku yang begitu rendah Sampai hari ini aku hanya mencapai pendekar awal tahap 8."
Melihat dua orang yang tadinya saling menatap curiga akhirnya berpelukan erat membuat Guan Cheng dan para penduduk di bawah tanah kebingungan, satu hal yang mereka ketahui bahwa kedua orang tersebut adalah saudara angkatnya.
"Patriark Bing tidak pernah menceritakan ini, apa mungkin dia kehilangan ingatannya sejak lama?" Gumam Guan Cheng, bisa dibilang Guan Cheng adalah orang terdekat Patriark Bing namun Guan Cheng tidak pernah mengetahui masa lalu Patriark Bing.
Setelah beberapa saat pertemuan yang mengharukan tersebut akhirnya selesai, Xie Bing memerintahkan para penduduk bawah tanah untuk kembali ke pekerjaannya masing-masing. Sementara itu Patriark Bing dan Guan Cheng, Xue Bing ajak ke kediamannya untuk sekedar berbincang santai dan melepas rindu selama lebih dari Sepuluh tahun tidak bertemu.
"Mari duduk, maafkan aku karena tidak bisa menyediakan apapun karena kondisiku yang begini." Xie Bing menatap haru ke arah Patriark Bing dan Guan Cheng. Berharap mereka berdua bisa terbiasa dengan kondisi rumahnya yang berbeda dengan penduduk di atas.
"Tidak apa-apa kakak, aku tidak meminta apapun darimu, sebagai gantinya aku ingin kau menceritakan kejadian sepuluh tahun yang lalu hingga kondisimu bisa sampai seperti ini sekarang!" Patriark Bing tersenyum tipis, baginya pertemuannya dengan Xie Bing sudah merupakan berkah dari dewa, tidak ada hal lain yang Patriark Bing inginkan.
Guan Cheng diam terpaku, dia ingin membiarkan kedua saudara itu agar bisa berbincang lebih jauh. Xie Bing mengiyakan permintaan Patriark Bing, dia menghela napas sejenak, berusaha mengumpulkan tekad untuk menceritakannya.
"Kisah ini cukup panjang jika diceritakan... "
__ADS_1
••••
° Disaat yang sama, di wilayah barat Kota Jian Yi.
Liu Chang dan Gang Wei masih mengumpulkan informasi mengenai Kelompok Hujan Darah. Mereka berdua sudah menyusuri hampir seluruh penjuru Kota Jian Yi, namun tidak satu pun mereka temukan bukti atau informasi mengenai kelompok tersebut.
Gang Wei bahkan mencari informasi tentang kelompok tersebut hingga ke jalan sempit yang ada di Kota Jian Yi, sementara Liu Chang sampai menguping pembicaraan orang - orang yang dia temui, namun hasil dari pencarian keduanya tetap nihil.
"Sepertinya kelompok itu cukup pintar menyembunyikan keberadaannya, menurut orang bernama Xie Bing itu, aku harus berhati-hati pada Kelompok Hujan Darah ini, tapi nyatanya mereka cukup sulit untuk ditemukan di kota ini."
Liu Chang menghela napas panjang, dia merasa tugas menjaga perdamaian tidak semudah yang dia pikirkan, Liu Chang mulai berpikir pantas saja Feng San bisa sampai terenggut nyawanya demi menjaga perdamaian di Benua Dataran Giok.
Setelah Cukup lama pergi, Gang Wei akhirnya datang, dia telah mencari informasi ke sekitar tempat tersebut tetapi hasilnya tetap nihil. Dan tidak satu pun orang yang membicarakan kelompok itu.
Beberapa saat kemudian dua orang yang suaranya sedang Liu Chang dengarkan, tepat melewati tempat Liu Chang dan Gang Wei yang sedang beristirahat. "Kita sangat beruntung... Suaranya sangat mirip dengan dua orang ini mari kita tangkap, Pegang seutas tali ini!" Liu Chang berbisik ke arah Gang Wei, begitu juga Gang Wei yang dengan cekatan segera bersiap - siap, karena Liu beberapa saat lagi akan menghadang langkah kedua orang tersebut.
"Apa - apaan ini, kenapa kau menghadang langkahku anak muda, cepat minggir!!" Seru salah satu dari dua orang tersebut. Liu Chang tersenyum tipis mendengar seruan tersebut, "maaf jika pemuda ini menggangu senior sekalian, kami berencana menanyakan beberapa hal terkait Kelompok Hujan Darah, Jika berkenan maukah senior kami interogasi?" Kedua orang tersebut menyadari niat Liu Chang yang berniat mengorek informasi tentang Kelompok Hujan Darah.
"Kau pikir akan mudah, Orang sepertimu hanyalah bumbu pelengkap di dunia persilatan, jangan harap bisa mengalahkan kami!" Seru salah seorang yang lebih tua dari yang satunya.
__ADS_1
"Baiklah senior, aku sudah bertanya baik - baik... Kita mulai!" Liu Chang memunculkan belati di udara, dua orang dari Kelompok Hujan Darah yang menyaksikan hal tersebut terkejut, seumur hidup baru kali ini mereka melihat hal seperti itu.
Liu Chang sengaja memakai belati dengan panjang setengah meter agar tidak memicu keributan dari para penduduk sekitar, karena sifat dari Pedang Dewa Petir yang terlalu menarik perhatian saat dikeluarkan. Beruntungnya saat itu jalanan sedang tidak terlalu ramai, karena Liu Chang menghadang kedua orang tersebut di jalanan sempit yang tidak dilalui banyak orang.
Kedua orang tersebut menyerang Liu Chang secara bersamaan, namun semua serangan keduanya mudah dihindari oleh Liu Chang, bahkan dia beberapa kali tertawa sambil menghindarinya, baru kali ini Liu Chang melawan manusia untuk mengetes kekuatannya.
Gang Wei yang menyaksikan hal tersebut terkesan dengan kemampuan Liu Chang yang telah meningkat pesat setelah berlatih beberapa bulan di dimensi kematian, namun Gang Wei menyadari satu kelemahan Liu Chang saat bertarung, yaitu terlalu banyak bermain - main.
"Chang'er cepat selesaikan, pertarungan ini mulai menarik perhatian orang - orang!" Liu Chang segera mengiyakan perintah Gang Wei, dia bisa mendengar para penduduk sekitar mulai keluar dari rumah dan tokonya untuk melihat keributan yang terjadi.
Dengan cepat dan tanpa disadari gerakkannya, Liu Chang tiba - tiba langsung berada di belakang kedua orang tersebut dan sesaat kemudian setelah memukul pundak mereka, keduanya akhirnya tidak sadarkan diri.
"Gang Wei berikan talinya, kita ikat mereka terlebih dahulu!" Liu Chang bergerak cepat mengikat satu orang diantara keduanya, Sementara Gang Wei mengatasi orang yang satunya.
"Selesai... Para penduduk semakin mendekat kemari, kita pergi!!"
•••
Jika ada waktu luang, saya akan sempatkan untuk rilis Chapter...
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan kalian sampai saat ini..
°Ibnu R