
Liu Chang meningkatkan kecepatan ilmu meringankan tubuhnya hingga sampai di lokasi pertarungan dua pendekar itu. Namun sayangnya saat dia tiba salah satu pendekar sudah tidak sadarkan diri.
Setelah menyerahkan tubuh pendekar itu pada Chiriyu, Liu Chang langsung melesat dan berlari ke arah teman sang pendekar yang saat ini sedang bertarung dengan siluman ular tanpa mampu mengimbangi gerakan siluman itu.
“Sial! Aku tidak cukup cepat jika menggunakan ilmu meringankan tubuh ini.” Liu Chang berdecak kesal saat melihat pemuda di hadapannya bersusah payah hanya untuk menahan serangan siluman ular, selain itu jarak pertarungan mereka dengannya berjarak ratusan meter.
Terlihat semua serangan pemuda itu berhasil di ikuti oleh gerakan siluman ular yang lebih cepat. Puncaknya ketika dirinya akan menebas siluman ular dari titik buta pergerakannya berhasil diketahui siluman ular yang langsung mengibaskan ekornya hingga pemuda itu terpental beberapa meter.
“Sial! Aku terlambat menyelamatkannya. Tunggu dan tahan sebentar lagi, siluman ini akan kuhabisi dulu!” Liu Chang menyerang dengan kecepatan tinggi dan mulai mengeluarkan beberapa jurus pedang ke arah siluman ular.
Setelah bertarung selama beberapa menit dan berhasil membunuh ular tersebut Liu Chang bergegas menyelamatkan pemuda yang telah tak sadarkan diri di belakangnya.
“Tulang rusuknya hampir menusuk organ-organ penting, jika terpental lebih jauh ... mungkin saja hidupnya tidak akan bisa diselamatkan.” Setelah memeriksa keadaan pemuda itu secara singkat, Liu Chang membawa tubuhnya dengan kemampuan terbangnya agar lebih cepat sampai ke tempat yang lebih aman.
Di lain tempat, Chiriyu sejak tadi menunggu kedatangan Liu Chang yang pergi untuk menyelamatkan salah satu pendekar lain yang juga tidak sadarkan diri.
“Bertahanlah, penyembuhan menggunakan lendir ini akan cukup menyakitkan pada tubuh.” Chiriyu terus mengeluarkan lendir dari tubuhnya pada tubuh pemuda di hadapannya.
Beberapa saat kemudian, Liu Chang datang dengan membawa satu orang pemuda lagi. Chiriyu segera mempercepat proses pengobatannya sebab kondisinya pemuda yang dibawa Liu Chang tidak jauh berbeda dengan pemuda di depannya.
“Bagaimana, keadaannya?” Liu Chang melirik Chiriyu sambil meletakkan tubuh pemuda yang dibawanya secara hati-hati.
“Kondisinya cukup parah. Luka yang dialaminya tidak hanya disebabkan serangan ular itu.” Chiriyu mengembuskan napas berat.
“Begitu ya ... jika sudah selesah tolong obati dia juga, lukanya lumayan parah setelah menghantam tiga pohon!”
Saat Chiriyu sedang mengobati kedua pemuda tersebut, di sisi lain Liu Chang memasak daging siluman ular yang baru saja ia bunuh beberapa saat yang lalu.
“Jika tidak dibakar dengan suhu ini, racunnya bisa membunuh mereka berdua dan Chiriyu.” Liu Chang mengangkat tangannya cukup tinggi, lalu melemparkan gumpalan daging seberat puluhan kilogram dan membakarnya dengan api bersuhu tinggi.
__ADS_1
Beberapa detik kemudian daging siluman ular itu meneteskan air berwarna kehitaman yang sangat kental, menandakan racun di dalam daging ular itu perlahan-lahan mulai keluar.
“Baiklah, selesai. Sebagian daging ini bisa digunakan untuk perjalanan selanjutnya.” Liu Chang berjalan ke arah Chiriyu setelah menyimpan sebagian daging untuk bekal perjalanan mereka nantinya.
Tidak lama setelah Liu Chang datang kedua pemuda tadi terbangun setelah mencium aroma daging yang sangat harum, sepertinya daging ini efektif untuk membangunkan seseorang, pikir Liu Chang.
“Tolong jangan banyak bergerak, bersandarlah perlahan. Kau juga,” ujar Liu Chang sambil tersenyum tipis lalu membantu membangunkan kedua pemuda tersebut.
Kedua pemuda itu hanya bisa memandang dengan heran kedua orang yang menyelamatkannya, seingat mereka beberapa saat yang lalu mereka sedang bertarung dengan seekor ular raksasa.
Setelah hening cukup lama, salah satu pemuda akhirnya bertanya karena rasa penasarannya semakin memuncak, “Huh ... sebelumnya terima kasih atas pertolongan kalian pada kami, tetapi aku tidak begitu mengenal kalian, apa kita pernah bertemu?” tanya pemuda tersebut sambil memegang perutnya yang masih terasa sakit.
Liu Chang dan Chiriyu saling berpandangan sebelum Liu Chang akhirnya menjawab,
“Kita belum pernah bertemu sebelumnya, tetapi pertolongan ini merupakan suatu kebetulan saat kami tidak sengaja memasuki hutan yang sama dengan kalian. Oh ya, namaku Liu Chang dan ini adikku Chiriyu. Siapa nama kalian?” tanya Liu Chang sambil tersenyum tipis.
“Sepertinya kalian bukan seseorang dari kelompok itu, kami bisa memberitahukan nama kami padamu. Namaku Salazar dan yang di sampingku ini bernama Severin. Sekali lagi terima kasih telah menyelamatkan kami berdua.” ucap Salazar sambil berusaha mengeluarkan senyumannya.
“Kalian harus memakannya cukup banyak, daging siluman juga berkhasiat untuk membantu proses penyembuhan lebih cepat. Ini ... tambahlah!” Liu Chang menawarkan beberapa kilogram daging lagi pada Salazar dan Severin. Keduanya hanya bisa tersenyum canggung saat menerima daging pemberian itu.
Setelah selesai menyantap daging siluman ular tadi, Liu Chang mengajak Severin dan Salazar untuk berbincang santai sambil menunggu kondisi Chiriyu siap untuk melanjutkan perjalanan kembali.
“Aku kagum padamu, diusiamu yang belum genap delapan belas tahun, kau bisa menghabisi siluman ular itu seorang diri. Sepertinya kau punya guru yang hebat.”
Salazar memandang Liu Chang dengan perasaan kagum, beberapa jam yang lalu Salazar melihat Liu Chang bertarung seorang diri melawan siluman ular tanpa kesulitan.
“Kau terlalu memuji, Salazar. Siluman ular seperti itu bahkan lebih kecil dari siluman yang biasa aku lawan.” Liu Chang tersenyum tipis sambil mengingat semua latihannya saat di Lembah Liko dulu.
“Itu artinya kekuatanmu mungkin setara dengan kepala suku ka–” Salazar menghentikan bicaranya setelah melihat tatapan tajam Severin yang mengarah padanya.
__ADS_1
“Sepertinya informasi tentang kalian begitu berharga, sampai-sampai kalian begitu menjaganya agar tidak bocor.” Liu Chang tersenyum tipis ke arah Salazar dan Severin.
“Maafkan aku menyembunyikan ini darimu tetapi informasi sekecil ini bahkan bisa membunuh kami sendiri jika tidak hati-hati.”
Severin menunduk hormat.
“Tak apa, aku mengerti. Setiap orang pasti memiliki suatu kerahasiaan yang perlu dijaga.” Liu Chang tersenyum tipis sebelum meninggalkan keduanya dan berjalan ke arah Chiriyu yang sedang memulihkan diri.
Setelah keberadaan Liu Chang cukup jauh barulah Severin mulai membicarakan kalimat Salazar tadi.
“Aku mengerti, Severin. Tapi lihatlah dia, tidak mungkin orang sepertinya
memiliki niat jahat, bukan?” Salazar mendengus pelan, bercengkrama dengan orang baru hingga akrab adalah kebiasaannya sejak dulu, sebab itu ia begitu kecewa ketika Liu Chang begitu cepat mengakhiri perbincangan mereka.
Severin menghela napas panjang sebelum mulai berbicara, “Kau ini. Ketua sudah mengatakan agar tidak terlalu akrab dengan orang lain, identitasmu bahkan bisa membuatmu dalam bahaya, ingat itu!” Severin berlalu ke arah tendanya setelah bicara demikian.
Setelah mendengar perkataan Severin, Salazar hanya bisa terdiam dan mematung, “Sepertinya banyak hal yang membuat kami tidak bisa bebas selama ribuan tahun ini,” gumam Salazar sambil memandang langit yang mulai terlihat gelap.
Di sisi lain, saat dua pemuda itu berdebat, Liu Chang dan Chiriyu bersikap sebaliknya dengan tertawa bersama-sama. Pasangan saudara angkat itu benar-benar tidak memiliki permusuhan selama melakukan perjalanan hingga saat ini .
“Oh ya, Chiriyu. Ambil kertas dan tinta, kita akan menerjemahkan batu kubus itu!” Liu Chang teringat satu hal yang harus ia lakukan. Sejak beberapa jam yang lalu Liu Chang memang berniat menerjemahkan kembali beberapa prasasti dan juga batu berbentuk kubus itu.
Chiriyu mengganguk pelan sebelum pergi untuk mengambil alat tulisnya di dalam tenda yang beberapa saat lalu ia buat.
••••
Berikan dukungan kalian, baik itu Like, Komen atau Vote dengan poin untuk novel ini terima kasih.
To Be Continued ....
__ADS_1
Ibnu R