Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
CH. 9 – Masalah Sungai.


__ADS_3

Liu Chang bersiap dan memegang pedangnya lalu mulai merapalkan beberapa jurus yang sudah ia baca. Setelah menghela napas sejenak, Liu Chang bergerak secara berurutan dengan gerakan yang telah ia lihat.


Dikombinasikan dengan ilmu meringankan tubuhnya, Liu Chang bergerak dengan gesit dan sulit diperkirakan namun dalam penglihatan Feng San gerakan-gerakan itu masih memiliki beberapa kelemahan dan ketidakefektifan dalam pola gerakannya.


“Penguasaan jurusnya sudah mencapai tingkat 8, tidak heran dia melahap puluhan buku dan ilmu dalam beberapa bulan, dia begitu jenius.” Feng San sekali lagi tertegun melihat gerakan-gerakan Liu Chang, biasanya jika seseorang memiliki kecerdasan dalam hal akademik, dalam hal lain seperti ilmu bela diri dia tidak akan terlalu dominan.


Namun dalam kasus Liu Chang semua itu seperti menyatu di dalam bakat Liu Chang, seperti tubuhnya merupakan berkah Sang Pencipta. Sepertinya beberapa tahun lagi pemuda ini akan menjadi salah satu orang penting di dunia persilatan, pikir Feng San.


“Cukup, biarkan tubuhmu beristirahat! Jangan terlalu memaksakan diri.” Feng San menghentikan gerakan Liu Chang yang terlihat kelelahan setelah memperagakan lebih dari 9000 gerakan.


Liu Chang menurunkan pedangnya ke tanah dan menopang tubuhnya yang telah kelelahan.


Tidak terasa hari itu kembali menjadi gelap pertanda malam telah tiba. Feng San mengajak Liu Chang kembali ke gubuk setelah hari kemarin ia membiarkan Liu Chang tertidur di atas rumput.


“Aku harus meningkatkan kembali stamina dan kekuatan fisikku ....” Liu Chang berpikir untuk kembali mengkonsumsi Buah Darah Siluman setelah melihat kekuatan fisiknya masih terlalu lemah.


°°°°


“Ini tidak dingin seperti dahulu, apa mungkin ada yang salah ....” Liu Chang merasakan permukaan air Sungai Es Abadi berbeda dari sebelumnya, saat ini ia merasa berada di sungai yang sama sekali tidak ia kenal.


Setelah melakukan beberapa gerakan sederhana untuk memanaskan tubuh, Liu Chang menceburkan dirinya ke sungai yang dulu selalu menghambatnya.


“Aliran sungainya juga ikut berubah, arusnya tidak deras seperti biasanya ....” Liu Chang mulai merasakan firasat buruk mengenai ini, sepertinya ada sesuatu yang salah dari hulu sungai ini.


Selepas mengambil beberapa lusin buah, Liu Chang langsung melesat ke arah hulu sungai yang tidak jauh dari tempatnya saat ini. Dalam beberapa menit Liu Chang sampai di hulu sungai, terlihat beberapa orang dari suku Langit sedang berkerumun di sini.


“Apa ada sesuatu yang salah?” Liu Chang bertanya pada salah satu suku Langit yang ia temui, wajahnya terlihat gelisah seperti ada sesuatu yang mengganggunya.

__ADS_1


“Oh, kau pasti murid Dewa Feng. Tolong bantulah kami mengalahkan siluman di dasar sungai ini.” ia berlutut dihadapan Liu Chang dan mulai memohon sambil menahan tangisnya.


“Tenanglah, bangun dan ceritakan perlahan apa yang terjadi.”


Setelah mengetahui kisahnya dari pemuda tersebut, Liu Chang memegang kepalanya yang terasa sakit. Masalah ini bahkan lebih besar dari yang seharusnya ia tangani.


“Kau bisa mengatasinya, bukan?”


“Aku akan mencobanya dahulu, jika aku tidak kembali beritahu guru apa yang terjadi.” Liu Chang berkata penuh keyakinan, berjalan ke arah hulu sungai yang menyebabkan masalah ini.


Terlihat seekor siluman Salamander yang cukup besar berenang dan mengeluarkan beberapa racun ke arah hilir. Liu Chang tercengang racun siluman ini tidak berefek pada tubuhnya saat menyelam ke dasar sungai waktu mengambil buah, atau mungkin saja karena begitu jauh efek racunnya tidak begitu kuat.


“Mungkin saja jika sedekat ini akan berefek buruk namun tidak ada pilihan lain ...” Liu Chang berdiri di atas batu sungai yang sangat kecil, terlihat satu dorongan siluman Salamander akan bisa menggoyahkan pijakannya.


Melihat sepertinya ada mangsa di dekatnya salamander itu mendekat ke arah Liu Chang lalu mulai mengeluarkan racun dari tubuh dan mulutnya. Liu Chang menjadi waspada dan segera menghunuskan pedang kayunya.


Liu Chang dan Salamander itu bergerak secara bersamaan, Liu menebaskan pedang sementara salamander tersebut menyemburkan beberapa gumpalan racun ke arah Liu Chang.


Suku Langit yang sedang menyaksikan pertarungan itu menahan napas mereka, bisa mereka lihat gumpalan racun itu sedikit lagi akan mengenai Liu Chang dan membuat tubuhnya melepuh karena kepanasan.


Namun Liu Chang membuat gerakan tidak terduga, dia berubah arah serangannya untuk menghindari serangan itu dengan cepat, hampir saja kejadian yang akan membuatnya dalam bahaya berhasil terlewati.


Setelah beberapa kali menghindari serangan yang datang, tubuh Liu Chang mulai terbiasa dengan gerakan siluman Salamander. Liu Chang kemudian mulai melakukan beberapa gerakan untuk menyerang.


“Aku berharap kayu ini cukup tajam.” Liu Chang dapat melihat begitu kerasnya kulit luar Salamander tersebut bahkan sebelum pedang di tangannya mendaratkan serangan.


“Biarpun begitu, harus kucoba!” Liu Chang melompat ke arah batu lainnya, dan berpindah-pindah untuk mencari titik buta dari salamander ini.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian tiba-tiba siluman salemandar itu hilang dalam pandangan Liu Chang, Liu Chang melihat ke sekelilingnya dengan waspada Khawatir siluman itu menyerangnya dari titik butanya.


“Biarkan kami membantumu, kita hadapi dia bersama!” Saat Liu Chang berada dalam kebingungan tiba-tiba dua orang pria sepuh masuk ke dalam aliran sungai dan ikut menginjak salah satu batu di dekat Liu Chang.


“Suku Langit?” Liu Chang mengernyitkan dahinya melihat penampilan dua pria sepuh tersebut.


“Seranganmu tidak akan mempan padanya, Nak. Kau harus menggunakan qi.” pria berambut cukup aneh berbicara lebih awal dengan Liu Chang. Setelah berkata demikian, dua pria sepuh tersebut mulai menyerang air sungai dengan kekuatan mereka.


Pria berambut aneh mengeluarkan petirnya sementara pria lain yang terkesan tenang mengeluarkan bola api besar ke dalam air. Liu Chang telah berada di daratan sebelumnya ketika dua pria sepuh tersebut mulai menyerang.


Setelah dua pria sepuh itu menyerang terus-menerus selama lima menit, Terlihat sebuah bayangan hitam mulai timbul dari dalam air. Tubuh besar berwarna keunguan khas siluman salamander nampak tidak lama kemudian.


Semua yang menyaksikan kekalahan siluman itu bersorak dengan gembira. Akhirnya seseorang berhasil mengalahkannya, setelah sekian lama siluman itu mengganggu mata pencaharian mereka.


“Ketua Shi dan Shu memang yang terbaik!”


“Tentu saja, jka soal pengendalian qi, tidak ada yang bisa mengalahkan keduanya bahkan di suku Langit sekali pun.”


“Kau benar, aku bahkan sampai merinding membayangkan jika ada di posisi salamander itu.”


Tubuh siluman Salamander kemudian dibawa penduduk suku Langit, setelah berhasil dikalahkan. Mereka mengajak Liu Chang untuk bergabung dalam pesta malam ini.


Liu Chang menolaknya secara halus karena ada hal penting yang lebih diutamakannya saat ini namun jika tawaran pesta itu tetap ada hingga nanti, dia dengan senang hati akan datang.


“Tentu saja ... pintu kami selalu terbuka untukmu,” Ketua Shi mengatakan agar Liu Chang datang ke tempat tinggalnya beberapa hari lagi.


Liu Chang tidak menolak tawaran itu. Setelah urusan dan masalah hari ini selesai Liu Chang kembali ke gubuknya karena khawatir Feng San menanyakan kabarnya.

__ADS_1


__ADS_2