Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Setitik Harapan


__ADS_3

sesampainya di perpustakaan Shazia segera mencari buku tentang huruf Hijaiyah, Shazia menelusuri satu persatu rak buku buku tersebut.


"aish mana sih ini". ucap Shazia dengan kesal


"huruf Hijaiyah ". Shazia membaca satu buku yang ada di hadapannya dan Shazia segera mengambilnya lalu membukanya


"kenapa hurufnya seperti ini". ucap Shazia


"Sudahlah sebaiknya aku tulis saja". ucap Shazia dan duduk di salah satu bangku yang ada di di perpustakaan tersebut


dengan perlahan Shazia menulis di buku itu, Shazia menghembuskan nafasnya dengan kasar saat tangan sudah mulai pegal


"lihat saja ustadz akan aku balas nanti". umpat Shazia


Shazia melanjutkan lagi menulisnya hingga akhirnya pukul dua siang Shazia baru saja selesai menuliskan huruf Hijaiyah tersebut. Shazia menyadarkan tubuh di kursi dan mengibaskan tangannya yang terasa kebas.


"jika aku tidak segera menyelesaikan tugas tersebut yang ada lama lama aku bisa gila". ucap Shazia sambil memijat dahinya


pluk


saat Shazia mengangkat buku huruf Hijaiyah jatuh sebuah kertas dan Shazia mengambil kertas itu lalu membukanya. Shazia terkejut saat membuka kertas itu


"inikan halaman yang di robek di dokumen itu". ucap Shazia dan membaca dengan teliti


"sial kenapa bagian alamat dan fotonya hilang". umpat Shazia


"aku harus segera mencarinya karena dia satu satunya kunci agar aku bisa menyelesaikan tugas itu ". ucap Shazia dan memasukan kertas itu ke dalam sakunya lalu mengembalikan buku itu ke tempat semula


Shazia berjalan keluar perpustakaan untuk menuju halaman belakang, saat sampai di halaman belakang Shazia menghubungi ayahnya saat memastikan tidak ada siapapun disana


"yah aku sudah menemukan tapi alamat dan foto orang itu tidak ada, ini akan sulit yah ". ucap Shazia saat ayahnya mengangkat panggilan


"ayah tidak mau tau kamu harus segera menemukannya karena dia kuncinya jika kita mendapatkan itu maka kita akan menjadi mafia yang berkuasa dan tidak akan ada yang berani mengusik kita". sambung ayahnya dan langsung mematikan sambungan teleponnya tersebut


"ini pasti ayah kecewa dengan ku". ucap Shazia dan mendesah dengan lesu karena sebelum ayahnya tidak pernah berbicara dengan nada kecewa seperti itu


"ini Dea kemana ya , sejak aku bangun tidur dia tidak kelihatan, kalau ke kampus tidak mungkin karena dia tidak ada jadwal kuliah tinggal menunggu sidang beberapa hari lagi". ucap Shazia yang tidak melihat Dea bahkan Dea tidak mengikuti pelajaran ustadz Ghazali padahal selama ini Dea tidak pernah absen.


sedangkan di kamarnya ustadz Ghazali sedang membuka laptop untuk melihat laporan penjualan butiknya selain menjadi pengajar di pesantren An-Nur Ghazali memiliki butik yang dia bangun semasa kuliahnya dulu.


drt


drt

__ADS_1


drt


"assalamualaikum ustadz". ucap Alan


"waalaikumussalam Alan". jawab ustadz Ghazali


"ustadz ini ada beberapa barang yang sudah sampai dan sudah saya cek tapi ada beberapa baju yang rusak,ini baju yang rusak mau di bagaimana kan ustadz ". tanya Alan


"nanti saya akan hubungi pihak produksi jika beberapa barangnya rusak, alan nanti sebelum di letakan di etalase di catatan ada berapa stel setiap model jangan sampai keselib dan catat juga barang barang yang ada di etalase barang apa yang tinggal sedikit dan stok di gudang sudah habis " ucap ustadz


"siap ustadz nanti setelah selesai saya kirim ke ustadz ". jawab alan


"hanya itu saja ustadz tidak ada yang lain". tanya Alan


"tidak untuk sementara itu dulu, oh jika ada barang barang yang rusak di gudang jangan di jual". ucap ustadz Ghazali


"iya ustad". jawab alan


"assalamualaikum ustadz". Ucap Alan


"wassalamu'alaikum Alan". jawab ustadz Ghazali


setelah itu ustadz Ghazali memeriksa laporan tersebut, ustadz Ghazali terseyum saat membaca laporan itu karena pegawainya tidak ada yang bermain curang. setelah memastikan laporan yang di buat ustadz Ghazali menutup laptopnya.


bruk


saat Ghazali menarik kaosnya sebuah kotak jatuh ke lantai. Ghazali segera mengambil kotak itu dan memasukan ke laci kecil yang ada di dalam lemari tersebut lalu menguncinya. Ghazali melepas baju kokohnya dan menggantinya dengan kaos. Ghazali menatap jam yang menunjukkan pukul dua berarti masih ada waktu untuk beristirahat sebelum masuk ashar.


"Shazia, ada yang aneh dengan gadis itu, sejak aku masuk kemari sudah beberapa kali dia keluar pesantren saat malam secara diam diam dan anehnya tidak ada data tentang dirinya, dan dia juga tidak tau tentang agama". ucap ustadz Ghazali


ustadz Ghazali pernah mencari akun sosial media milik Shazia tetapi tidak menemukan apapun. ustadz Ghazali melakukan itu untuk mencari data tentang Shazia apalagi yang dia tau Shazia amnesia


"masa iya dia tidak membawa dompet atau apa dan ktp tidak ada, ini cukup aneh tapi kenapa Abah tidak curiga malah membiarkan dia tinggal disini". sambung Ghazali


"aku harus bertanya pada Abah tentang Shazia agar ada sedikit gambaran tentang gadis itu ". ucap Ghazali dan meletakan ponselnya saat di tidak menemukan apapun tentang Shazia


"assalamualaikum Ghazali ". ucap Abah


"Waalaikumussalam bah". jawab Ghazali dan segera membuka pintunya dan menyalimi tangan Abah


"bah masuk dulu". ucap Ghazali dan mempersilahkan Abah masuk ke dalam kamarnya


"tidak kita duduk di sini saja". ucap Abah

__ADS_1


Ghazali mengikuti Abah yang duduk di kursi yang ada di depan kamarnya


"ada apa bah". tanya ustadz Ghazali


"apa ingin minta tolong sama kamu". ucap Abah


"minta tolong apa bisa jika bisa nanti Ghazali kerjakan". jawab Ghazali


"Abah minta tolong setelah ashar kamu jemput Amer dan Faisal di bandara". ucap Abah


"Gus Amer dan Gus Faisal pulang bah". tanya Ghazali


"iya, bisakan nak". tanya Abah


"bisa bah". jawab Ghazali


"nanti ajak saja kan Marto untuk menemanimu ke bandara". ucap Abah


"iya bah". jawab ustadz Ghazali


"ya sudah hanya itu saja , Abah harus ke kampus sebelah untuk mengisi kajian makannya Abah minta tolong sama kamu". ucap Abah


"assalamualaikum ". sambung Abah


"wassalamu'alaikum bah". jawab Ghazali


setelah kepergian Abah ustadz segera masuk kedalam kamar karena dia hanya mengunakan kaos saja, Ghazali menghentikan langkahnya saat menginjak sesuatu


"anting ". ucap Ghazali


"apa ini anting milik orang yang masuk ke dalam kamar dan mengerjaiku ". ucap Ghazali


ustadz Ghazali menggaruk badannya yang terasa gatal


"kenapa tiba tiba gatal ". ucap Ghazali dan menggaruk lehernya dan juga pinggangnya


ustadz Ghazali meletakan anting itu di meja dan melepaskan kaos saat itu juga ustadz Ghazali tercengang saat melihat badannya yang sudah memerah.


"Kenapa bisa merah dan gatal". ucap Ghazali dan menyadari ada sesuatu di bajunya, Ghazali mengusap baju yang terdapat serbuk putih dan itu langsung membuat jarinya gatal


"astaghfirullah pasti ini ada orang yang tidak suka saya ada disini". ucap ustadz Ghazali dan mengambil salep gatal dan mengoleskan keseluruhan tubuhnya


setelah selesai Ghazali menatap anting yang dia temukan dan Ghazali menebak bahwa pelakunya adalah perempuan. Ghazali menyimpan anting itu saat satu nama terlintas di dalam pikirannya dan Ghazali tidak ingin berburuk sangka karena tidak ada bukti yang kuat

__ADS_1


__ADS_2