Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Sholat Bersama


__ADS_3

setelah mengantarkan Shazia ke kamar ustadz Ghazali langsung keluar untuk membantu mamanya mempersiapkan acara pengajian nanti malam. Shazia yang berada di kamar berjalan menghampiri jendela dan menghirup udara segar. Shazia menyandarkan kepalanya di pinggiran jendela


"Kenapa malah jadi seperti ini, aku pikir melakukan itu dapat membuat ustadz Ghazali di keluarkan dari pesantren sehingga membuatku mudah menyelesaikan tugasku tapi ternyata malah aku yang terjebak dengan sebuah pernikahan". ucap Shazia sambil mengusap lengangnya


"sekarang harus bagaimana bahkan ustadz Ghazali mengajakku untuk tinggal di sini selama satu bulan , ini pasti akan membuat ayah marah karena aku tidak segera menyelesaikan tugas ku". ucap Shazia


sedangkan di temani lain Lucas yang mendengar putri menikah meradang dan marah


"benar benar sudah tidak bisa di andalkan anak satu itu, sekarang dengan berani beraninya menikah bukannya menyelesaikan tugasnya, aku harus memberikan dia pelajaran agar tidak seperti ini ". ucap Lucas


"derrel ". panggil Lucas


"iya yah". jawab Derrel


"cari keberadaan adikmu dan bawa dia kemari segera ". perintah Lucas


"bukannya Zia ada di pesantren ". ucap Derrel


"adikmu itu sudah tidak bisa di andalkan bukannya menyelesaikan tugasnya tapi dia malah menikah dan entah pergi kemana, ayah kehilangan jejaknya ". ucap Lucas


"ayah mau kamu bawa di kemari ". ucap Lucas

__ADS_1


"Baik yah ". ucap Derrel


"harusnya yang aku kirim waktu itu Derrel bukan Zia". ucap Lucas


Shazia yang sedang melamun terkejut saat ada yang menepuk pundaknya, Shazia langsung membalikan badannya dan Tantenya Ghazali tersenyum


"Tante bawakan makan ini sudah siang dan segera makanlah". ucap Tiara


Shazia menatap sebuah pakaian di atas ranjang dan jika dilihat seperti gaun


"itu gaun yang harus kamu pakai untuk acara nanti malam". ucap Tiara yang melihat Shazia yang menatap ke arah ranjang


"harus pakai itu". tanya Shazia karena Shazia lihat pakaian itu seperti gamis dan terdapat hijab yang sangat besar


Shazia yang memang sedang lapar langsung memakan makanannya yang dia bawakan oleh Tantenya ustadz Ghazali. setelah makan Shazia yang merasa lelah dan mengantuk langsung menuju ranjang dan langsung terlelap, udara yang ada di desa ini membuat Shazia sangat nyaman dan tenang untuk tidur.


saat masuk kamar Ghazali melihat Shazia yang sedang tertidur pulas, Ghazali mengambang Al-Qur'an lalu melantukan ayat suci Al-Quran. Shazia yang mendengar suara langsung membuka matanya dan Shazia melihat ustadz Ghazali yang duduk di sofa dan melantunkan ayat suci Al-Quran. saat masuk adzan dhuhur Ghazali menyelesaikan bacaannya dan Shazia langsung menutup matanya


Ghazali menghampiri Shazia yang berada di ranjang, Ghazali berusaha membangunkan Shazia untuk sholat dhuhur dan Shazia yang sedang berpura pura tidur enggan untuk membuka matanya


byur

__ADS_1


sebuah siraman yang ada yang mendarat di wajah langsung membuat Shazia bangun dan terduduk.Shazia mengusap wajahnya lalu menatap ustadz Ghazali dengan tajam


"sudah dhuhur segera ambil wudhu, saya tunggu di sini kita sholat bersama". ucap ustadz Ghazali


"malas". jawab Shazia dan merbahkan dirinya kembali diri ranjang


bruk


tarikan yang di lakukan ustadz Ghazali membuat Shazia terjatuh dari ranjang


"mau wudhu sendiri atau saya seret, mau sholat atau saya sholatkan dan setelah itu saya kubur kamu". ucap ustadz Ghazali


"aku tidak tau di mana kamar mandinya". ucap Shazia


"ayo ikut saya". Ucap ustadz Ghazali


dengan langkah malas Shazia mengikuti ustadz Ghazali hingga mereka berhenti di belakang rumah. Shazia yang tidak hafal gerakan wudhu mengikuti ustadz Ghazali. setelah wudhu mereka berdua melakukan sholat. Shazia mengkrucutkan bibir ketika ustadz Ghazali membaca surat yang panjang.


💙💙💙💙


hello aku menemukan novel yang sangat bagus untuk dibaca cuss langsung cari di kolom pencarian "Pelangi Tanpa Warna" karya "Ocybasoaci"

__ADS_1



__ADS_2