Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Mengejutkkan


__ADS_3

sudah dua minggu berlalu sejak Shazia keluar dari rumah sakit. pagi ini Shazia menyiapkan pakaian suaminya, Shazia meletakkan pakaian itu di atas ranjang sedangkan Ghazali sedang mandi.


tok


tok


"assalamualaikum".


"waalaikumussalam, sebentar". jawab Shazia lalu memakai jilbab


Shazia berjalan menuju pintu depan untuk membukanya. saat pintu terbuka Shazia melihat dua orang pria yang sedang berdiri


"betul di rumahnya ustadz Ghazali". tanya salah satu dari mereka


"iya". jawab Shazia


"siapa sayang". ucap Ghazali yang sudah selesai memakai baju dan menghampiri istrinya


"tidak tau mereka mencari mu mas". ucap Shazia


"selamat pagi ustadz"


"pagi"


"kami mau mengantarkan pesan ustadz ". ucap salah satu dari mereka


"iya pak". jawab Ghazali


"silahkan tanda tangan di sini dan itu pesanan ustadz".


Ghazali membubuhkan tandatangan di sebuah kertas lalu menerima sesuatu yang di berikan oleh mereka


"terima kasih ustadz sudah pesan di tempat kami"


"iya sama sama pak". jawab ustadz Ghazali


"kalau begitu kami permisi dulu, assalamualaikum".


"waalaikumussalam".


"mas pesan apa". tanya Shazia yang sejak tadi hanya menyimak pembicaraan mereka


Ghazali meraih pundak istrinya dan membawanya keluar


"lihatlah ke depan". bisik Ghazali

__ADS_1


"mas beli mobil". tanya Shazia saat melihatnya benda yang di tunjuk oleh suami


ya Ghazali memutuskan untuk membeli mobil agar mereka berdua merasa nyaman ketika akan bepergian apalagi setiap dua minggu sekali istrinya harus pergi periksa. sebenarnya mereka bisa saja naik motor yang Ghazali punya tapi demi kenyamanan dan keselamatan Ghazali memutuskan untuk membeli mobil dan Alhamdulillah nya dia memiliki rezeki lebih


"mas dapat uang dari mana untuk membeli mobil ini". tanya Shazia


Shazia yakin harga mobil yang ada di depannya tidak lah murah walaupun mobil itu tidak semahal dan sebagus miliknya yang ada di rumah


"mas ada rezeki lebih jadi bisa beli mobil ini". jawab Ghazali dan Shazia menatap suaminya dengan curiga


"sudah, sekarang sebaiknya kamu siap siap sayang karena jam sembilan kita ada janji dengan dokter, nanti setelah dari rumah sakit mas tunjukkan sesuatu, agar rasa penasaran mu hilang ". ucap Ghazali


"kita coba mobil barunya ". bisik Ghazali dan membawa istrinya masuk ke dalam rumah


sesampainya di dalam kamar Shazia sedikit membenarkan penampilannya. karena sekarang sudah pukul delapan mereka memutuskan untuk berangkat ke rumah sakit. Ghazali sudah menghubungi dokter kandungan yang menangani Shazia waktu itu. tiga puluh menit mereka sudah sampai di rumah sakit. sesampainya di depan ruangan dokter Mutia mereka langsung masuk karena tidak ada pasien


"assalamualaikum dokter ". ucap Ghazali


"waalaikumussalam pak Ghazali dan ibu Shazia, silahkan duduk ". ucap dokter Mutia


"ish kenapa ini dokter senyum senyum ". ucap Shazia dalam hati sambil menatap dokter itu dengan tajam


"saya sudah menikah Bu Shazia, jadi tidak perlu khawatir ". ucap dokter Mutia yang tau akan tatapan Shazia


Ghazali langsung menatap istrinya yang menunjukkan wajah datarnya bahkan tidak mengganti ekspresinya saat mendengar ucapan dokter Mutia


"siapa juga yang cemburu, wajah ku memang seperti ini". jawab Shazia dengan Ketus


"Bu Shazia silahkan berbaring di ranjang, biar saya langsung periksa". ucap dokter Mutia


Ghazali membantu Istrinya untuk naik ke brangkar. dokter Mutia mengoleskan gel pada perut Shazia. Shazia dan Ghazali memperuncing layar monitor


"perhatikan di sini ada dua gambar yang seperti biji kacang". ucap dokter


" yang artinya Bu Shazia sedang hamil anak kembar". sambung dokter Mutia


"kembar". tanya Ghazali dan dokter Mutia menganggukan kepalanya


betapa bahagianya Ghazali saat mendengar bahwa istrinya sedang hamil anak kembar. tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja


"keadaan sudah cukup baik tapi harus tetap banyak istirahat dan jangan kelelahan, vitamin juga harus tetap di minum, jadi di jaga baik baik istrinya ya". ucap dokter Mutia


"iya Dok". jawab Ghazali


"dengar dek apa dokter jangan kelelahan jadi jangan banyak beraktivitas yang berat". ucap Ghazali

__ADS_1


setelah melakukan pemeriksaan Ghazali membawa Shazia ke suatu tempat. saat mobil itu berhenti di depan bangunan Shazia menatap bangun itu


"mas inikan toko pakaian muslim waktu itu, kita mau ngapain ke sini". tanya Shazia


"turun dulu nanti kamu tau ". ucap Ghazali


setelah turun Ghazali membawa Shazia masuk ke toko baju itu lalu masuk ke sebuah ruangan. Ghazali mendudukkan istrinya di sofa lalu Ghazali memegang kedua tangan istrinya


"dengarkan mas baik baik ya, kamu penasaran kan mas punya uang dari mana karena kamu berpikir gaji sebagai guru tidak akan cukup, mas beli mobil itu uang hasil toko ini". ucap Ghazali


"maksudnya". tanya Shazia yang belum paham


"toko ini adalah usaha mas jadi selain jadi guru mas juga mengelola toko ini". jawab Ghazali


"jadi toko ini milik mas". tanya Shazia dan Ghazali menganggukkan kepalanya


"jadi sudah tidak penasaran kan". tanya Ghazali dan Shazia menganggukkan kepalanya


"mas bangun toko ini karena mas tau suatu saat mas akan menikah dan akan bertanggung jawab dengan istri dan juga anak mas selain itu mas juga harus memberikan yang terbaik untuk mama, mas tidak memungkiri bahwa hidup di zaman sekarang segalanya butuh uang dan apa apa mahal, jadi mas tidak ingin istri, anak dan mama mas hidup dalam kesusahan atau sampai pinjam ke sana ke mari ". ucap Ghazali


"aku pikir mas hanya fokus mengajar saja". ucap Ghazali


"sekarang kamu tunggu di sini mas harus memeriksa beberapa stok kain di gudang apa masih ada atau sudah kosong untuk membuat pakaian baru ". ucap Ghazali


"jadi jangan kemana mana ". sambung Ghazali dan Shazia menanggukan kepalanya


setelah suaminya keluar dari ruangan Shazia melihat lihat ruang Suaminya yang tidak terlalu besar, ruangan ini hanya ada sofa dan satu lemari saja


"hebat juga dia bisa membangun toko ini dan pelanggannya lumayan banyak ". ucap Shazia


"walaupun toko ini tidak seberapa toko toko yang ada di mall cukup lumayan pendapatnya sampai bisa untuk beli mobil". sambung Shazia


Shazia membuka sebuah map yang ada di atas meja. duduk dengan anggun lalu membaca map itu


"ternyata dia juga melalui online, ya pantas saja sih". ucap Shazia


"what". pekik Shazia lalu membaca ulang dan di ulangi lagi


"ini beneran tujuh toko ". ucap Shazia dan membaca lagi untuk memastikan


"wow ternyata sudah ada tujuh cabang ". ucap Shazia


Shazia membaca lebih rinci laporan laporan yang sudah di cetak itu


"cukup besar penghasilan satu bulannya dan benar benar tidak bisa di percaya jika orang sukses ". ucap Shazia

__ADS_1


"tapi kenapa dia hidup sederhana sekali, hidup di pesantren dan rumah saja fasilitas dari pesantren dan baju bajunya juga sederhana bahkan dia tidak memakai dari toko ya walaupun ada beberapa sih". sambung Shazia


__ADS_2