Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Merubah Penampilan


__ADS_3

setelah kepergian pak Amir, ustadz Ghazali langsung membawa Shazia masuk ke dalam rumah. sesampainya di dalam kamar ustadz Ghazali hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"sepertinya butuh kesabaran untuk menghadapinya". ucap ustadz Ghazali dalam hati


"bukan tadi aku sudah meminta mu untuk membawa pakaian dan juga hijab". ucap ustadz Ghazali


"gerah tau kalau pakai hijab apalagi pakai baju yang besar besar seperti ini". ucap Shazia


selama ini dia jika di pesantren tidak pernah memakai gamis yang besar seperti sekarang.


saat mendengar adzan Ghazali segera melaksanakan sholat Ashar sedangkan Shazia memperhatikan ustadz Ghazali yang sedang menunaikan ibadah sholat tersebut


"apa dia tidak lelah sehari bisa lima kali melakukan gerakan yang seperti itu". ucap Shazia dalam hati


setelah selesai sholat Ghazali tidak lupa membaca Al-Qur'an dan bacaan yang di lantunkan ustadz Ghazali membuat hati Shazia merasa damai. sudah tiga puluh menit ustadz Ghazali membaca Alqur'an dan akhirnya mengakhiri bacaan. saat menoleh kebelakang Ghazali melihat Shazia yang sedang memejamkan matanya


drt


drt


Ghazali mengambil ponselnya dan terlihat nama Abah yang menelponnya. Ghazali keluar kamar lalu menggeser tombol hijau


"assalamualaikum abah ". ucap ustadz Ghazali


"wassalamu'alaikum Ghazali ". ucap Abah


"Abah bisa minta tolong ". ucap Abah


"bisa apa ingin minta tolong apa". jawab ustadz Ghazali


"Abah pernah cerita padamu bahwa putri Abah yang dikira sudah meninggal ternyata masih hidup ". ucap Abah


"iya bah, apa yang bisa Ghazali bantu ". tanya Ghazali


"apa mendapatkan informasi bahwa putri Abah ada di desa mu tolong cari tau identitas yang abah kirim nanti ". ucap Abah


"iya bah ". jawab ustadz Ghazali


"tidak perlu buru buru, nikmati saja waktu bersama istrimu jangan sampai Abah minta bantuan tapi kamu tidak memiliki waktu bersama istrimu ". ucap Abah


"iya bah ". jawab Ustadz Ghazali


"ya sudah Abah tutup assalamualaikum ". ucap Abah

__ADS_1


"wassalamu'alaikum ". jawab ustadz Ghazali


setelah sambungan telepon terputus ustadz Ghazali membawa sayuran itu masuk ke dalam rumah lalu kembali ke dalam kamar. ustadz Ghazali menaiki ranjang lalu menatap wajah Shazia dengan lekat lalu mengusap kepala Shazia


"aku yakin ada sisi baik dalam dirimu ". ucap ustadz Ghazali


Shazia yang merasakan sebuah sentuhan yang ada di kepalanya langsung membuka matanya dan menepis tangan ustadz Ghazali


"sudah aku bilang jangan menyentuh ku". teriak Shazia dan langsung duduk


"jangan teriak teriak tidak baik". ucap ustadz Ghazali dengan santai


"Ingat pernikahan ini hanya terpaksa dan pernikahan tanpa cinta tidak akan pernah berjalan, jadi jangan pernah menyentuh dan yang berhak menyentuh ku hanya orang yang aku cintai". ucap Shazia sambil mengarahkan telunjuknya pada ustadz Ghazali


"tapi aku akan membuat pernikahan ini penuh dengan cinta". jawab ustadz Ghazali


"jangan pernah bermimpi karena di hati sudah ada orang lain, jadi berharap dalam pernikahan ini". ucap Shazia


"aku akan menggeser orang itu sehingga kamu tidak bisa jauh dariku". ucap ustadz Ghazali dan menarik pinggang Shazia sehingga membuat Shazia berada di depan ustadz Ghazali


"kamu tidak akan bisa menggesernya karena orang itu jauh lebih tampan darimu dan lihat dirimu berpenampilan kono dan satu lagi wajahnya bersih tidak seperti mu yang di penuhi dengan rambut mana yang bagian dagu panjang ". hina Shazia


"hmmm jadi dia jauh lebih tampannya , oke oke aku ingatkan yang halal pasti akan menang, dan itu nama brewok dan yang panjang ini janggut ". ucap ustadz Ghazali sambil membelai janggutnya yang panjang


"bagaimana jika aku jauh lebih tampan darinya hmmm". ucap ustadz Ghazali


"itu tidak mungkin ". jawab Shazia lalu keluar dari kamar


setelah Shazia keluar dari kamar ustadz Ghazali berdiri di depan cermin sambil mengelus janggutnya


"jadi dia tidak suka pria yang brewokan dan berjanggut, oke". ucap ustadz Ghazali


untuk berpakaian sebenarnya ustadz Ghazali bisa saja berpenampilan seperti laki laki zaman sekarang tapi dirinya jauh lebih nyaman menggunakan Koko dan sarung jika keluar sedangkan di dalam rumah lebih suka menggunakan kaos dan sarung


"baiklah kita lihat bagaimana ekspresi mu jika aku mencukurnya apa orang yang kamu cintai masih terlihat tampan". ucap ustadz Ghazali lalu mengambil cukur jenggot


ustadz Ghazali berjalan menuju kamar mandi sambil bersiul sedangkan Shazia yang berada di dapur menatap ustadz Ghazali yang membawa cukuran jenggot


"apa dia mau mencukur brewoknya itu, aku yakin dia tidak setampan Marvin". ucap Shazia lalu melanjutkan minum


sedangkan di dalam kamar mandi ustadz Ghazali mengusap brewok dan janggutnya


"maaf aku harus memotong mu karena istriku tidak menyukai pria yang memiliki brewok dan janggut ". ucap ustadz Ghazali

__ADS_1


sebenarnya ada rasa tidak rela untuk memotong karena butuh waktu lama untuk menumbuhkannya. ustadz Ghazali mengambil gel lalu mengusapkannya di bagian pipinya lalu secara perlahan mencukurnya. sepuluh menit waktu yang di butuhkan ustadz Ghazali untuk membersihkan.


setelah selesai ustadz Ghazali bercermin dan mengusap dagunya yang sudah bersih


"sekarang harus terbiasa tanpa brewok dan jenggot hmm". ucap ustadz Ghazali


ustadz Ghazali keluar dari kamar mandi dan berjalan masuk ke dalam rumah. saat sampai di dapur senyum Ghazali mengembang saat melihat istrinya yang sedang menikmati buah pir. secara perlahan ustadz Ghazali mengahampiri Shazia lalu mencolek pipi Shazia


"diam jangan menggangguku". ucap Shazia tanpa melihat ke arah ustadz Ghazali


ustadz Ghazali lagi lagi mencolek pipi Shazia yang menurut seperti squisi


"apa ". teriak Shazia dan mengangkat kepalanya


saat itu Shazia terdiam dan menjatuhkan buah pir yang ada di tangan sedangkan ustadz Ghazali tersenyum lebar. Shazia memperhatikan ustadz Ghazali dari bawah sampai atas


"siapa kau kenapa bisa masuk kemari". Ucap Shazia dan menuding pisau


"hey aku suamimu". ucap ustadz Ghazali


"jangan bohong suamiku itu wajah jelek dan di penuhi rambut dan penampilannya sangat kuno". ucap Shazia sambil memperhatikan pria yang ada di hadapan dengan penampilan seperti pria pada umumnya


ustadz Ghazali terkekeh saat istrinya tidak mengenalinya


"ini aku Ghazali hmm". ustadz Ghazali Sambil menunjukan jarinya yang ada cincin


Shazia memperhatikan jari ustadz Ghazali dan langsung menatap wajah ustadz Ghazali dan memperhatikan dengan intens


"sekarang aku dan orang yang ada di hatimu tampan yang mana hmm". ucap ustadz Ghazali lalu mencondongkan tubuhnya


"ma masih tampan dia". jawab Shazia dengan gugup


"hmmm benarkah aku jadi ingin tau orang seperti apa, kenapa masih tampan dia padahal aku sudah mencukur brewok dan janggut ku lalu merubah penampilan ku, tapi tidak masalah suatu saat kamu akan bilang aku yang tampan dan anak anak kita akan bangga memiliki ayah yang tampan dan ibu yang cantik, jadi tidak sabar ingin melihat akan seperti apa wajah anak Kita jika kita punya anak ". goda ustadz Ghazali sedangkan ustadz melebarkan matanya saat ustadz Ghazali membahas soal anak


"jangan mimpi punya anak karena pernikahan ini tidak akan lama". ucap Shazia dan langsung meninggalkan ustad Ghazali


"benarkah, tapi aku yakin kita akan punya anak kembar nantinya ". teriak ustadz Ghazali lalu tertawa saat melihat ekspresi istrinya dan itu menurutnya sangat lucu


💙💙💙


Hay aku menemukan novel yang sangat memukau lagi nih, yuk langsung di baca dan ikuti perjalanan novelnya dengan judul "Arumi" karya "MinNami"


__ADS_1


__ADS_2