Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Hari Pertama Di Rumah Mertua


__ADS_3

jam tiga dini hari Ghazali mengerjapkan matanya dan saat membuka matanya hal pertama kali yang dia lihat adalah Shazia memeluknya dan jangan di tanya lagi seperti apa kondisi jantung ustadz Ghazali yang pasti berdetak sangat cepat apalagi selama ini dia tidak pernah bersentuhan dengan perempuan lain. secara perlahan Ghazali menyingkirkan tangan Shazia. Shazia mengeliat lalu membelakangi Ghazali.


Ghazali turun dari ranjang dan saat itu dia melihat bajunya terdapat noda darah. Ghazali yang bingung langsung meneliti tubuhnya apa ada yang berdarah atau tidak tapi saat melihat ke arah Shazia dia langsung mengerti . Ghazali mengambil handuk dan keluar dari kamar menuju kamar mandi. di rumah Ghazali kamar mandinya ada di belakang rumah.


"hmmm pengantin baru setengah sudah mandi saja". Goda Tiara


Ghazali terkejut saat melihat Tantenya sudah berdiri di depan kamar mandi


"minggir Tante Sudah tidak tahan". ucap Tiara dan langsung masuk ke dalam kamar mandi


Ghazali langsung masuk ke dalam kamar, sesampainya di dalam kamar Ghazali memperhatikan Shazia dan memastikan Shazia yang masih tertidur langsung buru buru memakai bajunya karena tadi dia lupa tidak membawa baju ganti.


setelah selesai memakai bajunya ustadz Ghazali melakukan sholat tahajud dan setelah sholat Ghazali membaca Alqur'an. Shazia membuka matanya dan memperhatikan ustadz Ghazali yang sedang khusyuk membaca Al-Qur'an


"kalau di lihat lihat ganteng juga, aish ingat Zia , fokus dengan tugas yang ayah berikan jangan memikirkan yang lain". ucap Shazia Dalam hati


"jika sudah bangun sebaiknya mandi". ucap ustadz Ghazali tanpa melihat ke arah Shazia


Shazia terkejut saat ustadz Ghazali tau bahwa dirinya sudah bangun


"dari mana dia tau aku sudah bangun". ucap Shazia dalam hati


"sebelum mandinya antri". sambung ustadz Ghazali


Shazia bangun dan duduk saat netra menangkap noda darah di atas sprei matanya melotot dan langsung melihat ke bagian belakang dirinya


"aish apa dia tau aku sedang datang bulan kalau iya sungguh memalukan ". ucap Shazia dalam hati


"jika mandi jangan lupa bawa baju ganti sekalian". ucap ustadz Ghazali


"bagaimana ini aku tidak membawa pembalut lagi ". ucap Shazia dalam hati


Shazia melangkah turun dari ranjang lalu mengambil handuk dan pakaian gantinya dan keluar dari kamar. saat melewati dapur Shazia melihat mamanya ustadz Ghazali


"Tante ". ucap Shazia

__ADS_1


Khadijah yang mendengar suara langsung membalikan badannya dan melihat menantunya yang sedang mengigit bibirnya.


"hmm Tante ada pembalut ". tanya Shazia


"ada". jawab Khadijah


"boleh saya pinjam, soalnya saya tidak bawa ". ucap Shazia


"tunggu di sini". ucap Khadijah


Shazia menyandarkan tubuhnya di dinding sambil menunggu mamanya ustadz Ghazali. Khadijah langsung memberikannya dan Shazia tidak lupa mengucapkan terima kasih. Shazia langsung menuju kamar mandi yang ada di belakang.


saat Shazia masuk ke dalam kamar dia melihat ustadz Ghazali yang sedang Sholat dan sprei sudah di ganti.


tok


tok


tok


"bisa bantu mama masak". tanya Khadijah


"bisa Tante". jawab Shazia


Khadijah mengandeng tangan Shazia menuju dapur dan Khadijah meminta Shazia memotong kentang. Shazia menatap bingung ke arah kentang kentang tersebut. Khadijah yang melihat menantunya bingung langsung mengajari cara mengupas dan memotong kentang


"mama harap kamu bisa menjadi istri yang baik untuk putra saya dan saya tau mungkin kamu jauh dari agama tapi saya yakin anak saya bisa membimbing mu, dan saya harap pernikahan kalian bertahan sampai maut memisahkan". ucap Khadijah


Shazia sendiri tidak menanggapi apa yang di ucapkan mama mertua karena dia sendiri tidak berpikir akan seperti apa pernikahannya bersama ustadz Ghazali yang terjadi karena fitnah yang di lontarkan sehingga dia terjebak dalam pernikahan ini. saat yang Shazia pikirkan bagaimana menghadapi kemarahan ayahnya dan Shazia yakin ayahnya pasti akan memberikan dia hukuman yang berat, Shazia juga yakin bahwa dia menikah sudah sampai di telinga ayahnya


"kupas dan potong yang benar, jangan melamun nanti tanganmu yang terpotong" ucap Khadijah dan tangannya mengusap kepala Shazia yang tertutup hijab


Khadijah sendiri akan berusaha memperlakukan Shazia seperti anaknya sendiri agar Shazia merasa nyaman. sedangkan Ghazali yang sudah selesai sholat subuh langsung mencuci spreinya.


"assalamualaikum". ucap Zulfa

__ADS_1


"wassalamu'alaikum". ucap ustadz Ghazali yang terkejut saat melihat Zulfa ada di belakang dan ustadz Ghazali yakin jika Zulfa habis pulang dari masjid


"kenapa aa' menikah dengan perempuan lain bukannya waktu aa' melamar Zulfa". tanya Zulfa langsung


"bukannya Zulfa waktu itu yang menolak lamaran saya dan Zulfa bilang ingin menyelesaikan pendidikan Zulfa dulu". ucap ustadz Ghazali


"Zulfa juga minta aa' untuk menunggu Zulfa tapi apa saat Zulfa sudah selesai aa' menikah dengan orang lain, aa' ingkar janji". ucap Zulfa


"Zulfa saya tidak pernah menjanjikan apapun pada mu ketika kamu menolak lamaran dari saya maka kita tidak memiliki hubungan apapun dan saya juga tidak bilang mengatakan akan menunggu mu karena bagi saya menunggu yang belum di takdirkan untuk saya hanya akan menimbulkan dosa". ucap ustadz Ghazali


"tapi Zulfa mencintai aa' " ucap Zulfa


"Zulfa sebaiknya hilangkan rasa cinta mu pada saya karena itu akan menimbulkan dosa ketika kamu mencintai orang yang tidak seharusnya kamu cintai ". ucap ustadz Ghazali


"Zulfa mau kok jadi istri kedua aa' " urap Zulfa


"astaghfirullah Zulfa di luar sana masih banyak laki laki dan saya juga tidak akan melakukan poligami walaupun hukumnya di perbolehkan, poligami itu sangat berat". ucap ustadz Ghazali


"aa' zulfa mohon nikahi Zulfa dari semalam Zulfa sudah memikirkan ini, Zulfa juga tidak masalah jika aa' lebih perhatian pada isteri pertama aa' , Zulfa juga tidak masalah aa' tidak adil pada Zulfa karena yang Zulfa ingin Zulfa menjadi istri aa' ". ucap Zulfa dengan mata yang berkaca-kaca


"Zulfa saat ini kamu mengatakan seperti itu tapi suatu pasti kamu akan menuntut keadilan pada saya , jadi saya tidak akan pernah melakukan poligami dan isteri saya hanya satu yaitu Shazia Queennisaa dan itu hanya untuk selamanya ". ucap Ustadz Ghazali


"sebaiknya sekarang kamu pulang dan hilangkan rasa mu itu ". ucap ustadz Ghazali


Zulfa berjalan meninggalkan ustadz Ghazali dengan rasa penyesalan, menyesal karena menolak lamaran ustadz Ghazali padahal dulu ustadz Ghazali mengatakan padanya bahwa dia masih bisa melanjutkan pendidikannya walaupun sudah menikah, tapi dengan percaya dirinya Zulfa menolak dan yakin bahwa ustadz Ghazali akan menunggunya sampai selesai pendidikannya. Ghazali masuk ke dalam rumah dan sampai di dapur Ghazali melihat Shazia yang sedang mengadu sayur


"Tante apa seperti ini sudah matang". tanya Shazia


"sebentar lagi itu matangnya". ucap ustadz Ghazali


Shazia yang terkejut dengan suara ustadz Ghazali sampai menjatuhkan sendok sayur yang di pegang.


💙💙💙


Hay Hay aku menemukan sebuah novel yang sangat memukau dan wajib untuk kalian baca dan menemani hari hari kalian, yuk langsung di ketik di kolam pencarian dengan judul " Khan, Kamulah Jodohku" karya "Muda Anna"

__ADS_1



__ADS_2