Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Nahkoda


__ADS_3

setelah sholat isya kini semua sudah berkumpul di ruang makan. Shazia menatap jarinya yang terkena pisau.


"suamimu mana nak". tanya Khadijah karena putranya belum datang juga


"masih di kamar ma". jawab Shazia


setelah Khadijah memaksanya untuk memanggil mama akhirnya Shazia merubah penampilan


byur


uhuk


uhuk


uhuk


Tiara tersedak air minum saat melihat Ghazali yang baru memasuki ruang makan. Khadijah menatap putranya yang penampilannya sangat berubah


"ini beneran kamu Ghazali". tanya Tiara pada ponakannya


"iya Tante". jawab Ghazali


"wow Tante terkejut dengan perubahan mu Ghazali, Tante tidak menyangka kamu jauh lebih tampan dengan penampilan seperti ini". ucap Tiara


"Shazia kamu harus menjaga suamimu, Tante rasa setelah ini para gadis disini akan menatap suamimu terus, dulu saja dengan brewok dan janggut panjangnya banyak yang meliriknya apalagi seperti ini harus di jaga benar benar jangan samakan hilang ". ucap Tiara


"sudah sudah sebaiknya sekarang kita makan keburu makanannya dingin


saat sedangkan makan Shazia mencuri pandang ke arah Ghazali yang ada di sampingnya, Shazia memperhatikan wajah ustadz Ghazali dengan intens, wajah yang bersih


"kamu bisa memandangi suamimu dengan puas saat di kamar". ucap Tiara yang sejak tadi memperhatikan Shazia

__ADS_1


ucapan Tiara membuat ustadz Ghazali menoleh ke arah Shazia sedangkan Shazia langsung memalingkan wajahnya dan tenggorokan sangat sulit untuk menelan makanan yang ada di mulutnya


Ghazali terseyum saat melihat rona merah alami dari pipi Shazia


"istrimu malu malu Ghazali, diam diam memperhatikan suaminya". ucap Tiara


"mulut satu orang ini perlu di bungkam biar tidak bicara terus". ucap Shazia sambil memang sendoknya dengan erat


"tiara jangan banyak bicara di depan makanan". tegur Khadijah pada adiknya


"maaf kak". ucap Tiara


mereka kembali menikmati makanan dengan diam dan nikmat. setelah selesai makan Khadijah memanggil putranya untuk menemuinya di kamar


"ada apa mama memanggil ku". tanya Ghazali


"Ghazali kenapa kamu memotong brewok dan janggut mu bukannya kamu merawatnya butuh waktu yang lama dan cara berpakaian mu juga berubah, apa ini demi istrimu". ucap Khadijah


"mama tau kamu, kamu lebih suka berpenampilan sebelumnya dan tiba tiba berubah seperti ini, tidak perlu kamu merubah dirimu jika kamu tidak nyaman ". ucap Khadijah


"Ghazali nyaman dengan penampilan seperti Iki, jika Ghazali merubah penampilan Ghazali demi istri Ghazali itu karena Ghazali ingin istri Ghazali nyaman bersama Ghazali ". ucap Ghazali


"apa istrimu bisa merubah Penampilan,sikap dan lainnya untuk mu, mama lihat dia jauh dari agama Ghazali dan mama takut dia akan membawamu ke lembah dosa lalu bagaimana nanti dia akan mendidik anak anak mu ketika kalian punya anak, dan selain itu dia tidak bisa masak bagaimana dia bisa mengurus mu". ucap Khadijah


"ma dalam rumah tangga ini Ghazalilah yang menjadi nahkodanya maka Ghazali akan membawa Istri Ghazali kejalan yang benar, ya mungkin saat ini Shazia belum tau banyak tentang agama maka ini tugas Ghazali untuk mengajarinya dan Ghazali yakin ketika kami memiliki anak Shazia sudah menjadi istri yang Sholeh dan ibu yang bisa di banggakan untuk anak anak kami nanti, dan untuk masak bisa kamu lakukan berdua, jadi mama tenang saja ". ucap Ghazali


"Ghazali nahkodanya maka Ghazali akan memimpin rumah tangga ini dengan baik sehingga banyak berkah yang kami dapat dalam berumah tangga". sambung Ghazali


"mama Percaya padamu nak tapi kita belum tau siapa istrimu dan seperti apa keluarganya, mama hanya takut terjadi sesuatu padamu nantinya di pernikahan ini". ucap Khadijah


"mama tenang saja semuanya akan baik baik saja". jawab Ghazali

__ADS_1


"Ghazali barang peninggalan ayahmu kamu simpan dengan baikkan". tanya Khadijah pada putranya


"iya ma". jawab Ghazali


"jangan sampai hilang ". ucap Khadijah dan Ghazali menganggukkan kepalanya


"Ghazali ke kamar dulu ma". ucap Ghazali


"iya". jawab Khadijah dan mengusap pipi putranya


setelah keluar dari kamar mamanya, Ghazali tidak langsung kembali ke kamar tetapi duduk di ruang tamu terlebih dahulu. Ghazali duduk di kursi kayu yang ada di ruangan itu dan menatap atap


"ya Allah bantu hamba memimpin rumah tangga yang hamba jalani dan bantu hamba untuk mendapatkan cinta dari istrinya hamba, dan bantu hamba juga untuk merubah kepribadian istri saya". ucap Ghazali


sedangkan di dalam kamar Shazia berdiri di dekat jendela dan menatap langit malam


"ini kenapa ayah tidak mencariku seharusnya berita pernikahan ku sudah sampai ke telinga ayah dan aku yakin jika ayah tau pasti ayah menyuruh anak buahnya untuk membawa ku kembali seperti dulu saat ayah mengetahui aku pacaran dengan Marvin dan ayah memberikan hukuman dengan mematahkan kakiku sehingga aku tidak bisa berjalan selama delapan bulan, ini aneh sekali dan tidak mungkin ayah tidak mengetahui keberadaan ku disini". ucap Shazia dalam hati


"nanti saat aku bertemu dengan ayah , hukuman apa yang akan ayah berikan dan aku yakin hukumannya jauh lebih berat saat aku di hukum karena pacaran dengan Marvin". sambung Shazia


Shazia yang sudah merasa kantuk langsung menutup jendela dan membaringkan tubuhnya di ranjang. selama disini Shazia memiliki banyak waktu untuk tidur sen


dangkan dulu bisa tidur dua jam saja itu adalah hal yang sangat menyenangkan. setelah beberapa menit berbaring akhirnya Shazia terlelap.


saat memasuki kamar Ghazali melihat Shazia yang sudah tertidur. Ghazali mengahampiri Shazia lalu menarik selimut untuk menutupi paha Shazia yang terekspos. Ghazali mendaratkan ciuman di kening Shazia


"selamat tidur istri ku". ucap Ghazali dan membaringkan tubuhnya di samping Shazia


tengah malam Shazia terbangun dengan posisi setengah tubuh menindih tubuh ustadz Ghazali dan kepalanya berada di dada bidang dan di punggungnya terdapat tangan ustadz Ghazali.


Shazia mendongakkan wajahnya dan menatap lamat Lamat wajah ustadz Ghazali. tangan terulur dan bermain di wajah ustadz Ghazali, terakhir tangan berhenti di bibir ustadz Ghazali dan itu mengingatkan Shazia pada saat ustadz Ghazali menciumnya. setelah puas memandangi wajah ustadz Ghazali bukannya menjauh tapi Shazia kembali merbahkan kepalanya di dada bidang suaminya dan kembali memejamkan matanya. sedangkan Ghazali harus menahan sesuatu yang ada di bawah sana ketika paha Shazia menindihnya. sebenarnya Ghazali terbangun ketika tangan Shazia membelai wajahnya. Ghazali membuka matanya

__ADS_1


"seperti tidak sulit untuk membuat mencintaiku hanya saja ego yang ada di dalam dirimu sangat tinggi, aku yakin perhatian yang aku berikan bisa membuat mu luluh karena aku merasa bahwa hidup mu banyak tekanan dan tidak mendapatkan kasih sayang atau perhatian dari orang tuamu jika melihat dari kepribadian mu, dan mungkin orang yang kamu cintai itu memberikan kasih sayang dan perhatian yang tidak kamu dapat dari orang tuamu sehingga kamu mencintainya ". ucap ustadz Ghazali dalam hati lalu mencium puncak kepala istrinya


__ADS_2