
Sudah tidak terasa pernikahan Shazia dan ustadz Ghazali Sudah berjalan satu bulan , namun dalam satu bulan ini pernikahan mereka belum sempurna dan seperti pernikahan yang lainnya.
jam menunjukkan pukul sebelas malam dan sejak tadi Shazia hanya berguling guling di ranjang karena tidak bisa tidur. Shazia sendiri mulai nyaman ketika tidur di peluk oleh suaminya dan sudah hampir satu minggu ini dia tidak bisa tidur jika tidak di peluk oleh suaminya. Shazia melirik jam yang ada di dinding
"ishh kenapa belum pulang juga". ucap Shazia
"dan aku ini kenapa, kenapa tidak bisa tidur jika tidak di peluk olehnya". sambung Shazia
Shazia berusaha memejamkan matanya tapi langsung membukanya kembali lalu duduk di atas ranjang dan mengacak acak rambutnya.
Shazia mondar mandir di dalam kamar dan matanya sejak tadi menatap ke arah jam. tidak terasa sudah pukul dua belas malam tapi suaminya belum pulang juga Shazia menghempaskan tubuhnya di ranjang.
"kenapa lama sekali mengisi pengajiannya". ucap Shazia
ceklek
pintu di buka dan masuklah ustadz Ghazali ke dalam kamar. Ghazali menatap istrinya yang berguling guling di ranjang dan tidak menyadari kehadirannya.
"kenapa belum tidur". ucap Ghazali
Shazia langsung berhenti dan menatap ke arah sumber suara
"belum ngantuk". jawab Shazia dan langsung terlentang
Shazia tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya tidak bisa tidur karena tidak di peluk oleh ustadz Ghazali
Shazia memperhatikan ustadz Ghazali yang melepas pecinya, baju kokonya dan juga sarungnya. Shazia memperhatikan badan ustadz Ghazali yang sedikit kekar. Ghazali mengambil handuknya dan keluar dari kamar untuk mengambil wudhu sebelum tidur.
Shazia merasakan ranjang yang bergetar dan sebuah tangan melingkar di perutnya. Shazia dapat merasakan nafas hangat milik ustadz Ghazali. Shazia membalikkan badannya dan Shazia melebarkan matanya
"kenapa ustadz tidak pakai baju". tanya Shazia yang melihat dada bidang suaminya
Shazia merasakan tangan yang tadi memeluk pinggangnya kini mengusap lengangnya. Shazia menatap ustadz Ghazali dan mata mereka saling mengunci.
Ghazali mencium kening Shazia cukup lama lalu kedua matanya, pipinya dan terakhir bibirnya. detak jantung keduanya kini berdetak sangat cepat. Ghazali yang awalnya hanya diam saja kini memberanikan bermain dengan bibir Shazia dan Shazia sendiri tidak bisa menolaknya
kini Ghazali sudah mengungkung Shazia. Ghazali mengusap pipi Shazia dengan lembut.
"bolehkah aku meminta hakku". bisik Ghazali
__ADS_1
entah mengapa Shazia malah menganggukkan kepalanya dan bukannya menolak dan Ghazali yang melihat itu tersenyum. Ghazali membaca do'a terlebih dahulu sebelum memulainya dan menyempurnakan pernikahan mereka
tepat satu bulan pernikahan mereka dan malam ini mereka telah menyempurnakannya. Shazia mengertakan selimut yang menutupi tubuh polosnya. Shazia mengigit kukunya saat menyadari apa yang telah terjadi barusan.
"kenapa aku malah mau , Kenapa tadi aku tidak bisa menolaknya". ucap Shazia dalam hati
"ishh seharusnya tidak melakukan ini". sambung Shazia dalam hati tetapi pipinya merona saat mengingatnya
"tidurlah ini sudah jam setengah dua, dan kita harus bangun pagi karena jam sembilan kita akan kembali ke pesantren". ucap ustadz Ghazali dan mengecup puncak polos Shazia
Ghazali mengeratkan pelukannya pada istrinya dan mengusap usap kepala Shazia agar istrinya itu tertidur. lama kelamaan Shazia merasa mengantuk dan tertidur.
Ghazali terbangun saat mendengar alarm dan rasa kantuknya masih menyerang. Ghazali membuka matanya dan pemandangan pertama yang di lihat adalah Shazia yang memeluk tubuhnya begitu erat.
"terima kasih". ucap ustadz Ghazali
secara perlahan Ghazali melepaskan pelukannya Shazia dan mengambil celananya lalu memakainya. dilihatnya jam menunjukkan pukul empat pagi dan artinya dia hanya tertidur dua jam setengah.
"Shazia bangun". bisik Ghazali
"hey bangun yuk". bisiknya Ghazali lagi
"bidadarinya Ghazali bangun yuk".
"bidadarinya Ghazali bangun yuk karena harus mandi dulu sebelum melaksanakan sholat subuh hmm". ucap Ghazali dan mengusap usap pipi istrinya
Shazia membuka matanya dan langsung melihat wajah suaminya dan senyuman dari suaminya
"ayo bangun dan segera mandi wajib". ucap Ghazali dan memberikan pakaian Shazia yang tadinya berserakan di lantai
saat mendengar mandi wajib Shazia langsung melebarkan matanya dan langsung duduk. Shazia sedikit membuka selimutnya lalu mengertakan kembali
"mandilah dulu". jawab Shazia dengan dingin
"tidak kita mandi bersama dan aku ingi memastikan tata cara mandi mu benar". ucap ustadz Ghazali
Shazia menghela nafasnya karena jika dia menolakpun akan percuma karena suaminya itu akan memaksanya sampai mau seperti memaksanya untuk belajar mengngaji setiap setelah selesai sholat tapi anehnya yang semalam tanpa di paksa dia mau mau saja.
Shazia sedikit meringis saat kakinya menyentuh lantai, Ghazali langsung menghampiri istrinya
__ADS_1
"aku bantu pakai bajunya". ucap Ghazali
"tidak perlu". ucap Shazia
"balik badan". perintah Shazia
"Ayo cepat". sambung Shazia
Ghazali menuruti istrinya jika tidak dia tidak membalik badannya maka tidak akan selesai selesai apalagi sebentar lagi memasuki adzan subuh.
Shazia merasa malu saat mereka benar benar mandi bersama apalagi Ghazali menatapnya dan itu berhasil membuatnya salah tingkah.
"kamu tidak membawa semua pakaian mu kan". tanya Ghazali saat mereka sudah selesai sholat
Shazia hanya menganggukkan kepalanya. Ghazali menghela nafasnya dengan kasar karena sejak setelah selesai mandi istrinya itu hanya menjawabnya dengan anggukan atau gelengan. Ghazali menggengam tangan Shazia
"kamu menyesal dengan apa yang terjadi semalam". tanya Ghazali sedangkan Shazia hanya diam saja
Ghazali mengangkat dagu Shazia hingga dia bisa menatap wajah istrinya.
"sayang mas tanya kamu menyesal, mas minta maaf". Ucap Ghazali dan Ghazali dapat melihat ada kegelisahan di mata istrinya itu
"a aku tidak tau". jawab Shazia lalu berdiri dan melepas Mukenahnya
"aku minta maaf". bisik Ghazali dan memeluk istrinya dari belakang
"sudah jangan di bahas". ucap Shazia
"lepas, aku mau bantu mama masak". ucap Shazia saat suaminya itu semakin mengeratkan pelukannya
Ghazali melepaskan pelukannya dan Shazia langsung berjalan meninggalkan kamar. Shazia mengusap dadanya ketika ada di dapur dan langsung membantu mamanya, Khadijah tersenyum saat melihat menantunya apalagi saat memperhatikan cara jalannya Shazia
sedangkan Ghazali menarik sprei yang terdapat noda dari kegiatan mereka lalu menggantinya dengan baru. Ghazali membawa sprei itu ke kamar mandi dan langsung mencucinya. Shazia langsung menundukkan kepalanya saat matanya bertatapan dengan Ghazali yang baru masuk.
"ishh kenapa jadi seperti ini , kenapa aku begitu gugup saat bertatapan dengannya". ucap Shazia dalam hati
"auwh". ringis Shazia saat jarinya terkena pisau
"hati hati". ucap Ghazali dan membasuh jari Shazia
__ADS_1
Ghazali memasang plester di jari Shazia
"semoga pernikahan kalian bahagia dan langgeng". Ical Khadijah dalam hati saat melihat putranya dan menantunya